I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 57



Sakha membuka matanya.Matahari yang tadi menyinari bumi kini telah menyembunyikan dirinya.Dilihatnya istrinya masih tertidur dengan lelap disampingnya dengan kondisi tubuh yang masih polos,begitupun dengan dirinya.Sakha tersenyum saat dirinya kembali mengingat moment sebelum dia dan Salsa tertidur tadi.Ya,mereka telah melakukan pertempuran panas hingga mereka sama-sama kelelahan dan tertidur.



Salsa tampak menggeliatkan tubuhnya,tak lama kemudian dia membuka matanya.Begitu matanya terbuka,yang pertama dilihatnya adalah wajah Sakha yang sedang tersenyum manis kepadanya.



"Sayang....??"Salsa masih sedikit ling-lung karena suasana dikamar kini telah berubah menjadi gelap.



Melihat istrinya terbangun,Sakha segera mengecup lembut kening Salsa.



"Heii...udah bangun...??Masih capek...??"



Salsa melihat Sakha yang tak mengenakan sehelai benang sama sekali,dia baru menyadari bahwa dirinya kini juga tak mengenakan apapun dan hanya kain selimut yang menutupi tubuh polosnya.Seketika wajahnya berubah jadi merah karena malu.Apalagi saat mengingat dirinya yang tak berhenti mengerang merasakan kenikmatan karena ulah Saka.Sakha yang melihat istrinya tampak malu itu langsung tersenyum.



"Udah,,gak usah malu...!!Lagian kan kita udah sering ngelakuin itu..."



"Iya,,tapi tetep aja aku malu sayang..."



"Sayang,,aku tadi ngeluarin di dalem.Kamu dak marah kan...??"



Salsa menggelengkan kepalanya. "Enggak...aku malah pengen bisa cepet hamil lagi...Aku pengen memperbaiki kesalahan aku kemarin...Aku janji bakal jagain anak kita baik-baik kalo aku udah hamil lagi nanti...."ucapnya sendu.



Sakha memeluk istrinya yang tampak sedih itu."Ssshhh...udah,,jangan sedih lagi...Kita mulai hidup baru...Setelah ini kita kan sama-sama terus...Kamu pasti bisa cepet hamil lagi dan kita jagain anak kita sama-sama...."



Sakha berusaha menghibur Salsa.Keduanya berpelukan dengan erat dan berharap Tuhan akan segera mengabulkan keinginan mereka.



Sakha melepaskan pelukannya.Tiba-tiba saja perutnya merasa lapar.Dia baru sadar setelah pesta tadi,dirinya belum sempat mengisi perutnya dan saat tiba disini,dia malah langsung melahap Salsa habis-habisan.



"Yaudah...mandi dulu yuk...habis itu kita cari makan...."ajak nya.



Salsa merasa perutnya juga mulai lapar.Dia mengangguk mengiyakan ajakan Sakha.Mereka berdua bersama-sama menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri agar bisa cepat selesai dan segera mencari makan.Tapi yang terjadi justru sebaliknya.Sakha malah meminta tambahan satu ronde lagi dan akhirnya jam 10 malam mereka baru bisa keluar kamar karena baru saja menyelesaikan aktivitas panas ronde kedua.


.


.


.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu.Sakha dan Salsa kini telah mulai memasuki dunia perkuliahan. Mereka berdua akhirnya diterima di universitas yang sama dan mengambil jurusan yang sama pula sehingga kini mereka bisa berangkat serta pulang kuliah bersama.Bahkan saat dikantin pun mereka selalu bersama membuat mahasiswa lain memandang iri kepada dua sejoli itu.



"Nempel mulu kek perangko sih bos...??"ejek Genta yang kebetulan berkuliah di tempat yang sama dengan mereka namun berbeda jurusan.Genta tampak berjalan dengan seorang gadis yang sepertinya adalah pacarnya karena dilihatnya tangan mereka bergandengan.



"Iya lah...gue kan udah bilang bakalan barengan Salsa terus biar gak bisa dipepet sama cowok lain...apalagi sama lo...!!"jawab Sakha sambil tersenyum.Tentu saja dia hanya bercanda saat mengatakan itu.



Genta terkekeh mendengar jawaban dari Sakha.Dia sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan laki-laki itu karena dia tahu Sakha hanyalah bercanda.Semenjak mereka berbaikan,kini hubungan keduanya tampak lebih akrab.Bahkan mereka sering hang out bersama saat akhir pekan.



"Enggak lahh....lagian gue udah punya pacar...!!Kenalin ini pacar gue,namanya Seva...!!"




"Seva...!!"



"Sakha..."



"Gue Salsa,,seneng kenalan sama lo...!!"



Setelah sesi perkenalan itu,mereka tampak mengobrol dengan seru di kantin.Sebenarnya kelas Sakha dan Salsa telah berakhir dan mereka bisa pulang kerumah.Tapi karena bertemu Genta dan pacarnya yang masih ada jadwal mata kuliah lagi setelah ini,mereka memutuskan untuk ikut ke kantin dan mengobrol dengan Genta dan Seva.



"Jadi kalian berdua udah nikah...??Uuuhhh....kayaknya asik deh...!!Kemana-mana ada yang nemenin..."Seva langsung heboh sendiri saat mengetahui Salsa dan Sakha sudah menikah.



"Hhhmmm...ada yang pengen cepet-cepet dinikahin tu Gen...buruan dah,,jangan lama-lama...!!"ucap Sakha.



"Tar deh....belum berani gue...!!Elo mah enak,,masa depan lo terjamin...Hlah gue...??Kalo gue nikahin Seva,,mau gue kasih makan apa dia nanti...??Buat jajan sama bayar kuliah aja gue masih minta sama bokap..."balas Genta.Meskipun dia tergolong dari keluarga yang cukup mampu,tapi dia tidak sekaya Sakha yang orang tuanya memiliki perusahaan sendiri.Beruntung papanya mendapatkan jabatan yang tinggi di tempat bekerjanya sehingga dia dapat hidup dengan berkecukupan.



"Aahh...enggak gitu...!!Gue juga masih belum boleh nikah kok sama ortu gue...!!"ucap Seva kemudian.Dia tidak ingin Genta beranggapan bahwa dia ingin segera dilamar oleh Genta karena diapun belum siap untuk menikah.Maklum,,gadis itu masih belum terbiasa mendengar candaan antara Sakha dan Genta yang kadang tampak serius.



"Udah Sev...jangan ditanggepin...!!mereka berdua kalo lagi ngobrol emang gitu...Tapi mereka cuman becanda kok...!!"Salsa yang sudah hafal dengan kelakuan Sakha dan Genta menjelaskan kepada Seva agar gadis itu tidak merasa canggung.



"Ehh...bentar lagi waktunya masuk kelas...!!Kita balik ke kelas yuk ...!!"Genta mengajak Seva kembali ke kelasnya untuk mengikuti mata kuliah selanjutnya."Gue duluan ya gaes ...!!"pamit Genta pada Sakha dan Salsa.Dia pun menggandeng Seva berjalan menuju ke kelasnya karena seperti biasa,Sakha lah yang selalu membayarkan makanannya jika mereka sedang makan bersama.



"Jadi dulu kamu suka sama Salsa...??"tanya Seva saat mereka berdua berjalan menuju ke kelas.



"Yaaa...gitu lah...!!Tapi sekarang aku udah enggak ada perasaan apa-apa sama dia lagi kok...!!"



"Masak sih...??"Seva masih belum percaya dengan ucapan Genta.Dia merasa tidak percaya diri karena menurutnya Salsa lebih segalanya dibandingkan dengannya.



"Sayang....aku tu beneran udah move on dari Salsa....Lagian sekarang Sakha juga sahabat aku...Dan aku pacaran sama kamu pure karena aku suka kamu...Jadi kamu jangan berpikir kalo kamu itu cuman pelarian buat aku...!!"ucap Genta bersungguh-sungguh.Dia bisa menebak apa yang ada di pikiran Seva saat ini.



Genta memang sengaja tidak menutupi masa lalunya yang sempat mencintai Salsa dari Seva karena dia tidak ingin gadis itu mendengarnya dari orang lain yang nantinya bisa menimbulkan kesalahan pahaman.



Seva memang tidak secantik dan sekaya Salsa,tapi sifatnya yang lembut dan baik seperti Salsa membuatnya merasa nyaman berada dekat dengan gadis itu dan akhirnya dia yakin dengan perasaannya bahwa dia telah jatuh cinta kepada Seva.



"Sayang,,kamu percaya kan sama aku...??"tanya Genta saat melihat Seva yang tidak merespon ucapannya dan justru tampak melamun.



"Hmmm....aku pengen percaya sama kamu.Tapi aku ngerasa kalah jauh kalo dibandingin sama Salsa.Apalagi kamu itu cowok yang cukup populer di kampus ini.Sedangkan aku cuman gadis miskin yang beruntung dapet beasiswa dan bisa kuliah disini....!!"ucap Seva sambil menundukkan kepalanya.Saat ini dirinya sedang dilanda krisis percaya diri.



Genta menggenggam erat tangan Seva."Heii...kok jadi ngomongin itu sih..??Aku dulu suka sama Salsa karena dia baik,bukan karena cantik ataupun kaya.Dan sekarang aku juga suka sama kamu karena sifat kamu yang baik....Jadi kamu jangan banding-bandingin diri kamu sama Salsa karena kalian pasti punya kekurangan dan kelebihan masing-masing....!!"



Genta mengeratkan genggam tangannya mencoba meyakinkan gadis yang telah berhasil menyembuhkan luka di hatinya itu bahwa dia memang benar-benar mencintainya.


***