I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 51



Malam hari,Alvin menepati janjinya untuk mentraktir makan teman-temannya.Kini mereka tampak duduk di sebuah restoran yang terletak di kawasan Puncak sambil menikmati makanan serta pemandangan malam hari yang indah sambil bersenda gurau.Mereka tampak bahagia.Sesekali mereka tertawa lepas mendengar perdebatan antara Alvin dan Leo yang seperti tak ada habisnya.



Meskipun sudah memiliki pacar, Alvin masih belum bisa menghilangkan kebiasaannya untuk berdebat maupun berebut makanan dengan Leo.



"Nah,,gini dong Vin...!!Sekali-sekali traktir deh...jangan Sakha terus yang bayarin makanan lo...!!"ucap Leo tanpa dosa sambil tak berhenti mengunyah makanan yang baru saja dia suapkan ke mulutnya.



Mendengar ucapan Leo,Alvin menatap Leo dengan wajah kesalnya."Heh...kayak lo enggak aja...??Perasaan lo juga selalu dibayarin Sakha deh...!!"balasnya dengan sengit.



"Hehe...iya juga sih..."Leo terkekeh sendiri mengingat jika dirinya juga tak pernah mengeluarkan uang sepeserpun saat makan bersama Sakha karena tentu saja temannya yang super tajir itu selalu membayarkan makanannya dan juga teman-teman yang lainnya.



Sontak semuanya langsung ber ramai-ramai menyoraki Leo.Leo yang mendapat sorakan dari teman-temannya tak marah sama sekali karena dia tahu teman-temannya hanya sekedar bercanda.



"Kalian berdua cari pacar dong, biar seru...!!Jadi kan kita bisa hang out bareng-bareng gitu sama pacar masing-masing....!!"ucap Alvin sambil memamerkan kemesraannya dengan Tania membuat dua jomblo mencebikkan bibirnya.



"Gue sih maunya gitu...tapi ya gimana lagi...??jodoh gue masih tersesat di suatu tempat dan belom bisa nemuin gue...!!"ucap Damar dengan nada memelasnya yang tentu saja langsung disambut tawa renyah dari teman-temannya.



"Kalo gue sih sebenarnya banyak yang suka...Tapi gue emang belom mau pacaran aja...!!Lagian gue tu solid sama Sakha.Habis ini kan dia bakal LDR lagi ama Salsa...Tar kalo kita semua punya pacar, kasian Sakha....bisa jadi obat nyamuk....Ya kan...??"ucap Leo dengan percaya diri.Tentu saja dia gengsi jika mengatakan hal yang sama seperti Damar.Maka dari itu,lebih baik dia mengatakan bahwa dia masih belum mempunyai keinginan untuk berpacaran saja.Padahal setiap kali melihat keromantisan Sakha dan Salsa,jiwa jomblonya selalu meronta-ronta. Apalagi sekarang Alvin juga sudah mulai bucin dengan Tania.Hhhh....rasanya Leo juga ingin seperti mereka.



"Alaah...bilang aja lo emang belum laku...!!Pake ngeles aja lo...!!"ucap Alvin mencibir Leo seolah-olah dia tahu isi pikiran Leo.



"Enak aja...enggak lah...!!Kek lagunya Gamma 1 itu lo...yang jomblo happy...Tau kan....??Gini nih lagunya...."


[Jomblo happy.....memang pilihan hati.....bukan karena tak mampu untuk cari kekasih....


Jomblo happy....memang pilihan hati...biar ku bisa bebas terbang kesana-sini....]


Dengan suara falsnya Leo malah asik bernyanyi tanpa diiringi musik membuat semua teman-temannya seketika langsung menutup telinga.


.


.


.


Sakha dan teman-temannya kini sudah duduk bersama di ruang tengah Villa.Diiringi suara petikan gitar yang dimainkan oleh Sakha, mereka bernyanyi bersama.



Dari mulai lagu pop,melayu,rege bahkan sampai lagu dangdut berbahasa jawa pun ikut mereka nyanyikan.



\[Sayaaang...opo kowe krungu jerite atiku,,mengharap engkau kembali .....


Saayaaaang....nganti memutih rambutnya,, ora bakal luntur tresnaku.....]


Kali ini mereka menyanyikan salah satu lagu berbahasa Jawa yang sempat populer di kalangan remaja itu.Walaupun tidak mengerti artinya sama sekali,mereka bisa menyanyikan lagu itu dari awal hingga akhir.



Meskipun terkadang suara mereka sedikit fals dan lebih terdengar seperti orang yang berteriak-teriak tidak jelas,tapi mereka sangat menikmati kebersamaan mereka saat ini.Beruntung di Villa hanya ada mereka dan jarak Villa itu dengan Villa yang lainnya lumayan jauh.Jadi mereka bisa bernyanyi dengan sesuka hati tanpa takut mengganggu penghuni Villa yang lainnya.



Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.Salsa dan Tania memutuskan untuk masuk ke kamar karena udara mulai terasa dingin.Sementara para laki-laki itu masih bertahan di ruang tengah.Kali ini mereka sudah menghentikan kegiatan teriak-teriak mereka yang jika didengar oleh orang lain bisa menyebabkan sakit telinga .Kini mereka tengah berbaring di karpet tebal yang terbentang di ruangan itu.Tak lupa mereka membawa bantal,selimut dan juga mengenakan jaket tebal persis seperti orang yang hendak berkemah.Ya,,mereka memang sengaja untuk tidur di ruangan itu karena merasa lebih seru daripada tidur di kamar.




"Iya,,gak papa....lagian itu kan karena lo gak tau kalo Sakha udah punya gue...??"jawab Salsa santai sambil menarik selimut hingga menutupi tubuhnya sebatas dada karena dia mulai merasakan hawa dingin yang menusuk sampai ke tulangnya .



Tania menoleh ke arah Salsa.Dilihatnya gadis itu begitu tenang."Lo gak marah sama gue...??"



"Enggak lah...buat apa gue marah...??Toh yang gue lihat Sakha gak pernah hianantin gue.Gue gak peduli mau berapa banyak cewek yang coba buat ngejar Sakha,,asalkan dia tetep setia sama gue aja itu udah cukup...!!Gue gak mau memperpanjang masalah..."ucap Salsa bijak.



Tania semakin merasa kagum dengan gadis disampingnya itu.Selain cantik,dia juga memiliki kepribadian yang baik.Dia kini paham kenapa Sakha mati-matian mempertahankan kesetiannya terhadap Salsa.



"Sa...gue boleh jadi temen lo gak...??"Tania kini mulai merasa nyaman berteman dengan Salsa.Dia ingin lebih dekat lagi dengan gadis disampingnya itu.Maksudnya dekat sebagai sahabat ya bestie...bukan yang jeruk makan jeruk...hehe.



Salsa menganggukkan kepalanya. "Boleh lah....lagian gue udah nganggep lo temen sejak pertama kali kita ketemu..."Salsa menjawab pertanyaan Tania dengan senyum tulus membuat Taniapun ikut mengembangkan senyumnya.



Keduanya lantas tertawa bersama.Mereka kini mulai asik bercerita banyak hal dari mulai masa kecil mereka sampai pengalaman-pengalaman sedih dan menyenangkan yang pernah mereka alami.Lama kelamaan,mereka akhirnya merasa lelah dan mulai memasuki alam bawah sadar masing-masing.


.


.


.


Hari ini Leo,Damar,Alvin dan Tania mengantarkan Sakha dan Salsa ke bandara.Karena liburan hanya tinggal beberapa hari lagi,dengan terpaksa Salsa harus segera kembali ke Bali.Tentu saja dengan diantar oleh Oleh Sakha karena laki-laki itu tidak ingin istrinya menempuh perjalanan jauh sendirian.



Sakha bergantian memeluk sahabat-sahabatnya seolah-olah dia akan ikut menetap di Bali bersama Salsa.Padahal dia hanya memiliki waktu dua hari saja berada di pulau dewata itu.



Sementara Salsa juga tampak berpelukan dengan Tania.Mereka berdua saat ini terlihat seperti bestie yang sudah lama saling mengenal.



"Ati-ati ya bro...semoga sampe tujuan dengan selamat...!!"Ucap Alvin, Leo dan Damar kepada Sakha.



"Siap bos..."Sakha menjawab ucapan teman-temannya sambil meletakkan tangan di dahinya persis seperti orang yang sedang hormat.Hal itu membuat teman-temannya terkekeh.Pasalnya,Sakha yang berwajah dingin dan ditakuti oleh anak-anak disekolahnya itu bisa juga bertingkah konyol.



"Gue pergi dulu ya....!!Kalian juga baik-baik disini...Kapan-kapan main lah ke Bali....!!"Kali ini Salsa yang berpamitan.



"Sipp...besok deh kalo habis ujian.Kita main ke sana...!!"balas Alvin dan diangguki oleh yang lainnya.



Sakha dan Salsa melambaikan tangan pada teman-temannya dan berjalan melewati pintu keberangkatan untuk memasuki pesawat yang akan mereka tumpangi.



Setelah beberapa saat menunggu,pesawat yang ditumpangi oleh Sakha dan Salsa telah melakukan penerbangan.Keempat remaja yang merupakan teman-teman Salsa dan Sakha itu memutuskan untuk meninggalkan bandara.Mobil yang dikendarai oleh Leo itu kini mulai melaju membelah jalanan kota Bandung pagi itu.


***