
Seva membuka matanya perlahan-lahan.Kepalanya masih terasa sedikit pusing.Badannya pun terasa lemas tak bertenaga.Dia melihat ke sekeliling ruangan.Ternyata dari semalam dia belum pulang.
Tiba-tiba saja Seva teringat sesuatu.Adegan saat dirinya meminta Genta untuk menuntaskan hasratnya kini tergambar jelas di ingatannya.
"Oh...tidak....!!!"pekiknya.Dia merasa malu pada dirinya sendiri terlebih lagi pada Genta.Dia sangat mengingat bahwa semalam dia yang sudah menggoda Genta.Namun laki-laki memilih untuk tidak mengambil keperawanannya dan malah menyiksa dirinya sendiri.Seva menangis sesenggukan. Dia merasa sudah menjadi gadis yang murahan.Apalagi bagian terlarangnnya kini sudah dijamah oleh seorang pria dan justru dia sendiri yang merengek memintanya.
"CEKLEK...."
Terdengar suara pintu terbuka.Wajah Genta muncul dari balik pintu.Genta terkejut melihat Seva sedang menangis diatas tempat tidur.Laki-laki itu bergegas menghampiri Seva karena takut terjadi sesuatu pada Gadis itu.
"Sayang,,kamu kenapa...??"
Melihat Genta,gadis itu semakin menangis.Genta langsung panik seketika.
"Sayang,,apa ada yang sakit...??"Genta mengulangi pertanyaannya.Seva hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Sayang...!!Kamu inget kejadian semalem...??"
Seva menganggukkan kepalanya. Saat ini dia merasa tak sanggup menatap wajah Genta.Dia merasa sangat malu mengingat kejadian semalam.
"Aku minta maaf karena udah berani nyentuh milik kamu...!!"Genta kini merasa bersalah.Dia yakin gadis itu menangis karena ingat perbuatannya semalam.Meskipun Seva tidak sampai kehilangan keperawanannya,tapi menurut Genta itu tetaplah hal yang salah karena dia telah melihat sesuatu yang belum waktunya dia lihat.Apalagi sampai menyentuhnya.
"K-kamu gak salah....aku yang semalam terus-terusan goda kamu...!!Aku takut kamu jadi ilfeel sama aku...!!Hiks...."Seva menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Ssstt....itu semua salah Vina.Dia udah kasih obat per\*ngs\*ng ke kamu sama Salsa....Dia hampir aja jual kamu dan Salsa ke pria hidung belang...!!"ucap Genta menenangkan Seva.
"Hah...??Vina...??"Seva kini mendongakkan wajahnya memandang Genta.Dia tentu saja terkejut mendengar pernyataan Genta barusan.Pantas saja dirinya merasa badannya panas setelah meminum minuman dari Vina.Dia juga seperti kehilangan akal sehat dan menjadi gadis yang tak tahu malu.Ternyata itu semua adalah efek dari obat yang dicampurkan Vina kedalam minumannya.Dia benar-benar tidak menyangka jika Vina sejahat itu.
"Iya...untung aja yang cowok yang ditawarin Vina adalah sepupu Sakha...Dia tentu aja gak mau nikung sodaranya sendiri...Dia langsung ngabarin Sakha saat udah memastikan bahwa memang Salsalah yang ditawarin Vina ke dia...!!"
"Tapi kenapa Vina ngelakuin ini...??"
"Gue juga gak tau...Ya udah....sekarang kamu mandi dulu aja,,biar badan kamu seger...!!Habis itu kita sarapan...."
Seva mengangguk,,lalu bergegas masuk ke kamar mandi yang ada kamar itu untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi,,Seva bergegas menuju ruang makan.Disana sudah ada Genta dan juga kedua tuan rumah.Seva langsung mengambil tempat duduk di samping Genta dan memulai sarapannya karena yang lain pun sudah siap menyantap makanan di piring mereka.
"Gimana keadaan lo Sev...??Udah baik...??"Salsa menanyakan kondisi Seva.Dia merasa bersalah karena mengajak Seva untuk ikut dengannya kemarin.
"Hmmm...udah...Lo sendiri gimana...??"Seva balik bertanya.
"Gue sih gak papa karena ada Sakha...!!"jawab Salsa jujur."Sev,,maafin gue ya....!!Gara-gara gue,lo jadi ikutan celaka...!!"
"Enggak Sa,,itu bukan karena lo..!!Lo sendiri juga korban kan...??"
Salsa menganggukkan kepalanya. Dia tidak habis pikir kenapa Vina sampai melakukan perbuatan jahat itu padanya.
"Pagi...!!Waaah...pada sarapan ni...Ngikut dong...!!"
Devano datang dan langsung bergabung di meja makan.Dia ingin memastikan keadaan sepupunya karena insiden yang disebabkan oleh Vina semalam.
"Sa,,gimana keadaan lo...??"tanya Devano sambil mengambil potongan buah melon yang tersedia di meja.
"Hhmm...udah baik...!!Thanks ya Dev,,lo udah nolongin gue...!!"
"Iya...santai aja...!!Untung gue masih waras...Kalo enggak,,gue bakalan dibunuh sama suami posesif lo itu...!!"ucap Devano sambil terkekeh sementara Sakha langsung melotot ke arahnya.
"Anj... gue lupa....!!"Devano menepuk jidatnya.Semalam dia keasikan menikmati tubuh wanita itu bersama teman-temannya.Itu karena Rendi buru-buru memberinya obat per\*ngs\*ng sebelum dia sempat mengintrogasinya.Begitu melihat reaksi Vina,,dia tidak bisa menahan gejolak hasratnya.
"Kok bisa lupa...??Hla terus lo bilang mau ngurus tu cewek gimana...??"
"Hehe...gue keburu n\*fsu gara-gara tu cewek dicekokin obat per\*ngs\*ng sama Rendi.Habis tu cewek menggoda banget bodinya..."Devano menjelaskan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hah....obat per\*ngs\*ng...??Trus Vinanya lo pake gitu...??"Salsa kaget mendengar ucapan Devano barusan.
"Gak gue doang...Semua temen yang ikut gue semalem make dia semua...!!Kita pesta sampe hampir pagi...!!"
"Apa...??"Salsa merasa sangat shock mendengar penuturan Devano barusan.
"Waah...gila lo Dev...!!Anak orang main lo g\*ngb\*ng seenaknya...!!"Kali ini Sakha yang berkomentar.Dia benar-benar tidak menyangka sepupunya mempunyai sifat layaknya iblis.
"Alaaah...dia udah biasa kayak gitu...!!Lagian salah dia sendiri berani-beraninya main-main sama keluarga gue...!!"ucap Devano tanpa merasa bersalah sama sekali.
.
.
.
Hari ini Vina memutuskan untuk tidak pergi ke kampus.Dia memilih untuk rebahan di rumah kontrakannya.Badan serta bagian intinya masih terasa sakit setelah semalam penuh digempur oleh enam orang pria sekaligus dan juga malah ditambah dengan om Pandu.
"Tok-tok-tok...!!"
Terdengar suara ketukan pintu.Mau tak mau Vina harus bangun untuk membukakan pintu.Dengan malas dia berjalan dan membukakan pintu.Vina begitu terkejut saat melihat Devano datang bersama Salsa dan Sakha.
"Gue pengen ngomong sebentar sama lo...!!"ucap Sakha dingin.
Vina merasakan ngilu di hatinya melihat lelaki yang dicintainya sejak lama bersikap begitu dingin padanya."Oke...silahkan masuk...!!"Vina akhirnya mempersilah mereka bertiga masuk kedalam rumahnya.Mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Maksud lo apa mau ngejual istri gue...??"tanya Sakha to the point sambil berusaha mengontrol emosinya.Vina hanya diam sambil menundukkan wajahnya.
"Heh...lo bisa denger kan...??Maksud lo apa ngejual istri gue...??Dia punya salah apa sama lo...??"Sakha mulai membentak Vina.Dia sudah mulai kehilangan kesabarannya.
"Ka...Ss-sebenarnya gue....suka sama lo...!!"
"BRAKK...!!"
Vina terlonjak kaget karena Sakha tiba-tiba menggebrak meja dengan keras."Jadi lo suka sama gue,makanya lo mau hancurin Salsa...??"Sakha mulai berkata dengan keras.
"Sakha....kontrol emosi kamu...!!"Salsa langsung memegang lengan suaminya karena jika tidak,bisa saja Sakha bertindak kasar terhadap Vina.
"Ka...gue udah lama suka sama lo dari gue SMP...Tapi lo bahkan sama sekali gak kenal sama gue...!!"Vina mulai terisak.Hatinya terasa sakit karena lelaki yang dicintainya sejak lama tak pernah melihatnya.
"Maksud lo...??"Sakha memicingkan sebelah matanya.Dia sebenarnya malas meladeni Vina,tapi dia juga penasaran dengan ucapan gadis itu yang mengatakan bahwa dia menyukai Sakha sejak lama."Apakah dulu gue pernah kenal sama Vina..??"pikirnya.
Vina menceritakan awal pertemuannya dengan Sakha.Saat itulah dia mulai jatuh cinta dengan Sakha.
"Lo cewek yang waktu itu...??"Sakha mulai mengingat Vina.Vina adalah salah satu gadis yang dia menangkan saat dirinya masih suka mengikuti balapan liar.Saat itu dia belum mengenal Salsa.
"Iya ka...gue cewek yang lo menangin waktu itu...!!Makanya gue ngerasa lo berhak atas tubuh gue ini..."ucap Vina tak tahu malu.
"Cih..!!Gue gak tertarik sama lo...!!"ucap Sakha sinis semakin membuat hati Vina terluka."Asal lo tau ya...selama gue balapan,,gue gak pernah sekalipun nyentuh cewek yang gue menangin.Jadi lo jangan ngira kalo gue suka sama lo karena gue nolongin lo waktu itu...!!"lanjutnya.
"Ka...gue rela jadi simpanan lo asalkan lo mau sama gue...!!Selama ini gue selalu bayangin wajah lo setiap kali gue ngelayanin pelanggan gue...!!Makanya gue bisa bertahan sampai sekarang...!!Kalo lo emang gak cinta sama gue,,minimal izinin gue buat ngerasain itu sama lo...!!"ucap Vina tak tau malu.Padahal diruangan itu ada Salsa selaku istri sahnya Sakha dan juga Devano.
Sepertinya Vina memang sudah kehilangan urat malunya.Dia malah langsung melepaskan kaosnya hingga menampilkan tubuhnya yang hanya tertutup oleh bra.Tanpa ragu,dia berjalan menghampiri Sakha yang duduk di depannya dan berusaha untuk menggoda Sakha.
***