
Devano memperhatikan Salsa yang tertawa lepas bersama anak-anak di panti asuhan.Tanpa sadar,dia ikut tersenyum.Ingatannya kembali saat pertama kali bertemu dengan Salsa.Saat itu Devano masih duduk di kelas 8 SMP.Keadaan Devano sangat kacau karena jenazah ibunya baru saja dimakamkan.Devano yang masih bersedih atas kepergian sang ibu tak mau beranjak pergi dari makam ibunya meskipun para pelayat telah pergi meninggalkan area pemakaman.Tak lama kemudian,hujan turun dengan cukup deras.Tapi Devano tetap tak beranjak dari makam ibunya.Saat itulah,Salsa yang kebetulan baru saja berkunjung dari makam ayahnya menghampiri Devano dan menaunginya dengan payung serta memberikan kekuatan untuk Devano.Meskipun tidak sempat saling berkenalan,tapi Devano masih mengingat dengan jelas wajah Salsa.
"Balik yuk..!!"Suara Salsa membuyarkan lamunan Devano.
"Eh...i-iya...!!"Devano cukup terkejut karena Salsa tiba-tiba sudah berdiri didepannya.Pria itu segera berpamitan kepada seluruh penghuni panti dan berjalan mengikuti Salsa menuju ke mobilnya.
"Oh iya...lo kok tiba-tiba ada disini..??"Salsa baru menyadari kenapa tiba-tiba Devano berada di Bandung karena biasanya pria itu berada di Bali.
"Hhhh...baru nyadar lo...??"Devano memasang wajah bete nya.
"Hehe...sori...!!Gue tadi lagi galau soalnya...!!"jawab Salsa terkekeh.
"Iya...gue ngerti...Tapi mending lo bicarain baik-baik sama Sakha...!!Lo gak seharusnya main pergi-pergi gitu aja...!!Gimana kalo sebenernya lo cuman salah paham...??"
Salsa terdiam mendengarkan nasehat Devano.Dia berpikir bahwa ucapan Devano memang ada benarnya.Dulu Salsa juga pernah salah paham kepada Sakha dan akhirnya dia pindah ke Bali.Mungkin saja sekarang,dia juga hanya salah paham mengenai Almira.Ya...dia akan membicarakan masalah ini dengan Sakha.
"Lo tadi belum jawab kenapa ada disini...??"Salsa kembali bertanya pada Devano.
"Hhh...gue lagi liburan...!!Makanya gue kesini,,sekalian ngunjungin makam nyokap gue...!!"jawab Devano.Salsa hanya ber "Ooh..."saja.Gadis itu sama sekali tidak ingat bahwa Devano adalah orang yang pernah ditemuinya di pemakaman dulu.Devanopun membiarkan Salsa tidak mengingatnya sama sekali.
.
.
.
Sakha hanya mondar-mandir dengan gelisah di dalam kamarnya.Dia sedang menunggu kedatangan istrinya yang tadi tiba-tiba pergi begitu saja.Tak lama kemudian,terdengar pintu kamar terbuka.Tampak Salsa muncul dari balik pintu.Sakha yang sejak tadi menunggu kehadiran Salsa segera melangkah menghampiri istrinya.
"Sayang....kamu dari mana aja...??Kenapa kamu tiba-tiba pergi...??Aku tuh dari tadi nyariin kamu....!!"Karena khawatir,Sakha langsung memberondong istrinya dengan banyak pertanyaan.
Salsa yang tadinya sudah kembali ceria,entah kenapa tiba-tiba menjadi sedih lagi.Dada nya merasa sesak mengingat Sakha yang sangat akrab dengan anak dari sekretarisnya.Salsa hanya menggelengkan kepalanya,lalu tanpa berkata apa-apa langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sakha mengikuti Salsa ke kamar mandi.Dia ingin menuntaskan masalah ini agar tidak sampai berlarut-larut.
"Sayang...kamu kenapa...??"Sakha memeluk tubuh Salsa dari belakang.Dia tidak peduli dengan bajunya yang jadi basah karena Slasa telah mengguyur badannya dengan air shower.
"Iiih...aku tu lagi mandi tau gak...??"ucap Salsa ketus sambil menyingkirkan tubuh Sakha yang menempel padanya.Tapi pria itu jelas menolaknya.Sakha buru-buru melepas pakaiannya dan ikut mandi bersama Salsa.
Salsa berdecak.Dia ingin keluar dari kamar mandi,tapi Sakha segera menahannya.Pria itu malah melayangkan ciumannya di bibir istrinya.Dengan kondisi tubuh yang sedang polos,Salsa tidak bisa mengelak dari serangan Sakha saat tangan Sakha mulai memainkan bagian sensitif di tubuhnya.
"Eehhmp...."Salsa tidak bisa menahan suaranya.Seketika Sakha langsung tersenyum dan membopong tubuh Salsa ke tempat tidur.Sakha lalu melanjutkan aksinya disana hingga keduanya terus mengeluarkan suara-suara yang membuat bulu kuduk berdiri bagi siapapun yang mendengarnya.
"Aaaakkkh....!!"Sakha mendapatkan pelepasannya setelah Salsa juga mendapatkannya.Keduanya kini terbaring dengan nafas ter engah-engah.
Wajah Salsa merah karena merasa sangat malu.Dia sedang marah dengan Sakha,tapi tetap saja menikmati permainan pria itu.Sakha yang melihat istrinya sedang salah tingkah langsung tersenyum.
"Udah...gak usah malu...!!Aku tau kok kalo rasanya emang enak...!!"Goda Sakha.
"Jelasin dulu kenapa kamu tadi tiba-tiba pergi...??Kalo enggak, aku main babak ke dua ya...!!"Ancamannya,namun dengan nada yang lembut sambil tersenyum.Salsa hanya mendengus mendengar Ancaman Sakha.
"Sayang...kalo ada yang bikin kamu gak suka,,kamu bisa langsung ngomong sama aku...!!Kita udah lama nikah loh...!!Bukan baru satu ato dua tahun...Selama ini aku belum pernah lihat kamu bersikap kayak tadi...!!Pasti ada sesuatu yang ganggu pikiran kamu..."ucap Sakha panjang lebar.
Salsa menghela nafasnya dan bersiap untuk mengutarakan apa yang ada di hatinya karena memang seharusnya dia membicarakan semuanya kepada Sakha.
"Eehmm....maaf...!!Ak-aku....curiga sama kamu...!!"ucap Salsa kemudian.Sakha mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan maksud ucapan Salsa.
"Curiga...??Kenapa...??"
"Aku pikir kamu ada sesuatu sama sekretaris kamu itu...!!"ucap Salsa serius.
"Almira...??"
Salsa menganggukkan kepalanya.
"Kok bisa...??"Sakha masih tidak mengerti kenapa Salsa mencurigainya dengan Almira.
"Gimana gak curiga...??Dia bisa keluar masuk ruangan kamu seenaknya...Sedangkan aku yang istri kamu harus izin sama dia buat masuk ke ruangan kamu...!!"ucap Salsa kesal mengingat perlakuan Almira kepadanya.Tapi Sakha malah mentertawakannya.
"Ya ampuuun...cuma gara-gara itu kamu curiga...??"tanya Sakha.
"Gak cuman itu....Kamu akrab banget sama anaknya..."
"Ya...karena pas anaknnya Almira sakit,kebetulan aku lagi meeting dan ditemenin sama Almira.Makanya aku sekalian nganter dia ke rumah sakit...Eeeh...anak itu malah jadi sering nanyain aku...."Sakha menjelaskan bagaimana dia bisa mengenal Alika.
"Iya...tapi dianya jadi ngarep lebih ke kamu...!!Kamu tau gak...??Aku tadi gak diijinin masuk ke ruangan kamu...!!Dan kamu tahu dia bilang apa pas aku tanya dia siapa...??Dia bilang kalo dia sekretaris sekaligus calon istri kamu...!!Kalo kamu jadi aku,apa yang ada di pikiran kamu saat itu...???Apalagi pas lihat dia tiba-tiba masuk ke ruangan kamu tanpa ketuk pintu,trus dengan bangganya bilang anaknya pengen ngobrol sama kamu....!!Aku tu ngerasa kalo aku emang gak sempurna...Aku jadi minder karena belum bisa kasih anak buat kamu...!!"Salsa mengeluarkan semua beban yang sejak tadi tersimpan di hatinya.Sakha hanya terdiam mendengar penuturan Salsa barusan.Rahangnya mengeras karena mengetahui perbuatan sekretarisnya itu.Dia merasa menyesal karena kebaikannya pada sekretarisnya itu justru menjadikan luka untuk istrinya.
"Sayang....maafin aku...!!Aku gak bermaksud gitu...!!Aku baik sama Almira karena dia dulu temen SMP aku...Dia hamil diluar nikah pas masih SMA dan pacarnya gak tanggung jawab.Jadi aku ngerasa kasihan aja lihat dia ngebesarin anaknya sendiri.Apalagi pas aku lihat anaknya,aku jadi inget sama anak kita yang dulu belum sempat lahir ke dunia ini...Tapi aku gak sadar kalo itu justru akan membuat dia berharap lebih sama aku...Maafin aku sayang...aku bener-bener minta maaf....!!Aku akan pecat dia sekarang juga....!!"Sakha akan beranjak dari tempat tidur dan mengambil ponselnya.Tapi Salsa buru-buru mencegahnya.
Meskipun dia kesal terhadap Almira,tapi dia juga merasa iba karena Almira harus membesarkan anaknya seorang diri tanpa suami.Lalu jika Sakha memecatnya,bagaimana nanti dia akan membiayai hidup anaknya.
"Kamu gak usah pecat dia...kasihan kalo dia gak kerja...!!"ucap Salsa membuat Sakha terheran-heran.
"Tapi...dia udah kurang ajar sama kamu...!!"
"Iya...aku ngerti.Mungkin dia belum tau kalo aku ini istri kamu...makanya dia kayak gitu...!!"
Sakha membenarkan ucapan Salsa.Dia juga baru menyadari kalau dia belum pernah memperkenalkan Salsa kepada para karyawannya.Tentu mereka pasti belum tahu bahwa Sakha sudah menikah karena acara resepsi mereka di gelar di Bali dan saat itu hanya kerabat dekat saja yang menghadiri pesta pernikahan mereka.
"Oke...besok kamu ke kantor ya...!!Aku akan kenalin kamu sama para karyawan aku...!!"ucap Sakha yang lalu diangguki oleh Salsa.
Kini Salsa telah merasa lega karena sudah meluruskan kesalahan pahaman terhadap Sakha.Dia memeluk suaminya dengan perasaan bahagia karena apa yang dipikirkannya tidaklah benar.Sakha tidak pernah berselingkuh dengan sekretarisnya.
***