I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 50



Kini,Tania telah berada diantara Alvin dan teman-temannya.Sebenarnya tadi dia sempat meminta Alvin untuk mengantarkannya pulang karena dia merasa tidak nyaman berada di tengah orang-orang yang belum dikenalnya. Tapi Alvin terus saja memaksa agar dia ikut,jadilah Tania tidak bisa menolak keinginan Alvin.



"Sori ya gue agak telat,soalnya tadi harus nganter bunda pulang ke rumah...."Sakha yang baru saja datang bersama Salsa langsung ikut bergabung bersama teman-temannya.



Salsa yang melihat Tania ada disana langsung duduk di sebelah Tania."Heii...lo ikutan juga...??"Salsa menyapa Tania dengan ramah.



"Ehm...iya,,tadi Alvin maksa gue ikut...!!"Tania masih merasa canggung berbicara dengan Salsa.



"Lo pacaran sama Alvin...??"Salsa bertanya dengan suara yang cukup keras sehingga didengar oleh teman-temam yang lain.



Tania tampak bingung dengan pertanyaan Salsa barusan.Begitu juga dengan yang lainnya...Mereka baru menyadari bahwa sejak tadi Alvin tampak berdua bersama Tania.Sontak mereka semua langsung melihat ke arah Tania dan Alvin bergantian kecuali Sakha.Dia sama sekali tidak tertarik dengan urusan Tania dan Alvin.Dia lebih suka memandangi wajah istrinya yang menurutnya hari ini tampak sangat cantik.



"Kalian pacaran...??Leo yang penasaran ikut bertanya sambil menatap Alvin dengan pandangan menyelidiki.



"Hah...enggak...!!Rumah kita tu ternyata deket..Jadi tadi pagi kita barengan...!!Nah,daripada Tania pulang sendiri mending gue ajak sekalian kan..."



Mendengar jawaban Alvin barusan, entah kenapa Tania merasa sedikit kecewa.Tapi apa yang dikatakan Alvin memanglah benar.Dia dan Alvin tidak memiliki hubungan apapun.Tania hanya menundukkan wajahnya dan menyibukkan diri dengan makanan yang ada di depannya.



Alvin diam-diam melihat ke arah Tania.Dia merasa Tania seperti kecewa dengan jawabannya barusan.Tapi apa yang dikatakannya memanglah benar.Entah kenapa tiba-tiba Alvin merasa menyesal karena tidak mengakui bahwa dia berpacaran dengan Tania.Padahal kenyataannya mereka memang tidak berpacaran.



Sementara teman-teman yang lain asik bercanda, Alvin malah sibuk dengan pemikirannya sendiri.Dia merasa ada yang mengganjal di hatinya.Ingin rasanya dia bertanya, tapi dia tidak tahu harus bertanya pada siapa.Bahkan,dia saja tidak tahu apa yang harus ditanyakannya.Apakah dia harus bertanya pada rumput yang bergoyang...??



"Kenapa sih lo...??Dari tadi bengong aja...??"Sakha menyadari bahwa hari ini Alvin sedikit berbicara.Padahal biasanya dialah yang paling tidak bisa diam jika sedang berkumpul.



"Hah...gak kok...!!Ni gue lagi makan..."Alvin mencoba menutupi kegalau-annya dari Sakha.Tapi sayang,sahabatnya itu sudah mengenalnya cukup lama.Tentu dia tahu bahwa saat ini Alvin sedang memikirkan sesuatu.



"Tar malem gue dirumah....Lo kalo mo curhat bisa langsung dateng...!!"Sakha berbisik pelan pada Alvin agar yang lain tidak mendengarnya.Walaupun terlihat cuek,Sakha sebenarnya sangat perhatian kepada temannya.Dia melihat gelagat Alvin dan Tania yang tampak tak biasa.Dia yakin pasti ada sesuatu diantara mereka berdua.


.


.


.


Tak terasa liburan telah tiba...Sakha mengajak teman-temannya untuk berlibur bersama dan menginap di Villa milik papa di puncak.Tadinya mama dan papa menawarkan paket honeymoon ke Cappadocia,tapi mereka berdua malah menolaknya dengan alasan ingin menikmati liburan bersama teman-temannya.Maklum,sebenarnya usia mereka masih terlalu muda untuk menikah.Jadi wajar saja jika mereka masih suka berkumpul bersama teman-temannya.



Sakha memasukkan barang-barangnya di bagasi.Setelah merasa semuanya sudah siap,Sakha melajukan mobilnya menuju rumah Alvin,Leo dan Damar.Rencananya mereka akan berangkat bersama-sama menggunakan mobil milik papa.



Pertama,Sakha melajukan mobilnya ke rumah Alvin.Setibanya di sana,Alvin sudah menunggu di depan rumah bersama dengan Tania.Ya,,setelah berkonsultasi dengan Sakha malam itu,,Alvin memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya kepada Tania dan akhirnya sekarang mereka resmi berpacaran.



Alvin dan Tania masuk dan duduk di bagian paling belakang karena setelah ini mereka akan menjemput Leo dan Damar.Jadi,tempat duduk di bagian tengah bisa ditempati oleh Damar dan Leo.



Setelah dari rumah Alvin,mereka menuju ke rumah Leo lalu kemudian baru kerumah Damar dan langsung berangkat menuju puncak.



"Cieee...yang udah jadian....!!PJ dong....!!"Damar dan Leo meledek Alvin dan Tania habis-habisan saat mereka sudah berada di dalam mobil.




"Oke...deal ya...!!"Leo dan Damar langsung tertawa senang karena akan mendapatkan traktiran dari Alvin.



Karena sedang dalam suasana liburan,lalu lintas menuju ke puncak sangat padat.Perjalan yang seharusnya memakan waktu sekitar dua jam kini menjadi empat jam lebih.Mereka baru tiba di Villa milik papa ketika hari menjelang sore.Setibanya di Villa,Sakha membiarkan teman-temannya memilih kamarnya masing-masing karena di sana terdapat banyak kamar.



"Sayang...terus Tania gimana...??Apa aku sekamar sama Tania aja ya...!!Kasihan kalo Tania harus sendirian...!!"Mengingat perempuan yang ikut disana hanyalah dia dan Tania,Salsa berpikir untuk tidur satu kamar saja bersama Tania karena pastilah para lakj-laki itu akan tidur bersama dalam satu kamar.Tidak mungkin kan jika Tania harus satu kamar dengan Alvin...??



"Gak papa,,gue udah biasa sendiri kok...!!"Tania merasa tidak enak jika harus satu kamar dengan Salsa.Bukannya dia tidak mau,tapi dia merasa tidak enak kepada Sakha karena mereka sudah menikah.Memang seharusnya Salsa tidur satu kamar dengan Sakha.Barangkali sakha ingin menyalurkan kebutuhan biologisnya mengingat suasana di sini cukup mendukung.



"Enggak,,gue temenin aja...!!Lagian kan kita disini cuman dua malam aja...Habis itu kan gue bisa tidur sama Sakha lagi...Iya kan sayang...!!"Salsa tetap memaksa ingin satu kamar dengan Tania.



"Iya...gak papa..!!Tapi barang-barang kamu ditaruh di kamar kita aja...!!Nanti malem kalo mau tidur baru kamu ke kamar dia...!!"Sakha mengizinkan istrinya untuk tidur bersama Tania.Dia sendiri juga ingin berkumpul bersama teman-temannya malam ini. Untuk urusan jatah,itu masalah gampang.Dia bisa mengajak Salsa melakukannya saat dia akan mandi ataupun sebelum Salsa pergi ke kamar Tania.Itulah tujuan Sakha meminta Salsa meletakkan barang-barangnya di kamar yang rencananya akan ditempati oleh mereka berdua.



Alvin,Leo dan Damar memutuskan menggunakan satu kamar saja untuk meletakkan barang-barang mereka bertiga.Lagipula mereka pasti akan begadang semalaman.Jadi,tak masalah jika kamar itu digunakan untuk bertiga.Untuk urusan mandi,mereka masih bisa menggunakan kamar mandi yang ada di luar kamar.



Selesai membenahi barang-barang,mereka beristirahat sejenak.Damar dan Leo langsung tertidur dengan pulas.Padahal dari tadi di perjalanan mereka juga hanya tidur.Karena tidak bisa tidur seperti Damar dan Leo,dia memutuskan untuk pergi ke kamar Tania sekedar ingin mengobrol dengan kekasihnya itu.



"Sayang...kamu lagi apa...??"Alvin mengetuk pintu kamar Tania.



"Ooh...aku baru aja mandi...Kamu gak mandi...??"Tania keluar dari kamar dengan rambut yang masih basah."Kamu gak istirahat...??"



"Enggak...Tadi kan gak nyetir, jadi gak terlalu capek...Kamu sendiri capek gak...??"



"Gak terlalu sih..."



"Jalan-jalan aja yuk...!!"Alvin tiba-tiba mempunyai ide untuk mengajak Tania berjalan-jalan saja daripada mengobrol di kamar.Dia takut lama-lama akan ketempelan setan mesum jika berada di kamar yang sama dengan Tania karena cuaca di sini sangat mendukung untuk melakukan hal itu.



Tania menganggukkan kepala tanda menyetujui ajakan Alvin.Merekapun segera berjalan bersama keluar dari Villa milik papa Sakha.



Sementara itu,Salsa kini tengah menemani Sakha yang sedang beristirahat di kamar mereka.Pastilah saat ini dia sedang lelah karena baru saja menyetir selama berjam-jam.Sakha memejamkan matanya sambil berbaring di pelukan Salsa.Kepalanya terbenam di ceruk leher Salsa membuatnya bisa mencium dengan jelas aroma wangi dari parfum istrinya itu.Cuaca yang lumayan dingin membuat Sakha ingin menghangatkan tubuhnya.Tangannya kini terulur menyentuh bagian sensitif dari tubuh Salsa membuat gadis itu melengkuh pelan.



"Ehmm...Sakha....bukannya kamu capek...??"



"Iya...tapi aku butuh pelepasan.Kayaknya cuman itu yang bisa ngilangin capek aku....!!"



"Hemm..."Salsa mengangguk menyetujui permintaan suaminya itu.



Setelah mendapat persetujuan dari Salsa,Sakha kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda tadi.Dia mulai mengecupi bibir dan leher Salsa.Salsa pun hanya pasrah saat tangan Sakha bergerak lincah menyentuh setiap inci bagian dari tubuhnya.Dalam sekejap,pakaian mereka sudah berserakan di lantai.Kini,Salsa sudah berada di bawah kungkungannya dengan tubuh mereka yang telah menyatu.



Setelah merasakan puncak kenikmatan,Sakha langsung terbaring lemas di samping Salsa.Dipeluknya tubuh istri yang sangat dicintainya itu.Lagi-lagi,mereka berdua melakukannya tanpa menggunakan pengaman. Mereka terlalu menikmati hingga melupakan kemungkinan yang akan terjadi saat cairan kehidupan milik Sakha berhasil menembus dinding rahim milik Salsa.


***