
Tepat jam 5 pagi,Salsa dan Sakha baru selesai melakukan aktivitas panas mereka.Kali ini Salsa merasa sudah tidak sesakit saat pertama kali dia melakukannya.Dia segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Setelah Salsa selesai mandi,barulah Sakha memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya juga.Sebenarnya Sakha ingin mandi bersama Salsa,tapi Salsa menolak untuk mandi bersama karena masih merasa malu tampil di depan Sakha tanpa menggunakan sehelai pakaian pun.Kecuali saat merasakan nikmat surga dunia,dia melupakan rasa malunya untuk urusan yang satu itu.
Selesai mandi dan mengeringkan rambut,mereka berjalan beriringan keluar kamar .Rencananya hari ini Sakha akan mengantarkan Salsa untuk berbelanja peralatan sekolah sambil berjalan-jalan.Besok pagi Sakha harus kembali ke Bandung karena lusa mereka sudah kembali masuk sekolah. Tentu saja mereka berdua ingin menikmati waktu bersama seharian ini.
Para karyawan restoran yang tinggal di sana tampak sedang sarapan bersama ruang tengah. Melihat anak dari sang pemilik restoran keluar kamar,mereka segera menyapa.
"Selamat pagi mbak Salsa,mas Sakha....Mau sarapan bersama ...??"Mbak Lala menawarkan untuk sarapan bersama.
Sakha tampak melirik ke arah Salsa seolah meminta pendapat dari istrinya karena selama ini dia tidak terbiasa makan bersama karyawan papa Erlangga.Salsa langsung menerima tawaran mbak Lala dan ikut bergabung bersama para karyawan.Sakha pun ikut bergabung dengan mereka.Salsa tampak menikmati nasi jinggo yang tersaji dihadapannya.
Sakha memperhatikan Salsa yang kini tengah ikut mengobrol bersama para karyawan.Sesekali dia tampak tersenyum saat mereka menceritakan cerita lucu.
Melihat Salsa yang begitu akrab dengan para karyawannya,sekali lagi Sakha merasa jatuh cinta dan terpesona dengan kerendahan hati Salsa.Meskipun bersama karyawannya,dia tetap berbicara dengan santun.Dia sama sekali tidak menyinggung tentang perbedaan status diantara mereka.Hal itu membuatnya semakin mencintai Salsa dan bertekat untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Salsa.
Selesai sarapan,Salsa.dan Sakha berganti pakaian lalu mereka segera menuju garasi tempat mobil pemberian dari papa Erlangga terparkir. Karena masih terlalu pagi, Salsa mengajak Sakha untuk mengunjungi tempat wisata terlebih dahulu baru setelahnya mereka akan membeli peralatan sekolah.
Setelah berdiskusi, mereka memutuskan untuk mengunjungi hutan mangrove Bali yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan lokasi mereka saat ini.
Sesampainya disana, mereka sangat menikmati pemandangan berupa hutan bakau yang sangat asri.Mereka menikmati sejuknya udara di sekitar sambil berjalan menyusuri jembatan kayu.Sesekali mengambil foto selfie berdua.Mereka tentu ingin mengabadikan momen kebersamaan mereka meskipun tidak mempunyai niat untuk memposting foto mereka di sosial media.Baik Sakha maupun Salsa memang tergolong orang yang ingin memiliki privasi.Jadi,mereka tidak begitu suka memposting foto di sosial media.Selesai berfoto, mereka beristirahat sebentar untuk menghilangkan lelah.
"Sa,,kayaknya aku jatuh cinta deh..!!"ucap Sakha tiba-tiba membuat Salsa terkejut dan panik .
"Ss....sama siapa...??"Salsa langsung memasang raut wajah cemas membuat Sakha tidak bisa menahan tawanya.
"Pffff....sama kamu....hahaha....panik ya....??"ucap Sakha langsung tergelak melihat ekspresi wajah Salsa.Sementara Salsa langsung memanyunkan bibirnya mendengar jawaban Sakha.
"Berarti selama ini kamu gak cinta sama aku...gitu...??"Salsa masih memasang wajah manyunnya.
"Ya cinta.....tapi sekarang jadi makin cinta...!!"gombal Sakha.Sepertinya dia kembali terserang virus bucin.
"Alah...gombal....pasti karena udah dapet jatah...!!ya kan....??"tebak Salsa asal.Dia masih merasa kesal.Tadi dia sudah berpikir yang tidak-tidak karena perkataan Sakha.Entah kenapa saat ini Salsa merasa dirinya menjadi lebih posesif. Mungkin karena dia sudah menikah dan menyerahkan mahkotanya kepada Sakha sehingga dia tidak ingin ditinggalkan oleh Sakha.
"Beneran,,aku serius...!!Dulu aku cinta sama kamu....Tapi setelah kita nikah dan aku lihat kepribadian kamu,,aku jadi sangat-sangat cinta sama kamu....!!"Sakha masih terus menggombal."Apalagi pas udah lihat tubuh kamu...jadi ketagihan....."Lanjut Sakha.Kali ini dia berbicara dengan setengah berbisik.
Salsa yang merasa malu langsung mencubit pinggang Sakha hingga mengaduh kesakitan.Sakha tidak terima dengan perlakuan Salsa barusan.Dia membalas dengan menggelitiki perut Salsa hingga gadis itu merasa geli.
"Aduhh...ampun...geli Sakha...!!"Salsa tidak kuat menahan tawanya karena kegelian. Sakha merasa puas melihat Salsa yang tidak berdaya.Dia segera menghentikan aksinya dan kini langsung memeluk gadis yang kini telah sepenuhnya menjadi miliknya dengan perasaan bahagia.
.
.
.
Sakha dan Salsa tampak kini telah berada di sebuah mall yang ada di kota Denpasar. Keduanya sibuk memilih peralatan sekolah.Salsa tidak membeli banyak barang.Dia hanya membeli alat tulis saja karena seragam, tas dan sepatunya masih bisa digunakan.Meskipun memiliki banyak uang,Salsa bukanlah tipe gadis yang boros.Dia lebih senang menyimpan uangnya untuk keperluan yang penting.
Selesai berbelanja,Sakha dan Salsa berniat untuk mencari makanan dan menuju ke area Food court. Perhatian Salsa tertuju pada stand makanan yang menjual makanan khas Jepang. Salsa segera mengajak Sakha untuk menuju ke sana.
"Salsa...!!"terdengar panggilan dari seseorang.Mereka berdua segera menoleh ke arah sumber suara.Tampak Genta berdiri tak jauh dari mereka.Sakha langsung menunjukkan reaksi tidak sukanya saat melihat wajah Genta.Namun laki-laki itu tampak tidak peduli dan malah berjalan menghampiri mereka berdua."Lo udah balik kesini...??Gimana liburan lo...??Asik...??"Genta berbasa-basi dan mengabaikan Sakha yang tengah memandangnya dengan tatapan tidak suka.
"Heem...Lo sendiri gimana liburannya...??Jadi ke Kintamani sama anak-anak...??"Salsa juga ikut berbasa-basi karena dia tidak enak jika mengabaikan Genta begitu saja.
"Hehe...sayangnya gue gak bisa ikut...."
"Sayang....pulang aja yuk..!!aku gerah banget nih...pengen mandi dulu...!!"Sakha memotong pembicaraan Salsa dan Genta,dia segera menarik tangan Salsa dan mengajaknya pulang sebelum sempat membeli makanan jepang yang di inginkan oleh Salsa.
"Sori gen...gue duluan ya...!!"Salsa terpaksa segera berpamitan kepada Genta karena kini Sakha telah membawanya menjauhi Genta dan berjalan keluar dari mall itu.
Genta hanya mengangguk pelan.Dia tampak tersenyum getir memandang kepergian gadis yang dicintainya itu.Entah kenapa, dia masih memiliki harapan untuk bisa mendapatkan hati Salsa.Oleh sebab itu,dia memberanikan diri untuk menyapa Salsa meskipun dia tahu gadis itu sedang bersama Sakha.
Sementara Salsa dan Sakha kini telah duduk di dalam mobil dan bersiap untuk meninggalkan parkiran. Sakha mengurungkan niatnya untuk melajukan mobilnya saat menyadari raut wajah Salsa yang tampak cemberut.
"Sayang...kamu kenapa sih...??"tanya Sakha dengan lembut."Marah sama aku gara-gara Genta tadi...??"
Salsa masih tetap memasang wajah cemberutnya."Aku marah bukan soal Genta nya..."
"Terus kenapa...??"Sakha masih belum mengerti maksud Salsa.
Salsa menghela nafas."Hhhhh....kan aku tadi udah bilang pengen makanan jepang....!!Gara-gara kamu, kita gak jadi makan makanan jepang...!!"Salsa merajuk seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan membuat Sakha jadi gemas.
"CUP...!!"
Dia segera menempelkan bibirnya di bibir tipis milik Salsa membuat Salsa langsung melotot.
"Sakha...!!"Salsa langsung menoleh ke sekeliling, takut jika ada orang yang memergoki mereka.
"Tenang aja,gak kelihatan kok dari luar...!!"Sakha mengabaikan Salsa yang tampak panik. Sekali lagi dia menempelkan bibirnya.Kali ini dengan durasi yang lama hingga Salsa akhirnya membuka bibirnya,memberi celah kepada Sakha untuk dapat mengeksplore apa yang ada di dalam bibirnya.
Sakha melepaskan bibirnya saat merasa sudah sama-sama kehabisan oksigen.Dia tersenyum memandang Salsa yang kini tampak malu-malu.
Sakha kembali membuka pintu mobilnya dan mengajak Salsa turun dari mobil.Dia menggandeng Salsa kembali memasuki mall untuk mengabulkan permintaan Salsa membeli makanan jepang. Salsapun langsung tersenyum senang.
Mereka kini telah duduk di salah satu restoran yang menjual makanan Jepang. Di depan mereka sudah tersedia beberapa macam hidangan jepang seperti takoyaki dan sushi.Tak lupa Salsa memesan mie ramen yang menjadi makanan favoritnya.Sepertinya semua merupakan makanan favorit bagi Salsa.
"Gimana sayang,,suka...??"tanya Sakha .
"Heem...enak banget...makasih ya sayang....!!"jawabnya sambil sibuk menikmati mie ramennya.
Sakha menganggukkan kepalanya. "Makan yang banyak,biar bertenaga...Habis ini kita tempur ya...!!"ucap Sakha lagi membuat Salsa langsung berhenti makan dan memanyunkan bibirnya.
"Huuuh...ternyata ada maunya...!!"
"Kan besok aku harus balik ke Bandung.Sayang kan kalo sisa jaket karetnya gak kepake..hehe..."
"Alesan...."Salsa masih memanyunkan bibirnya sambil menahan tawa."Iya-iya...habisin dulu makanannya...kamu sendiri juga makan yang banyak,biar bertenaga...."balas Salsa sambil terkekeh.
Mereka lalu melanjutkan aktivitas makan mereka agar bisa cepat pulang dan melakukan aktivitas favorit mereka.Sepertinya mereka berdua sama-sama sudah ketagihan melakukannya.
Sementara itu,dari tadi ada orang yang duduk di dekat mereka dan tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan mereka.Orang itu adalah Genta.Saat ini perasaannya sangat berantakan mengetahui gadis yang dicintainya sudah menyerahkan mahkotanya kepada pria lain.Tentu saja dia tidak tahu fakta bahwa Salsa dan Sakha yang ternyata sudah menikah.Menurutnya Salsa adalah gadis yang mau ditiduri oleh laki-laki sembarangan.Dia sedikit merasa marah kepada gadis itu dan memutuskan untuk berhenti mendekati Salsa karena menurutnya Salsa bukanlah gadis yang pantas untuknya.
***