
Papa Erlangga dan Mama Elina telah pulang.Tinggallah Sakha,Salsa dan bundanya dirumah itu.Mereka tidak ikut pulang kerumah papa Erlangga karena harus mempersiapkan baju-baju dan keperluan mereka yang akan dibawa pindah ke kediaman keluarga papa Erlangga.
Salsa mendorong kursi roda yang diduduki oleh Bundanya menuju ke kamar bunda.Dia dan Sakha membantu bunda untuk naik ke tempat tidur.Setelah itu,Salsa mengambil segelas air putih dan meletakkannya di nakas yang ada di sebelah tempat tidur bunda.Tujuannya adalah agar bunda tidak kesulitan jika di tengah malam nanti tiba-tiba merasa haus.
"Salsa ke kamar dulu ya bunda....Nanti kalo perlu apa-apa panggil Salsa aja...!!"pesan Salsa sebelum meninggalkan kamar bundanya.
Salsa melihat mata bundanya berkaca-kaca,seperti tengah memendam sesuatu.Salsa mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamarnya lalu duduk di tepi ranjang bundanya.
"Bunda kenapa...??"tanya Salsa dengan hati-hati.
Bunda menangis sesenggukan mendengar pertanyaan Salsa."Maafin bunda ya....gara-gara bunda sakit,kamu jadi harus repot ngurusin bunda....!!Kamu juga harus menikah di usia yang begitu muda...!!"ucap bunda dengan perasaan sedih.Sejak tadi dia berusaha menahan tangisnya itu,tapi tetap saja air matanya tumpah tanpa bisa dicegah.
Salsa mengelus pundak bundanya."Bunda gak boleh ngomong gitu...!!Bunda gak ngerepotin Salsa kok...Bunda Man udah ngerawat Salsa sampai sebesar ini, sekarang gantian Salsa yang harusnya ngerawat bunda....Itu semua udah takdir...yang terpenting sekarang,bunda gak boleh sedih ya...!!Bunda pasti bisa jalan lagi.Asalkan bunda semangat buat sembuh...!!"Salsa menguatkan bundanya.
Bunda mengangguk pelan. "Kamu berani kan di Bali sendiri...??Maafin bunda ya gak bisa nemenin kamu disana...!!"ujarnya lagi.Dia merasa sedih harus membiarkan Salsa sendirian di Bali tanpa dirinya.
"Justru Salsa yang harunya minta maaf sama bunda karena Salsa gak bisa lama-lama ngerawat bunda...Salsa sebentar lagi balik ke Bali..."ucap Salsa berusaha menguatkan bundanya. Salsa merasa sangat sedih harus meninggalkan bundanya dengan kondisi seperti ini.Tapi dia tidak punya pilihan lain.Dia sudah kelas 12,jadi dia tidak bisa pindah sekolah karena ujian hanya tinggal beberapa bulan saja.
"Iya nak,gak papa...!!Kam baik-baik ya disana...!!"
"Iya bunda...bunda tenang aja..."ucap Salsa.Dia tidak mau bundanya mengkhawatirkannya.
Sakha yang mendengar percakapan antara ibu dan anak itupun tak kuat menahan rasa harunya.Matanya juga tampak berkaca-kaca.Tapi karena dia seorang laki-laki, dia tidak bisa menumpahkan tangisnya begitu saja.
Bunda menyeka air mata yang jatuh dipipinnya.Dia kemudian memandang ke arah Sakha yang masih berdiri di dekat pintu.
"Sakha...bunda titip Salsa ya...!!Kalo Salsa ada salah,kamu nasehatin baik-baik...!!"Nasehat bunda pada Sakha.
Sakha menganggukkan kepalanya. "Iya bunda...Sakha janji akan jagain Salsa....Sakha juga mau berterimakasih sama bunda karena udah percayain Salsa sama Sakha...!!"ucap Sakha kemudian."
Pandangan bunda beralih ke arah Salsa yang duduk di sisi tempat tidurnya. " Dan kamu Salsa,kamu sudah menikah...Kamu harus bisa menghormati suami kamu...Kalau ada masalah kalian bicarakan baik-baik,jangan sampai bertengkar...Kalau bisa pernikahan itu satu kali saja seumur hidup...!!"pesan bunda pada anak dan menantunya."Yaudah,,bunda mau tidur dulu...Kalian tidur juga ya...!!"Bunda lalu membaringkan ubuhnya pelan-pelan karena belum terlalu bisa bergerak dan bersiap untuk tidur.Perasaannya sudah merasa lebih baik saat ini.
"Gak papa ni aku tidur di kasur...??Kalo kamu gak nyaman, aku bisa tidur di sofa aja ...!!"ucap Sakha. Dia masih berdiri di samping tempat tidur,bermaksud akan tidur di sofa jika Salsa belum siap untuk satu ranjang dengannya.
"Gak papa, kamu tidur sini aja ..!!Kita kan udah nikah...!!Tapi ...."Salsa menggantungkan kalimatnya. Dia merasa ragu untuk meneruskan ucapannya itu.Dia bermaksud meminta Sakha untuk menunda melakukan ritual malam pertama mereka sebagai suami istri karena dia merasa belum siap melakukannya. Sementara Salsa tahu bahwa Sakha pasti telah menginginkannya mengingat saat itu dia hampir saja lepas kendali dan hampir melakukan itu kepadanya sebelum menghalalkan hubungan mereka.Salsa sedikit mengetahui bahwa menolak suami untuk berhubungan hukumnya adalah dosa.Oleh sebab itulah dia tidak berani melanjutkan kalimatnya.
Sakha duduk di samping Salsa dan mengelus rambut gadis yang sekarang sudah menjadi istrinya itu."Sayang ....walaupun sekarang kamu adalah istri aku,,tapi aku gak akan maksa kamu buat ngelakuin itu...Aku akan tunggu sampai kamu siap...!!Mungkin akan sedikit sulit buat aku untuk tahan...tapi aku akan usahain...!!"Ucapnya. Dia mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Salsa.Mengingat kondisi bunda saat ini,rasanya memang sebaiknya Sakha menunda untuk melakukan hal itu kepada Salsa.Apalagi saat ini dia tidak mempersiapkan sesuatu untuk mencegah kehamilan seperti jaket karet misalnya...Sakha tentu tidak ingin Salsa segera hamil karena Salsa harus menyelesaikan sekolahnya terlebih dahulu.Entah sampai kapan dia akan mampu menahan gejolak hasratnya itu...Tapi dia akan berusaha mencobanya.Dia tidak ingin egois dengan memaksa Salsa untuk melakukan hubungan itu dengannya meskipun saat ini bukanlah dosa bagi mereka untuk melakukannya.Biarlah Salsa menikmati masa mudanya lebih dulu,,pikir Sakha.
Salsa memeluk Sakha."Makasih ya...kamu udah mau ngertiin aku...!!Maafin aku karena belum bisa sepenuhnya jadi istri kamu...!!"ucapnya. Dia merasa bersyukur memiliki Sakha dan keluarganya yang mau menerima kondisi bunda.Bahkan kedua orang tua Sakha bersedia merawat bunda disaat nanti dirinya harus berada jauh dari bunda.
"Yaudah...tidur dulu yuk...!!Kamu capek kan ..??Besok pagi-pagi kita harus beresin barang-barang kamu sama bunda yang akan di bawa pindah ke rumahku...!!"Sakha mengajak Salsa untuk tidur.
Salsa menganggukkan kepalanya,lalu mereka berdua berbaring dan saling memeluk.Tak lama kemudian Salsa mulai terlelap. Sementara Sakha tidak bisa memejamkan matanya sama sekali.Berdekatan dengan Salsa seperti ini membuatnya merasa gelisah.Naluri kelelakiannya mulai muncul.Tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk menahannya.
Sakha perlahan-lahan bangun dari tempat tidur.Dengan hati-hati dia berjalan keluar kamar agar tidak membangunkan Salsa. Dia segera menuju dapur dan meneguk satu gelas air putih untuk menetralkan pikirannya.Dia memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan menuju minimarket 24 jam yang berada tak jauh dari situ.
Sakha membeli satu kaleng softdrink dan juga sebungkus rokok. Dia menikmati softdrink dan rokoknya di kursi minimarket yang memang disediakan untuk pengunjung.
Setelah menghabiskan satu batang rokok dan juga softdrinknya Sakha segera kembali kerumah.Sakha kembali memasuki rumah dengan hati-hati agar tidak membangunkan bunda dan juga Saksa.Tapi saat masuk ke kamar,dilihatnya Salsa sudah duduk di ranjang.
"Sakha,,kamu dari mana malam-malam gini...??"tanya Salsa yang tadi kebingungan karena saat terbangun Sakha tidak ada disampingnya.
"Ooh...aku ke minimarket tadi,,pengen cari minuman dingin...!!"jawab Sakha singkat. Tentu saja dia tidak mengatakan bahwa dia keluar untuk menghilangkan perasaan gelisahnya akibat naluri lelakinya yang muncul tiba-tiba.
"Kenapa jauh-jauh sih...??di kulkas kan ada...!!"ucap Salsa.
"Hihi...aku lupa...!!"jawab Sakha terkekeh.
"Lain kalo kalo butuh apa-apa bangunin aku aja...!!"
"Iya,,maaf ya sayang...Lain kali aku bangunin kamu...!!"ucap Sakha sambil mengelus puncak kepala Salsa."Ya udah,,tidur lagi gih...!!Besok harus siap-siap..."ucapnya lagi .Mereka berduapun kembali tidur di tempat tidur milik Salsa.Kali ini Sakha sudah bisa mengendalikan pikirannya.Melihat Salsa yang sudah kembali terlelap, diapun segera memejamkan matanya.Tak lama diapun menyusul Salsa memasuki alam mimpinya.
***