I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 55



Sakha dan Salsa sedang asik menonton film horor di kamar.Tiba-tiba,terdengar suara ketukan pintu dari luar yang ternyata adalah mbak Asih,ART yang bekerja di rumah Salsa.


"Maaf mas Sakha,,di bawah ada tamu.Katanya temannya mas Sakha dan mbak Salsa..."ucap mbak Asih saat pintu kamar telah terbuka.


"Oh...iya mbak...suruh naik aja dan tunggu di ruang tamu.Sama jangan lupa dibuatin minum ya mbak...!!"pesan Sakha pada mbak Asih.Lalu mbak Asihpun mengangguk dan segera melakukan apa yang diminta Sakha.


Sakha segera beranjak dari tempat tidurnya,lalu mengajak Salsa untuk keluar kamar setelah mematikan laptopnya terlebih dahulu.


"Emang kamu tau siapa tamunya...??Kok ngajakin aku buat keluar...!!"tanya Salsa yang belum tahu siapa tamu yang datang kerumahnya.


"Belum sih...tapi katanya kan temen kita...Berarti mau ketemu sama kita berdua dong...!!"jawab Sakha.Sebenarnya dia tahu siapa yang datang karena dia sendirilah yang meminta teman-temannya untuk datang kesini untuk memberi kejutan pada istrinya itu.


Sesampainya di ruang tamu,Salsa begitu senang melihat siapa yang datang.Ternyata mereka adalah Leo,Damar,Alvin dan Tania.Salsa segera berjalan kearah mereka dan langsung memeluk Tania dengan senang.


"Heeei....seneng banget kalian dateng kesini...!!"seru Salsa sambil ber cipika-cipiki dengan Tania.


"Iya....mumpung masih liburan. Sekalian mau refreshing...!!Elo udah sehat Sa...??Kita khawatir banget pas tau lo kena musibah...!!Elo yang sabar ya...!!"balas Tania.


"Udah kok...sekarang udah boleh beraktivitas lagi...Yaudah,,duduk yuk...!!"Salsa mengajak teman-temannya duduk karena sejak tadi mereka hanya berdiri saja.


Merekapun segera duduk dan membicarakan tentang banyak hal.Tak lupa Sakha dan Salsa mempersilahkan mereka menikmati makanan dan minuman yang disediakan oleh mbak Asih.


"Kalian mau berapa hari disini...??Udah pesen tempat nginep belum...??Kalo belum,,kalian nginep disini aja...!!"Salsa meminta teman-temannya untuk menginap di rumahnya saja karena disana terdapat banyak kamar yang kosong.


"Kita sih semingguan disini...Oke deh...lumayan,daripada keluar duit buat bayar hotel...Ya kan...??"canda Alvin.Merekapun tertawa mendengar ucapan Alvin yang terkesan seperti orang yang kekurangan uang.Padahal Alvin termasuk anak dari keluarga yang cukup berada.


"By the way...rencananya kalian mau lanjutin kuliah dimana nih...??Ortu gue minta gue buat kuliah di Sidney....!!Bakalan kangen nih gue sama kalian...!!"ucap Leo sambil memasukkan keripik kentang ke dalam mulutnya.Dari sorotan matanya terlihat bahwa dia merasa berat untuk berpisah dengan teman-temannya.Tapi bagaimanapun juga dia harus menuruti perintah orang tuanya yang menginginkan dirinya untuk mendapatkan pendidikan yang baik.


"Gue ama Tania mau di Bandung aja...Bokapnya Tania gak ngebolehin Tania kuliah jauh...Rencananya kita mau daftar di universitas yang sama.Biar bisa barengan...!!"Kali ini Alvin yang menjawab.


"Kalo gue mau di Yogyakarta...gue pengen ngerasain suasana baru...!!Yah...kalian tau sendiri lah,,gue bukan anak orang kaya...Ortu gue mana mampu nguliahin gue ke luar negeri...Jadi gue cari kuliahan di Yogyakarta aja...!!"jawab Damar.Memang orang tua Damar tidaklah sekaya orang tua teman-temannya yang lain.Tapi Sakha,Alvin dan Leo tidak pernah memandang status sosial mereka.Itulah sebabnya Damar merasa nyaman berteman dengan mereka.Apalagi Sakha,,dia justru semakin royal saat tahu keadaan keluarga Damar.Bahkan biaya liburannya kali ini ditanggung oleh Sakha.


"Gak gitu lah bro....Di Yogyakarta universitasnya juga bagus-bagus kok...Buktinya banyak yang dateng dari berbagai daerah buat kuliah disana...!!Gue sama Salsa juga mau kuliah di sini aja kok...Iya kan sayang...??"Sakha kini memandang kearah Salsa.Beberapa waktu lalu dia memang sempat membicarakan kepada Salsa tentang rencanya untuk kuliah di Bali bersama Salsa.


Salsa mengangguk mengiyaka ucapan Sakha."He em....Mau kuliah dimana aja gak masalah kok...yang penting kita rajin belajar dan jangan patah semangat...!!"ucapnya menyemangati Damar.Dia tahu temannya itu sedang merasa minder karena berada dalam circle anak-anak orang kaya.


"Lah...gue kira lo mau kuliah di Amerika...??dulu kan ortu lo minta lo buat kuliah disana kan....??"Leo dan Alvin tampak terkejut karena setahu mereka dulu papa dan mama Sakha menginginkan Sakha untuk kuliah di Amerika setelah lulus dari SMA.


"Itu dulu,,pas gue belum nikah....Sekarang ortu gue gak mempermasalahkan hal itu kok...Lagipula mau kuliah di manapun kan sama aja....Ujung-ujungnya gue bakalan jadi CEO...!!"ucapnya dengan bangga.Sontak semua temannya langsung tertawa.


"Yaaah...berarti cuman gue dong yang kuliahnya paling jauh....Hhhh...gue jadi sedih kalo inget kita bakalan pisah...!!"Leo seketika merasa sedih karena setelah ini,mungkin dirinya akan sulit bertemu dengan teman-temannya.


"Sssshhh....sshhh...jangan sedih...!!Kan kita masih bisa VCan...lagian lo cuman di Sidney,,gak jauh-jauh amat....!!"Sakha menghibur Leo yang kali ini tampak bersedih.Mungin karena sejak kecil mereka sudah berteman dan selalu berada di sekolah yang sama.Itu sebabnya kali ini Leo merasa berat harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya.


Mendengar ucapan Sakha seperti sedang menenangkan anak kecil yang sedang menangis,Leo malah mengumpat karena merasa tidak terima diperlakukan seperti anak kecil.Sementara teman-teman yang lain malah mentertawakan tingkah Leo.


.


.


.


Salsa membuka matanya saat merasakan sentuhan lembut di puncak kepalanya.Dia kira Sakha yang sedang mengelus kepadanya itu. Tapi setelah melihat dengan jelas,Salsa merasa terkejut sekaligus senang karena yang ada di hadapannya adalah bunda.


"Bunda....??"dengan mata yang masih mengantuk,Salsa segera memeluk wanita yang telah melahirkannya.


"Bunda udah sehat...??"Salsa melonggarkan pelukannya dan melihat ke arah kaki bundanya.


Bunda lantas berdiri dari duduknya dan berjalan di depan Salsa,lalu kembali duduk dan memeluk putri kesayangannya.Tentu saja Salsa merasakan senang sekaligus terharu melihat bundanya yang kini kembali bisa berjalan.Saking senangnya,mata Salsa sampai meneteskan air mata.


"Bunda kesini sama siapa...??Kok gak ngabarin Salsa dulu kalo mau dateng...??"


"Bunda dateng sama mama Elina dan papa Erlangga sayang....Bunda sengaja mau kasih surprise ke kamu...!!"


Mendengar ucapan bundanya,Salsa kembali tersenyum dan memeluk bundanya.Sungguh,hari ini merupakan hari yang bahagia untuknya.


"Oh iya,,Sakha mana bunda...??"Salsa baru menyadari kalau sejak bangun tadi suaminya sudah tidak ada di kamarnya.


"Sakha di bawah sayang,,kamu ikut kebawah juga yuk...!!Bunda masih punya surprise buat kamu lagi...!!"ucap bunda sambil tersenyum.Digandengnya tangan putrinya menuju ke lantai bawah.


Dengan penasaran,Salsa berjalan mengikuti bundanya.Betapa terkejutnya dia saat melihat restorannya kini telah di dekorasi dengan indah seperti hendak digunakan untuk sebuah acara pesta.


Papa,mama dan Sakha yang tengah berbincang-bincang di sebuah meja yang ada di ruangan itu melihat Salsa baru saja menuruni tangga bersama bundanya .Mereka segera bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Salsa.


"Gimana sayang,,kamu suka gak sama dekorasi nya...??"


Salsa memandangi seisi ruangan yang telah di dekorasi dengan bertema kan warna putih membuatnya terkesan simple tapi elegant."Iya sayang,,bagus banget...Tapi emang siapa yang mau nikah...??"


"Kita lah..siapa lagi...??"jawab Sakha membuat Salsa mengerutkan keningnya .


"Kita kan udah nikah sayang...!!"ucapnya kemudian.


"Iya...tapi kan dulu belum sempat ngadain pesta...Ini juga kemauan mama,papa sama bunda kok..Mereka yang udah ngerencanain ini dari jauh-jauh hari....Bahkan semuanya udah di persiapin sama papa sejak sebulan yang lalu...!!Kita tinggal ngikutin aja...!!"


Salsa benar-benar tak menyangka bunda dan mertuanya telah mempersiapkan sebuah resepsi pernikahan untuknya dan juga Sakha.Padahal dia sendiri tidak pernah memikirkan hal itu.Kebaikan papa dan mama terhadapnya dan juga bundanya selama ini saja sudah cukup baginya...Mata Salsa kini tampak berkaca-kaca.Tanpa banyak bicara,dia segera memeluk bundanya dan juga mama Elina sambil tak henti-hentinya mengucapkan terimakasih kepada papa Erlangga dan juga mama Elina karena telah begitu banyak baik kepadanya.


***