
Pagi hari saat bangun tidur,Salsa tiba-tiba merasa pusing dan mual.Dengan langkah yang lemas dia kembali menuju tempat tidurnya untuk kembali berbaring setelah berhasil memuntahkan isi perutnya di kamar mandi.Sakha yang baru saja pulang dari joging tampak heran melihat istrinya yang masih berbaring di tempat tidur.
"Loh,,kamu belum siap-siap...??"
Salsa menggelengkan kepalanya dengan lemah."Aku kayaknya gak berangkat deh,,kepala aku pusing banget...Perutku juga rasanya mual-mual...."
Sakha berjalan mendekati Salsa serta menyentuh dahinya.Sepertinya badan istrinya tidak panas.Dia lalu berjalan ke arah dapur dan membuatkan teh hangat untuk Salsa.
"Ni sayang,,kamu minum dulu...!!Biar mualnya ilang....Aku udah minta mbak Asih bikinin sup buat kamu...Aku mandi dulu ya...!!"
Salsa mengulurkan teh hangat buatannya kepada Salsa.Setelah mengecup puncak kepala istrinya,dia lalu berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap berangkat kuliah.
Tak lama kemudian,Sakha sudah tampak rapi dengan kemeja dan celana jeansnya .Dia tampak ragu-ragu untuk berangkat kuliah.Melihat Salsa sedang dalam keadaan tidak berdaya,ingin rasanya dia tetap berada dirumah untuk menjaga Salsa.
"Sayang,,apa aku gak usah berangkat aja ya...??"
"Kenapa...??Kalo kamu gak berangkat nanti kamu ketinggalan materi sayang...!!"
"Tapi kamu nanti gak ada yang jagain...!!"Sakha masih merasa berat untuk meninggalkan Salsa yang sedang sakit.Dia ingin menemani istrinya karena takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Gak papa....kan ada mbak Asih...!!Lagian dibawah juga banyak orang,,ada pak Wildan juga karyawan yang lainnya...Kamu tenang aja...!!Aku gak akan kenapa-kenapa kok...Udah sana,,siap-siap berangkat...!!"
Salsa bersikeras menyuruh Sakha tetap berangkat kuliah.Sakha akhirnya menuruti ucapan Salsa meskipun dengan berat hati.Sebelum berangkat,Sakha berpesan kepada mbak Asih untuk menjaga Salsa.Setelah mbak Asih mengiyakan,barulah Sakha pergi menuju kampusnya dengan perasaan yang lebih tenang.
Sesampainya di kampus,Sakha memasuki kelasnya dengan tidak bersemangat karena tidak ada Salsa yang menemaninya. Dia hanya duduk di kursinya sambil memainkan ponselnya.
"Tumben sedirian aja...??Gak bareng cewek lo...??"tanya Rendi,teman satu kelas Sakha dan Salsa.Setahu teman-temannya hubungan mereka masih sebatas pacaran. Sakha dan Salsa sebenarnya tidak berniat menutupi status pernikahan mereka .Tapi dia memang malas menjelaskan kepada teman-temannya bahwa mereka telah menikah.Jadi dia membiarkan teman-temannya berspekulasi sendiri mengenai hubungan mereka.
"Salsa lagi sakit...makannya dia gak berangkat...!!"
Rendi terkekeh melihat Sakha yang tampak tidak bersemangat karena Salsa tidak masuk kuliah."Lemes banget sih lo kayaknya...??,Kenapa...??Gara-gara Salsa gak masuk....??"
Sakha hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Rendi padanya.Seketika Rendi langsung mentertawakan temannya itu.
"Ppppfff....Cuman gara-gara pacar gak masuk doang aja galau...Harusnya lo seneng, jadi lo bisa deketih cewek lain...!!Lihat si Vina tu....!!Dia kayaknya suka sama lo...!!Berhubung lo selalu nempel sama Salsa aja dia jadi gak berani dekektin lo...!!"ucap Rendi sambil menunjuk kearah Vina yang sedang duduk sendiri di tempat yang tak jauh dari tempatnya duduk.
Sakha sekilas melihat ke arah Vina.Dilihatnya gadis itu tengah memandang ke arahnya.Begitu dia tahu Sakha sedang melihatnya, buru-buru dia melemparkan senyum manisnya.
"Tuh kan,,dia langsung senyumin lo...??"bisik Rendi saat melihat Vina yang langsung tersenyum manis kepada Sakha.Sementara Sakha tampak acuh dan tak berkomentar apapun soal gadis itu.Dia masih memikirkan Salsa yang hari ini sedang tidak sehat.Dia lalu kembali fokus dengan ponselnya.Sepertinya dia tengah mencari tahu tentang sesuatu di google.
.
.
.
Dosen pengampu mata kuliah jam terakhir telah keluar dari kelas.Sakha dengan buru-buru memasukkan buku-bukunya ke dalam tas dan segera bergegas keluar dari kelas.Rendi yang juga telah selesai mengemasi buku-bukunya ikut melangkah keluar kelas dan menyusul angkah Sakha.
"Buru-buru banget sih bro...??Mau kemana...??"tanya Rendi saat berhasil menjajari langkah Sakha.
"Mau pulang lah...!!"jawab Sakha singkat tanpa melirik ke arah Rendi.
"Yaelah...gak asik banget sih lo...??Maen dulu yook...!!Mumpung gak ada cewek lo....!!Kalo ada cewek lo biasanya nempel mulu kayak cicak...."
"Gak...Lo maen sendiri aja...!!Gue buru-buru...!!"
Tanpa mempedulikan cibiran Rendi,Sakha langsung berlalu menuju ke tempat dimana mobilnya diparkirkan dan segera melesat meninggalkan tempat itu membuat Rendi mengumpati Sakha habis-habisan.
Sakha ingin segera tiba dirumah dan melihat keadaan istrinya.Tapi sebelum tiba dirumah,dia menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah apotek untuk membeli testpack.Sakha tidak peduli dengan tatapan sinis penjaga apotek karena mengira Sakha membeli testpack itu untuk pacarnya.Sakhapun sama sekali tidak ingin menjelaskan untuk siapa dia membeli testpack itu.Yang penting dia bisa segera mengetahui kondisi istrinya apakah memang sedang hamil ataukah tidak.
Sakha telah sampai dirumahnya.Setelah memarkirkan mobilnya,dia segera menuju kamarnya.Dilihatnya Salsa masih berbaring di tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
"Sayang...udah pulang...??"Melihat suaminya sudah pulang,Salsa langsung bangun meletakkan ponselnya diatas nakas.
"Iya...kamu udah baikan belum....??"tanya Sakha lalu segera duduk tepian tempat tidur.
"Udah agak mendingan...Tadi dibuatin jahe hangat sama mbak Asih..."
Sakha mengeluarkan testpack yang dibelinya tadi dan menyerahkannya kepada Salsa."Sayang...aku tadi sempet browsing kayaknya yang kamu alami tadi pagi itu gejala kehamilan....Coba kamu test dulu deh,,siapa tahu hasilnya positif...!!"
Salsa justru menundukkan wajahnya saat mendengar ucapan Sakha.Dia sama sekali tidak berniat untuk mengambil Testpack yang diberikan oleh Sakha itu.
"Maaf...."hanya kata itu yang keluar dari bibir Salsa membuat Sakha mengerutkan keningnya karena tidak mengerti maksud ucapan Salsa barusan.Dia memandangi Salsa yang masih menunduk.Dilihatnya bulir-bulir bening jatuh dari kelopak mata Sakha.
"Sayang...kamu kenapa...??"Sakha masih tidak mengerti mengapa tiba-tiba Salsa menangis.Ditariknya gadis itu untuk masuk ke dalam dekapannya.
"Hiks....maafin aku sayang...aku masih belum hamil....yang tadi itu karena aku mau datang bulan..."Salsa terus menangis didalam dekapan Sakha.Dia merasa bersalah karena sampai saat ini masih belum bisa hamil.Entah mengapa perasaannya saat ini menjadi lebih sensitif dari biasanya.Mungkin hal ini disebabkan karena Salsa saat ini sedang datang bulan.
"Kenapa kamu harus minta maaf sama aku..??Mau kamu hamil atau enggak,,aku gak masalah...!!Aku tadi beli testpack karena aku lihat sakit yang kamu alami tadi pagi persis seperti gejala kehamilan.Aku cuma pengen kita tahu lebih awal kalo kamu hamil.Maksudnya supaya kita bisa jaga anak ini dengan baik.Tapi kalo kamu emang belum hamil,ya gak papa...!!Aku emang pengen bisa punya anak dari kamu....Tapi kalo Tuhan emang belum ngasih,kita bisa apa...??"
Salsa semakin mengeratkan pelukannya.Dia merasa lebih tenang saat berada dalam dekapan suaminya itu.Setelah puas memeluk suaminya,Salsa melepaskan pelukannya dan mengajak Sakha untuk makan karena tadi dia sempat memasak makanan untuk Sakha saat dirinya telah merasa baikan.
***