
Seva kini telah tertidur lelap di atas tempat tidur setelah beberapa kali mengalami pelepasan.Setelah kembali memakaikan celana Seva,Genta segera menuju kamar mandi dan membasahi seluruh tubuhnya karena kini dia sendiri yang merasakan panas pada tubuhnya.Tidaklah mudah baginya menahan keinginan untuk tidak lepas kendali mengingat suara-suara yang dikeluarkan Seva tadi.Namun,Genta akhirnya bisa menahannya sehingga dia bisa mempertahankan kesucian gadis yang dicintainya itu.
Selesai mandi,Genta segera keluar kamar dan menuju ke dapur.Dia mengambil jus kemasan di kulkas dan menuangkannya di dalam gelas.Dia lalu memutuskan untuk duduk di sofa yang berada di ruang keluarga sambil menikmati segelas jus jeruk dan juga sebatang rokok yang kini terselip diantara kedua jarinya.
"CEKLEK...."
Pintu kamar Sakha dan Salsa terbuka.Rupanya laki-laki itu juga telah menyelesaikan adegan panasnya bersama sang istri.
"Gimana Seva...??Udah baikan...??"tanya Sakha,lalu menyusul duduk di samping Genta dan ikut menyesap lintingan tembakau yang tersedia di meja.
"Dia sih udah...sekarang jadi gue yang panas dingin...."keluh Genta.
"Lo gak masukin dia...??"
Genta menggeleng pelan."Gue gak tega lakuin itu ke dia saat dia gak sadarkan diri.Kesannya gue cowok yang suka cari kesempatan dalam kesempitan...!!"ucapnya.
Sakha mengangguk memahami perasaan Genta saat ini.
"Ka.."lo dulu ngelakuin itu ke Salsa pas sebelum ato setelah nikah sama dia...??"Kini giliran Genta yang bertanya pada Sakha.
"Pas udah nikah....Emang gue kadang hampir suka lepas kendali...Tapi gue mati-matian nahan keinginan itu...Bahkan gue ngelakuin itu pertama kali aja pas udah beberapa hari nikah...Gue menghargai Salsa yang saat itu ngerasa belum siap ngelakuin itu.Dan saat dia udah siap,,dia sendiri yang nawarin ke gue untuk ngelakuin itu ke dia...!!Lo tau kan Gen,,bagi cewek melepas kesuciannya itu bukan hal yang mudah...Jadi lo udah bener karena tadi lo bisa bertahan dan gak jadi ngambil apa yang selama ini udah dipertahanin sama dia...!!Dengan begitu,lo bukan cuma dapet hatinya tapi lo akan punya kesempatan buat milikin jiwa dan raga,bahkan kehidupan dia seutuhnya...!!"Entah kenapa tiba-tiba Sakha berubah menjadi seorang yang bijaksana.Genta saat ini malah jadi aneh mendengarnya .Dia kini tampak memandang Sakha dengan wajah yang sulit diartikan.
"Napa sih lo...??Cara lo liatin gue bikin gue ngeri tau gak...??"ucap Sakha yang merasa tak nyaman dengan pandangan Genta.Genta pun langsung terbahak-bahak dibuatnya
"Haahaa....gue cuman lagi kaget aja...Ternyata lo se gentle itu..!!"ucap Genta.Dia tidak menyangka ternyata Sakha adalah laki-laki sebaik itu.Pantas saja Salsa begitu mencintainya.Kini Genta merasa bersyukur karena dia tadi bisa menahan dirinya.Jika sampai dirinya benar-benar mengambil kesucian Seva,,betapa hancurnya hati gadis yang dicintainya itu nantinya.
.
.
.
"Aaakhh....eeemmmph....udah...!!Plis...gue udah capek...!!"Vina kini merintih pilu karena keenam pria tadi tak henti-hentinya bergantian bermain diatas tubuhnya.Tubuhnya kini terasa sangat lemah.Seluruh leher dan juga dadanya kini dipenuhi dengan kissmark entah milik siapa itu.
"Aahhhkkk...."Viko merasakan nikmat saat mengalami pelepasannya.Dia segera bangkit dari tubuh Vina dan mengenakan pakaiannya.
Satu persatu pria lainnya juga mengenakan pakaiannya.Lalu bergegas keluar kamar itu meninggalkan Vina yang masih dalam keadaan tanpa busana.
"Inget...lo jangan main-main lagi sama keluarga gue...!!"Devano menepuk lembut pipi Vina,lalu segera melangkah keluar meninggalkan gadis itu menyusul teman-temannya yang tadi telah melangkah keluar terlebih dahulu.
Vina mencoba duduk sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.Bagian intinya kini terasa sangat nyeri karena keenam pria tadi.Sungguh sial sekali nasibnya hari ini.Dia tidak jadi mendapat keuntungan dan malah harus melayani enam orang pria sekaligus tanpa mendapat bayaran.Dan yang paling menyakitkan lagi,dia kini sudah tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan Sakha.Laki-laki yang sejak lama telah dicintainya.Bahkan sebelum dirinya menanggalkan keperawanannya.
# flashback
Saat itu Vina masih duduk di kelas 9.Ayah Vina meninggal dan ibunya menikah dengan seorang pria yang brengsek.Setiap hari ayah tirinya hanya mabuk dan berjudi.Uang peninggalan ayah kandungnnya pun habis dan menyisakan banyak hutang.Naasnya,ibu dan ayah tiri Vina meninggal karena kecelakaan menyebabkan dirinya yang masih belia harus melunasi hutang ayah tirinya.
Karena tidak punya uang,Vina terpaksa menjadi gadis taruhan di ajang balap motor.Dia di iming-imingi uang yang cukup besar kala itu.Apalagi saat itu dia masih perawan.Kebetulan sekali saat itu Sakha lah yang memenangkan pertandingan.Sakha berhak membawanya pergi dan juga bisa melakukan apapun yang dia mau kepada Vina.
Vina ingin sekali menemui Sakha,tapi dia terpaksa harus kabur dari para penagih hutang karena uang yang dimiliki Vina tidak cukup untuk melunasi hutan-hutang ayah tirinya.Dia lalu memutuskan untuk kabur ke Bali dengan berbekal uang pemberian dari Sakha.Namun lama kelamaan uang itu habis.Vina akhirnya mengambil jalan pintas dengan bekerja sebagai wanita panggilan.Pertama kali dia merasa jijik pada dirinya sendiri.Tapi lama kelamaan dia menikmati pekerjaannya dan selalu membayangkan wajah Sakha saat melayani para lelaki hidung belang itu.
Vina terkejut saat melihat Sakha tiba-tiba ada di Bali.Dia begitu senang karena kini berada di kampus,bahkan di kelas yang sama dengan Sakha.Namun sayang laki-laki telah memiliki kekasih hati.Awalnya dia tidak yakin akan bisa merebut Sakha dari Salsa karena Sakha sama sekali tidak pernah mengingatnya.Tapi melihat Sakha dan Salsa yang setiap hari memamerkan kemesraan mereka,,jiwa pelakor Vina mulai muncul. Dia ingin mendapatkan Sakha bahkan ingin merasakan kegagahannya karena selama ini lelaki itu selalu memberinya kepuasan di dalam imajinasinya.
#flassback off
.
.
.
"CEKLEK...!!"
Suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunan Vina tentang pertemuannya dengan Sakha.Dia lagi-lagi shock melihat siapa yang datang.
"O-om Pandu...??"
Pria setengah baya berperut sedikit buncit itu melangkah menghampiri Vina dengan wajah marah.Tentu saja dia merasa marah karena perawan yang dijanjikan oleh Vina tidak ada di kamarnya.
"Kamu mau bohongi saya ya...??"ucap pria itu dengan garang.
"M-maaf om...tadi ada kendala...L-lain kali saya akan carikan lagi yang lebih cantik om..."Vina sampai terbata-bata karena takut pria tua itu tidak akan mengampuninya.
"Saya tidak mau tau Vina...sekarang juga kamu harus layani saya...!!"
"T-tapi om...Vina baru aja selesai ....!!"Vina merasa lemas seketika. Baru saja dia melayani enam pria sekaligus. Bahkan dia saja belum sempat berpakaian.Kini om Pandu ingin dilayani sekarang juga.
"Saya tidak peduli Vina...!!Itu salah kamu karena berani-beraninya mempermainkan saya....!!"
Om Pandu segera melucuti pakaiannya.Lalu dia segera melangkah mendekati Vina dan menghempaskan selimut yang kini jadi penutup tubuh Vina satu-satunya.Dia mulai bermain diatas tubuh Vina tak peduli akan gadis itu yang terus-terusan memohon agar om Pandu tidak meneruskan permainannya.
Tapi om Pandu tidak peduli.Rengekan Vina itu malah seolah menjadi penyemangat baginya.Meskipun usianya sudah tidak muda lagi,rupanya tenaganya masih cukup kuat untuk terus membuat Vina mengerang dibawah kungkungannya.
"Aaakhh....aakkhh....ampun om...Udah...aaakh...."Vina merasakan pelepasanya berkali-kali malam ini.Bagian intinya kini terasa sangat ngilu.
Om Pandu seperti Devano dalam versi tua.Pria itu tidak akan berhenti sebelum merasa benar-benar puas.
"Aaakhhh....Vina....aaahhhh....."om Pandu telah mencapai \*\*\*\*\*\*\* untuk kesekian kali.Sepertinya dia sudah cukup puas karena sebentar lagi matahari akan segera terbit.Dia melemparkan beberapa lembar uang seratus ribuan ke wajah Vina yang saat ini juga penuh dengan cairan kehidupan milik om Pandu lalu segera pergi meninggalkan kamar itu tanpa memoedulikan tubuh polos Vina yang kini tak tertutup apapun itu.
Vina hanya menangis pilu meratapi nasibnya.Ibarat sudah jatuh,tertimpa tangga pula.Tapi ini semua adalah hasil dari perbuatannya sendiri yang tadinya berniat untuk menghancurkan hidup orang lain.
Vina mencoba berdiri dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai.Dia segera membersihkan tubuhnya,lalu melangkah dengan gontai meninggalkan bar itu dengan rasa sakit di sekujur tubuh serta \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*.
***