
Sakha membuka matanya.Yang dilihatnya pertama kali adalah wajah Salsa,gadis yang sekarang ini telah menjadi istrinya.Tangan Sakha terulur menyentuh pipi Salsa dan mengelusnya membuat gadis itu terusik dari tidur nyenyaknya.Seketika Salsa menggeliat dan membuka matanya.Saat membuka mata,dilihatnya Sakha yang tengah memandanginya.
"Kamu udah bangun...??"tanya Salsa masih dengan suara khas orang yang baru bangun tidur.
"Heem...ternyata kalo tidur kamu tetep cantik ya...!!Boleh minta morning kissnya...??"ucap Sakha membuat pipi Salsa memerah.
Salsa hanya mengangguk pelan.Seketika Sakha langsung tersenyum senang dan tanpa lama-lama langsung mendapatkan bibirnya di bibir Salsa.Meskipun hanya sebatas menempelkan bibir,tapi sudah cukup mampu membuat Sakha bersemangat seperti batre yang sudah di carge.
Salsa melihat ke arah jam yang ada di dinding kamarnya.Masih pukul 3 dini hari dan mereka sudah terjaga dari tidurnya.
"Ish....Pagi-pagi banget sih kamu bangunnya...??,Gak tidur lagi aja...??"Salsa masih enggan untuk melakukan aktivitas karena saat ini masih terlalu pagi dan hawa dingin masih terasa menusuk tulang.
Sakha menggelengkan kepalanya. "Udah gak ngantuk...!!"jawabnya.Sakha lalu memeluk Salsa dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Salsa.Sakha menikmati aroma wangi tubuh Salsa yang sekarang sudah menjadi aroma favoritnya.Salsa pun hanya diam dan mengizinkan Sakha melakukan itu padanya karena sekarang Sakha adalah suaminya.
"Ka....kamu bisa cinta sama aku kenapa...??"tanya Salsa tiba-tiba membuat Sakha seketika langsung memandang ke arah wajah Salsa.
"Aku gak tau...!!"jawabnya setelah agak lama berpikir."Kenapa kamu nanya gitu sih...??Kamu sendiri kenapa cinta sama aku...??"Sakha balik bertanya.Dia heran mengapa Salsa tiba-tiba saja menanyakan hal itu padanya.
"Aku juga gak tau...!!"jawab Salsa sambil tersenyum. "Tapi kalo dipikir-pikir aneh juga ya kita jadi bucin kayak gini...??Kamu inget gak kita dulu kayak gimana...??"Lanjut Salsa.
Sakha tampak mengingat-ingat sesuatu.Setelah mengingat, Sakha tampak ikut tersenyum,lebih tepatnya terkekeh.Dia ingat dulu sebelum bucin kepada Salsa,dia selalu menjahili gadis itu.Bahkan bisa dikatakan menjahati."Iya ya...dulu aku selalu jahatin kamu...Habisnya kamu lucu sih kalo aku kerjain...Selalu marah-marah...."ucapnya kemudian.
"Lucu apa cupu...??"tanya Salsa sambil cemberut.
"Enggak sayang...kamu cantik banget kok...!!"Sakha mencoba merayu Salsa agar tidak ngambek mengingat dulu Sakha sangat keterlaluan sekali kepadanya. Bahkan dia selalu menyebut Salsa dengan sebutan si cupu..."Sayang,,tapi aku masih penasaran. Kenapa sih pas di Sekolah kamu suka dandan cupu...??Aku tau itu bukan style kamu banget karena aku lihat penampilan keseharian kamu gimana...!!"Sakha mulai penasaran karena sampai saat ini dia tidak mengerti maksud dan tujuan Salsa yang suka berdandan cupu si sekolah.
"Gak papa...aku cuman gak nyaman aja kalo jadi perhatian banyak orang.Kalo dandan cupu kan gak ada yang merhatiin...."jawab Salsa.Dia lalu menceritakan masa-masa SMPnya yang selalu jadi pusat perhatian sehingga banyak mata yang juga memandang iri padanya."Kamu tahu kan temen aku di Bali itu,,yang namanya Kiran....??Dia temen SMP aku...Dulu dia sempet marah sama aku trus cabut dari sini gara-gara dia gak terima Raka suka sama aku...Soalnya dia suka banget sama Raka...."
Sakha tampak mengangguk-angguk tanda mengerti dengan cerita Salsa."Tapi kok pas kamu di Bali gak dandan cupu sih...??Sengaja ya biar dapet cowok lain trus bisa lupain aku...??"Sakha jadi terlihat bete saat mengingat Salsa yang berpenampilan cantik di Bali hingga ada satu cowok yang menyukai Salsa dan berusaha merebut Salsa darinya.Ya,,Sakha jadi ingat dengan Genta.Cowok yang pernah dihajarnya habis-habisan karena selalu berusaha mendekati Salsa.
"Hhhh....tapi besok kamu bakalan balik ke Bali dan aku tetep disini...!!Kamu jangan deket-deket sama cowok lain ya...!!"Mode posesif Sakha mulai kembali.
"Iya...iya...masak gak percaya sih sama aku....??"Melihat wajah Sakha yang masih ditekuk, Salsa berinisiatif untuk membuat mood nya kembali membaik.Salsa tahu apa yang harus dilakukannya.Dia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Sakha lalu mulai menempelkan bibirnya dengan bibir Sakha.Benar saja,Sakha mulai mengembangkan senyumnya.Dengan cepat dia langsung menyambar bibir Salsa dan mulai menjelajahinya membuat Salsa kehabisan nafas.
Sakha melepaskan bibir Salsa untuk membiarkan gadis itu menghirup oksigen.Saat telah mendapatkan cukup oksigen,Sakha kembali melahap bibir Salsa tanpa ampun.Merekapun melanjutkan ciuman panas mereka untuk menghangatkan tubuh mereka di pagi yang masih dingin itu.
Sakha segera menghentikan aksinya saat merasakan tanda bahaya dari dalam tubuhnya.Sepertinya hasratnya sebagai lelaki muncul kembali akibat ciuman itu.Sakha pun segera menyudahi aksinya untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Sebenarnya sah-sah saja jika Sakha melakukannya kepada Salsa karena saat ini hubungan mereka sudah dihalalkan.Tapi Sakha mengingat jika mereka baru saja naik kelas 12.Jika Salsa hamil sekarang,Salsa tidak akan bisa melanjutkan sekolahnya.Sakha tentu tidak se egois itu.Dia tidak mau hal itu terjadi.Paling tidak, dia akan menunggu beberapa bulan lagi untuk bisa melakukannya.
.
.
.
Sakha sedang sibuk memasukkan barang-barang milik bunda dan Slasa ke bagasi mobilnya sementara Salsa sedang membantu bunda membersihkan dirinya.Setelah selesai,Salsa membantu bunda berpakaian lalu mendorong kursi roda yang diduduki oleh bundanya menuju ke ruang makan untuk sarapan.
Di ruang makan,mereka tampak menikmati hidangan mereka.Sesekali terdengar obrolan ringan antara mereka.Tak lama kemudian mereka telah menyelesaikan sarapan mereka.Salsa segera mendorong kursi roda bunda ke ruang tengah agar bunda bisa bersantai sambil menonton televisi.Dia akan membersihkan ruang makan dan mencuci piring sementara Sakha kini telah masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.Beberapa saat kemudian,mereka bertiga tampak sudah siap.Tanpa berlama-lama, Sakha segera memboyong Salsa dan bundanya masuk ke dalam mobilnya menuju ke kediaman keluarga Erlangga yang tak lain adalah rumahnya.
Sesampainya disana Papa Erlangga dan Mama Elina langsung menyambut kedatatangan mereka.Mama Elina langsung mengambil alih mendorong kursi roda yang diduduki oleh bunda begitu mereka turun dari mobil.
"Kalian udah sarapan...??"tanya mama Elina sambil mendorong kursi roda milik bunda memasuki rumah.
"Udah ma...tadi Salsa yang masak...!!"Sakha menjawab pertanyaan mama Elina.
"Kamu bisa masak Sa...??"tanya mama Elina.
"Iya ma...gak banyak sih...cuman yang gampang-gampang...!!"jawabnya agak malu.
"Gak papa...bagus itu...Gadis lain mana ada yang mau masak...??Mama seneng kamu bisa masak...soalnya Sakha itu sukanya masakan rumahan gitu....!!"terang mama Elina.
"Yaudah ,,kamu bantuin Salsa bawa barang-barangnya ke kamar kamu...!!Biar mama yang nganter Bella ke kamarnya..."kini mama menyuruh Sakha membawakan barang-barang milik Salsa untuk dimasukkan ke dalam kamarnya.Sementara mama mengantarkan bunda menuju ke kamarnya.Tak lupa papa membawakan barang-barang milik bunda dan meminta bi Inah memasukkan baju-baju milik bunda ke lemari.
Sakha kini telah sibuk memindahkan baju-bajunya ke lemari bagian atas agar Salsa bisa meletakkan baju-bajunya di bagian bawah.Sakha juga membereksan nakasnya agar bisa digunakan untuk meletakkan alat-alat make up Salsa.Salsapun dengan cepat segera memasukkan baju-bajunya ke dalam lemari Sakha yang tadi sengaja dikosongkan oleh pemiliknya.
***