
Sakha telah selesai menikmati makan malam bersama kedua orang tuanya.Tanpa banyak bicara,Sakha ingin segera kembali ke kamarnya.Hatinya tidak bisa tenang sebelum bisa berbicara dan meminta maaf kepada Salsa.
"Sakha langsung ke kamar ya ma,pa..."Tanpa menunggu jawaban dari orang tuanya,Sakha langsung beranjak menuju kamarnya.
Mama dan papa hanya diam saja dan membiarkan anaknya kembali ke kamarnya.
"Sakha kenapa ya pa...??Kok kayak lagi bete gitu...??"tanya mama heran melihat tingkah laku Sakha yang sepertinya kurang bersemangat.
"Mungkin masih capek ma...habis perjalanan jauh..."balas papa.
"Mungkin ya pa...??"ucap mama sambil membereskan piring kotor bekas mereka makan.Tapi belum sempat menyelesaikan pekerjaannya, tangan mama langsung ditarik oleh papa.
"Udah,,biar bi Inah yang beresin.Sekarang kita lanjutin live streaming kita yang tadi...udah gak tahan nih...!!"bisik papa pelan.Muka mama langsung kembali memerah akibat ucapan papa tadi.
"PAPAAA...!!"mama ingin protes kepada papa,tapi dengan cepat papa menarik mama menuju ke kamarnya dan langsung mengunci pintu. Mama hanya bisa pasrah saat dengan lihainya papa membuatnya tak berdaya di bawah kungkungannya di usia yang sudah tidak muda ini.Mereka mulai menikmati aktivitas mereka yang tadi sempat tertunda.
Sementara Sakha kini sudah berada di kamarnya. Dia tampak sibuk dengan ponselnya.Berkali-kali dia mencoba menghubungi Salsa,tapi gadis itu tak kunjung mengangkat telepon dari Sakha.Harusnya saat ini restorannya sudah tutup..pikirnya. Dia terus mencoba menelepon sampai akhirnya panggilan teleponnya tidak bisa terhubung.Salsa mungkin telah mematikan ponselnya.
Sakha mengusap wajahnya.Dia menyesali kebodohanya itu.
"Kenapa gue tadi harus marah-marah sama dia sih...???"umpatnya pada dirinya sediri.Kini dia tak bisa berbuat apa-apa lagi selain membiarkan Salsa untuk menenangkan dirinya dulu.
Sakha membaringkan tubuhnya di kasur dan mencoba untuk memejamkan matanya meskipun sangat sulit.Tapi karena tubuh dan pikirannya terasa lelah,akhirnya dia tertidur juga.
.
.
.
Suara alarm dari ponsel Sakha membangunkan si empunya. Sakha menggeliat dengan malas,berusaha membuka kedua matanya.Dia kemudian mematikan alarm dan melihat jam yang tertera pada layar ponselnya.Jam 4 pagi,berarti Salsa mungkin sudah bangun. Sakha kembali mencoba menghubungi Salsa,berharap saat ini ponselnya telah aktif kembali.
Sakha kembali merasa kecewa karena rupanya Salsa masih belum mengaktifkan ponselnya. Akhirnya Sakha berinisiatif untuk mengirimkan pesan singkat kepada Salsa.
Sakha : [Sayang...maaf...!!]
Dia lalu kembali memejamkan matanya karena rasa kantuk kembali menyerangnya.
Sementara itu,Salsa kini sudah tampak cantik meskipun hanya mengenakan celana Hot pan dan Laos model oversize yang tampak kebesaran di badannya.Ya,dia tidak bersiap-siap untuk sekolah karena ini adalah hari Minggu.Dia sekilas melirik ke arah nakas di samping tempat tidurnya.Dilihatnya ponselnya yang sejak semalam di matikannya itu.
Salsa meraih ponselnya dan akhirnya menekan tombol on untuk menyalakan ponselnya.Dilihatnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari Sakha.Ada satu pesan yang masuk .Dibukanya pesan yang dikirimkan oleh Sakha untuknya itu.
Sakha : [Sayang...maaf...!!]
Hanya itu yang tertulis dalam pesan singkat dari Sakha.Salsa menghela nafas. Lagi-lagi hatinya melemah jika sedang berhadapan dengan Sakha.Dia berusaha mengacuhkan pesan dari Sakha.Diletakkannya kembali ponselnya di atas nakas.Lalu dengan segera dia keluar kamar menuju ruang makan untuk sarapan.
Bunda sedang sibuk menata makanan di meja makan dibantu oleh mbak Dian dan juga mbak Lala.Disana juga sudah ada mas Ferdi dan mas Angga yang juga bersiap-siap untuk sarapan karena sebentar lagi mereka harus menyiapkan segala keperluan untuk restorannya.
"Sayang,,mumpung hari Minggu kamu belanja buat keperluan restoran ya...!!Kebetulan ada beberapa bahan yang habis...!!Ini catatannya...!!"Bunda menyerahkan catatan beserta beberapa lembar uang seratus ribuan.Salsa menerimanya dan segera masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil tasnya.
Tak lama kemudian,dia telah keluar kamar dengan sling bag yang tersampir di bahunya serta mengenakan sepatu sneakers warna putih kesayangannya.Dia segera berjalan ke depan restorannya untuk menunggu ojek online yang tadi sudah dipesannya.
.
.
.
Salsa tengah sibuk mendorong trolly sambil membaca catatan yang diberikan oleh bundanya.Dia mencoba meneliti apakah semua bahan yang dibutuhkan sudah didapatkannya.Sepertinya sudah semua,Salsa lalu mendorong trolly ke arah kasir untuk membayar.Tanpa sengaja trolly nya menyenggol seorang wanita seusia bundanya yang tengah memilih buah-buahan.Salsa segera meminta maaf kepada ibu itu karena membuat keranjang belanjaan milik ibu itu terjatuh dan menumpahkan semua belanjaan milik ibu itu.
"Aduh...maaf banget tante,,saya tidak sengaja...!!"Salsa menyesali kecerobohannya.Dia membantu ibu itu memunguti belanjaannya yang berserakan akibat ulahnya.
"Udah,gak papa...!!Kamu juga gak sengaja kan...??"ibu itu tampak tidak marah sama sekali dengan Salsa.Mereka lalu berjalan bersama menuju kasir karena ibu itu juga telah selesai berbelanja.
"Kamu belanja banyak sekali buat apa...??"ibu yang kini diketahui Salsa bernama tante Murni itu merasa heran karena belanjaan Salsa cukup banyak.Mereka sempat berkenalan saat berjalan bersama menuju kasir tadi.
"Oooh...ini untuk keperluan restoran tante.Kebetulan bunda saya membuka restoran,jadi setiap minggu saya bantu bunda buat belanja...Tante kesini sendiri...??"dalam sekejap,mereka terlihat cukup akrab karena tante Murni ternyata adalah orang yang ramah dan supel.
"Enggak,,tante diantar sama anak tante.Tapi dia gak mau masuk...Nanti kamu bareng sama tante sekalian aja ,,tante mau kenalin kamu ke anak tante. Sepertinya kalian seumuran...!!"tante Murnu menawarkan untuk memberikan tumpangan kepada Salsa.
"Gak usah tante..saya bisa pulang sendiri kok...!!" Salsa merasa tidak enak jika merepotkan tante Murni yang baru saja dikenalnya itu.
"Enggak ngerepotin kok...Tante seneng kalau ada temen yang diajak ngobrol...Anak tante tu gak seru kayak kamu kalo diajak ngobrol...!!Mau ya bareng tante...!!"tante Murnu terus memaksa.Akhirnya Salsa menerima tawaran tante Murni untuk diantarkan pulang.
Dua wanita beda generasi itu berjalan bersama keluar dari supermarket sambil membawa belanjaan mereka masing-masing.Tante Murni mengajak Salsa menuju ke salah satu mobil yang terparkir disana .Dia segera memanggil anaknya yang menunggu di dalam mobil.
"Sayang,,tolong bantuin itu temen mama...!!belanjaannya banyak banget.Kamu masukin ke bagasi gih...!!"
Anak tante Murni segera keluar dari mobil.Melihat ibunya bersama dengan seorang gadis membuatnya begitu kaget.
"Loh...Salsa...??"
"Genta...??"Salsa pun tak kalah terkejutnya karena anak dari tante Murni ternyata adalah Genta.Teman sekolahnya dan juga orang yang pernah ditolak cintanya oleh Salsa.
"Kalian udah saling kenal..??"tante Murni juga malah ikut kaget karena ternyata Salsa dan anaknya sudah saling mengenal.Padahal dia ingin mengenalkan mereka tadinya.
Tante Murni merasa sangat menyukai Salsa karena dilihatnya Salsa adalah gadis yang rajin.Diusianya yang masih tergolong muda dia mau membantu orang tuanya dan berbelanja bahan masakan.Di jaman sekarang ini,jarang sekali ada gadis yang seperti itu.
Genta langsung dengan sigap membantu Salsa memasukkan belanjaannya ke bagasi mobilnya.Mereka bertiga segera masuk ke dalam mobil.Meskipun merasa heran bagaimana bisa Salsa dan ibunya saling mengenal,tapi Genta merasa senang melihat kedua wanita yang berarti dalam hidupnya itu cukup akrab.Dia tak henti-hentinya tersenyum sambil mengemudikan mobilnya.Sepertinya dia akan mempunyai alasan untuk lebih dekat lagi dengan Salsa...pikirnya dalam hati.
***