I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 65



"Gimana...cewek itu udah stand bye...??"tanya Devano yang saat ini sudah berada di depan kamar.



"Udah....lo udah bisa masuk...!!"Vina mempersilah Devano memasuki kamar dimana Salsa terbaring sambil menggeliat karena panas di sekujur tubuhnya.



Devano segera memasuki kamar.Dia melihat Salsa yang kini tampak menggoda.Pria itu hanya menelan ludahnya sendiri saat melihat Salsa.Dia mati-matian menahan n\*fsunya.Devano tampak menghubungi seseorang dengan menggunakan ponselnya.Setelah itu,dia kembali keluar dari kamar tadi membuat Vina yang menunggu di depan kamar tampak heran.



"Kenapa Dev...??Lo gak suka sama cewek yang di dalem...??Ato lo mau yang masih perawan aja...??Dia ada di kamar sebelah....Om Pandu tadi udah nawar dia seratus juta...Kalo lo bisa bayar lebih,,gue kasih buat lo deh...!!"Vina yang merasa Devano tidak menginginkan Salsa kini mencoba menawarkan Seva pada pria itu.



"Gue malam ini mau pake lo aja...!!"Ucap Devano tiba-tiba membuat Vina terkejut.Tanpa aba-aba,,Devano langsung menarik Vina masuk ke dalam kamar dimana ada Salsa didalamnya.



Devano langsung menghempaskan tubuh Vina dengan kasar hingga membentur tembok.



"Dev...kk-kenapa...??Masalah nya dimana...??"Vina mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tidak disukai oleh Devano hingga membuat pria itu marah.



Devano menunjuk Salsa yang masih menggeliat dengan menggoda."Masalahnya ada di elo yang berani jual dia....!!"ucapnya membentak Vina.



Vina sama sekali tak mengerti dengan ucapan Devano barusan."Mmm-maksud lo gi-gimana Dev..??gue gak ngerti...??"Vina merasa takut karena tampaknya Devano saat ini benar-benar marah.



"Lo tau dia siapa...??Dia istri sepupu gue...!!Lo cari masalah sama dia,sama aja lo cari masalah sama gue....!!"



"A-apa....??"



Vina sangat shock mendengar ucapan Devano barusan.Ya,,Devano adalah sepupu Sakha.Dia yang pernah menghadiri resepsi pernikahan Sakha dan Salsa tentu mengenali wajah Salsa dengan jelas.Meskipun dia adalah pria brengsek,,dia tidak akan mau menikung sepupunya sendiri.Dia pun langsung menghubungi Sakha saat Vina memberinya foto Salsa tadi.



"BRAKK....!!"



Terdengar suara pintu kamar yang dibuka dengan keras.Rupanya Sakha,Genta,Rendi serta beberapa temannya telah datang.Retha yang sedari tadi memang tidak berniat mencelakakan Salsa dan Seva langsung menunjukkan dimana Seva berada.Dengan sigap,Genta segera memapah Seva keluar dari bar dan mengajaknya masuk ke dalam mobilnya.



"Salsa...!!"Sakha begitu terkejut melihat keadaan istrinya.Dia segera menghampiri Salsa yang kini mulai meracau tidak jelas sambil berusaha mer\*ngs\*ng dirinya sendiri.



"Lebih baik lo bawa istri lo pulang...Dia pasti udah dikasih obat per\*ngs\*ng...!!Lo harus bantu dia...!!"ucap Devano.



"Thanks bro...gue gak tau apa jadinya istri gue kalo sampe jatuh ke tangan orang lain...!!"



Devano mengangguk dengan tulus.Dia tentu sangat mengetahui bagaimana perasaan Sakha saat ini."Udah...mendingan lo pulang aja...!!Si j\*l\*ng ini biar gue yang urus...!!"Devano menepuk pundak Sakha dan meminta laki-laki itu membawa istrinya pergi.Sakha pun segera menyusul Genta dan Seva yang saat ini masih ada di parkiran. Mereka segera menuju ke rumah Sakha dan Salsa karena tidak mungkin Genta mengantarkan Seva pulang kerumahnya dalam keadaan seperti itu.Genta juga tidak bisa membawa Seva pulang kerumahnya karena dirumah ada ibunya.



"Dev...mm-maafin Vina...!!"Retha yang masih ada disana tampak khawatir jika Devano akan menghabisi Vina.



"Lo kalo mau selamat mendingan pulang aja...!!Ato lo juga mau disini ngelayanin kita...??"



Retha bergidik sendiri.Disana juga ada Rendi dan empat orang lainnya.Dia tentu tidak mau jika harus jadi budak \*\*\*\* mereka.Bagaimanapun j\*l\*ngnya Retha,,dia tetap tidak mau jika dig\*ngb\*ng oleh keenam pria itu.



"Vin,,sori ya...gue gak bisa nolongin lo...!!"ucap Retha lalu segera pergi meninggalkan tempat itu.




"Dev...maafin gue...!!Gue bener-bener gak tau kalo Sakha sepupu lo...!!"Vina memohon ampun pada Devano yang kini menghisap batang rokok yang terselip di kedua jadinya.Tapi laki-laki itu sepertinya tidak merasa iba terhadap Vina



"Ren...tolong gue...!!Biarin gue pergi....!!Gue janji gak akan ganggu hubungan mereka lagi...!!"Kini Vina merengek pada Rendi yang dulu pernah menjadi partnernya.Dia memanglah wanita panggilan.Tapi jika harus melayani enam orang pria sekaligus,dia sama sekali tidak bisa membayangkan betapa mengerikan nya hal itu.



Rendi pun sama hal nya dengan Devano.Dia sama sekali tidak merasa iba terhadap gadis itu.Dia malah melangkah ke arah Vina dan membanting gadis itu dengan keras di atas kasur.Viko dan Varo segera menghampiri dan mengulurkan segelas minuman yang sudah diberi obat per\*ngs\*ng dosis tinggi.



"Nih...minum lo...!!Lo tadi kasih Salsa sama Seva minuman ini kan...??Sekarang lo minum sendiri...!!"



Viko dan Varo memegangi tangan Vina sementara Rendi berusaha memaksa Vina meneguk minuman bercampur obat itu.



"Jangan Ren...!!uhuk...uhuk...glek..."Vina akhirnya meneguk satu gelas minuman itu karena paksaan dari Rendi.Mereka lalu melepas pegangan tangan Vina dan menunggu reaksi dari obat per\*ngs\*ng itu.



Hanya butuh beberapa menit obat itu mulai bekerja.Vina langsung bergerak tak karuan membuat enam pria di kamar itu menelan ludah karena tingkah Vina yang kini begitu menggoda.



Tanpa berlama-lama,mereka segera menikmati tubuh Vina bersama-sama di dalam kamar itu.Vinapun tidak melakukan perlawanan dan justru terlihat menikmati permainan dari keenam pria itu karena obat per\*ngs\*ng yang diminumnya tadi.Dia terus mendes\*h dengan keras saat keenam pria di kamar itu bergantian menghujami bagian intinya.



Meskipun tubuhnya merasakan nikmat,tapi hati Vina terasa sakit.Kini keadaan telah berbalik.Dia yang memberi Salsa obat per\*ngs\*ng dan berniat menjualnya kepada Devano,tapi kini malah dirinya yang terjebak dalam permainannya sendiri.Bahkan yang dialaminya saat ini lebih mengerikan daripada yang dia rencanakan terhadap Salsa.



"Rasain lo,,itu akibatnya lo berani main-main sama keluarga gue...!!Akkh.....eemmmph...lo mantap Vin...!!"Tanpa ampun,Devano yang kini kembali berada di atas Vina terus-menerus menggoyangkan tubuhnya entah untuk yang keberapa kalinya.Lelehan air mata jatuh membasahi pipi gadis itu.Dia kini menyesal telah mengabaikan peringatan Rendi.Namun penyesalan itu kini sudah tak berguna baginya.


.


.


.


Sakha,Salsa,Genta dan Seva kini telah sampai di tempat tinggal Salsa dan Sakha.Mereka segera masuk ke dalam rumah.Untung saja saat ini restoran sudah tutup dan para karyawan sudah masuk ke kamar mereka masing-masing.



"Gen,,lo bawa Seva ke kamar gih....!!"



Sakha membukakan pintu kamar yang kosong dirumahnya.Dia segera menyuruh Genta untuk membawanya masuk.



"Ka...tapi ini Seva gimana cara ngatasinnya...??"Genta benar-benar bingung karena kini Seva menjadi seperti gadis liar yang sedang menggodanya akibat pengaruh dari obat per\*ngs\*ng yang telah diberikan oleh Vina.



"Dia butuh pelepasan Gen...satu-satunya cara cuman bikin dia puas biar pengaruh obatnya bisa segera hilang... "



"T-tapi Ka...gimana caranya...??"Genta seperti orang bodoh karena menanyakan hal itu kepada Sakha.Sebenarnya dia sudah tahu jawabannya.Tapi masalahnya dia dan Seva belum terikat oleh pernikahan. Genta tidak ingin menjadi pria brengsek karena telah mengambil kesucian seorang gadis dalam keadaan tidak sadar.



"Gen...keputusa ada di tangan lo...!!Gue bawa Salsa ke kamar dulu ya...!!Dia pasti sedang merasa tersiksa sekarang...!!"Sakha segera membawa Salsa masuk ke kamarnya.Dengan sigap dia segera membantu Salsa menghilangkan efek dari obat pemberian Vina tadi.Tentu saja itu tak masalah bagi Sakha karena mereka berdua sudah menikah.Sementara Genta kini tampak bingung memutuskan bagaimana dia akan membebaskan Seva dari pengaruh obat per\*ngs\*ng.



"Gen....aku udah gak tahan....!!"Tiba-tiba tangan Seva membawa tangan Genta menyentuh bagian terlarangnya.



Genta menghela nafas berat.Dia harus mengambil keputusan saat ini juga.Akhirnya dia mulai membuka celana Seva dan membantunya mencapai kenikmatannya tanpa mengambil keperawana gadis itu.


***