I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 37



Sakha berkali-kali menelpon Salsa,tapi tidak ada jawaban.Dia khawatir karena seharian ini Salsa tidak menghubunginya sama sekali.Sakha mencoba menghubungi Salsa sekali lagi,akhirnya gadis itu mengangkat teleponnya membuatnya merasa lega.



\[Hallo....\]mendengar suara Salsa,hati Sakha yang tadinya resah merasa sedikit tenang.



"Sayang....kamu udah sampe di Bandung belum...??Kenapa dari tadi gak kasih kabar...??"tanya Sakha dengan lembut.Dia berusaha mengontrol emosinya untuk tidak berkata ketus dengan Salsa.Dia tidak ingin menyakiti hati Salsa lagi.



\[Udah sayang....maaf ya,aku lupa ngabarin kamu.Soalnya aku capek banget.Tadi pas sampe langsung ketiduran....\]ucap Salsa hati-hati.Dia tidak mau keceplosan bicara tentang pertemuannya dengan om Erlangga dan tante Elina dan memberitahu Sakha tentang rencana perjodohan nya.



"Kamu udah makan...??"tanya Sakha.



\[Udah...ini tadi baru aja selesai makan....Kamu sendiri udah makan...??\]Salsa balik bertanya.



"Udah,tadi ditempat Alvin...Yaudah,, aku cuman mau mastiin kamu baik-baik aja.Udah dulu ya....love you...!!"



\[Love you too....!!\]



Sakha menutup panggilan teleponnya. Dia lalu berjalan menuju rooftoop di kamarnya.Sakha mengeluarkan rokok dari saku celananya dan mulai menghisapnya sembari menikmati bir yang tadi sempat dibelinya di minimarket saat pulang dari rumah Alvin.



Hari ini pikirannya sedang kacau.Dia sedang menimbang-nimbang apakah dia harus segera mengenalkan Salsa pada kedua orang tuanya.Dulu dia tidak mau terburu-buru akan hal itu karena dia masih terlalu muda dan belum yakin dengan perasaannya terhadap Salsa.Tapi sekarang dia merasa sudah sangat mencintai Salsa dan tidak ingin kehilangan gadis itu lagi.Kehilangan Salsa sama seperti kehilangan separuh hidupnya.



Sakha kini merasa takut jika orang tuanya tidak merestui hubungannya dengan Salsa.Rasanya dia tidak sanggup jika harus terpisah dengan Salsa lagi.



.



.



.



Salsa dan bunda sudah tampak rapi.Mereka sedang bersiap untuk makan malam di rumah om Erlangga dan tante Elina.Mas Boy,supir pribadi tante Elina menjemput mereka untuk menuju ke kediaman om Erlangga dan tante Elina.



Hanya butuh waktu beberapa menit,mereka telah sampai di sebuah rumah mewah berlantai dua.Mas Boy,sang supir mengarahkan mereka untuk memasuki ruang tamu.Disana,Om Erlangga dan tante Elina rupanya telah menunggu kedatangan mereka dan tengah duduk berdua di sofa ruang tamu yang terlihat sangat mewah itu.



Salsa dan bunda langsung menyalami tante Elina dan juga om Erlangga. Tak lupa Salsa menempelkan keningnya di tangan pasangan suami istri itu untuk menunjukkan sikap hormat kepada yang lebih tua.Hal itulah yang membuat om Erlangga dan tante Elina merasa suka kepada Salsa dan menginginkannya sebagai pendamping putra kesayangan mereka.



"Kalian duduk dulu aja...!!Aku panggilin anakku sebentar...!!"Tante Elina mempersilahkan Salsa dan Bunda duduk di sofa,lalu dia segera melangkah menuju ke kamar anaknya.



Salsa tampak memperhatikan seisi rumah mewah tersebut .Sepertinya dia merasa pernah melihat rumah ini.Tak lama kemudian tante Elina kembali bersama seorang anak Laki-laki seusia Salsa yang tak lain adalah anak dari tante Elina dan om Erlangga.



Salsa menatap anak tante Elina dan om Erlangga tanpa berkedip.Begitu juga dengan laki-laki itu,dia tampak bengong melihat Salsa.Tapi mereka berdua hanya diam saja dan mengikuti orang tua mereka menuju ruang makan untuk makan malam bersama.



"Nah...Salsa,kenalin ini anak saya...namanya Sakha...Sakha,,ini anaknya tante Bella,namanya Salsa.Cantik kan...??"Tante Elina mengenalkan mereka berdua setelah semuanya duduk di ruang makan.




Tante Elina dan om Erlangga jadi bingung melihat tingkah kedua anak remaja yang mulai beranjak dewasa itu.Sementara bunda hanya diam saja sambil menahan senyumnya.



Tante Elina menepuk pundak Sakha karena anaknya itu masih tak bergeming memandang Salsa."Sakha....!!Kok bengong sih...??Kenalan dulu....!!"perintahnya dengan nada sedikit meninggi.



"Udah,,gak usah kenalan. Mereka udah kenal kok...!!"Kali ini bunda yang menjawab.



"Loh...udah kenal...??"om Erlangga dan tante Elina tampak terkejut.



"Iya....maafin aku ya...!!Sebenarnya kemarin aku mau nolak perjodohan ini karena Salsa sebenarnya sudah punya pacar...."Bunda menghentikan kalimatnya sejenak.Om Erlangga dan tante Elena tampak menyimak perkataan bunda."Tapi ternyata Sakha itu anak kamu...??Sakha ini pacarnya anak ku,Salsa....!!"Lanjut bunda lagi membuat om Erlangga dan tante Elina lagi-lagi terkejut.



"Apa...??Jadi kamu pacaran dan gak cerita sama mama....??"Tante Elina malah menjewer telinganya Sakha membuat anak itu mengaduh kesakitan.



"Aduuh maa...sakit tahu...!!"Sakha mengeluh karena mamanya menjewer telinganya didepan Salsa dan bundanya.Malu rasanya dijewer seperti anak kecil didepan calon istri dan mertuanya itu.



"Salah kamu sendiri pacaran gak ngasih tau mama...!!Untung pacar kamu Salsa,coba kalo orang lain...kan mama malu jadinya udah terlanjur jodoh-jodohin kamu...!!"omel mama Elina.



"Iya...maaf.Sakha baru aja mau kenalin Salsa ke mama,tapi mama udah ngotot mau jodohin Sakha..."balas Sakha tak mau kalah.Mereka berdua malah berdebat di meja makan membuat Salsa dan Bunda menahan tawa.



"Ssstt...udah gak usah ribut...!!Malu,ada Salsa sama tante Bella...!!"om Erlangga menghentikan perdebatan Sakha dan mamanya."Berarti perjodohan ini dilanjutkan kan...??"Om Erlangga menanyakan kelanjutan perjodohan itu.Mereka semua lantas mengangguk tanda menyetujui ucapan om Erlangga.



Setelah itu,om Erlangga mengajak semuanya menikmati makan malam yang dimasak sendiri oleh tante Elina.Mereka tampak menikmati kebersamaan mereka.



Setelah acara makan malam selesai,bunda,om Erlangga dan Tante Elina melanjutkan untuk mengobrol di ruang keluarga. Sedangkan Sakha saat ini tengah mengajak Salsa mengobrol di kamarnya.



"Gak nyangka ternyata kita dijodohin....Kamu tahu gak,,aku dari kemarin udah galau gara-gara mama bilang aku mau dijodohin sama anak temen papa...!!Aku kemarin sempat ngambek dan kabur ke apartemen Alvin...."ucap Sakha menceritakan menceritakan dirinya yang marah kepada mamanya karena akan dijodohkan.



"Sama....aku juga udah panik banget tadi.Mama kamu minta aku kenalan dulu sama kamu dan gak akan maksa kalo kita tetep gak mau dijodohin. Jadi,aku iyain aja buat ketemuan.Tapi ternyata orangnya adalah kamu...Aku bener-bener gak nyangka..."balas Salsa.Dia juga tidak menyangka orang yang akan dijodohkan dengannya ternyata adalah Sakha yang tak lain adalah pacarnya. Tentu saja dengan senang hati mereka menerima perjodohan ini.



Sakha memeluk Salsa dengan perasaan bahagia.Dikecupnya puncak kepala gadis yang sangat dicintainya itu.Aroma shampo milik Salsa langsung tercium di hidung Sakha membuat jantungnya merasakan desiran aneh.Tanpa bisa dikendalikan, bibir Sakha langsung mengecup bibir Salsa.Serangan Sakha yang tiba-tiba itu membuat Salsa tidak dapat mengelak.Karena merasa tidak ada perlawanan dari Salsa,Sakha mulai mengeksplore seluruh bibir Salsa.Mata Sakha tampak mulai berkabut.Bibirnya mulai beralih ke leher Salsa dan tangannya mulai bergerak mengikuti naluri kelelakiannya.



Salsa merasakan tangan Sakha yang kini berusaha membuka kancing bajunya.Gadis itu segera tersadar dengan apa yang tengah mereka lakukan.Dengan cepat Salsa segera menahan tangan Sakha agar segera menghentikan aksinya itu.Dia tidak ingin berbuat lebih sebelum waktunya tiba.



"Sakha....jangan...!!"Dengan nafas terengah-engah, Salsa mencoba menyadarkan Sakha.Seketika Sakha tersadar dan langsung menghentikan aksinya.



"ASTAGA,,maafin aku Sa....!!Aku gak bermaksud ngelakuin ini ke kamu...!!"Sakha langsung berdiri dan agak menjauh dari Salsa.Dia menyesali perbuatannya karena hampir saja merusak gadis yang sangat dicintainya itu.Sakha segera berjalan menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya untuk mencuci wajahnya dan membasahi rambutnya agar pikirannya kembali normal.



Sementara Salsa masih terdiam di sofa.Jantungnya belum bisa berdetak dengan normal karena adegan yang dilakukannya dengan Sakha tadi.Salsa merasa lega karena dia dapat menghentikan Sakha.


***