I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 33



Genta membantu Salsa menurunkan barang belanjaannya.Salsa segera keluar dari mobil setelah mengucapkan terimakasih dan mencium tangan tante Murni.



"Makasih ya Gen..."ucap Salsa sambil menerima belanjaannya yang dikeluarkan Genta dari bagasi mobilnya.



"Iya,sama-sama.Gue balik dulu ya...!!Genta berpamitan kepada Salsa dan segera masuk ke dalam mobilnya.Tak lama kemudian,mobil yang di kendaraan Genta mulai melaju.



"Mama sejak kapan kenal sama Salsa...??"tanya Genta penasaran.



"Baru tadi,,dia gak sengaja nyenggol mama sampai belanjaan mama jatuh.Tapi dia anak baik kok,dia langsung bantuin mama buat ngambilin belanjaan mama yang jatuh.Mama suka deh sama anak itu...Kayaknya dia baik.Makanya tadi mau mama kenalin ke kamu. Eeeeh...gak taunya malah udah kenal..."jawab tante Murni jujur.



Genta diam saja mendengar penuturan dari mamanya.Dia tidak mengatakan soal Salsa yang sudah memiliki pacar.



"Genta...kapan-kapan kamu ajak Salsa main ke rumah ya...!!"Ucap mamanya lagi.



"Kalo Salsa mau ya ma...!!"jawab Genta.Sejujurnya dia sangat senang karena mamanya juga menyukai Salsa.Tapi dia juga khawatir jika mamanya akan kecewa kalau tahu bahwa Salsa sudah memiliki pacar.



Setelah mobil Genta menghilang di tikungan,Salsa segera masuk ke dalam restorannya yang belum buka.Dilihatnya mbak Lala dan mbak Dian sedang sibuk mengelap meja dan alat-alat makan.Salsa segera menuju ke arah dapur dan memberikan bahan-bahan yang tadi dibelinya kepada mas Ferdi.



"Mas Ferdi,ini belanjaannya...!!"



"Makasih mbak Salsa...!!"Mas Ferdi menerima belanjaan yang diberikan Salsa lalu segera mengeluarkannya dari kantong plastik dan mulai mencatatnya ke dalam buku stok bahan.



Salsa lalu menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.Dia mengeluarkan ponsel yang sedari tadi ada di dalam tasnya. Dilihatnya tidak ada panggilan dari Sakha.Salsa merasa sedikit kecewa. Tapi kemudian dia menyibukkan dirinya dengan membantu mbak Lala dan mbak Dian menggelar karpet di gazebo karena sebentar lagi waktunya untuk buka.


.


.


.


Salsa memutuskan untuk beristirahat karena merasa sangat lelah.Dia lalu masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.Salsa sudah tidak terlalu peduli dengan Sakha yang entah masih marah atau tidak.Dia membiarkan saja keadaan seperti ini tanpa ingin menghubungi Sakha lagi.Tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada panggilan yang masuk.Salsa segera meraih ponselnya yang tadi dia letakkan di atas nakas.



"Hallo...."Salsa mengangkat teleponnya.



"Salsa...Hari ini lo ada waktu gak..??Mama pengen ngundang lo ke rumah nanti sore...!!"suara Genta si seberang terdengar di telinga Salsa.Salsa sejenak mengerutkan keningnya.



"Ngundang gue...??Dalam rangka apa...??"tanya Salsa heran.Untuk apa tante Murni yang baru tadi pagi dikenalnya itu mengundang dirinya kerumahnya.



"Ya gak papa sih....Mama pengen ngobrol-ngobrol aja sama kamu katanya.Gimana,,mau gak...??Ini nanti langsung gue sampein ke mama...!!"tanya Genta menunggu kepastian dari Salsa.



"Jam berapa...??"



"Jam 5 gue jemput,nanti sekalian makan malam bareng....!!"



Salsa tampak berpikir.Tapi karena tante Murni yang memintanya,dia merasa sungkan untuk menolaknya.Apalagi tante Murnu sudah sangat baik kepadanya.



"Oke deh..."jawab Salsa akhirnya membuat Genta mengembangkan senyumnya.



"Yes...!!"ucap Genta dalam hati.Akhirnya dia mempunyai kesempatan untuk berdua bersama Salsa."Oke,nanti gue jemput.Thanks ya...bye...!!"Genta memutuskan sambungan teleponnya.



Salsa kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.Direbahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya yang empuk itu.Matanya memandang langit-langit kamarnya.



"Tante Murni,mamanya Genta ngundang aku kerumahnya.Baik banget sih....Sementara Sakha,,dia sama sekali belum pernah ngenalin aku ke keluarganya. Apa Sakha bener-bener serius sama aku...??Gimana kalo tiba-tiba hubungan aku sama Sakha gak disetujui sama orang tuanya...??"Salsa bermonolog. Dia mulai meragukan keseriusan Sakha kepadanya.Padahal bundanya sudah mengenal lelaki itu dengan baik.Tapi Salsa sama sekali belum pernah bertemu dengan orang tuanya Sakha.



"Drrtttt....drrrttt...."ponsel Salsa kembali berbunyi.Sambil berbaring Salsa meraih ponselnya yang terletak diatas nakas.Tertera nama Sakha di layar ponselnya.Dia kalau segera menggeser layar ponselnyan untuk mengangkat telepon dari kekasihnya itu.



"Ya,Hallo...!!"ucap Salsa saat teleponnya telah terhubung.



"Salsa....maafin aku...!!"terdengar suara Sakha dari seberang. Salsa hanya diam saja.Dia tidak menjawab ucapan Sakha barusan.



"Sa...please jangan marah lagi ya...!!Aku tahu aku salah...!!Aku kayak gitu karena aku sayang banget sama kamu...!!"ucap Sakha lagi.Salsa masih tak bergeming mendengar ucapan Salsa barusan.



"Sa....!!"Sakha kembali memanggil Salsa karena tidak mendapat respon dari gadis yang telah berhasil memporak porandakan hatinya itu.




"Iya apa...??"tanya Sakha kembali.



"Iya...aku maafin kamu.Jangan diulang lagi ya...!!"Salsa memperjelas ucapannya. Sakha langsung mengembangkan senyumnya dan bernafas lega.



"Makasih sayang...aku sayang kamu...!!"



"Iya...aku juga...."Salsa merasa ragu-ragu harus mengatakan rencana pertemuannya dengan tante Murni kepada Sakha atau tidak.Dia takut Sakha akan kembali marah padanya.



Setelah menimbang-nimbang akhirnya Salsa memutuskan untuk tidak usah memberitahu Sakha tentang kedekatannya dengan mamanya Genta itu.Dia tidak ingin lagi ada perang dingin antara dirinya dan Sakha.Membuatnya merasa sesak napas.



"Kamu udah makan...??"Ucapan Sakha kini telah melembut.Tidak seperti saat kemarin dia menelponnya.



"Belum,,hari ini banyak kerjaan.Bentar lagi mau makan...."



"Yaudah,,kamu istirahat dulu aja.Nanti jangan lupa makan ya...Aku tutup dulu teleponnya. Love you sayang....!!"



"Love you too..."



Panggilan berakhir.Salsa memejamkan matanya Dia mulai merasa dilema apakah harus terus mempertahankan hubungannya dengan Sakha atau tidak.



Di satu sisi dia memang sangat mencintai Sakha.Tapi setelah berkenalan dengan mamanya Genta yang begitu ramah padanya,dia jadi berpikir tentang orang tua Sakha yang sampai saat ini belum pernah ditemuinya itu.Salsa jadi kembali meragukan keseriusan Sakha padanya.


.


.


.


Jam 8 malam,Genta mengantarkan Salsa pulang dengan mobilnya. Pria itu membukakan pintu mobilnya untuk gadis yang disukainya itu.Salsa keluar dari dalam mobil dan mengucapkan terimakasih kepada Genta.Mereka baru selesai makan malam bersama di rumah Genta.



"Thanks yang Gen..."ucap Salsa.



"Sama-sama...gue juga Makasih banget karena lo udah mau memenuhi undangan mama...!!Mama seneng banget lho...!!Soalnya dari dulu mama tu pengen banget punya anak cewek...!!"ucap Genta.Mereka lalu tertawa bersama.



"BUGG...!!!"



Saat masih asik tertawa,tiba-tiba seseorang datang dan langsung memukul wajah Genta membuat mereka berdua langsung terkejut dengan kejadian tak terduga itu.



"Sakha...??"Salsa lebih terkejut ketika mengetahui orang yang memukul Genta adalah Sakha.



Setela menelpon Salsa siang tadi,Sakha langsung terbang ke Bali dan ingin memberi kejutan pada Salsa agar tidak lagi marah kepadanya. Tapi setibanya di sana,Sakha malah melihat pemandangan yang membuat darahnya mendidih.



"Br\*ngs\*k lo...!!Berani-beraninya deketin cewek gue...Udah bosan hidup lo hah...??"Sakha masih tidak mau berhenti memukul wajah Genta.



Genta yang tadinya tidak melawan,kini juga mulai tersulut emosinya. Dia balik memukul wajah Sakha dan adegan baku hantam pun terjadi.Salsa yang melihatnya pun langsung panik dan berusaha melerai mereka.



"Sakha....Genta...Stop...!!!"Salsa berusaha menarik Sakha agar tidak memukul Genta kembali. Tapi Sakha yang sedang terbakar api cemburu itu kehilangan kendali hingga tanpa sengaja malah menepis Salsa dengan kasar hingga membuat gadis itu terjatuh.



"Aww...!!"Salsa merasakan sakit saat tubuhnya terbentur aspal.Sikunya tampak mengeluarkan darah segar.Genta yang melihat tangan Salsa terluka segera menghampiri Salsa dan membantunya berdiri.



"Salsa,,lo gak papa...??"tanya Genta mencemaskan keadaan Salsa."Dasar lo gak punya ot\*k...Kenapa lo malah dorong Salsa hah...??"Genta memaki Sakha yang membuat Salsa terluka.



Sakha juga tampak shock melihat tangan Salsa terluka akibat ulahnya.Dia langsung menepis tangan Genta yang tengah memegang tangan Salsa.



"Minggir lo...!!"ucapnya pada Genta."Maafin aku,aku gak sengaja...!!"ucapnya kemudian pada Salsa.Dia lalu segera mengambil alih Salsa dari Genta dan menuntunnya untuk segera masuk ke dalam restoran.



"Gue balik dulu ya Sa,,makasih udah bikin mama gue seneng hari ini...!!"pamit Genta membuat Sakha menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Genta.



"Kenapa...??Heran...??Iya,Salsa habis makan malam dirumah gue sama nyokap gue...!!Nyokap gue yang ngundang dia....Apa jangan-jangan lo belom ngenalin Salsa ke keluarga lo ya...??hhhmmm...."Genta tersenyum sinis pada Sakha lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.


***