
Sakha memeluk erat Salsa yang kini tengah berada di hadapannya. "Sayang...kok kamu pulang gak bilang aku sih...?? Kan bisa aku jemput...!!"Sakha melepaskan pelukannya karena ingat saat ini mereka tengah berada di parkiran sekolah. Sakha takut kelepasan dan menyosor Salsa di depan banyak orang.
"Aku sengaja gak kasih tau kamu....Biar surprise...!!"
Sakha langsung menoel hidung Salsa dengan gemas dan mengelus puncak kepala istri tercintanya.
"Salsa....??Kapan datengnya....??"Leo,Alvin dan Damar yang melihat Salsa dari kejauhan segera datang menghampiri.
"Gak usah pegang-pegang...!!"Sakha menampik tangan Leo,Alvin dan Damar yang terulur ke arah Salsa untuk berjabat tangan.Ketiganya segera menurunkan tangan mereka kembali sambil memanyunkan bibirnya
"Sa,,laki lo posesif banget sih...??"keluh Leo.
Salsa hanya tersenyum kecil menanggapi keluhan Leo.Pandangan Salsa tertuju pada gadis yang tadi hampir di tampar oleh Sakha.Gadis itu masih berdiri terpaku melihat interaksi antara Sakha dan Salsa.
"Hei....maafin Sakha ya,,udah kasar sama kamu...!!"Salsa tersenyum ramah pada Tania membuat Tania gelagapan.
"Eeeh...g..gak papa...Ss-sebenarnya itu salah gue juga kok...!!Gue maksa Sakha buat nganter gue pulang,padahal Sakha udah bilang gak mau,,tapi gue tetep aja maksa...!!"jawab Tania tergagap. Dia langsung menundukkan wajahnya karena merasa sangat malu.
"Tuh kan..bukan salah aku...!!"Sakha langsung membela dirinya.
"Iya...tetep aja kamu gak boleh kasar sama cewek...!!Kan kamu udah janji sama aku...!!"
"Iya....janji gak diulangin lagi...!!"ucap Sakha setengah hati.
"Nah...gitu kan ganteng..."Salsa tersenyum sambil mengelus pipi Sakha membuat laki-laki itu ikut tersenyum."Oh iya,,kok aku gak lihat motor kamu...??Aku kira kamu tadi gak masuk sekolah loh...."Salsa terlihat mencari sesuatu di antara motor-motor yang terparkir dengan rapi di tempatnya.
"Kamu lupa ya...??Kan aku sekarang naik mobil....??"
"Oh iya....aku lupa...!!!Yaudah,,kita pulang yuk...!!"ajak Salsa.Tapi sebelum beranjak pergi,Salsa menoleh ke arah Tania."Mau bareng ...??"dengan ramah,Salsa menawari Tania untuk pulang bersama.
Tania terlihat ragu-ragu.Dia masih merasa malu pada Salsa.Jelas-jelas dia sudah mengganggu pacarnya, tapi Salsa masih bersikap baik padanya.
"Udah ,kalian berdua kangen-kangenan aja...Tania biar gue yang nganter...!!Iya kan Tan...??"Alvin langsung menawarkan jasanya untuk mengantar Tania pulang. Entah kenapa dia merasa kasihan pada gadis itu.Pasti saat ini dia sedang patah hati melihat kebenaran bahwa Sakha memang sudah memiliki kekasih.
"Ehm...i-iya...gue pulang sama Alvin aja...!!"Tania terpaksa mengiyakan ucapan Alvin.Dia tidak sanggup jika harus satu mobil dengan kedua sejoli itu...Bisa-bisa dia menjadi obat nyamuk nanti.Lagipula,dia masih merasa malu mengingat kemarin-kemarin dia begitu gigih mendekati Sakha dan dengan percaya dirinya dia mengira bahwa Sakha menyukainya.
"Tuh kan...dia pulang sama Alvin...Kita juga pulang yuk...!!"Sakha langsung menggandeng tangan Salsa dan mengajaknya berjalan menuju tempat dimana mobilnya terparkir.
"Gue duluan ya...bye....!!"Salsa menyempatkan diri berpamitan pada teman-teman lamanya sebelum akhirnya Sakha berhasil membawanya menjauh dari teman-temannya itu.
"Dasar tu anak....pasti pengen cepet-cepet minta jatah...!!!"gumam Leo dan di iyakan oleh Damar dan Alvin.
"Maklum lah....udah lama gak ketemu....Kasian si bos,,gak bisa nyusul ke Bali gara-gara banyak tugas....Ya udah lah...biarin mereka seneng-seneng dulu...!!Kalo hari ini si bos seneng,besoknya kita juga ikut ketiban rejeki....Yo'i gak...??"sahut Damar.
"Iya...bakalan kenyang ni kita...!!"Alvin tak kalah senangnya mengingat kebiasaan Sakha jika sedang senang.Pastilah dia akan mentraktir mereka makan sepuasnya.
"Yaudah...kita juga balik yuk...!!Masak mau disini terus..."Leo segera berjalan menuju motornya.Begitupun juga Damar.Dalam sekejap,mereka langsung melesat pergi meninggalkan tempat parkir dan menuju ke rumah mereka masing-masing.
"Balik yuk...!!"Alvin mengajak Tania berjalan menuju ke tempat motornya terparkir. Tapi Tania hanya diam tak beranjak dari tempatnya.
"Lo beneran mau nganterin gue....??Gue kira tadi lo ngomong gitu biar Sakha gak usah nganter gue pulang..."
"Ya enggak lah...kalo gue bilang mau nganter,ya beneran gue anterin...Gak mungkin gue tinggalin lo di sini sendirian...!!"Alvin menarik tangan Tania dan mengajaknya berjalan menuju motornya."Buruan naik...!!"perintahnya.
Alvin segera melajukan motornya meninggalkan parkiran.Tiba-tiba saja dia ingat tadi belum sempat menanyakan alamat rumah Tania.Tentu saja dia bingung akan mengantar Tania kemana.
Dil lihatnya dari kaca spion, Tampaknya Tania sedang melamun.Alvin merasa tidak enak untuk bertanya kepada Tania karena tampaknya gadis itu tengah memikirkan sesuatu.Akhirnya Alvin memutuskan untuk melajukan motornya menuju Miracle Cafe.Sebagai laki-laki yang bertanggung jawab,dia merasa harus memastikan perut Tania terisi dengan makanan sebelum mengantarkannya pulang.
Lamunan Tania buyar ketika Alvin menghentikan laju motornya."Kok berhenti di sini...??"tanya nya keheranan karena Alvin berhenti di depan sebuah Cafe.
"Makan dulu yuk...!!Masak gue nganterin pulang anak orang gak gue kasih makan dulu...??"Alvin segera menarik tangan Tania dan berjalan memasuki Cafe.Dia langsung memilih tempat duduk di pojok ruangan.Tempat yang biasa dia gunakan saat berkumpul dengan teman-temannya.
Seorang pelayan yang sudah mengenal Alvin dengan baik tampak berjalan menghampiri mereka ."Mas Alvin....cuman berdua aja mas...??"tanya pelayanan ber-name tag Dina itu sambil menyerahkan buku menu kepada Alvin dan Tania.
"Iya mbak....Oh iya,aku pesen sirloin steak satu sama lemon squash satu ya mbak....Lo pesen apa...??"Alvin menoleh ke arah Tania yang masih bingung memilih menu makanannya.
"Ya udah...samain aja deh...!!"ucapnya kemudian menutup buku menu yang dibacanya. Dia baru pertama kali mengunjungi Cafe ini.Jadi masih belum tahu makanan enak disini.Dia memutuskan untuk memesan makanan yang sama dengan Alvin.
"Jadinya 2 sirloin steak dan 2 lemon squash ya...??Baiklah...silahkan ditunggu dulu ya pesanannya...!!Mari mas Alvin..."Mbak Dina segera berlalu setelah memastikan pesanan Alvin.
"Lo udah sering ke sini ya...??Mbaknya tadi sampe hafal sama lo..."Tania basa-basi bertanya pada Alvin.Dia merasa canggung jika hanya diam saja saat duduk berdua dengan laki-laki itu.
"Iya...Cafe ini punya Salsa,jadi gue sama anak-anak kalo nongkrong ya disini...!!"
"Salsa....pacarnya Sakha...??"
"Iya...."
Pembicaraan mereka terhenti saat Mbak Dina datang mengantarkan mereka.Mereka segera menikmati makanan mereka masing-masing setelah Mbak Dina pergi meninggalkan meja mereka.
"Gimana...enak...??"Alvin menanyakan pendapat Tania.
"Hemmm...enak....pantes aja tempat ini rame...!!"Tania tampak menikmati steaknya."Vin...sumpah gue tadi malu banget sama pacarnya Sakha....!!"Entah kenapa Tania mulai merasa nyaman untuk berbicara dengan Alvin.Tiba-tiba saja dia ingin menceritakan uneg-uneg di dalam hatinya yang sejak tadi hanya disimpannya.
"Malu kenapa...??"
"Tadi tu sebenarnya Sakha hampir nampar gue gara-gara gue ngotot minta dianterin pulang sama Sakha...Tapi ternyata ceweknya Sakha dari tadi udah ada disana dan dia juga yang nahan Sakha buat nampar gue...!!Sumpah gue malu banget sama ceweknya Sakha...Jelas-jelas gue gangguin cowoknya,tapi tetep aja dia baik sama gue...!!"
"Salsa emang gitu orangnya...dia sabar dan baik...Gak papa,,mereka gak bakal dendam kok sama lo.Yang penting lo jangan gangguin Sakha lagi....!!Dia tu paling anti deket-deket sama cewek selain Salsa....Makanya, mendingan mulai sekarang lo gak usah ngejar-ngejar Sakha lagi...!!"
"Ya enggak lah....sekarang gue udah lihat sendiri kalo Sakha emang beneran udah punya cewek...Gak berani gue ganggu dia lagi..."
"Bagus....!!Mending lo cari cowok lain aja....Banyak kok cowok ganteng di sekolah...."ucap Alvin sambil sibuk mengunyah potongan daging steak yang tadi baru saja dia suapkan ke mulutnya.
Berbeda dengan Alvin,Tania malah memandangi wajah Alvin lekat-lekat.Dia memperhatikan Alvin yang sedang makan.Tiba-tiba jantungnya berdebar kencang.Kali ini dia melihat wajah Alvin sepertinya lebih tampan dari biasanya.
"Ternyata lo ganteng juga ya....lama-lama gue bisa suka sama lo ...."ucapnya tanpa sadar.
"Uhuk...uhuk...!!"Mendengar ucapan Tania,Alvin langsung tersedak makanannya.Dengan cepat,dia meraih minuman yang ada di depannya dan segera meminumnya."Apa tadi lo bilang....??"tanya Alvin setelah merasa lebih baik. Dia ingin memastikan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Tania.
Sementara itu,Tania tampak gugup.Dia sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba berkata seperti itu.Apalagi Alvin sempat mendengarnya.
Tania bingung bagaimana menjawab pertanyaan Alvin.Dia hanya menundukkan wajahnya dan berpura-pura sibuk memotong daging steak yang ada di depannya tanpa menjawab pertanyaan Alvin.Karena tidak mendapat jawaban dari Tania,Alvin kembali melanjutkan aktivitas makannya.Mereka hanya saling diam hingga akhirnya makanan mereka telah habis dan Alvin memutuskan untuk mengajak Tania pulang.
***