I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 52



Dua hari Sakha berada di pulau Dewata untuk mememani istrinya.Hari ini dia akan kembali ke Bandung karena keesokan harinya dia harus kembali masuk sekolah.



"Aku pergi dulu ya sayang...Kamu baik-baik disini...!!Kalo butuh apa-apa, kamu minta tolong aja sama om Wildan...!!"Sakha memeluk tubuh Salsa dengan erat. Rasanya begitu berat harus kembali menjalani hubungan jarak jauh dengan istri tercintanya.



"Iya sayang...kamu juga hati-hati....Jangan lupa kabarin aku kalo udah sampe...!!"Salsapun tak kalah eratnya memeluk Sakha.Diapun merasa berat harus kembali berpisah dengan suaminya.Tapi apa boleh buat,,mereka harus menyelesaikan sekolah yang hanya tinggal beberapa bulan saja.



"I love you...."



"I love you too...."



Mereka saling melepaskan pelukan karena telah tiba waktunya Sakha harus segera menuju ke pesawat yang akan ditumpanginya.Salsa melambaikan tangannya ke arah suami tercintanya .Dipandanginya tubuh suaminya yang perlahan-lahan menjauh darinya dan memasuki pintu keberangkatan.Tak lama kemudian pesawat yang dinaiki Sakha melakukan penerbangan.Salsa segera melangkah pergi meninggalkan bandara.



Salsa kembali ke tempat tinggalnya menggunakan taksi seperti saat tadi dia berangkat menuju bandara bersama Sakha.



Sebelum sampai di kediamannnya,Salsa memutuskan untuk mampir ke sebuah minimarket.Tiba-tiba saja dia ingin makanan dan minuman karena akhir-akhir ini dia merasakan nafsu makannya sedikit meningkat.Bahkan sepertinya saat ini berat badannya sedikit naik.



Saat Salsa sedang sibuk memilih makanan ringan,tiba-tiba terdengar suara sapaan dari seseorang yang seperti dikenalnya.



"Salsa...??Kamu kemana aja,,kok sekarang gak pernah main ke rumah...??"Tante Murni,mama Genta sudah berdiri di dekatnya bersama dengan putra semata wayangnya.Tante Murni tampak begitu senang bertemu dengan Salsa tapi sepertinya tidak dengan Genta. Pria itu justru terlihat acuh kepada Salsa.



"Ehm..iya tante...maaf,, akhir-akhir ini banyak tugas sekolah...!!"Salsa merasa agak canggung karena tante Murni selalu memintanya untuk mengunjungi rumahnya.



"Oh iya...Genta juga tugasnya banyak banget akhir-akhir ini.Maklum...udah kelas 12...Tapi kan ini masih liburan...Masak sih kamu tetep belajar..???"ucap tante Murni lagi.



"Liburan kemarin Salsa ke Bandung tante....Salsa jenguk bunda disana...!!Baru dua hari ini Salsa balik kesini...."



Kedua wanita beda generasi itu melanjutkan obrolan mereka sambil berjalan menuju kasir.Salsa mau tak mau menceritakan keadaan bundanya yang sakit karena kecelakaan yang menimpanya sehingga kini beliau tidak bisa kembali lagi ke sini.Tapi tentu saja Salsa tidak menceritakan tentang pernikahannya dengan Sakha.Salsa hanya mengatakan bahwa di Bandung, bundanya di rawat oleh kerabat dekatnya.



Setelah selesai membayar belanjaan mereka,tante Murni mengajak Salsa untuk ikut makan siang bersamanya dan juga Genta.Sebenarnya Salsa ingin menolak ajakan tante Murni, tapi tante Murni terus memaksa hingga akhirnya Salsa menuruti keinginan tante Murni.Jadilah mereka bertiga kini duduk bersama di sebuah restoran.



"Genta,,kamu tahu tante Cintya kan...??Tem3n kuliah mama dulu...Dia baru aja datang dari Sydney.Jadi sekarang mau ngajakin ngumpul sama temen-temen mama yang lain...Kebetulan ngumpulnya di sini.Jadi kamu anterin Salsa pulang ya...Mama masih ada urusan disini...!!"Tante Murni meminta Genta untuk mengantar Salsa pulang.



"Gak usah tante,,Salsa bisa pulang sendiri kok...!!Lagian tadi Salsa berangkat nya juga sendiri...!!"Salsa mencoba menolak.Tapi tante Murni tetap meminta Genta mengantarnya pulang.Tante Murni yang tidak tahu kalau Salsa sebenarnya telah menikah memang sengaja melakukan hal itu karena dia ingin Genta dan Salsa bisa menjadi lebih dekat.Wanita itu sangat berharap Salsa bisa menjadi menantunya.



Meskipun dengan berat hati,Genta akhirnya bersedia mengantarkan Salsa pulang.Mereka kini berada di dalam mobil dengan saling diam karena Genta kali ini tidak memiliki niat untuk mengajak Salsa berbicara.Salsapun juga tidak ingin mencoba mengajak Genta berbicara.



"Liburan lo di Bandung asik...??"tanya Genta memecah keheningan diantara mereka berdua.Lama-lama dia tidak tahan dengan situasi yang aneh seperti ini.



"Hmmm....lo sendiri Liburan kemana...??"Salsa balik bertanya kepada Genta.




"Iya...sori deh...Soalnya bunda gue lagi sakit...!!Jadi gue pengen nengokin..."



Mereka berdua mulai mengobrol dengan santai.Genta yang sempat merasa kecewa dengan Salsa dan berniat ingin menjauhi gadis itu kini malah terlihat banyak bicara.Karena ulah mamanya tadi, pertahanannya roboh seketika.Apalagi saat sedang berdua seperti ini.Harapan untuk bisa bersama gadis yang dicintainya itu tiba-tiba muncul kembali.Dia seolah melupakan kekecewaannya terhadap Salsa dan tidak peduli dengan keadaan Salsa yang sudah tidak suci lagi.



"Thanks ya Gen...Mau mampir dulu...??"Salsa menawari Genta untuk mampir saat mereka berdua telah sampai di depan restoran milik Salsa.



"Lain kali aja...Gue balik dulu ya...!!"



Salsa melambaikan tangannya ke arah Genta.Cukup lama dia berdiri di tempatnya hingga mobil Genta berlalu dari sana,barulah Salsa masuk ke dalam rumahnya.


.


.


.


Waktu begitu cepat berlalu.Hari ini adalah hari terakhir siswa kelas 12 menjalani ujian nasional.Salsa dan teman-temannya memutuskan berjalan-jalan untuk menghilangkan penat seusai menjalani ujian yang cukup melelahkan.



Salsa,kiran,Kadek,Yoga,Arya,Bayu dan Genta kini sedang berada di sebuah mall di kota itu.Hari ini mereka akan bersenang-senang dengan bermain di wahana permainan.Yoga,Arya,Bayu dan Genta memutuskan untuk memainkan mainan balap mobil dan motor.Sementara Salsa,Kadek dan Kiran memilih untuk memainkan permainan dance revolusion.Mereka tampak menikmati permainan itu.Salsa sedang asik menggerak-gerakkan badannya mengikuti irama musik,tiba-tiba saja dia merasakan kepalanya begitu pusing.Tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,dia segera menyudahi permainannya dan mencari tempat untuk duduk.



Kiran dan Kadek melihat wajah sahabatnya begitu pucat.Merekapun ikut menghentikan permainan dan berjalan mendekat ke arah Salsa.



"Lo kenapa Sa...??"Kiran dan Kadek tampak mengkhawatirkan Salsa.



"Gak papa,,gue cuman pusing aja.Mungkin karena belum makan kali ya...??Akhir-akhir ini perut gue agak mual...kali asam lambung gue naik..."Salsa mengira mual dan pusing yang dirasakannnya itu adalah gejala asam lambungnya naik.Akhir-akhir ini dia memang sering lupa makan karena sibuk belajar.



"Yaudah...kita makan dulu yuk ..!!Dek....panggil cowok-cowok deh,,kita makan dulu...!!"Kiran menuntun Salsa menuju ke arah food court yang ada di mall itu sementara Kadek berjalan ke arah para laki-laki berada untuk mengajak mereka makan terlebih dahulu dan memberitahukan kalau Salsa sedang sakit.



Kiran dan Salsa baru akan memasuki salah satu restoran yang menjual makanan Indonesia,, tiba-tiba saja Salsa merasakan keram pada perutnya.Salsa tidak kuat menahan rasa sakit di perutnya membuatnya terduduk di lantai mall.



"Salsa kenapa Ki...??"Yoga,Arya,Bayu,Genta dan Kadek segera berlari menghampiri Salsa dan Kiran.



"Gak tau...tiba-tiba aja perutnya sakit katanya...!!"Kiran tampak kebingungan.Begitu juga teman-teman yang lain,mereka menghawatirkan Salsa yang kini tampak menahan rasa sakit.



Dengan cepat,Genta segera membopong Salsa dan membawanya keluar dari mall itu diikuti oleh teman-temannya. "Kita bawa Salsa ke rumah sakit aja...!!"ucapnya.



Begitu tiba di parkiran, Genta segera mendudukkan Salsa di Jok belakang mobilnya dan disusul oleh Kiran yang duduk di sebelah Salsa sementara Yoga dan Genta duduk di jok depan dengan Genta yang mengemudi.



"Lo tahan ya Sa...bentar lagi kita sampe kok...!!"Genta mempercepat laju mobilnya agar bisa segera tiba di rumah sakit.Dia merasa panik saat melihat Salsa yang terlihat kesakitan sambil memegangi perutnya.



"Genta,,Yoga....Salsa ngeluarin darah...!!"Kiran berteriak histeris saat melihat banyak darah mengalir dari sela-sela paha Salsa.Bahkan gadis itu kini telah pingsan karena sudah tidak kuat lagi merasakan sakit di perutnya.


***