
Jam makan siang masih tersisa cukup lama,tapi Devano telah menyelesaikan makan siangnya.Dia berniat untuk kembali ke ruangan Sakha karena masih banyak yang ingin dia pelajari.
Saat hampir tiba di ruangan Sakha,Devano terkejut melihat Salsa tergeletak di depan meja Almira.Tapi sekretaris Sakha itu malah tampak duduk dengan tenang di tempatnya tanpa mempedulikan keadaan Salsa.
"Salsa...??"Devano langsung berlari ke arah Salsa dengan panik.
Melihat kedatangan Devano,Almira langsung berpura-pura ikut panik dan menolong Salsa.
"Bu Salsa...Ya ampuun,,anda kenapa...??"dengan penuh kebohongan,Almira bersikap seolah-olah sedang menghawatirkan Salsa.
Devano melihat ada darah yang mengalir di sela-sela paha Salsa.Tanpa banyak bicara,dia segera membopong tubuh Salsa dan membawanya ke rumah sakit terdekat.Almira pun juga turut bersama Devano membawa Salsa ke rumah sakit untuk menutupi kejahatannya kepada Salsa.
Devano tampak mondar-mandir di ruang tunggu rumah sakit sambil berusaha menghubungi Sakha.Sayangnya ponsel milik Sakha tertinggal di ruangannya sehingga dia tidak menjawab teleponnya.
Devano merasa putus asa.Dia lalu mengirimkan pesan singkat kepada Sakha.Dia berharap Sakha segera membaca pesannya.
Dokter yang menangani Salsa telah keluar dari ruangan.Devano segera menghampiri dokter itu untuk menanyakan kondisi Salsa.
"Bagaimana kondisi pasien dokter...??"
Dokter itu menghela nafas."Kondisi pasien baik-baik saja,tapi sayangnya janin dalam rahim pasien tidak dapat diselamatkan...!!Kami mohon maaf..."ucap dokter itu.
Devano merasa shock mendengar ucapan dokter.Meskipun dia bukan ayah dari bayi di dalam perut Salsa,tapi dia bisa merasakan kesedihan yang nantinya dirasakan Salsa saat mengetahui bayi yang ditunggu-tunggu kehadirannya itu telah tiada.
"Kasihan bu Salsa...."ucap Almira pura-pura ber simpatik.Padahal dalam hati dia merasa bahagia karena rencananya telah berhasil dengan mudahnya.
Mendengar suara Almira, Devano langsung menatap tajam ke arah Almira.Dia merasa Almira lah yang telah mencelakai Salsa karena saat dia datang,Salsa sudah tergeletak dan Almira malah duduk dengan tenang di tempatnya tanpa berusaha menolong Salsa.
Ingin rasanya Devano memaki wanita licik di sebelahnya itu,tapi karena sedang bersedih dia mengurungkan niatnya.Lagipula tidak mungkin wanita itu mengakui perbuatannya.Akhirnya Devano memilih meninggalkan Almira dan melihat keadaan Salsa yang telah dipindahkahkan ke bangsal.
Devano masuk ke bangsal tempat Salsa dirawat.Rupanya gadis itu telah siuman.
"Dev...bayi gue baik-baik aja kan...??"tanya Salsa dengan suara lemah.
Devano hanya diam.Dia tidak sanggup mengatakan kepada Salsa bahwa calon bayinya telah tiada.
"Dev...bayi gue gimana...??"tanya Salsa lagi setelah tidak mendapatkan jawaban dari Devano.Lagi-lagi Devano hanya terdiam membuat Salsa merasa ada hal buruk yang terjadi dengan janin di kandungannya.
"Dev...cepet lo bilang gimana keadaan bayi gue Dev...!!Bayi gue gak papa kan...??Dia masih ada di perut gue kan Dev....??"Salsa menangis sejadi-jadinya.Dia sadar bahwa dengan diamnya Devano itu berarti bayi dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan.
"Sa...lo yang sabar ya...!!"hanya itu yang bisa diucapkan Devano.Dia tahu Salsa pasti merasa sangat terpukul.Maka dari itu,dia membiarkan Salsa menumpahkan tangisnya.
.
.
.
Sakha memasuki ruangannya.Dia sadar bahwa ponselnya telah tertinggal di meja kerjanya.Pria itu segera mengambil ponselnya.Sakha melihat banyak notifikasi panggilan di ponselnya.Terdapat satu pesan dari Devano.Setelah membaca pesan itu,Sakha bergegas menyusul Devano dan Salsa ke rumah sakit.
Begitu tiba di rumah sakit,dilihatnya Almira duduk si ruang tunggu.Sakha segera menghampiri sekretarisnya untuk menanyakan kondisi istrinya.
"Almira,,apa yang terjadi sama Salsa..??"
"Bu Salsa tadi terjatuh di kantor dan pingsan.Terus pak Devano dan saya langsung bawa bu Salsa ke sini..."jawab Almira.
Almira lalu menunjukkan ruangan tempat Salsa dirawat.Dia ikut masuk bersama dengan Sakha.
Melihat Sakha datang,Salsa kembali menumpahkan tangisnya.Dia merasa bersalah karena lagi-lagi tidak bisa menjaga janin di dalam perutnya.
"Maafin aku....aku gak bisa jagain anak kita...hiks....!!"Salsa menangis didalam pelukan Sakha.
"Sshhh...bukan salah kamu sayang....!!Mungkin memang belum waktunya kita punya anak...."Sakha berusaha menenangkan Salsa.Meskipun dia merasa bersedih dan kecewa,tapi dia tidak ingin terlihat sedih di depan Salsa.Bagaimanapun juga Salsa pasti lebih merasa terpukul dibandingkan dengan dirinya.
"Bu Salsa...saya turut prihatin dengan kejadian yang menimpa anda...Bu Salsa yang sabar ya bu...!!"ucap Almira penuh kebohongan.
Melihat Almira,Salsa mengingat kejadian saat dirinya terjatuh sehingga dia kehilangan janin dalam kandungannya.Salsa merasa sangat membenci Almira. Dengan kondisinya yang masih shock,,dia berteriak histeris memaki Almira.
"Kamu....!!Kamu yang bikin bayi aku meninggal...!!pergi kamu...!!"Salsa menunjuk Almira dengan tatapan benci.
"Bu...bu Salsa bicara apa...??"Amira berpura-pura tidak mengerti ucapan Salsa.
"Sayang...dia yang udah celakain aku...!!Tadi dia udah bikin aku jatuh...Dia masih dendam sama aku....Dia pengen ngerebut kamu dari aku...!!"Salsa terus berteriak histeris.Sakha berusaha menenangkan Salsa,tapi tidak berhasil.Tidak ada pilihan lain selain memanggil perawat.Perawat pun segera memberikan suntikan obat penenang kepada Salsa.Setelah diberi obat penenang,Salsa akhirnya tertidur kembali.
"Pak...saya tidak melakukan apapun sama bu Salsa.Tadi bu Salsa datang ke kantor mencari anda,tapi bapak sedang makan siang diluar.Saat mau pulang,tiba-tiba bu Salsa terjatuh lalu pingsan..."Almira mencoba meyakinkan Sakha bahwa bukan dirinyalah yang membuat Salsa kehilangan bayinya.
"Iya...saya ngerti.Mungkin istri saya merasa terpukul atas kejadian yang menimpanya.Makanya dia seperti itu...Saya minta maaf atas sikap istri saya...!!"Sakha merasa tidak enak kepada Almira.
"Iya pak...saya paham dengan kondisi bu Salsa...Saat ini beliau pasti sangat terpukul...Saya bisa memaklumi sikap beliau tadi...Kalau begitu,,saya kembali ke kantor dulu ya pak...Semoga keadaan bu Salsa segera membaik...."Almira segera berpamitan kepada Sakha untuk kembali ke kantor.
"Iya...makasih ya Almira....!!"
"Iya pak,,sama-sama....Jika membutuhkan apa-apa,,bapak bisa menghubungi saya....!!"ucap Almira lalu segera pergi meninggalkan ruangan tempat Salsa dirawat.
"Gue juga balik ke kantor ya....Lo jaga Salsa baik-baik...!!"Devano juga ikut beroamitan kepada Sakha.Dia ingin segera kembali ke kantor untuk mencari tahu apa yang menyebabkan Salsa terjatuh karena dia merasa ada yang janggal dengan kejadian ini.Devano merasa bahwa ucapan Salsa mungkin memang benar,tapi dia tidak memiliki bukti.Oleh sebab itu dia ingin segera kembali ke kantor untuk mencari bukti kejahatan Almira sebelum wanita licik itu menghilangkan semua bukti-bukti kejahatannya.
***