
Alvin menghentikan motornya tepat di depan sebuah rumah yang tadi alamatnya disebutkan oleh Tania.
"Bener yang ini rumah lo ...??"Alvin terlihat mengamati rumah milik Tania itu.
"Iya...thanks ya udah mau nganterin gue...!!Mau mampir dulu...??"Tania menawarkan Avin untuk mampir di rumahnya sekedar berbasa basi.
"Kapan-kapan aja....Rumah gue deket kok...!!Tuh,,rumah yang paling ujung itu rumah gue...Kalo lo mau maen kesana boleh-boleh aja kok...Btw,besok lo berangkat bareng gue aja...!!kan searah..."
Tania tampak kaget mendengar ucapan Alvin barusan.Tak disangka ternyata rumah mereka cukup dekat.Dan juga barusan Alvin memintanya untuk berangkat ke sekolah bersama.Apakah dia tidak salah dengar...??
"Oh...oke...Yaudah,,kalo gitu gue masuk duluan ya ..!!Sekali lagi thanks..!!"Akhirnya Tania mengiyakan ajakan Alvin untuk berangkat ke sekolah bersama. Gadis itu lalu melambaikan tangannya ke arah Alvin dan berjalan memasuki pagar rumahnya setelah Alvin berlalu dari sana.
Hanya dalam waktu lima menit saja Alvin sudah sampai di rumahnya.Setelah memarkirkan motor di garasi rumahnya,Alvin segera berjalan memasuki kamarnya.Dia memegangi dadanya yang kali ini berdetak lebih cepat dari biasanya.Dia merasa sangat bingung dengan perasaan yang baru saja dirasakannya itu.Hanya karena mendengar ucapan Tania tadi,tiba-tiba pikirannya jadi kacau.Otaknya tidak berhenti membayangkan wajah Tania.
"Apa iya gue suka sama Tania...??Ah,,masak sih....??Gue tanya Sakha aja deh...Diantara gue sama Leo,cuma dia yang pernah jatuh cinta..."Alvin bermonolog.Dia segera mengambil ponsel yang ada di saku celana seragamnya dan segera menghubungi Sakha.
Sementara itu,Sakha yang saat ini sedang menuntaskan hasratnya bersama Salsa di kamarnya tampak terusik dengan suara ponselnya yang terus-terusan berdering.Padahal dia baru saja memulai penyatuannya dengan Salsa dan belum sempat merasakan puncak kenikmatannya.
Dengan terpaksa,Sakha menghentikan aktivitasnya tanpa melepaskan tubuhnya dengan Salsa.Dia segera meraih ponselnya yang berada di atas nakas dan berniat menggeser tombol merah yang ada di layar ponselnya,lalu dia meletakkan ponselnya di sembarang tempat dan kembali melanjutkan aktivitas panasnya bersama Salsa.Tapi siapa yang sangka bahwa tanpa sadar Sakha malah salah menggeser tombol warna hijau yang ada di layar ponselnya sehingga kini panggilan dari Alvin telah tersambung.
Alvin yang tadinya ingin berkonsultasi dengan Sakha perihal keanehan yang dirasakannya justru dibuat kaget saat panggilannya mulai tersambung.Bukannya mendengar sapaan dari Sakha,justru dia mendengar suara-suara aneh yang membuat bulu kuduknya meremang. Cukup lama Alvin mendengarkan suara itu,dia mencoba mencerna dan berpikir suara apakah yang saat ini terdengar dari ponselnya itu.Setelah menyadari suara apa yang baru saja didengarnya itu,dia segera mematikan sambungan teleponnya sambil mengumpati Sakha habis-habisan.
"Anjay bener si Sakha....bisa-bisanya ngangkat telpon gue sambil begituan....??Telinga gue jadi ternoda nih...!!"Alvin melemparkan ponselnya dengan asal di kasurnya.Dia bergidik sendiri saat mengingat suara Sakha dan Salsa yang terdengar bersahut-sahutan.Tak ingin membayangkan yang tidak-tidak, dia lalu segera berjalan menuju kamar mandi.Sepertinya dia harus mandi agar tubuh dan pikirannya kembali bersih setelah mendengar suara-suara aneh yang bisa mengotori otaknya yang masih polos itu.
.
.
.
Sakha tampak puas setelah berhasil menyelesaikan aktivitas panasnya bersama Salsa.Setelah penantian panjang, akhirnya dia bisa merasakan kembali kehangatan tubuh istri tercintanya itu.
Saat Sakha dan Salsa tiba dirumah,ternyata mama dan papa sedang mengantarkan bunda untuk menjalani terapi di rumah sakit.Jadi,Sakha tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.Dia segera membawa Salsa ke kamarnya untuk melakukan aktivitas panas yang sudah sekian lama tidak mereka lakukan.
Sakha masih berbaring dengan malas di tempat tidurnya.Sementara Salsa kini sudah selesai mandi dan berpakaian rapi.Dia tampak sedang sibuk mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer di depan cermin.
"Sayang....cepetan mandi...!!Nanti papa,mama sama bunda keburu dateng...!!"Salsa menoleh ke arah Sakha yang masih belum beranjak dari tempat tidur."Sayang....buruan...!!Kalo gak mau bangun,awas ya,,aku gak akan kasih lagi...!!"melihat Sakha yang masih tak beranjak,terpaksa Salsa mengancam Sakha.
"Nah...gitu kan cakep...!!Yaudah...turun yuk...!!aku laper banget...!!"Salsa segera mengamit lengan Sakha dengan manja saat melihatnya keluar dari kamar mandi.Saat ini perutnya sudah meronta-ronta meminta untuk diisi.
Keduanya lalu turun ke lantai bawah dan menuju ke ruang makan.Mereka berdua tampak menikmati masakan mama Elina di meja makan.Apalagi Salsa...dia makan begitu lahapnya karena hari ini energinya terkuras cukup banyak.Setelah lelah menempuh perjalanan jauh,dia harus melayani Sakha yang sudah tidak bisa menahan kebutuhan biologisnya.Bahkan karena keinginan Sakha yang mendadak itu,mereka tidak sempat membeli jaket karet hingga kali ini mereka melakukannya tanpa menggunakan benda itu.
Selesai makan,Salsa segera mencuci piring yang tadi digunakan olehnya dan juga Sakha.Baru saja akan berjalan kembali ke kamarnya,terdengar suara papa,mama dan juga bunda yang baru saja pulang dari rumah sakit.Salsa langsung berlari menuju ruang tamu agar bisa segera melihat bundanya.
"Bunda....!!"Salsa langsung memeluk bunda yang saat ini sudah bisa berjalan tertatih dengan bantuan tongkat.Melihat bundanya sudah mulai bisa berjalan,Salsa tak kuasa menahan perasaan bahagianya Dia juga begitu terharu dengan kebaikan mama Elina dan papa Erlangga yang begitu mengupayakan kesembuhan bunda.
Melihat anak satu-satunya itu menangis,bundapun ikut menumpahkan tangisnya.Kali ini bunda menangis bukan karena sedih,melainkan karena bahagia.Dia sangat bersyukur karena meskipun dia mendapatkan musibah,di saat itulah Tuhan mengirimkan keluarga baru yang sangat baik untuknya dan juga putrinya.
Setelah puas menumpahkan tangis,kini semua berkumpul di ruang keluarga.Mereka tampak berbincang-bincang dengan bahagia sambil sesekali bercanda.Mereka seolah melupakan masalah yang pernah ada dalam kehidupan mereka.
.
.
.
Pagi ini,Salsa sengaja bangun pagi-pagi. Dia segera pergi ke dapur untuk membantu mama Elina memasak.Selesai memasak,Salsa segera menuju ke kamar bunda dan membantu bunda untuk membersihkan diri.Meskipun bunda sudah memiliki perawatan pribadi,dia tetap bersikeras ingin membantu bundanya membersihkan diri pagi ini.Dia ingin menikmati waktu bersama keluarganya disini sebelum nantinya dia kembali lagi ke pulau Dewata untuk menyelesaikan sekolahnya yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.
Selesai membantu bunda membersihkan diri,Salsa kembali menuju ke kamarnya dan juga kamar Sakha.Dilihatnya suaminya masih tidur dengan lelapnya. Mungkin saja dia masih merasa lelah karena semalam mereka kembali melakukan aktivitas panas itu.Tentu saja lagi-lagi mereka melakukannya tanpa menggunakan pengaman karena Sakha lupa membelinya.
"Sayang....bangun...!!"Salsa berbisik ditelinga Sakha sambil membelai rambut dan menyugarnya ke bagian belakang hingga wajah laki-laki itu terlihat dengan jelas.
Sakha tampak sedikit menggeliat karena merasakan sentuhan dan aroma wangi dari tubuh Salsa.Perlahan-lahan dia membuka matanya.Seketika dia tersenyum saat mendapati wajah istrinya berada di jarak yang sangat dekat dengan wajahnya dan saat ini tengah memandanginya dengan penuh cinta.
"Morning...!!"Salsa memberikan ucapan selamat pagi disertai dengan morning kiss,membuat Sakha merasa bersemangat.
"Morning too..."Sakha membalas kecupan Salsa lantas segera bangun dan menuju kamar mandi karena dia harus bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.
Sakha tampak rapi dengan seragam sekolahnya dan berjalan menuju ke ruang makan.Disana sudah ada mama,papa,bunda dan Salsa yang bersiap untuk sarapan.Sakha langsung bergabung dan duduk di sebelah Salsa.Sakha begitu senang saat Salsa mengambilkan makanan untuknya.Dia merasa sangat bahagia mempunyai istri yang baik dan cantik seperti Salsa.Dia sama sekali tidak merasa menyesal telah mengambil keputusan untuk menikah di usia yang sangat muda.Diam-diam dia mengucapkan do'a dalam hatinya,semoga pernikahannya dengan Salsa akan selalu baik-baik saja dan bertahan selamanya hingga maut memisahkan.
***
Terimakasih buat para readers yang setia mengikuti karya saya yang masih tahap belajar ini dan mohon maaf bila banyak typonya,harap maklum ...Hari ini author update 2 bab sebagai ganti kemarin yang belum bisa update karena keadaan baru kurang sehat...jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian.Author siap menerima masukan supaya karya author bisa lebih baik lagi ke depannya. TERIMAKASIH.....