I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 30



Sakha telah sampai di rumahnya dengan selamat.Dia merasa sangat lelah dan ingin segera merebahkan tubuhnya di kasur berukuran King size miliknya. Tapi dia mengurungkan niatnya itu karena badannya terasa lengket dan gerah.Dia segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.



Setelah membersihkan tubuhnya,Sakha keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.Saat ini dia sudah merasa lebih segar.Sakha segera merebahkan tubuhnya di kasur yang sudah seminggu ini tidak ditempatinya.Dia lalu meraih ponsel yang tadi sempat diletakkannya di atas nakas di samping tempat tidurnya dan segera menghubungi Salsa melalui pesan singkat.



\[Sayang,,aku udah sampe...!!Kamu lagi apa...??Kangen....\]



Tak lama terdapat notifikasi pesan balasan dari Salsa.



\[Ini baru aja baru mau pulang...kamu udah sampe...??istirahat dulu aja...jangan lupa makan...!!\]



Sakha tersenyum membaca balasan pesan dari Salsa.Jari-jarinya kembali sibuk mengetik pesan untuk Salsa lagi.



\[Iya sayang,,kamu hati-hati dijalan.Nanti kalo udah sampe rumah kabarin ya...!!aku pengen VC..!!Love you...\]



\[Love you too...!!\]



Setelah membaca balasan pesan dari Salsa,Sakha segera beranjak dari kamarnya menuju dapur untuk mencari makanan.Perutnya mulai terasa keroncongan .



Bi Inah sedang asik menonton sinetron di ruang TV karena pekerjaan rumah tangganya sudah Selesai.Melihat Sakha keluar dari kamarnya,bi Inah segera menghampiri Sakha.



"Eh...den Sakha...!!Mau makan den...??"tanya bi Inah karena melihat Sakha berjalan menuju dapur.



"Iya bi....mama tadi masak gak...??"tanya Sakha ramah pada asisten rumah tangga yang sudah seperti kerabatnya sendiri itu.



"Oh...masak den...Mamanya aden tahu kalau hari ini den Sakha mau pulang, jadi tadi masak makanan kesukaannya den Sakha...!!Mau bibi ambilin...??"



"Gak usah bi...Sakha ambil sendiri aja...!!Bibi lanjutin aja nonton TVnya...!!"



Tanpa berlama-lama Sakha segera menuju meja makan.Benar saja,disana sudah terhidang banyak makanan kesukaan Sakha. Melihat itu perut Sakha mulai meronta-ronta meminta untuk di isi.Sakha segera duduk dan menikmati masakan mamanya yang sudah sangat dirindukannya itu.



Sementara itu Salsa yang masih di kelasnya baru saja selesai berkirim pesan dengan Sakha.Dia lalu menyimpan ponselnya ke dalam saku seragam sekolahnya dan segera mengambil tas yang ada di mejanya.Dia lalu berjalan keluar dari kelasnya yang sudah mulai sepi itu.



"Salsa,,lo pulang naik apa...??Mau gue anter...??"Ternyata Genta masih di dalam kelas.Dia tadi terlalu fokus dengan ponselnya sehingga tidak menyadari bahwa Genta juga masih ada disana.



"Gak usah,gue naik ojol aja...!!Lagian lo biasanya latihan kan...??"Salsa menolak tawaran Genta.



"Hari ini lagi libur....kemarin kan habis pertandingan, jadi istirahat dulu...Ayolah barengan aja sekalian...!!Daripada lo harus nungguin ojol..."Genta masih bersikeras untuk mengantarkan Salsa pulang.



Karena merasa tidak enak hati,akhirnya Salsa menerima tawaran Genta untuk pulang bersamanya.Mereka lalu berjalan bersama menuju ke tempat parkir.



Sesampainya di tempat parkir, ternyata Kiran, Kadek,Yoga dan Arya masih disana.Melihat Genta dan Salsa,Yoga langsung berinisiatif mengajak mereka nongkrong dulu di Cafe langganan mereka.



"Weey...kalian barengan...??Pas banget ni kita mau ke Cafe...Ikutan yuk...!!"ajak Yoga yang saat ini sudah siap di atas motornya dengan Kiran yang juga sudah duduk di boncengan sambil memegang pinggangnya.



"Iya...ikut aja sekalian...!!"ajak Kiran.




"Yaudah deh...tapi aku gak lama-lama ya...Soalnya aku dirumah banyak kerjaan...!!"ucap Salsa.


"Oke...tempat biasa ya...!!"ucap Yoga lalu segera memacu motornya meninggalkan tempat parkir disusul oleh Arya yang juga berboncengan dengan Kadek.


Genta segera menyalakan mesin motornya.Setelah Salsa duduk di boncengan,dia segera menjalankan kendaraan roda duanya itu mengikuti Yoga,Kiran,Kadek dan Arya.



Mereka ber enam kini sudah duduk bersama di Cafe Teduh,tempat biasa mereka menikmati waktu bersama.Berbagai makanan sudah terhidang di meja.Mereka menikmati makanan mereka sambil mengobrol ria hingga lupa waktu.Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.



Salsa baru saja akan naik ke boncengan motor Genta,tiba-tiba saja ponselnya berdering.Dia mengurungkan niatnya untuk naik ke motor Genta dan segera mengambil ponsel yang ada di saku rok seragamnya itu.Salsa segera menggeser layar ponselnya untuk mengangkat telpon setelah dia mengetahui siapa yang meneleponnya.



"Hallo...iya Sakha...!!"



\[Kamu kemana aja...??Tadi kan aku minta kamu buat kabarin aku kalo udah sampe rumah...??Ini udah sore,kok kamu gak kabarin aku sama sekali...??\]



Suara Sakha terdengar sedikit ketus.Dia sangat kesal karena Salsa tak kunjung mengabari dirinya.Padahal disana jam sudah menunjukkan pukul 4 sore yang artinya di Bali sudah menunjukkan pukul 5 sore.Salsa menepuk jidatnya sendiri.Karena terlalu asik mengobrol bersama teman-temannya,dia sampai lupa mengabarj Sakha.Pasti anak itu sedang marah saat ini.



"Sorri banget, aku lupa.Ini aku belum sampai rumah soalnya...!!"jawabnya dengan suara pelan agar Sakha tidak semakin marah.



\[Emang kamu lagi dimana sih...??kok jam segini belum sampai rumah...??Ini tu udah sore Sa...!!\]



"Iya...ini juga mau pulang kok... Tadi aku diajakin ke Cafe sama temen-temen aku..."



\[Sama siapa aja...??Kamu gak selingkuh kan ..??\]penyakit cemburuan Sakha mulai kambuh.Salsa menghela napas nya.Menghadapi tingkah Sakha yang kadang kelewat posesif itu membuatnya merasa sedikit lelah.



"Hhhh...enggak Ka...Kamu gak percaya sama aku...??Aku aja gak pernah curiga sama kamu lho...!!"jawab Salsa yang juga mulai kesal karena tingkah Sakha.



Genta yang sedikit mendengar pembicaraan Salsa dan Sakha itu tidak tinggal diam.Dia sengaja memperkeruh suasana dengan mengajak Salsa segera pulang.



"Sa...ayo pulang dulu...!!Telponnya dilanjut nanti aja,kalo udah sampe rumah...!!Keburu sore ni...!!Atau lo mau lihat sunset sekalian di Sanur...??Kalo mau,gue temenin...!!"Genta sengaja mengeraskan suaranya agar Sakha mendengarnya dan mencurigai Salsa.Dengan begitu,mereka akan bertengkar atau kalau dia beruntung bisa putus saja sekalian.Jadi dia mempunyai peluang untuk mendekati gadis yang sudah disukainya sejak pertama kali bertemu itu.



Salsa langsung panik saat Genta malah mengajaknya bicara dengan suara yang keras.Tanpa sengaja dia malah memencet tombol untuk memutuskan saluran teleponnya.



"Iya...yaudah balik aja yuk...!!"Salsa terpaksa membiarkan teleponnya dengan Sakha terputus dulu karena dia merasa tidak enak kepada Genta jika menunggunya lebih lama lagi untuk mengantarnya pulang.Sementara ke empat temannya sudah pergi sejak selesai makan tadi.Pastilah Genta juga ingin segera pulang kerumahnya.



Salsa kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku rok seragamnya dan segera naik ke boncengan motor milik Genta.Genta segera melajukan motornya menuju rumah Salsa.Dia sedikit menyunggingkan bibirnya membayangkan setelah ini Salsa pasti akan bertengkar dengan pacarnya yang posesif itu karena ulahnya tadi.Ya,memang itulah tujuannya.Membuat Salsa dan Sakha bertengkar lalu putus agar dia bisa menggantikan tempat Sakha di hati Salsa.Itulah bentuk dari perjuangannya untuk mendapatkan Salsa.Dia tidak peduli walaupun disebut sebagai tukang tikung atau apalah. Tujuannya hanya satu yaitu mendapatkan Salsa.



Sementara itu Sakha sedang kembali menelepon Salsa dan tentu saja tidak diangkat olehnya karena gadis itu sedang dalam perjalanan pulang.Sakha begitu panik saat mendengar suara pria lain mengajak Salsa untuk pulang lalu panggilannya tiba-tiba di putuskan sepihak oleh Salsa tanpa mengatakan apapun padanya.



"Oooh...Shiitt..!!!"umpatnya karena teleponnya tak kunjung diangkat oleh Salsa.Emosinya tak tertahankan lagi.Dia melemparkan ponselnya ke tempat tidur.Ingin rasanya dia melempar semua barang dikamar nya,tapi dia urungkan niatnya itu karena sebentar lagi mama dan papanya akan pulang.Tentu saja dia tidak ingin kedua orang tuanya tahu karena dia belum mengatakan pada mereka tentang Salsa.



Sakha memilih untuk keluar dari kamarnya.Dia segera menuju garasi dan segera mengemudikan mobil meninggalkan rumahnya.



Tepat setelah Sakha pergi,ponselnya yang tergeletak di atas kasur berbunyi dengan nyaring. Layar pada ponsel menunjukkan adanya panggilan dari Salsa.



Salsa tampak putus asa ketika Sakha tidak kunjung menjawab panggilan darinya.Dia berpikir mungkin anak itu benar-benar marah padanya.Akhirnya Salsa merasa jengah.Diapun tak lagi menghubungi Sakha.Dia merasa lelah menghadapi sikap Sakha yang terlalu curiga kepadanya.


***