I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 42



Sakha dan Salsa segera menuju ke rumah dengan menaiki mobil yang sudah di sediakan oleh papa Erlangga sebelum mereka tiba di Bali.Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan mereka jika ingin bepergian karena sebelumnya bunda dan Salsa tidak memiliki kendaraan di sini.Selama ini mereka hanya mengandalkan transportasi umum untuk bepergian.



Sakha menghentikan mobilnya di depan sebuah minimarket.Dia lalu berniat turun dari mobil sendirian karena akan membeli jaket karet.



"Aku ikut...!!"ucap Salsa saat Sakha baru membuka pintu mobil.



"Kamu yakin...??Aku mau beli jaket karet loh...!!"Sakha tampak ragu-ragu.Mungkin saja Salsa akan merasa malu membeli barang seperti itu.



"Iya...aku mau sekalian beli makanan...!!Boleh ya....!!"Salsa merengek seperti anak kecil.Mau tidak mau Sakha mengizinkan Salsa untuk ikut masuk ke dalam minimarket.



Di dalam minimarket Salsa dengan asik memilih makanan ringan,mie instan dan juga softdrink dan memasukkannya ke dalam keranjang.Setelah keranjang belanjaannya penuh, barulah dia tersadar bahwa dia sudah membeli cukup banyak makanan dan minuman.Sakha sampai terkekeh melihat kelakuan istrinya yang suka khilaf saat melihat makanan.Mereka lalu sama-sama menuju ke meja kasir untuk membayar belanjaan mereka.



Saat di depan meja kasir,barulah Sakha sibuk memilih jaket karet yang memang diletakkan berjajar di dekat meja kasir.Dia tampak bingung karena ternyata ada banyak merk dan rasanya.



"Sayang...cepetan...Ini udah mau selesai mbaknya...!!" Salsa memanggil Sakha karena terlalu lama memilih hingga si mbak kasir hampir selesai mentotal harga belanjaan yang di belinya tadi.



"Aku bingung mau beli yang mana ...!!"jawab Sakha polos.Tentu saja Salsa langsung berjalan ke arahnya.Saat sampai di dekat Sakha,diapun juga ikut bingung karena melihat ternyata jaket karetpun memiliki banyak macam dan rasa.



"Yaudahlah...pilih yang mana aja...!!"jawabnya kemudian karena antrean di belakang mereka cukup panjang.Tentu saja Salsa tidak ingin membuat mereka menunggu terlalu lama.



Sakha memutuskan untuk asal mengambil salah satu dari berbagai macam jaket karet tersebut dan menyerahkan kepada mbak kasir untuk dibayar.Untung saja mbak kasir masih belum selesai mentotal belanjaan mereka tadi.



"Total Semuanya duaratus tigapuluh ribu...."ucap mbak kasir.Sakha segera menyerahkan dua lembar uang seratus ribuan dan satu lembar uang lima puluh ribuan lalu segera mengambil kantong kresek berisi belanjaan mereka tadi.



"Nih mbak...kembalinya buat mbak aja ya...!!Makasih mbak....!!"ucapnya lalu segera menarik tangan Salsa untuk segera keluar dari minimarket.Dia sudah tidak sabar ingin melakukan malam pertamanya dengan sang istri.



Sementara mbak-mbak kasir tadi terlihat mengucapkan terimakasih sambil memandang mereka dengan heran .



"Dasar anak jaman sekarang...udah gak ada malu-malunya....besok kalo diputusin baru nangis-nangis tu cewek...."gumamnya pelan.Dia mengira Salsa dan Sakha adalah adalah sepasang kekasih yang akan melakukan hubungan badan tanpa adanya ikatan pernikahan seperti yang dilakukan oleh banyak remaja saat ini.



Orang-orang yang mengantri di belakang mereka tadi pun juga berpikir hal yang serupa dengan mbak-mbak kasir.Mereka juga tampak memandang Salsa dan Sakha dengan sinis.



Sementara Sakha dan Salsa tampak tidak peduli dengan tatapan orang-orang di dalam minimarket tadi.Mereka malah asik bercanda dan segera masuk ke mobil.Tanpa berlama-lama Sakha segera melajukan mobilnya menuju ke rumah.



Saat ini Sakha dan Salsa telah berada di kamar mereka.Dengan sedikit pengetahuan yang dimiliki, Sakha memulai aktivitas dengan mencium bibir Salsa serta menjelajahi setiap sudut bibirnya. Salsapun memberikan respon yang baik dengan membalas ciuman Sakha.Dalam sekejap mereka mulai bergerak mengikuti naluri mereka.Sesaat Salsa merasakan sakit yang luar biasa,namun perlahan-lahan rasa sakit itu mulai hilang dan berganti dengan rasa nikmat hingga akhirnya mereka berdua sama-sama merasakan puncak kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan.Tak lupa sebelumnya Sakha mengenakan jaket karet yang tadi sengaja mereka beli untuk mencegah terjadinya pembuahan si dalam rahim Salsa yang akan berujung dengan kehamilan.



Keduanya kini berbaring dengan selimut yang menutupi tubuh mereka karena pakaian mereka telah berserakan di lantai.Nafas mereka masih sedikit terengah-engah akibat aktivitas yang baru saja mereka lakukan. Sakha memeluk erat Salsa sambil sesekali mengecupi puncak kepala Salsa.Dia merasa sangat bahagia dan juga puas karena sekarang mereka telah benar-benar menjadi suami istri.



"Makasih ya sayang...."ucapnya dengan bibir yang masih menempel di kepala Salsa.Dia tak pernah bosan mencium aroma wangi shamo dari rambut Salsa.



"Iya...aku juga bahagia bisa bikin kamu seneng....Sekarang aku jadi ngerasa udah bener-bener jadi istri kamu...."balas Salsa.Diapun tak kalah bahagianya dengan Sakha karena telah berhasil melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.



.


.


.


Jam menunjukkan pukul 3 dini hari.Salsa perlahan-lahan membuka matanya.Perutnya terasa keroncongan karena tadi mereka tidak sempat makan malam sebelum melakukan aktivitas melelahkan itu.Salsa segera bangkit dan hendak mengambil baju-baju nya yang berserakan.Saat berdiri,bagian intinya terasa ngilu.Reflek dia kembali terduduk hingga membuat Sakha ikut terbangun.



"Kamu mau kemana...??"tanya Sakha saat melihat Salsa yang sedang berusaha untuk kembali berdiri.



"Ehmm....ak-aku laper...Mau ambil makanan..."ucapnya sedikit gugup karena merasa malu telah terpergok oleh Sakha dalam keadaan tanpa busana.Padahal Sakha sudah sempat melihat seluruh tubuhnya saat mereka melakukan aktivitas panas tadi.



Sakha tersenyum geli melihat tingkah Salsa yang malu-malu. Dengan jahilnya dia malah memeluk Salsa dari belakang dengan tubuhnya yang juga masih polos. Otomatis Salsa semakin salah tingkah dibuatnya.



"Kenapa....??Malu....??"tanya Sakha masih belum melepaskan pelukannya.



"He em..."jawab Salsa pelan. Saat ini wajahnya sudah sangat merah seperti kepiting rebus akibat ulah Sakha.



"Kenapa harus malu...??Lagian kan tadi aku udah lihat semuanya... "ucap Sakha lagi.



"Iya...tapi tetep aja aku malu.....Kemarin aja aku nolak-nolak...gak taunya tadi malah keenakan....."jawabnya.



Keduanya tergelak saat mengingat apa yang tadi mereka lakukan.Sakha hampir saja mengajak Salsa untuk kembali melakukan aktivitas panas itu


Tapi hal itu harus segera diurungkannya karena tiba-tiba terdengar suara dari perut Salsa.Sakha segera bangkit untuk mengambil baju-bajunya dan juga baju Salsa yang berserakan di lantai.Sakha tahu kalau Salsa masih sedikit merasakan sakit karena terlihat dari wajahnya yang seperti menahan rasa sakit saat berdiri.


"Masih sakit...??"tanya Sakha sambil menuntun Salsa ke kamar mandi saat mereka telah selesai berpakaian.



"Gak terlalu sih....cuman agak perih terus rasanya kepengen pipis gitu....!!"



Akhirnya Sakha mengantarkan Salsa sampai ke dalam kamar mandi dan menunggunya hingga selesai buang air kecil.Tak lupa Sakha juga membersihkan sisa-sisa cairan kehidupan yang menempel bagian intinya.



Sakha kembali menuntun Salsa untuk keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya di atas tempat tidur.



"Oh iya,,kamu mau makan apa...??"Sakha teringat tujuan Salsa untuk bangun yaitu makan.



"Aku tadi beli mie instan,,kamu mau aku bikinin sekalian...??"Salsa berniat bangkit untuk membuat mie instan yang tadi dibelinya di minimarket.Tapi dengan cepat Salsa mencegahnya dan menyuruhnya kembali duduk.



"Kamu istirahat aja dulu...biar aku aja yang buat...!!"Sakha segera berjalan menuju kantong kresek yang berisi belanjaan mereka tadi dan mengambil dua bungkus mie instan.Setelah itu,dia segera menuju ke dapur untuk memasak.Tak lupa Sakha meletakkan kantong belanjaannya tadi di nakas agar Salsa bisa memakan makanan ringan yang tadi dibelinya.



Beberapa menit kemudian,Sakha telah kembali dengan membawa nampan yang berisi dua mangkuk mie instan.Merekapun makan dengan lahapnya karena saat ini perut mereka merasa benar-benar terasa lapar.



Sakha meletakkan nampan berisi mangkuk kosong di meja kamar.Perutnya merasa kenyang dan tenaganya kini sudah kembali pulih.Begitupun dengan Salsa yang kini sudah tampak bertenaga.Tiba-tiba Sakha merasa ingin melakukan aktivitas panas itu sekali lagi.Salsa pun tidak bisa menolak keinginan Sakha saat dengan lihainya dia kembali membuka pakaian Salsa satu persatu.Akhirnya,pakaian mereka kembali berserakan di lantai.Mereka kembali melakukan aktivitas panas itu sekali lagi.


***