I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 56



Hari ini restoran milik Salsa dan bundanya tampak berbeda dari biasanya.Ruangannya di dekorasi dengan indah dan dipenuhi dengan para tamu yang diantaranya merupakan teman-teman Salsa dan Sakha serta rekan bisnis papa juga teman sosialita mama Elina.



Salsa dan Sakha tampak duduk di pelaminan dengan pakaian pengantin yang sudah disiapkan oleh orang tua mereka.Sakha terlihat begitu tampan mengenakan setelan tuxedo berwarna abu-abu.Tampak begitu serasi dengan penampilan Salsa yang saat ini berbalutkan dress dengan bahan broklat yang berwarna senada dengan Sakha.Para tamu undangan yang sebagian merupakan rekan bisnis papa dan teman-teman sosialita mama Elina itu satu persatu memberi ucapan selamat kepada mereka.Merekapun menyambutnya dengan senang hati serta tak lupa mengucapkan terimakasih atas kehadiran mereka.



Di sebuah sudut ruangan,tampak Genta dan juga teman-temannya turut menghadiri acara itu.Genta tersenyum bahagia menyaksikan gadis yang pernah dicintainya tampak bahagia bersama Sakha.



"Sabar ya bro...mungkin emang Salsa bukan buat lo...!!"Yoga menepuk pundak Genta mencoba memberi kekuatan pada temannya.



"Hmmm...gue udah ikhlas kok lepasin Salsa...Gue lega karena dia udah sama orang yang tepat...!!"ucap Genta,kemudian tersenyum dan meminum cocktail yang ada digelasnya.



"Naaah...gitu dong...!!Itu baru temen gue..."Bayu merangkul pundak Genta.Mereka kini tak perlu menghawatirkan Genta karena sepertinya anak itu mulai bisa move on dari Salsa.



Acara telah berakhir.Teman-teman Salsa dan Sakha berhamburan memberi ucapan selamat kepada keduanya.Tak lupa mereka berfoto-foto untuk mengabadikan moment yang sangat berharga itu.



"Selamat ya Sa...!!Meskipun telat sih kita kasih selamatnya...."Kadek dan Kiran bergantian memeluk Kiran.Begitu juga dengan Tania yang tadi saat acara berlangsung duduk bersama Leo,Alvin dan Damar.



"Iya...makasih ya...!!Oh iya,,kenalin ini Tania.Temen gue di Bandung..."Salsa memperkenalkan Tania pada Kadek dan Kiran



Mereka bertiga saling berkenalan dan tak lama kemudian mulai mengobrol dengan seru.



"Selamat ya bro...Gue ikut seneng...Jagain Salsa baik-baik ya....Kalo enggak,,gue bakal rebut dia dari lo...!!"ucap Genta pada Sakha dengan nada bercanda.Dipeluknya laki-laki yang dulu pernah menjadi rivalnya itu.



"Tenang aja...Setelah ini,gue barengan sama Salsa terus.Jadi lo gak bakal punya kesempatan buat rebut dia dari gue...!! "Balas Sakha dengan bercanda juga.Keduanya lantas tertawa.



"Selamat ya bro...!!"



"Thanks ya..."



Yoga,Bayu dan Arya juga turut menyalami serta mengucapkan selamat kepada Sakha.Kini,mereka sudah tampak mengenal satu sama lain.Tak lupa Sakha memperkenalkan Leo,Alvin dan Damar kepada teman-teman barunya itu.Tanpa butuh waktu yang lama,mereka sudah bisa berbaur satu sama lain karena usia mereka yang sepantaran itu.


.


.


.


Salsa dan Sakha kini telah berada di sebuah kamar hotel yang telah di pesankan papa Erlangga untuk mereka.Setelah acara pesta selesai,mereka langsung di antar oleh supir keluarga mereka ke sebuah hotel yang terletak didaerah Jimbaran.Salsa yang sama sekali tidak mengetahui rencana keluarganya merasa begitu terkejut sekaligus terharu dengan apa yang dilakukan oleh ibu dan mertuanya itu.



Salsa menatap dengan takjub pemandangan alam yang ada dihadapannya.Dari jendela kamar, dia dapat melihat hamparan laut biru dan pasir putih yang begitu indah.Melihat pemandangan yang memanjakan matanya,rasa lelah di tubuhnya setelah seharian berdiri menyambut para tamu kini hilang begitu saja.



Sakha memeluk Salsa dari belakang.Mereka berdua kini tampak menikmati keindahan ciptaan Tuhan yang terpampang dihadapannya.




Salsa mengangguk dengan senang. "Heem...aku gak nyangka mereka ngasih kejutan seperti ini...!!"ucap Salsa.Karena begitu senangnya, sampai-sampai dia tidak bisa mendeskripsikan perasaannya saat ini dengan kata-kata. Hanya puji syukur yang diucapkannya berulang-ulang dalam hatinya karena mendapatkan hidup yang menurutnya sangat luar biasa ini.Tanpa sadar,Salsa malah memeteskan air mata membuat Sakha heran.



"Sayang,,kenapa nangis...??Kamu gak suka tempatnya...??"Sakha membalikkan tubuh Salsa untuk menghadapnya karena merasakan tetesan air mata milik Salsa yang jatuh di tangannya.Diusapnya wajah istrinya yang kini sudah basah oleh air mata itu.



Salsa menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Enggak....aku suka banget sayang ...!!"jawabnya dengan suara yang sedikit serak karena menangis.



"Terus,kenapa kamu nangis...??"



"Aku nangis karena terharu....aku gak nyangka papa,mama sama bunda begitu perhatian sampai-sampai mereka sengaja nyiapin ini semua buat kita..."



Sakha tersenyum melihat istrinya yang masih menangis.Dia kini menjadi gemas melihat istrinya yang ternyata menangis karena terlalu bahagia mendapatkan kejutan seperti ini.



"CUP....!!"



Diciumnya bibir istrinya yang sudah seperti candu baginya.Tanpa berlama-lama, dia sudah berhasil mengeksplore seluruh sudut bibirnya istrinya itu.Suasana kamar yang memang di setting mode romantis serta pemandangan yang indah membuat Salsa terhanyut dalam buaian Sakha.Dirinyapun ikut menikmati permainan bibir Sakha membuat pria itu semakin bersemangat melancarkan aksinya.Bahkan kini tangannya sudah berhasil membuat pakaian Salsa menjadi tak berbentuk lagi.



"Sayang...kamu udah bisa ngelakuin itu kan...??"tanya Sakha dengan nafas sedikit tersengal saat mereka melepaskan ciumannya.Setelah melihat Salsa menganggukkan kepalanya,Sakha langsung tersenyum senang dan membawa Salsa menuju ke tempat tidur agar kegiatan yang akan dilakukannya menjadi lebih nyaman.



Dalam sekejap,pakaian mereka telah berserakan di lantai.Deru napas mereka memacu di dalam ruangan itu seiring dengan hasrat yang kian memuncak karena cukup lama tak melakukannya setelah Salsa mengalami keguguran.



"Sakha....!!"



Mendengar Salsa menyebut namanya membuat Sakha semakin menggila dan mempercepat gerakannya hingga Salsa tak henti-hentinya mengerang serta melirihkan namanya.



"Sayang.....aaaakhh...!!"



Sakha menghentikan gerakannya saat merasakan puncak kenikmatannya. Setelah dirasa cairan kehidupannya telah keluar seluruhnya,dia segera melepaskan penyatuannya dengan Salsa dan langsung terbaring lemas disamping istrinya.Dipeluknya tubuh Salsa yang masih dalam keadaan polos dan hanya tertutup oleh selimut sambil mencium pundak mulusnya.Dia tadi sengaja tidak membuang cairan kehidupannya.Dia berharap Salsa segera hamil karena kini mereka telah merasa siap menjadi orangtua.



"Makasih sayang...!!I love you..."ucapnya pada istrinya karena telah memberinya kepuasan.



"Iya sayang....I love you too...."



Salsa memeluk tubuh Sakha yang masih sama polosnya dengan dirinya.Dia sadar tadi Sakha telah menyemburkan cairan kehidupannya ke dalam tubuhnya.Dia sama sekali tidak merasa keberatan karena dalam hatinya kini dia juga menginginkan hadirnya seorang anak dalam pernikahan mereka.


***