
Semenjak kejadian Salsa dan Sakha menemukan Vina yang pingsan,gadis itu terus menerus menempel pada Salsa dan juga Sakha.Dia beralasan ingin berteman baik dengan mereka karena merasa sangat berhutang kepada keduanya. Padahal bukan itu alasan yang sebenarnya. Alasannya adalah agar Vina bisa lebih leluasa mendekati Sakha.
Saat ini Sakha,Rendi,Salsa,Vina dan Retha sedang duduk di kantin menikmati makanan mereka.Saat tengah berbincang,tampak Genta dan Seva memasuki kantin.
"Oooiii Gen,,sini...!!"Sakha melambaikan tangan ke arah Genta dan Seva.Mereka berdua segera menuju ke arah Sakha dan teman-temannya berada.
"Kemana aja lo...??Mentang-mendang udah punya cewek sekarang jadi gak pernah nongol..!!"ucap Sakha saat Genta dan Seva bergabung di meja mereka.
"Sori bro,,gue lagi banyak tugas...Ya kan sayang...??"
Seva mengangguk membenarkan ucapan kekasihnya itu.Sama seperti Salsa,gadis itu memberikan pengaruh baik terhadap Genta yang kini jadi lebih rajin belajar.
"Sa,,nanti pulang kuliah jalan yuk...!!Sama gue ma Retha aja...!!"ajak Vina.
Salsa tampak ragu-ragu.Gadis itu menoleh kearah Sakha bermaksud meminta persetujuan dari suaminya.
"Kamunya pengen jalan apa enggak...??Kalo kamu mau sih aku oke...!!"jawab Sakha.
Sebenarnya Salsa tidak terlalu ingin pergi bersama Vina.Hanya saja dia merasa tidak enak jika harus menolak ajakan Vina.Dia merasa belum sepenuhnya mengenal Vina.Entah kenapa dia melihat Vina sepertinya tidak tulus berteman dengannya.
"Seva boleh ikut kan...??Kalo iya oke deh...!!"Salsa mencoba merekomendasikan Seva agar ikut dengannya.Namun terlihat dari ekspresi wajah Vina sepertinya dia tidak suka dengan usulan Salsa.Tentu saja Vina tidak suka dengan Seva karena gadis itu hanyalah mahasiswi beasiswa yang bukan berasal dari kalangan elite . Penampilannya pun sangat sederhana.Akan sangat memalukan jika teman-temannya tahu bahwa dia bergaul dengan seorang gadis cupu seperti Seva.
"Boleh sih kalo Seva mau...!!"Akhirnya dia menyetujui saja usulan Salsa untuk mengikut sertakan Seva.Daripada Salsa malah batal untuk ikut dengannya dan rencananya akan gagal.
Rupanya diam-diam gadis itu telah memiliki rencana jahat terhadap Salsa.Mumpung dia tidak bersama Sakha,Vina akan mengajak gadis itu ke bar dan membuatnya mabuk serta memberinya obat per*ngs*ng.Vina telah berjanji pada Devano akan membawakan barang untuknya.Menurutnya Salsa cukup cantik untuk diberikan pada Devano.Dia berencana akan memberikan Salsa kepada si maniak itu.Dengan begitu,dia jadi mempunyai dua keuntungan.
Keuntungan yang pertama adalah dia akan mendapatkan uang dari hasil menjual Salsa dan keuntungan keduanya adalah hubungan Salsa dan Sakha pasti akan berantakan karena Salsa telah tidur dengan pria lain.
"Lo gimana Sev...??Mau kan jalan sama kita...??"Salsa kini bertanya pada Seva apakah dia bersedia ikut pergi dengan Salsa dan yang lainnya.
Seva tampak ragu-ragu. Dia merasa minder saat bergaul dengan gadis-gadis idola di kampusnya.
"Oh iya,,Seva bisa kok...!!"Genta yang menjawab pertanyaan Salsa.Seva memandang Genta dengan penuh tanda tanya,tapi laki-laki itu memberi isyarat agar Seva mengiyakan ucapannya barusan.
"Ehm...i-iya...mau...!!"jawab Seva akhirnya dengan terbata-bata.
"Oke...kita ikut Vin...!!"ujar Salsa membuat Vina langsung mengembangkan senyumnya.
Tentu saja dia merasa senang karena rencananya akan segera terlaksana.Gadis itu tiba-tiba memiliki satu ide gila lagi.Dia teringat salah satu pelanggannya yang ingin mencari seorang gadis yang masih perawan.Dia berpikir pastilah Seva si cupu itu belum pernah tidur dengan seorang pria.Vina bergegas mengirim pesan kepada pelanggannya dan menawarkan Seva.Pelanggan itupun menerima tawaran Vina dan bersedia membayar dengan harga yang lumayan tinggi.Hati Vina senang bukan main karena hari ini dia akan mendapatkan banyak keuntungan.
.
.
.
Cukup lama mereka menghabiskan waktu di mall hingga akhirnya mereka merasa lelah.
"Guys,,lanjut ke tempat tongkrongan gue yuk...!!"ajak Vina.Salsa,Seva dan Retha pun menyetujui ajakan Vina.
Retha mengemudikan mobilnya menuju ke sebuah bar.Dia dan Vina memang sering menghabiskan waktu untuk bersenang-senang di bar.
"Vin,,kok kesini sih...??Gue pulang aja lah kalo gitu....Lagian ini udah malem....Ya kan Sev...??"Perasaan Salsa mulai merasa tidak enak saat Vina mengajak mereka ke sebuah bar.Dia dan Seva memang tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti itu karena menurutnya tempat itu cukup berbahaya bagi seorang gadis seperti dirinya.
"Iya...Kita pulang aja yuk Sa....!!"Seva menyetujui ajakan Salsa.Mereka berdua hendak pergi meninggalkan tempat itu,tapi Vina buru-buru mencegahnya.
"Jangan pulang dulu...Kita duduk-duduk aja bentar...!!"
"Tapi gue gak pernah ke tempat kayak gini Vin...apalagi gue lagi gak sama Sakha...!! "
"Bentar aja Sa...kita cuman duduk sebentar,,habis itu kita langsung pulang...!!Nanti lo sama Seva gue pesenin minuman yang gak pake alkohol deh...!!Janji...."Vina terus memohon pada Salsa dan Seva agar mereka berdua tidak pergi dari tempat itu.
Kedus gadis itu tampak saling memandang.Mereka sama-sama bingung bagaimana akan mengambil keputusan.
"Udah...masuk bentar aja...!!"Vina dan Retha langsung menarik mereka berdua masuk ke dalam bar tanpa menunggu persetujuan dari mereka.Mau tak mau Salsa dan Seva mengikuti keinginan Vina karena tadi Vina sudah berjanji tidak akan memberikan minuman beralkohol.
Vina memang menepati janjinya untuk tidak memberi mereka minuman beralkohol.Tapi siapa sangka jika minuman sari buah yang diberikan mereka justru mengandung obat per*ngsa*ng dosis tinggi membuat badan Salsa dan Seva terasa panas.
"Vin,,balik aja yuk...!!Gue pasti udah dicariin Sakha...!!Gue juga capek banget Vin,,kayaknya gue demam...!!"Salsa merasa ada yang tidak beres pada tubuhnya.Entah mengapa tiba-tiba dia jadi ingin melakukan adegan panas.
"Kenapa Sa...??Lo gak enak badan...??Mending lo istirahat dulu di kamar,,nanti kalo lo udah enakan langsung gue anter pulang...!!Okey...??"
Salsa sudah tidak dapat mencerna ucapan Vina.Dia hanya mengikuti kemana Vina menuntunnya.Gadis itu merasakan gelisah bercampur rasa pusing di kepalanya karena diam-diam rupanya Vina juga mencampurkan sedikit alkohol pada minuman Salsa dan Seva.Kedua gadis yang sama sekali tidak pernah meneguk minuman seperti itu tentu tidak menyadarinya.
Vina membawa Salsa ke sebuah kamar di bar itu dan langsung membaringkan Salsa yang mulai tidak sadarkan diri.Lalu dia melangkah keluar dan menghubungi Devano yang katanya sudah ada di dalam bar itu juga.Sementara Retha bertugas untuk membawa Seva ke kamar yang ada di sebelah kamar Salsa.Kondisi gadis itupun tak jauh berbeda dengan kondisi Salsa saat ini.
"Udah Vin...!!"ucap Retha yang kembali menemui Vina di depan kamar saat sudah berhasil membaringkan Seva di dalam kamar.Vina hanya mengangguk,lalu menghubungi om Pandu.Pria hidung belang yang gemar mencari perawan dan bersedia membayarnya dengan harga yang cukup tinggi.
"Vin...apa lo gak keterlaluan ngerjain mereka...??"Retha tampak ragu-ragu dengan rencana Vina.Dia merasa apa yang dilakukan Vina kali ini sangat keterlaluan.Retha memang wanita panggilan,tapi melihat Salsa dan Seva dijadikan ladang uang oleh temannya,gadis itu merasa bersalah. Apalagi Seva masih perawan.Dia merasa tidak tega jika menjual keperawanan gadis itu tanpa persetujuan darinya.
"Enggak lah...lumayan Tha uangnya...!!Lo tau gak,,om Pandu mau bayar seratus juta....!!Dan Devano tadi juga langsung mau pas gue kirimin foto Salsa....Dia mau bayar dengan harga yang tinggi juga.Jadi sebaiknya lo diem aja dan jangan gagalin rencana gue ini karena Devano sama om Pandu udah ada di bar ini...!!"jawab Vina.
"Tapi Seva masih perawan Vin...!!gue yakin selama ini dia mati-matian jaga keperawanan dia..."
"Nanti kalo dia udah sadar kita kasih tau Tha...orang nanti uangnya sebagian buat dia juga...Lagian cuman kebuka segelnya doang...!!Gak akan ngaruh apa-apa...!!"Vina buru-buru memotong ucapan Retha.Rethapun hanya diam saja melihat sahabatnya itu melakukan hal bi*d*p itu.
Sementara itu,Salsa dan Seva tengah terbaring di kamar bar tersebut.Mereka mulai menggeliat karena merasakan efek obat per*ngsang yang mulai bekerja.Tepat saat itulah,Devano telah sampai di depan kamar dan bersiap untuk memasuki kamar Salsa.
***