I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 41



Liburan hanya tinggal beberapa hari lagi.Salsa menjadi orang yang sangat-sangat sibuk.Mulai dari medampingi bundanya terapi,hingga mengurus masalah Cafe yang selama beberapa hari sempat terbengkalai.Papa Erlangga merasa kasihan dengan Salsa yang harus kehilangan masa mudanya demi menggantikan bundanya mengurus usaha.Oleh sebab itu,beliau memberikan bantuan dengan mengirimkan dua orang kepercayaannya di perusahaan untuk menjadi manager di Cafe dan juga restoran yang ada di Bali agar Salsa bisa fokus belajar dan menikmati masa mudanya.



Kini,papa Erlangga juga telah menyewa jasa perawat untuk merawat bunda.Jadi,Salsa tidak perlu terlalu menghawatikan bundanya saat kembali ke Bali nanti.Dia merasa sangat beruntung karena memiliki keluarga baru seperti keluarga papa Erlangga.Mereka memperlakukan Salsa dan bundanya dengan sangat baik.



Hari ini,Salsa tengah bersiap-siap untuk ke bandara.Meskipun liburan masih tinggal beberapa hari,tapi mama Elina dan papa Erlangga meminta Salsa untuk segera kembali ke Bali.Alasan pertama adalah agar Salsa masih punya waktu untuk mempersiapkan segala keperluan untuk sekolahnya mengingat dia akan memasuki tahun ajaran baru.Dan alasan ke duanya adalah agar Sakha bisa mengantarkan Salsa ke Bali sekaligus bisa menikmati waktu berdua karena selama di Bandung mereka belum sempat menikmati liburan.Lagipula Papa Erlangga tidak tega jika Salsa harus berangkat sendirian ke Bali.Menurutnya sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab Sakha sebagai suami untuk menjaga Salsa.



Pak Boy memasukkan koper dan barang-barang Salsa ke dalam bagasi.Berbeda dengan Salsa,Sakha hanya membawa tas ransel yang berisi beberapa helai pakaiannya karena memang dia tidak akan berada di Bali dalam waktu yang lama.Mungkin dia hanya memiliki waktu dua hari untuk berada di pulau dewata itu.Setelah dirasa semuanya siap, Sakha dan Salsa segera berangkat menuju ke bandara dengan diantar oleh pak Boy.Hati Salsa merasa berat untuk pergi meninggalkan bunda,tapi memang inilah yang terbaik untuk saat ini.Salsa hanya bisa berharap keadaan bundanya akan segera membaik dan bunda bisa pulih seperti sedia kala.


.


.


.


Tepat di jam makan siang,Salsa dan Sakha tiba di bandara Ngurah Rai.Mereka segera melangkahkan kaki keluar dari area bandara dan menaiki taksi agar bisa segera tiba di tempat tujuan mereka yaitu rumah sekaligus restoran yang sekarang ini seratus persen menjadi milik bunda .Tidak butuh waktu lama untuk segera tiba di restoran karena jarak antara bandara dengan restoran memanglah tidak terlalu jauh.Sampai disana,mereka langsung disambut oleh mbak Lala dan juga pak Wildan,manager baru di restoran yang tak lain adalah salah satu orang kepercayaan dari papa Erlangga.



Suasana restoran cukup ramai karena saat ini masih liburan sekolah.Tapi Salsa kini tak perlu repot-repot membantu melayani pengunjung karena setelah adanya pak Wildan,masalah manajemen di restoran teratasi dengan baik.Pak Wildan menambah jumlah pegawai yang dirasa memang di butuhkan mulai dari penjaga kasir,pramusaji,koki serta orang yang bertugas untuk mencuci piring serta cleaning servis.Pak Wildan juga tak lupa untuk menambahkan beberapa staff yaitu bagian administrasi untuk mengatur keuangan restoran serta marketting yang bertugas mempromosikan restoran mereka.Kini,restoran mereka memiliki fasilitas deliverry order hingga para pengunjung bisa menikmati masakan dari restoran tanpa harus keluar rumah.Tidak heran jika saat ini restoran ini memiliki lebih banyak pelanggan dibandingkan dengan sebelumnya.Maklum saja,bunda dan Salsa memang belum banyak berpengalaman di dunia bisnis.Bagi mereka yang penting setiap hari ada pemasukan untuk membiayai kebutuhan hidup mereka.



Sakha dan Salsa memutuskan untuk makan di atas saja mengingat restoran sudah dipenuhi oleh pengunjung yang datang dan pergi secara silih berganti. Sebelum naik ke atas,mereka memberitahu mbak Lala makanan dan minuman yang mereka inginkan.



Sakha dan Salsa langsung menuju ke kamar untuk meletakkan tas dan koper mereka serta beristirahat karena baru saja menempuh perjalanan yang lumayan jauh.Tak lama terdengar suara ketukan pintu yang tak lain adalah mbak Lala .



"Permisi mbak Salsa,mas Sakha....makanannya udah siap...Mau di taruh di meja makan atau di mana...??"tanya mbak Lala sopan saat pintu telah terbuka.



"Oh...di meja ruang tv aja mbak...!!Makasih ya mbak...."jawab Salsa tak kalah sopannya. Salsa memang selalu membiasakan diri untuk bersikap ramah dan sopan terhadap para karyawannya.Selain karena usia mereka lebih tua,menurutnya mereka juga telah banyak berjasa untuknya dan bundanya.



Kini Sakha dan Salsa tengah menikmati makanan sambil menonton acara televisi yang menurut mereka tidak menarik hingga mereka merasa bosan.



"Sayang....gimana kalo habis ini kita jalan-jalan...??Kemarin pas liburan kan kita belum sempat jalan-jalan...."Sakha mengingat rencana jalan-jalan bersama Salsa yang gagal karena bunda mengalami kecelakaan.Itu sebabnya dia berinisiatif mengajak Salsa jalan-jalan untuk sekedar melepas penat sebelum memasuki tahun ajaran baru di kelas 12 yang tentu saja akan menguras otak karena akan menghadapi ujian.




Mereka bersepakat untuk mengunjungi pantai Sanur nanti sore untuk melihat Sunset karena mereka masih merasa lelah akibat perjalanan jauh dan ingin beristirahat dulu.



Sore harinya,keduanya tampak berjalan menyusuri pantai Sanur dengan bergandengan tangan.Ini pertamanya kalinya mereka menikmati waktu diluar setelah mereka menjadi suami istri.Mereka tampak bahagia. Beberapa pasang mata yang melihat mereka tampak ikut merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.Ada yang memandang dengan tatapan takjub karena mereka berdua tampak sangat serasi.Sakha memiliki wajah yang tampan dan Salsa memiliki wajah yang cantik sehingga mereka berdua terlihat sangat cocok.



Menjelang matahari terbenam,mereka berdua duduk menghadap pantai menikmati indahnya guratan warna jingga di langit senja.Mekipun pantai Sanur terkenal memiliki keindahan matahari terbit di pagi hari,namun pemandangan di sore hari itupun tak kalah indahnya.Oleh sebab itu pantai yang pertama kali diperkenalkan oleh pelukis asal Belgia bernama A.J Majeor itu tidak pernah sepi pengunjung.



Salsa menyadarkan kepalanya di bahu Sakha dan tangan Sakha melingkar di pinggul Salsa.Mereka terlihat begitu menikmati kebersamaan mereka yang tak lama lagi akan segera berakhir karena Sakha hanya akan di sini selama dua hari saja.



"Sayang...kita jadi berasa homeymoon gak sih...??"ucap Salsa sambil terkekeh.Sakha reflek menganggukkan kepalanya.



"Iya...tapi sayang gak pake acara making love...."jawab Sakha bermaksud bercanda.Tapi sepertinya Salsa menanggapinya dengan serius Sejujurnya dia merasa sedikit bersalah karena meminta Sakha menunda melakukan malam pertama mereka.Salsa tahu betul jika Sakha sangat menginginkannya. Tapi pria yang telah menikahinya itu berusaha menahan keinginannya demi menghargai keinginan Salsa.



Salsa lantas memandang Sakha dengan intens."Sayang...kamu beneran pengen...??"tanyanya dengan ekspresi serius.



"Enggak...aku cuman becanda doang kok...Udah,kamu gak usah mikir yang aneh-aneh...!!"jawab Sakha berusaha mencairkan suasana karena dia melihat tatapan mata Salsa yang seperti merasa bersalah.



"Aku serius Sakha....kamu beneran pengen...??Aku ngerasa jahat banget sama kamu karena udah nolak ngelakuin itu...Padahal kamu itu suami aku...!!Apalagi keluarga kamu udah baik banget sama aku dan bunda....Aku jadi ngerasa belum bisa jadi istri yang baik buat kamu...."Salsa menitikkan air mata.Sakha sangat tidak suka melihat gadis yang dicintainya itu menangis.Dia berusaha untuk menghiburnya.



"Enggak...kamu istri yang baik kok.Kamu bisa ngelakuin hal lain yang biasanya dilakukan istri buat suaminya...contohnya masak,,nyiapin baju aku,atau apalah...Gak harus ngelakuin itu kan...??Jujur,sebagai lelaki normal aku emang pengen ngelakuin itu.Tapi aku gak bisa egois maksain keinginan aku sementara kamu belum siap...Apalagi ini masih tahun ajaran baru...Kalau kamu sampe hamil sekarang,kamu gak bisa lanjutin sekolah kamu...!!"ucap Sakha panjang lebar.Tiba-tiba,dia teringat sesuatu."Tapi kalo kamu mau,,kita bisa ngelakuin itu tanpa buat kamu hamil....!!"ucapnya lagi.Ternyata keinginannya lebih kuat daripada kebijaksanaan yang diucapkannya tadi membuat Salsa terkekeh dan mencibirnya.



"Huuu....kalo mau ya ngomong aja mau...!!Tadi sok-sokan ngomong panjang lebar akhirnya pengen juga kan...??"cibirnya sambil cekikikan.Air matanya tak lagi keluar berganti dengan gelak tawa."Terus caranya gimana biar gak hamil...??"tanyanya mulai serius.



"Pake jaket karet...gimana, kamu mau...??"ucap Sakha penuh kesungguhan.Salsa tampak mencerna ucapan Sakha.Dia akhirnya paham dengan apa yang dimaksudkan Sakha dengan jaket karet karena dia pernah membaca beberapa artikel tentang berhubungan suami istri tanpa sepengetahuan Sakha.Hal itu dilakukan agar dia bisa mengimbangi permainan Sakha saat melakukannya nanti.Senyum Sakha seketika merekah saat Salsa menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.Tanpa lama-lama,Sakha segera bangkit dan menarik tangan Salsa mengajaknya untuk pulang.


***