
Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam.Rio dan Sandy berpamitan pulang terlebih dahulu sementara Rendi masih bersama Sakha dan Vina.Rendi sengaja ingin menunggu Sakha mengantarkan Vina pulang.Alasannya adalah karena belum tenang jika Sakha belum mengantar gadis itu pulang.
"Bro,,lo gak kemaleman kalo kerumah cewek lo...??Ini udah jam sepuluh loh...!!"tanya Sakha karena merasa di jam seperti ini sudah terlalu malam untuk datang kerumah pacarnya.
"Enggak...keluarganya udah kenal ma gue kok...Lagian kalo gue gak dateng nanti dia bisa ngambek...Sori banget ya ka,,lo jadi harus nganterin Vina pulang...!!"ucap Rendi sok merasa bersalah.Padahal itu hanya akal-akalannya saja.
"Hmmm...gak papa.Yaudah...lo nunggu didepan aja,,gue mau ngambil mobil dulu...!!"ucap Sakha pada Vina,lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil kunci mobilnya.
"Oke...ke deoan dulu yuk Vin,,gue temenin...!!"Rendi mengajak Vina untuk menunggu Sakha didepan sesuai instruksi Sakha barusan
Vina mengangguk,lalu berjalan menuju depan restoran bersama Rendi.Mereka berdua tampak senang karena sepertinya rencana mereka akan berjalan lancar.
"Ren...makasih ya udah bantuin gue...!!Akhirnya gue bisa jalan berdua ama Sakha..."ucap Vina senang.
"Iya...lo nanti gunain baik-baik kesempatan lo...!!Pepet terus tu Sakha,,kalo perlu lo rayu pake body lo yang bohai itu...Biar dia gak bisa nolak...!!"
"Iya...gue pastiin setelah ini dia akan tergila-gila sama gue...!!"ucap Vina penuh percaya diri.Dia sengaja mengenakan pakaian seksi agar Sakha tergoda saat berdua dengannya di mobil nanti.Tidak masalah kalau Sakha sampai meminta lebih padanya.Justru menurutnya itu malah lebih bagus.Lagipula Vina juga ingin merasakan kegagahan Sakha.Dasar si Vina,rupanya dia m\*sum juga otaknya.
Rendi masih menemani Vina menunggu Sakha di depan restoran.Tak lama kemudian mobil milik Sakha berhenti tepat di depan mereka.Vina hendak membuka pintu mobil bagian depan,tapi belum sempat dia melakukan niatnya kaca jendela sudah terbuka lebih dahulu dan tampak wajah Salsa muncul dari balik kaca jendela mobil.
"Vin,,lo dibelakang ya....!!"ucap Sakha setengah berteriak karena antara dia dan Vina terhalang oleh Salsa.
Vina sangat shock dengan keberadaan Salsa yang tiba-tiba.Begitu juga dengan Rendi.Dia tidak menyangka ternyata Sakha malah mengantar Vina bersama Salsa.Bahkan dia malah meminta Vina duduk di belakang.Kalau begini,jelas rencananya akan gagal.
"Eh...i-iya...!!"Dengan kecewa,Vina masuk ke dalam mobil.Malam ini dia gagal untuk merasakan kegagahan Sakha.
Sakha melajukan mobilnya meninggalkan Rendi yang masih belum beranjak dari tempatnya berdiri.
"Btw,,alamat lo dimana Vin...??"Sakha menoleh sebentar ke arah Vina untuk menanyakan alamat rumahnya. Vina tampak salah tingkah saat memberitahukan alamatnya.
Setelah itu,dia hanya diam di dalam mobil.Dia merasa kesal kareamna rencananya telah gagal.Bukannya bisa merayu Sakha,tapi dirinya kini malah mati kutu karena menyaksikan kemesraan antara Sakha dan Salsa.
.
.
.
"Drrrrtt...drrrttt...."
Suara ponsel Sakha yang nyaring membangunkan si pemilik benda pipih tersebut.Dengan malas,Sakha meraih ponselnya di atas nakas lalu menggeser layar untuk mengangkat teleponnya.
"Hallo...."ucap Sakha dengan malas.
\[Ka...joging yuk...!!Gue udah di deket rumah lo ni...gue kesitu ya...!!\] Terdengar suara Rendi dari seberang sana.
"Yaelah...baru jam berapa sih ini...??ganggu aja lo...Gue masih ngantuk...!!"Sakha menolak ajakan Rendi untuk berjogging.Dia masih ingin memejamkan matanya sambil memeluk istrinya itu.
\[Ah...gak mau tau,,pokoknya gue kerumah lo sekarang...!!\]
Rendi tetap memaksa Sakha untuk berjogging dengannya.Dia mematikan sambungan teleponnya secara sepihak dan langsung menuju ke rumah Sakha.Padahal saat ini langit masih terlihat gelap.
Lama-lama Rendi merasa frustasi karena begitu sulit untuk merusak hubungan Salsa dan Sakha.Di kampus, mereka berdua tidak pernah lepas.Bahkan berangkat dan pulang kuliah mereka selalu bersama-sama.Sakhapun selalu menolak saat dia mengajaknya jalan tanpa Salsa.
Tak lama,Rendi telah sampai di depan restoran yang masih belum buka itu.Dia segera menghampiri satpam yang sedang santai sambil minum kopi.Begitu melihat ada orang yang datang,satpam itu langsung berdiri dan bertanya kepada Rendi.
"Selamat pagi,,ada yang bisa saya bantu...??"ujar satpam itu ramah.
"Saya temannya Sakha pak...bisa saya ketemu sama dia...??"
"Oh...baik,mari saya antar ke dalam..."
Rendi mengikuti satpam yang mengajaknya untuk masuk dari lorong yang ada di samping restoran.Satpam itu kemudian mempersilah Rendi duduk di sofa yang ada di dekat tangga lalu dia segera naik keatas untuk memanggil majikannya.Tak lama kemudian,satpam itu kembali turun dan kembali menuju pos satpam.
Sakha menuruni tangga dengan penampilan yang masih acak-acakan.Berkali-kali dia menguap sambil berjalan menghampiri Rendi dan langsung duduk si sebelah Rendi dengan malas.
"Ngapain sih lo pagi-pagi kesini...??Masih ngantuk tau gak...??Pembokat gue aja masih belum masak....!!"Bukannya menyambut tamu,tapi Sakha malah berkata ketus kepada temannya yang datang terlalu pagi itu.
"Kebo banget sih lo...??Ini tu udah waktunya jogging...!!Gue heran sama lo...diajakin ke club gak pernah mau...diajakin joging juga males-malesan...Emang lo gak bosen apa dirumah terus...??"
"Enggak tu..."jawab Sakha santai sambil kembali memejamkan matanya.
Rendi mendengus kesal melihat kelakuan Sakha yang menurutnya sangat cupu itu.Kalo bukan karena orang kaya dan juga tampan,pasti dia sudah kena bully habis-habisan di kampusnya.
"Ka...lo gak pengen ngerasain klabbing gitu...??asik lho....Lagian duit lo kan banyak,,masak gak dipake buat seneng-seneng sih...??"Rendi masih merasa heran dengan Sakha yang tidak menyukai klabbing.
Sakha masih memejamkan matanya sambil duduk disofa.Dia semakin malas mendengar ocehan Rendi yang menurutnya tidak masuk akal itu.
"Ccckkk...berisik banget sih lo...!!Emang apa asiknya klabbing...??Udah bosen gue ama yang begituan...dulu pas SMA udah sering kali....Oh iya,,sebenarnya lo kesini mau ngapain sih..??"Sakha balik menanyakan tujuan Rendi datang kerumahnya.
Rendi bingung menjawab pertanyaan Sakha barusan.Pikirannya kacau saat melihat Salsa tiba-tiba ada di dalam mobil Sakha semalam, oleh sebab itu dia ingin mencari tahu akan hal itu.Tapi tidak mungkin jika dia menanyakan langsung kepada Sakha.Bisa ketahuan kalau diam-diam dia menyukai Salsa.
"Ya...gue cuman lagi gabut aja dirumah.Makanya gue ngajak lo joging...!!Lah elonya malah males-malesan...!!Kalo lo gak mau diajak joging ,minimal kasih gue sarapan kek...!!Laper gue,,dari semalem belom pulang....!!"
"Jam segini ART gue belom masak beg\*...!!Palingan cuma ada roti sama kopi...Mau gak...??Atau lo mau mie instan...??"
"Roti sama kopi boleh deh....lumayan buat ganjel perut...!!"
"Yaudah,,ikut gue keatas...!!"
Meskipun kesal,Sakha akhirnya mengajak Rendi ke atas dan memintanya menunggunya diruang keluarga karena di ruang makan sedang penuh dengan karyawan restoran yang sedang sarapan.
"Lo duduk disini dulu,gue minta mbak Asih bikinin kopi dulu...!!"Sakha beranjak menuju ke dapur dan beberapa saat lamanya masih belum kembali juga.
Rendi merasa bosan karena sendirian di dalam ruangan itu.Dia lalu iseng-iseng menekan remote kontrol untuk menyalakan televisi.Saat sedang fokus menatap layar televisi,tiba-tiba pintu kamar yang yang terletak tak jauh dari tempatnya terbuka hingga menimbulkan suara.Rendipun segera menoleh ke arah sumber suara.Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang gadis mengenakan Hot pant dan kaos oversize tampak keluar dari kamar itu.
***