
Sakha merasa lega saat melihat Salsa duduk di kursi tunggu yang ada di luar bangsal tempat Vina dirawat."Syukurlah,,setidaknya dia gak pergi ninggalin gue...!!"ucapnya dalam hati.
Melihat ada bulir-bilir bening yang jatuh dari kelopak mata istrinya,dengan segera Sakha mendekat dan langsung mengusap lembut pipi Salsa yang telah basah oleh air mata.Gadis itu seketika mendongakkan wajahnya ke arah Sakha yang kini tengah berdiri dihadapannya.
"Maafin aku ya....lagi-lagi bikin kamu nangis...!!"Sakha merasa bersalah karena Salsa harus kembali menangis karena dirinya.Padahal dulu dia sudah berjanji akan selalu membuat gadis itu bahagia.
Salsa langsung menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Sakha."Aku juga minta maaf karena aku gak memahami situasi kamu tadi....!!"
"Ssssttt....kamu gak salah...Aku yang bodoh karena gak bisa nolak saat dipeluk Vina tadi...tapi aku janji,,aku akan jaga jarak dari dia...!!"
Salsa mengangguk lalu menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipinya
"Yaudah,,habis ini makan diluar aja.Tadi aku udah hubungin Rendi biar dia dateng kesini buat jagain Vina....Makanan yang tadi udah aku beli biar dimakan sama Rendi aja..."ucap Sakha.
Tak lama kemudian,Rendi benar-benar datang.Dia segera menuju ke rumah sakit setelah Sakha memberitahunya bahwa mereka menemukan Vina pingsan di depan sebuah hotel.Perasaan Rendi menjadi tak enak,dia khawatir Vina akan melakukan sesuatu yang bisa menyebabkan Sakha dan Salsa salah paham karena yang dia tahu gadis itu tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia mau.
"Si Vina kenapa..??"tanya Rendi saat sudah sampai di depan bangsal Vina.
"Tadi gue lihat dia pingsan di depan hotel Bima...Gue lihat banyak memar di tubuhnya dan pas udah sadar dia gak berhenti nangis.Katanya dia habis dip\*rk\*sa...Tadi perawat udah kasih obat bius ke dia,,makanya sekarang dia lagi tidur...Gue gak bisa jagain dia,,jadi lo aja yang jagain dia gimana...??Ato lo hubungin siapa temennya dia gitu...!!"Sakha menjelaskan dengan panjang lebar mengenai kondisi Vina.
"Dip\*rkosa...??"Rendi tampak mengerutkan dahinya karena tak percaya dengan informasi yang barusaja dia dengar dari mulut Sakha.
"Katanya sih gitu...Ya udah,,gue pulang dulu ya...Kasian Salsa udah capek...lagipula dia tadi juga belum makan...Oh iya,,tadi gue udah beli makanan di dalem buat lo..."
"Oke...thanks..."
Sakha dan Salsa bergegas pulang karena kini telah ada Rendi yang menjaga Vina.Selepas kepergian mereka berdua,Rendi segera masuk ke bangsal tempat Vina dirawat.Dilihatnya Vina masih terlelap.Rendi memutuskan untuk menikmati makanan yang tadi dibelikan oleh Sakha karena perutnya merasa lapar.
.
.
.
Vina membukan matanya saat sinar matahari mengenai wajahnya.Rupanya malam hari sudah berganti pagi. Dia melihat sekeliling ruangan berusaha menemukan sosok Sakha.Tapi dia harus menelan kekecewaan karena yang didapatinya justru Rendi,teman sekelasnya.
"Lo ngapain di sini...??Sakha mana...??"
Rendi tersenyum sinis tanpa rasa simpatik saat melihat Vina yang kebingungan mencari Sakha.
"Pulang lah...Dia kan punya rumah...??"
Vina tampak kecewa karena Sakha pulang dan dia malah meminta Rendi yang menjaganya.
"Ren,,tolong panggilin Sakha....gue pengen ketemu Sakha..."Vina memasang wajah sendu dan meminta Rendi untuk menghubungi Sakha.Tapi Rendi sama sekali tak merasa iba melihat tampang sedih Vina.
"Ogah...lo kira gue gak tau kalo lo cuman pura-pura...??Emangnya siapa yang mau m\*rkosa lo...??Lo itu gak usah dip\*rkosa juga udah nawarin diri kok...!!"ucap Rendi santai sambil asik memainkan ponselnya.Tentu saja Rendi tau akal bulus Vina karena dia sendiri pernah mencicipi keindahan tubuh gadis itu.
"Sialan lo...!!Ngapain sih lo ikut campur urusan gue...??"Vina mulai memperlihatkan sifat aslinya karena Rendi sudah mengetahui kebohongannya.Pria itu memang tidak sepolos Sakha maupun Salsa yang begitu saja percaya bahwa dia dip\*rkosa.
"Jelas gue ikut campur...Lo coba buat ngerusak hubungan pernikahan sahabat gue...!!!"
"Lo lupa,,dulu lo juga kan yang nyuruh gue ngedeketin Sakha...??"ucap Vina sinis.
Sial,,Vina baru ingat bahwa dulu saat awal-awal kuliah Rendi sering mengencaninya.
"B\*cot ...!!"ucapnya kesal karena aktingnya telah ketahuan oleh Rendi.Dia lalu mengambil buah pisang yang ada di nakas dan memakannya dengan lahap karena sejak kemarin dia tidak sempat makan.
"Ren,,beliin gue makanan dong...!!Laper gue...!!"
Rendi mendengus pelan."Males....makan makanan itu aja...!!"Rendi menunjuk makanan dari rumah sakit yang tadi diantar oleh pramusaji.
"Ogah...gak enak...!!"
"Gue juga ogah...terserah kalo gak mau makan....!!"Rendi masih kekeh tak mau membelikan makanan untuk Vina.Mau tak mau,Vina memakan makanan dari rumah sakit yang menurutnya rasanya hambar.Tak urung,dia menghabiskan makanannya itu karena perutnya merasa sangat lapar.
"Emang lo habis kencan sama siapa sih...??"Rendi penasaran karena melihat badan Vina penuh dengan lukan lebam serta di leher dan dadanya hampir penuh dengan kissmark.
"Sama Devano... "jawab Vina sambil meneguk susu di gelasnya hingga tandas.
"Devano...??Si maniak itu...??Banyak duit dong lo...??"
Vina hanya memutar matanya dengan malas.Otaknya seketika mengingat adegan panasnya dengan Devano kemarin yang menyebabkan seluruh tubuhnya terasa remuk.
"CEKLEK..."
Terdengar suara pintu dibuka.Ternyata Sakha dan Salsa kembali mengunjungi Vina karena kebetulan hari ini mereka tidak memiliki jadwal kuliah.Melihat Sakha yang datang,buru-buru Vina memasang wajah sedihnya.
"Gimana keadaan lo...??"Tanya Salsa yang langsung duduk di dekat Vina sementara Sakha hanya berdiri di dekat pintu untuk berusaha menjaga jarak dari Vina.Dia tidak ingin kejadian semalam terulang lagi dan nantinya akan menyakiti hati Salsa.
"Hhhmmm...udah baikan...Thanks karena lo udah nolongin gue semalem....Gue gak tahu gimana jadinya kalo lo gak nolongin gue...hiks..."Vina kembali melanjutkan aktingnya di depan Sakha dan Salsa.
"Lo inget siapa yang udah lakuin ini ke elo...??"Salsa bertanya dengan hati-hati karena tak ingin jika Vina kembali merasa tertekan dengan pertanyaannya.
Vina menggelengkan kepalanya. "Gue gak tau...gue lagi jalan,,tiba-tiba gue dipaksa naik mobil sama orang yang gue gak kenal...habis itu gue gak inget apa-apa lagi dan pas gue bangun,gue udah ada di dalem kamar hotel...."
"Lo yang sabar ya....!!gue sama Sakha akan bantuin lo cari tau siapa orang yang udah ngelakuin itu ke elo...!!"
Mendengar ucapan Salsa,,Vina langsung merasa panik.Bagaimana kalau mereka mencoba mencari tahu lewat rekaman CCTV yang ada hotel Bima...??Tentu saja Vina akan ketahuan berbohong.
"J-jangan Sa,,g-gue takut...!!Gue masih trauma kalo lihat para pelakunya...!!"Vina mencoba berkeliaran agar kebohongannya tidak ketahuan.
"Tapi lo harus dapet keadilan Vin...Orang yang udah ngelakuin itu ke elo harus dihukum...!!"
"Udah Sa...gue mohon jangan perpanjang masalah ini...!!Gue malu kalo ada lebih banyak orang yang tau masalah gue...!!Jadi pliss,,lo jaga rahasia ini..."
"Yaudah....terserah lo aja Vin..."
Salsa akhirnya mengikuti kemauan Vina untuk tidak mencari tahu para pelaku p\*m\*rkosa Vina karena gadis itu bersikukuh ingin agar masalah ini dirahasiakan.
Rendi hanya memutar matanya dengan malas.Dia merasa muak mendengar semua kebohongan yang diucapkan oleh Vina.Dia jadi ingin memberi gadis itu pelajaran karena selalu seenaknya merusak rumah tangga orang lain.
***