I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 34



"Kenapa...??Heran...??Iya,Salsa habis makan malam dirumah gue sama nyokap gue...!!Nyokap gue yang ngundang dia....Apa jangan-jangan lo belom ngenalin Salsa ke keluarga lo ya...??hhhmmm...."Genta tersenyum sinis pada Sakha lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan tempat itu.



Sakha terdiam mendengar kalimat Genta barusan.Ya,dia memang belum sempat mengenalkan Salsa pada keluarganya.Mungkinkah itu menjadi masalah untuk Salsa..??



Salsa berjalan tertatih memasuki restorannya tanpa menunggu Sakha.Tangannya terasa sangat perih.Dia ingin segera membersihkan dan mengobati tangannya yang sedang terluka itu.



Sakha menyadari kalau Salsa sedang berjalan meninggalkannya.Dia segera menyusul Salsa dan menuntunnya memasuki area restoran.Mereka masuk melalui lorong yang ada di samping restoran dan langsung naik ke atas.Sakha segera membantu membersihkan dan mengobati luka di tangan Salsa yang diakibatkan oleh ulahnya itu.



Salsa tampak meringis menahan sakit saat Sakha mengoleskan obat ke lukanya.Sakha tampak merasa bersalah melihat Salsa yang menahan rasa sakitnya itu.



"Sa,,maafin aku ya...!!Aku bener-bener gak sengaja...!!"ucap Sakha kemudian.



Salsa tidak menunjukkan reaksi apapun. Saat ini dia sedang malas untuk berbicara dengan Sakha.Sakha menghela napas kasar melihat Salsa yang tampak tidak mersponnya.



"Sa...."Sakha menangkup kedua pipi Salsa.Dengan cepat dikecupnya bibir tipis Salsa.Salsa sama sekali tidak menolaknya.Sakha melanjutkan aksinya menjelajahi seluruh bibir Salsa.Entah kenapa Salsapun malah membalas ciuman Sakha.



"Enggh...."Salsa tampak kehabisan napas.Sakha segera menghentikan aksinya itu.Diusapnya bibir gadis yang dicintainya itu,lalu dikecupnya puncak kepala Salsa.



"Maafin aku ya...!!"Ucapnya lagi.Entah berapa kali dia mengucapkan maaf kepada gadis yang sangat dicintainya itu dan berapa kali pula dengan tak sengaja menyakitinya kembali.



Salsa menganggukkan kepalanya. Tak peduli berapa kali pria itu menyakiti hatinya,tetap saja dia memberinya maaf.Akhirnya mereka berpelukan.



"Kamu kenapa sampe sini...??"tanya Salsa saat hatinya sudah mulai tenang.



"Aku kangen sama kamu....Aku ngerasa bersalah sama kamu karena selalu curiga sama kamu..!!Maafin aku ya...!!Gara-gara aku juga tangan kamu jadi sakit kayak gini..."ucap Sakha penuh sesal.



"Kamu itu bisa gak sih kontrol emosi kamu...??Sikap kamu itu udah keterlaluan.Mana tadi kamu malah mukulin Genta juga ...Aku tu gak ada apa-apa sama dia.Tadi mamanya ngundang aku buat makan malam dirumahnya...Jadinya aku pulang dianterin dia...."



Sakha mengeratkan pelukannya.Dia merasa bersalah pada Salsa.Dia menyadari sikapnya yang sungguh buruk itu dan Salsa dengan besar hati selalu memaafkan kesalahannya.Dia sungguh-sungguh menyesal karena tidak mempercayai Salsa.



"Iya...maaf...!!"hanya itu yang bisa Sakha ucapkan."Kamu sejak kapan kenal sama mamanya Genta...??"tanya Sakha lagi.Dia kembali mengingat kata-kata Genta sebelum pergi meninggalkan mereka tadi.



"Baru tadi pagi...gak sengaja ketemu pas lagi belanja...!!Aku juga awalnya gak tau kalo itu mamanya Genta..."Salsa menceritakan awal pertemuannya dengan tante Murni dan juga permintaan tante Murni untuk makan malam dirumahnya hingga akhirnya dia dijemput dan diantarkan pulang oleh Genta.



Sakha merasa menyesal karena terlalu mencurigai Salsa.Rasa cintanya yang terlalu besar kepada Salsa membuatnya gelap mata dan tanpa sadar malah membuat hubungannya dengan Salsa menjadi keruh.



"Kamu gak percaya sama aku...??"Salsa kembali bertanya pada Sakha karena anak itu tampak diam saja setelah Salsa menceritakan kejadian yang sebenarnya.



"Enggak sayang,aku percaya sama kamu...!!Maaf ya....aku malah jadi nyakitin kamu...!!"



"Iya...yang penting kamu jangan kayak gitu lagi...!!Kalo kamu gak percaya sama aku,aku juga gak yakin sama hubungan kita ini ..."Ungkap Salsa.



Suasana berubah menjadi haru.Mereka berdua semakin mengeratkan pelukan mereka seolah tidak ingin saling melepaskan lagi.



"Oh iya...kamu udah makan...??"Salsa teringat jika Sakha baru saja tiba di Bali.Pastilah kekasihnya itu belum sempat makan tadi.



Sakha menggelengkan kepalanya mengisyaratkan bahwa dia belum makan.



.


.


.


Pagi harinya Salsa memutuskan untuk tidak masuk sekolah karena mengantarkan Sakha ke bandara.



"Aku berangkat dulu ya...Kamu jaga diri baik-baik disini...!!"Sakha memeluk gadisnya itu.Hatinya terasa berat harus meninggalkan Salsa.Tapi harus bagaimana lagi,dia harus segera kembali ke kota kelahirannya.



"Iya,,kamu hati-hati ya...!!"



Dengan berat hati Sakha melepaskan pelukannya. Sakha menggendong tas ranselnya dan berjalan memasuki pintu keberangkatan.



Setelah pesawat yang dinaiki Sakha melakukan penerbangan,Salsa segera kembali ke restoran sekaligus rumahnya itu menggunakan taksi online.



"Drrrttt....drrrttt..."ponsel Salsa berbunyi.Salsa segera mengambil ponsel yang ada di dalam sling bag nya dan segera menjawab panggilan teleponnya.



"Ya hallo...ada apa Gen...??"Salsa mengangkat panggilan yang rupanya dari Genta.



\[Salsa,,lo gak kenapa-kenapa kan...??Hari ini lo gak masuk.Apa lo sakit...??\]tanya Genta dengan nada khawatir.Pasalnya hari ini Salsa tidak masuk sekolah.Dia khawatir jika kondisi Salsa sedang tidak baik mengingat insiden yang terjadi tadi malam.



"Gak papa Gen,hari ini gue nganter Sakha ke bandara....Jadi gue izin...Ini gue baru otw pulang..."jawab Salsa.



\[Oh...yaudah.Gue kira lo sakit...Tangan lo masih sakit...??\]



"Udah enggak kok...!!"



Sejenak tidak ada suara. Keduanya saling diam.Mungkin mereka sedang sama-sama memikirkan sesuatu.



\[Sa,lo kenapa masih bertahan sama cowok kasar kayak dia sih...??\]Akhirnya Genta kembali bersuara.



"Maksud lo Sakha...??Dia gak kasar kok Gen...yang semalem itu dia gak sengaja...!!"Salsa membela kekasihnya dari ucapan Genta yang menyebut Sakha sebagai cowok kasar.Memang Sakha itu terlalu cemburuan dan emosinya mudah meledak-ledak.Tapi sejauh ini dia sama sekali tidak pernah mendapatkan perlakuan kasar dari Sakha.



\[Iya,tapi dia sengaja mukulin gue...!!\]ucao Genta agak dingin.Dia merasa sedikit marah mengingat Sakha yang tadi malam tiba-tiba mengajarnya habis-habisan.



"Maafin Sakha ya Gen....Dia orangnya emang cemburuan banget...Mungkin dia emang gak bisa ngontrol emosinya, tapi dia gak pernah kasar sama gue...!!!"Salsa berusaha membela Sakha dan meminta maaf pada Genta atas apa yang telah diperbuat Sakha kepadanya.



\[Tapi apa lo yakin kalo dia serius sama lo...??Apa lo udah dikenalin sama keluarganya...??Terus gimana kalo keluarganya sampe gak setuju sama hubungan kalian...??Kalo dia emang serius sama lo,harusnya dia udah ngenalin kamu ke orang tuanya...!!"Genta berusaha membuat Salsa meragukan Sakha.



"Gen...mungkin emang belum waktu yang tepat buat gue kenal sama orang tua Sakha.Gue juga gak buru-buru kok..."Salsa merasa Genta terlalu mencampuri urusannya.Jujur saja,saat ini ingin rasanya dia menyudahi obrolannya dengan Genta ini.



\[Oke...itu hak lo kok.Gue cuman kasih tahu aja supaya lo gak sakit hati nantinya...!!\]



"Tenang aja Gen,kalo pun gue sakit hati gak akan ada pengaruhnya buat lo kok...!!"Salsa segera menjawab ucapan Genta yang kini mulai kesana-kemari.Sebenarnya apa sih maksud Genta ngomong seperti itu...??Pikir hati Salsa.



\[Ngaruh banget Sa...karena saat ini gue masih ada rasa sama lo.Dan kalo lo bener sampai sakit hati sama cowok lo itu,gue masih tetep ada buat lo.Lagipula mama gue juga udah kenal dan kayaknya dia suka banget sama lo...Jadi lo gak bakalan takut gak direstuin sama mama gue ...!!\]Genta mengatakan hal yang sama sekali tidak terduga oleh Salsa.



"Gen...gue gak mau ada masalah lagi...Gue masih hargai lo sebagai temen gue.Masalah lo suka sama gue itu hak lo dan gue gak bisa ngelarangnya.Tapi sori banget,gue gak bisa balas perasaan lo itu.Karena lo tau sendiri kan jawabannya apa....??Ya udah ya Gen,gue udah mau sampe ni...Gue matiin teleponnya ya....!!"Tanpa menunggu jawaban dari Genta,Salsa segera mematikan teleponnya.Lebih baik dia mengakhiri pembicaraannya dengan Genta sebelum dia berhasil meracuni pikiran Salsa.


***