I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 81



Hari ini Almira merasa kesal.Pasalnya,sikap Sakha benar-benar berubah total padanya.Bahkan sekarang Sakha memiliki asisten pribadi sehingga dia tidak bisa sering bertemu dengan Sakha.Sebentar lagi tiba waktunya makan siang.Almira membereskan mejanya dan akan bersiap-siap untuk makan siang.



Tiba-tiba ada seorang gadis berpenampilan modis dengan rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai melewati mejanya begitu saja dan akan memasuki ruangan Sakha.Tak lain lagi gadis itu adalah Salsa.Siapapun yang melihat penampilannya saat ini pasti akan terpesona dengan kecantikannya.Tapi tidak dengan Almira.Dia merasa sangat kesal melihat kedatangan Salsa di kantor.Apalagi saat ini gadis itu telah sampai di depan pintu ruangan Sakha.Almira buru-buru berdiri dan mencegah Salsa memasuki ruangan Sakha.



"Heh...gak sopan banget sih lo...!!Main masuk ke ruangan bos Seenaknya...!!"Tegur Almira.



Salsa hanya melengos kesal.Tanpa mempedulikan Almira,dia segera membuka pintu ruangan Sakha dan bergegas masuk ke dalam.Almira yang tidak terima karena Salsa mengacuhkannya ikut memasuki ruangan Sakha.



"Ngapain kamu masuk...??"tanya Sakha sinis saat melihat ada orang yang masuk ke ruangannya dengan tiba-tiba dan tanpa mengetuk pintu.



"Nah...itu dia pak..!!Tadi saya sudah larang dia buat masuk,tapi dia tetep nekat...!!"Almira langsung mengadu kepada Sakha sebelum Salsa sempat bicara.



Sakha memandang Almira dengan malas."Maksud saya,kenapa kamu masuk ke ruangan saya tanpa izin dari saya...??Bukankah tadi saya sudah peringatin kamu...??"ujar Sakha membuat Almira melongo.Dia benar-benar tidak percaya,Sakha yang dulu pernah dekat dengannya dan biasanya bersikap baik kepadanya kini berubah menjadi sangat dingin.



"Ta-tapi...dia juga masuk ruangan bapak sembarangan...!!Harusnya bapak marahin dia juga dong...!!"protes Almira tidak terima.



Rahang Sakha mengeras.Ingin rasanya Sakha menampar sekretarisnya itu,tapi saat ini Salsa tengah menatapnya seakan memintanya untuk bersabar menghadapi Almira.



"Ini perusahaan saya....Jadi saya yang berhak memutuskan siapa saja yang boleh masuk ke ruangan saya...!!"ucap Sakha dingin.Saat ini dia sedang berusaha keras mengontrol emosinya.Dia tidak ingin berbuat kasar di hadapan istri dan calon bayinya.



Almira merasa kalah telak.Dia bergegas meninggalkan ruangan Sakha dengan wajah kesalnya.


.


.


.


Jam makan siang telah tiba.Sakha memerintahkan para karyawannya untuk berkumpul di aula.Banyak dari mereka yang berbisik-bisik karena heran melihat aula yang kini telah disulap menjadi tempat pesta.Banyak makanan yang terhidang disana.Ya,Salsa telah meminta beberapa karyawan dari cafenya untuk menyiapkan makanan di kantor Sakha.



Para karyawan kini sudah berkumpul di aula,begitu juga dengan Nada,Dira,Zoya dan Almira.Tampak Sakha maju ke depan



"Selamat siang semuanya...!!Hari ini saya mengadakan pesta kecil-kecilan karena hari ini adalah hari yang membahagiakan bagi saya...!!"Sakha menarik napas sejenak.Dia menatap Salsa dan memberi isyarat agar gadis itu maju ke depan. Salsa yang mengerti maksud Sakha segera maju dan berdiri disamping Sakha.



"Perkenalkan...ini istri saya...!!Dan pesta kecil-kecilan ini saya adakan sebagai rasa syukur saya atas kehamilan istri saya....!!"Lanjut Sakha membuat mata Almira melotot karena tak percaya akan pendengarannnya.Selanjutnya,Sakha mempersilahkan para karyawannya untuk menikmati hidangan yang tersedia.



Beberapa karyawan senior yang memang sudah mengetahui kabar pernikahan Sakha tampak memberikan selamat kepada Sakha dan Salsa.



"Hah...jadi si bos udah nikah...??Yaahh...patah hati dah gue...!!"Keluh Dira yang memang menaruh hati pada bosnya.



"Iya...gak nyangka banget euy...!!"timpal Nada."Tapi mereka cocok juga sih...!!Pak Sakha nya ganteng,,istrinya juga cantik...!!"lanjutnya sambil menatap Sakha dan Salsa dengan terkagum-kagum.



Zoya kemudian berjalan menghampiri Salsa dan Sakha untuk mengucapkan selamat.Tak lupa dia meminta maaf atas kesalahannya di masa lalu terhadap Salsa.Salsapun telah memaafkan Zoya.Dia bahkan sudah melupakan peristiwa itu.


Kini,para karyawan tampak menikmati hidangan yang tersedia.Mereka turut berbahagia karena hari ini mereka bisa makan enak dan gratis pula.



Setelah puas menikmati makan siang,para karyawan segera kembali ke ruangan mereka masing-masing. Begitu juga dengan Almira.Dia kini telah duduk di meja kerjanya.Pikirannya saat ini sedang tidak tenang karena dia dengan bodohnya telah mencari masalah dengan istri dari bbosnyaApalagi kemarin dia mengaku-ngaku sebagai calon istri Sakha di depan Salsa.Pasti sikap Sakha yang sejak tadi berubah dingin padanya dikarenakan hal itu.Salsa pasti sudah menceritakan perbuatannya kepada Sakha.



Almira sangat mengerti jika bosnya itu marah padanya.Dia kini merasa bahwa sikapnya kemarin memang sangatlah keterlaluan.



Sakha dan Salsa melewati meja Almira.Mereka berdua masuk ke dalam ruangan Sakha tanpa mempedulikan Almira.



Almira tampak berpikir sejenak.Setelah menimbang-nimbang,dia memutuskan untuk meminta maaf kepada Salsa seperti yang tadi dilakukan oleh Zoya.



"Tok-tok-tok...."Almira mengetuk pintu ruangan Sakha.Saat telah mendapatkan jawaban dari dalam,barulah dia masuk ke dalam.



Sakha memasang wajah datarnya saat melihat Almira memasuki ruangannya.Pria itu sudah sangat muak melihat wajah Almira setelah mengetahui perbuatannya kepada Salsa.Jika bukan karena Salsa merasa kasihan padanya,mungkin Sakha sudah memecat Almira.



"Ada apa...??"Tanya Sakha yang saat ini tengah duduk di sofa bersama dengan Salsa.



"Ehm...sa-saya mau minta maaf pak...!!"jawab Almira terbata-bata.



Sakha menaikkan sebelah alisnya."Mau minta maaf...??Sama siapa..??"tanya Sakha masih dengan wajah sinisnya.



"Saya mau minta maaf kepada istri bapak...!!Maaf karena saya telah bersikap tidak baik dan juga telah mengatakan hal yang tidak benar...!!"Almira menundukkan wajahnya.Dia benar-benar merasa malu kepada Salsa dan juga Sakha.Terlebih lagi dia takut jika sampai dipecat.Bagaimana bisa dia menghidupi anak dan ibunya jika dia tidak memiliki pekerjaan.



"Sebenarnya saya ingin sekali memecat kamu....Tapi istri saya meminta saya untuk tidak melakukannya karena dia masih memikirkan nasib anak kamu jika sampai kamu tidak bekerja...!!Istri saya sudah memaafkan kamu...Jadi,kamu harus berterimakasih kepadanya...!!"



"Te-terimakasih pak...!!Terimakasih bu...Saya benar-benar minta maaf...!!"Almira benar-benar menyesali perbuatannya.Dia merasa lega karena Salsa telah memaafkannya.



"Hmmm...baiklah...!!Ya sudah...kamu lanjutkan pekerjaan kamu...!!"perintah Sakha.Almira kemudian bergegas keluar dari ruangan Sakha dan kembali ke mejanya.



Salsa tersenyum menatap suaminya.Dia merasa senang karena sekarang Sakha mulai bisa mengontrol emosinya.Sakha membalas senyuman istrinya.Perlahan tangannya terulur mengelus perut Salsa yang masih tampak datar.



"Sayang...kita berangkat sekarang yuk...!!Aku udah gak sabar buat ngelihat malaikat kecil kita...!!"



"Ayo...aku juga udah gak sabar..."Salsa menyetujui usulan Sakha.



Mereka berdua kini bersiap-siap untuk pergi ke dokter Kandungan untuk melakukan pemeriksaan.


***