
Vina melepas kaosnya hingga menampilkan tubuhnya yang hanya tertutup oleh bra.Dengan nekat,dia berjalan mendekat ke arah Sakha dan berusaha menggodanya.
"PLAKK...!!"
Vina merasakan tamparan keras di pipinya hingga membuatnya jatuh terjengkang.
"Cih...Lo emang gak punya harga diri sama sekali ya...??Bahkah buat nampar lo aja gue ngerasa jijik...!!"Ucapan menyakitkan itu keluar dari mulut Sakha.
Namun Vina belum mau menyerah.Dia buru-buru memeluk kaki Sakha dan memohon agar Sakha mau tidur dengannya meskipun hanya sekali.
"Pliss ka,,gue mohon...!!Lakuin itu sama gue sekali aja...!!Gue janji akan bikin lo puas...!!"
Sakha menghempaskan Vina dengan keras hingga gadis itu kembali terjengkang.Baru kali ini dia melihat gadis yang begitu gila dan murahan.
"Sayang...kita pergi aja...!!Kayaknya ni cewek sakit jiwa...!!"
Sakha bergegas menuntun Salsa keluar dari rumah wanita iblis tersebut.Dia sama sekali tidak peduli dengan Vina yang terus menerus meneriakkan namanya.
"Kayaknya lo belum puas ya udah gue ajak main semalaman...??Jadi lo masih mau lagi hah...??Oke,,gue akan kasih lo pelajaran sampe lo puas dan gak berani ganggu sodara gue lagi ...!!"Devano bersedekap sambil memperhatikan tingkah Vina yang benar-benar diluar akal sehat manusia.
Gadis itu langsung terkejut karena dia baru menyadari bahwa di ruangan itu ada Devano juga.
"D-devano...??"Vina kini merasa panik hingga terbata-bata menyebut nama Devano.Lelaki itu tidak pernah main-main dengan ucapannya.Dia kini khawatir akan kembali disiksa oleh lelaki berdarah dingin dihadapannya itu.
"Aaawww....!!Sakit Dev..."Vina meringis ketika tiba-tiba Devano menjambak rambutnya dengan kasar hingga kepalanya ikut tertarik kebelakang.Salah satu tangannya terlihat menghubungi seseorang melalui ponselnya.
"Sakha...lo pulang duluan aja...!!Gue mau kasih pelajaran dulu ke perempuan j*l*ng ini...!!"Rupanya dia menelpon sepupunya agar pulang lebih dulu.
"CEKLEK...!!"
Devano mengunci pintu rumah Vina.Setelah itu dia menarik paksa rambut Vina hingga gadis itu mengikuti Devano menuju ke sofa.
"PLAKK....!!"
Setelah tamparan dari Sakha,,kini dia mendapatkan tamparan dari Devano.Seperti orang yang kesehatan,Devano kini mencekik leher Vina hingga tidak bisa bernafas.
"Gue tau sebenarnya Sakha pengen bunuh lo sekarang juga,,tapi dia gak mau ngotorin tangannya karena nyentuh cewek menjijikkan kayak lo...!!"
"Uhuk...uhuk...!!Dev,,Sakit...!!"Vina hampir saja kehabisan nafasnya sampai terbatuk-batuk.Devano lalu melepaskan cekikannya dengan kasar.
Meskipun Devano sering memperlakukan Vina dengan kasar,namun kali ini Vina merasakan kemarahan pria itu yang sesungguhnya.
Ya,,Devano sangat benci dengan wanita panggilan.Itulah sebabnya dia selalu menyetubuhi gadis-gadis panggilannya dengan kasar.
Saat masih kecil,Devano mempunyai kenangan buruk mengenai wanita panggilan yang menyebabkan mamanya pergi meninggalkannya untuk selamanya.
"KREEK....!!"
Devano merobek dengan asal bra milik Vina hingga kini badan bagian atas gadis itu tak tertutup oleh apapun.Pria yang kini dikuasai amarah dan kabut gairah dengan bersamaan itu mulai melakukan tindakan pelecehan kepada Vina.
"Dev...gue mohon jangan Dev...Emmmph...!!"Vina yang memohon agar Devano menghentikan tindakannya,tapi tubuhnya justru merespon lain.Dia justru terlihat menikmati permainan dari Devano itu.
Devano menyeringai.Dia kini menyeret Vina kedalam kamar dan melanjutkan aksinya disana hingga merasakan kepuasan berkali-kali.
"Aaaakhhhhh....!!"
Devano sepertinya sudah merasa lelah menikmati tubuh Vina.Jika dilihat,sepertinya permainannya tadi sudah berlangsung selama tiga jam.Pantas saja dia merasa lelah.Dia kini berbaring di sebelah Vina yang masih tergeletak tak berdaya akibat ulahnya.
"Halo...Ren...!!Lo bawa temen-temen kesini ,gue sekarang di rumah Vina...!!Bilang sama mereka hari ini bisa pake Vina sepuasnya....!!"
Rupanya Devano masih belum puas menyiksa Vina.Dia menghubungi Rendi dan memintanya datang bersama teman-temannya untuk kembali melakukan tindakan pelecehan terhadap Vina.
"Dev...gue mohon jangan Dev...!!Gue janji gak akan ngerayu Sakha lagi...!!"Vina kini merasa panik karena Devank telah memanggil teman-temannya. Dia sudah tidak sanggup jika harus kembali dig*ngb*ng seperti semalam.
Devano sama sekali tidak menggubris permohonan Vina.Dia kini dengan santainya mengenakan pakaiannya lalu duduk di sofa sambil menikmati sebatang rokok.
"Tok-tok-tok...!!"
Terlambat.Suara ketukan pintu diluar menandakan bahwa Rendi beserta teman-temannya telah tiba.
"Udah...mendingan lo nikmatin aja...!!Bukannya lo tadi mohon-mohon biar ditidurin sama sepupu gue...??Rasanya juga sama aja kok...!!"ucap Devano tanpa memikirkan perasaan Vina.Dia lalu beranjak untuk membukakan pintu.
Benar saja.Rendi dan keenam temannya sudah berada di luar.Devano segera mempersilahkan mereka masuk.Tentu saja para pria brandalan itu langsung bersemangat.Apalagi saat melihat Vina yang kini berpenampilan polos.Mereka segera menyerbu Vina habis-habisan.
"Oke...silahkan menikmati...!!"ucap Devano dengan senyuman smirknya lalu bergegas pergi meninggalkan Vina dengan ketujuh pria yang sedang berhasrat itu.
.
.
.
Di mobil,Salsa dan Sakha saling diam.Mereka sepertinya tengah sibuk dengan pemikirannya masing-masing.
Sakha melirik sekilas ke arah istrinya.Dia merasa bersalah karena menuruti keinginan Salsa untuk membicarakan masalah nya baik-baik bersama Vina.Karena yang dia dapatkan,justru wanita ular itu berusaha menggodanya.Dan yang lebih gila lagi adalah gadis itu berusaha membangkitkan n*fsunya dengan melepaskan pakaiannya sendiri didepan Sakha.Dia sama sekali tidak peduli dengan Salsa yang sedang ada disana saat itu.
Gadis itu juga membicarakan tentang masa lalunya yang pernah menjadi gadis taruhan yang dimenangkan oleh Sakha.Sakha tentu bisa menebak apa yang ada didalam pikiran Salsa.Istrinya itu pasti mengira bahwa dia pernah melakukan hal terlarang itu bersama Vina.
Sakha sebenarnya ingin memukuli Vina habis-habisan.Tapi dia merasa jijik jika harus bersentuhan dengan wanita itu.Maka dari itu,dia lebih memilih untuk pergi dan membiarkan Devano yang menangani wanita itu.Biarlah dia sampai tidak bisa berjalan karena dihujami rudal besar milik Devano.
"Maaf...!!"ucap Sakha memecah keheningan.Salsa langsung menoleh ke arah suaminya.Dia tidak mengerti karena tiba-tiba Sakha meminta maaf padanya.
"Untuk...??"
Sakha menepikan mobilnya.Sepertinya dia perlu berbicara serius dengan istrinya itu.
"Untuk pemandangan yang kamu lihat di rumah Vina tadi...!!Aku gak nyangka reaksi dia ke aku bakalan kayak gitu...!!"
Salsa tersenyum tipis ke arah suaminya."Aku tau...ini bukan salah kamu...!!"ucapnya.
"Aku dan Vina dulu pernah ketemu.Dulu dia pernah jadi cewek taruhan di ajang balap liar.Kebetulan saat itu aku yang menangin balapan itu...."Sakha berhenti sejenak.Dia memandang ke arah Salsa.Melihat istrinya tampak sabar mendengarkan,dia kembali melanjutkan ceritanya
"Aku cuman bawa dia ke cafe.Disana aku cuman ngobrol sama dia.Aku tanya apa alasan dia mau jadi cewek taruhan.Dia bilang karena masalah uang.Karena uang taruhan yang aku menangin cukup banyak,aku kasih uang itu ke dia supaya dia gak terjerumus ke dalam kehidupan kelam.Tapi ternyata,dia malah tetep ngambil jalan itu...Dan perlu kamu tahu...aku ngelakuin itu murni karena rasa kemanusiaan aku...!!Bukan karena aku ada perasaan sama dia...Kamu percaya kan kalo cuma kamu yang ada di hati aku...!!Bahkan aku sama sekali gak tertarik sama dia meskipun kamu lihat seperti apa dia berusaha buat ngerayu aku tadi...!!"
Sakha memandang wajah Salsa dengan intens.Dia berharap istrinya mempercayai ucapannya itu.
"Iya sayang,,aku percaya sama kamu...!!"
"Makasih sayang...!!Aku cuma cinta sama kamu sampai kapanpun...!!"
Sakha tak bisa menahan keinginannya untuk memeluk Salsa.Dia merasa bersyukur mempunyai istri yang sabar seperti Salsa.Salsa pun membalas pelukan suaminya itu.Dia begitu lega karena pemikirannya tentang masa lalu Sakha dan Vina tidaklah sesuai dengan kenyataannya.Dia tadi sempat mengira bahwa Sakha pernah meniduri Vina.
"I love you...!!"ucap Sakha sambil melepaskan pelukannya.Matanya kini tertuju kearah bibir Salsa yang tampak mengkilap karena polesan lipteen.
Sakha meneguk ludahnya dengan susah payah. Entah kenapa tiba-tiba dia merasa begitu menginginkan bibir itu.
"CUP..."
Akhirnya Sakha menempelkan bibirnya ke bibir Salsa.Seperti biasa,,dia tidak akan merasa puas jika hanya sekedar menempelkan bibir.Kini lidahnya menerobos masuk dan menjelajahi seisi bibir istrinya membuatnya menginginkan lebih.
"Eehhm....Sakha...!!"Salsa merasa geli saat tangan Sakha mulai bergerak kemana-mana. Keduanya kini tengah diselimuti oleh kabut gairah.
"Tok-tok-tok...!!"
Kaca mobil mereka diketuk oleh seorang warga.Saat ini memang mereka tengah berada di jalan kampung yang cukup sepi.Untung saja kaca mobil mereka terlihat gelap dari luar.Jadi kemungkinan orang itu tidak melihat aktivitas mereka berdua di dalam mobil tadi.
***