
Sakha dan Salsa saling berpelukan.Tangan Sakha mulai kembali beraksi.Dia ingin memulai permainan babak ke duanya bersama Salsa,tapi tiba-tiba ponselnya berdering.Sakha berdecak kesal.Mau tidak mau dia menghentikan kegiatannya untuk mengangkat teleponnya.
"Hallo..."jawab Sakha.
\[Woooy Ka...kumpul yuk...!!Di Miracle Cafe...!!Leo sama Damar udah ada di Bandung sekarang...!!\]Terdengar suara Alvin dari seberang.
"Oke...jam berapa...??"
\[Ini sekarang gue mau otewe...Damar sama Leo juga udah siap...Lo langsung berangkat aja...!!\]
"Oke...!!"jawab Sakha singkat lalu kembali meletakkan ponselnya diatas nakas setelah Alvin mengakhiri panggilannya.
"Siapa sayang...??"tanya Salsa yang masih bersantai rebahan di samping Sakha dengan tubuh polosnya yang tertutup selimut.
"Alvin...ngajakin ngumpul...!!Katanya Leo sama Damar udah balik kesini...."terang Sakha.
"Oh ya...??kapan...??"Salsa kelihatan senang karena akan bertemu dengan teman lamanya.
"Sekarang...Mereka udah mau otewe katanya..."
"Oh...yaudah,,kita siap-siap dulu yuk...!!"Salsa hendak bangkit dan menuju ke kamar mandi.Tapi Sakha buru-buru menahannya.Dia malah menarik Salsa hingga gadis itu terjatuh diatas tubuhnya.
"Eeeeits....enak aja mau main pergi...!!Ini ni kelarin dulu...!!"Sakha menunjuk ke arah juniornya yang masih berdiri tegak.
"Tapi nanti temen-temen nunggu kita kelamaan...!!"
"Aaah...biarin aja...!!Nanggung soalnya...!!"Sakha tetap ingin melanjutkan kegiatannya.Mau tidak mau Salsa menuruti keinginan suaminya.Jadilah mereka melakukan permainan babak ke dua terlebih dahulu.
Salsa mengerucutkan bibirnya. Pasalnya,permainan babak ke dua mereka berlangsung selama satu jam.Sakha benar-benar menghajarnya habis-habisan kali ini hingga tubuh Salsa terasa lemas.
Salsa rasanya sampai tidak kuat untuk bangun dari tempat tidurnya hingga Sakha berinisiatif menggendong Salsa ke kamar mandi.Dengan pelan-pelan,Sakha meletakkan tubuh Salsa di dalam bath up yang telah diisinya dengan air hangat.Dia memandikan istrinya itu dengan telaten.
Selesai mandi,tubuh Salsa merasa sedikit lebih baik.Mereka segera berpakaian dan bergegas menuju ke Miracle Cafe karena pasti teman-teman mereka telah lama menunggu.
Sakha dan Salsa baru akan masuk ke dalam mobil,tapi tiba-tiba Salsa merasa kepalanya begitu pusing.Hampir saja dia pingsan,tapi untung Sakha menyadarinya.Dengan cepat,Sakha mempopong tubuh Salsa dan membawanya masuk kembali ke dalam rumah.
Sakha membaringkan Salsa di sofa ruang tamu.Dia lalu memanggil mbok Ratmi dan memintanya membuatkan teh hangat untuk Salsa.
"Sayang...kita gak jadi ikutan ngumpul aja ya...!!Kamu kayaknya lagi kurang sehat...!!Tadi siang kamu juga pingsan kan...??Aku panggilin dokter dulu...!!"Sakha mengambil ponselnya dan tampak menghubungi dokter keluarga mereka.
Selesai menelpon dokter,ponsel Sakha kembali berbunyi.Rupanya itu adalah panggilan dari Alvin.
\[Woooy ka...Udah satu jam ni kita nungguin lo...!!Lo jadi dateng gak sih...??\]tanya Alvin dengan nada jengkel karena Sakha dan Salsa tak kunjung tiba di Cafe.
"Sori banget...gue gak bisa ikutan ngumpul...!!Ini tadi Salsa tiba-tiba pingsan soalnya...!!"jawab Sakha merasa bersalah karena teman-temannya telah menunggunya cukup lama.
\[Oke..gak papa...!!Kita ngerti kok...Yaudah,, salam buat Salsa ya....Semoga cepet sehat...!!\]
"Oke bro...thanks...!!"
Sakha meletakkan ponselnya setelah Alvin mematikan sambungan teleponnya.Tak lama,dokter keluarga mereka telah datang.Dokter yang masih merupakan kerabat mama Elina itu segera memeriksa kondisi Salsa.
"Istri kamu gak kenapa-kenapa...Cuman kecapekan aja....Selamat ya....sebentar lagi kalian akan jadi orang tua...!!"ucap dokter Rasya yang cukup membuat Salsa dan Sakha terkejut sekaligus senang.
"Apa tante...??J-jadi Salsa hamil...??"tanya Sakha.Dia masih belum percaya dengan pendengarannya.
"Iya...untuk usia Kandungannya saya belum tahu...Untuk lebih jelasnya,kalian periksakan saja ke dokter Kandungan...!!"Saran dokter Rasya.Setelah memberikan vitamin untuk Salsa,dokter Rasya segera berpamitan.
.
.
.
Pagi ini,Sakha datang ke kantor dengan wajah cerah.Para karyawannya sampai terheran-heran melihat bos nya yang selalu tersenyum pada setiap orang yang ditemuinya.Biasanya Sakha akan berwajah dingin terhadap karyawannya.
Sakha memasuki ruangannya.Dia mulai memeriksa berkas-berkas yang harus di tanda tanganinya.
"Permisi pak,,saya buatkan kopi untuk bapak. Silahkan diminum...!!"Almira tiba-tiba masuk ke ruangan Sakha tanpa mengetuk pintu.Mood Sakha yang tadinya sedang baik kini jadi buruk seketika.Apalagi jika mengingat wanita itu telah mengatakan hal yang tidak-tidak kepada istrinya.
"Almira....saya sudah pernah bilang kan kalau kamu mau masuk ke ruangan saya haru ketuk pintu dulu...??"ucap Sakha dingin.
Almira sedikit terkejut karena tiba-tiba sikap Sakha berubah begitu dingin padanya.
"Ehm...maaf pak...!!Tadi saya baru bawa kopi,jadi susah kalau ketuk pintu dulu...!!"jawab Almira beralasan.
"Baiklah...kali ini kamu saya maafkan.Tapi kalau sekali lagi kamu masuk ke ruangan saya tanpa mengetuk pintu,saya gak akan segan-segan untuk memecat kamu...!!"ancam Sakha.Almira begitu shock mendengar Ancaman Sakha.
"B-baik pak...Saya permisi...!!"Almira segera keluar dari ruangan Sakha.Dalam hatinya terus bertanya-tanya kenapa sikap Sakha berubah menjadi dingin padanya.Tiba-tiba Almira teringat kepada Salsa.Ya...menurutnya sikap Sakha berubah sejak kedatangan gadis itu."Huh...pasti cewek sok kecakepan itu udah ngadu yang enggak-enggak sama pak Sakha...??Awas aja kalo kesini lagi...Gue akan buat perhitungan sama tuh cewek...!!"Almira sibuk mengumpati Salsa sehingga tidak menyadari ada seseorang yang berdiri di depannya.
"Permisi...saya mau bertemu dengan pak Sakha...!!"Seorang pria mengenakan kemeja warna putih serta celana hitam tiba-tiba sudah berdiri di depan meja Almira.
Almira menatap pria itu dengan seksama.Lantas dia menunjukkan ruangan bosnya tanpa berniat mengantarkan pria itu.
"Tok-tok-tok...!!"terdengar pintu ruangan Sakha diketuk.Tak lama pintu terbuka setelah mendapatkan jawaban dari sang pemilik ruangan.
"Weeey...apa kabar lo...!!"Sakha menyambut tamunya dengan ramah.Mereka saling berpelukan karena telah lama tidak bertemu.Tak lain lagi tamu itu adalah Damar,teman SMA Sakha.
"Pakaian lo kek orang mo ngelamar kerja aja...!!"ejek Sakha sambil mempersilahkan sahabat lamanya itu duduk di sofa dalam ruangannya.
"Hehe...hlah iya,,gue mau ngelamar kerja nih...!!"jawab Damar jujur sambil cengengesan.
"Iya...lo langsung gue terima...!!Tapi jangan pake pakean kayak gitu...!!Karena mulai hari ini lo jadi asisten pribadi gue...Jadi ko kudu pake pakaian yang rapi...!!"ujar Sakha membuat Damar melongo.
"Asisten pribadi...??"Damar masih percaya akan pendengarannya.Dia memang berniat melamar pekerjaan di perusahaan Sakha.Tapi dia tidak menyangka bahwa dia akan menjadi asisten pribadi Sakha.Tentu Damar merasa sangat senang karena pastinya gaji yang didapatkannya tidaklah sedikit.
"Iya....kenapa ..??Lo gak mau...??"
"Mau....gue mau banget...!!Tapi,,lo yakin mau jadiin gue asisten pribadi lo...??Gue baru aja lulus kuliah dan belum punya pengalaman apapun...!!"ucap Damar memastikan.
"Tenang aja....gue percaya sama lo...!!Yang penting lo harus tanggung jawab dan jujur...!!"ucap Sakha serius.
"Thanks bro...!!"Damar langsung memeluk Sakha karena merasa bahagia.Sakha berusaha melepaskan pelukan Damar karena tidak ingin ada yang salah paham dan berpikiran yang tidak-tidak.
Setelah pelukan mereka terlepas,Sakha segera menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan oleh Damar.Sakha sengaja meminta Damar menjadi asisten pribadinya agar dia tidak terlalu sering berurusan dengan Almira.Mulai saat ini,Sakha akan menjaga jarak dengan Almira dan juga anaknya karena dia tidak ingin hal itu membuat Salsa tersakiti.Dia tentu tidak ingin terjadi sesuatu terhadap Salsa dan juga janin dalam kandungannya.
***