I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 83



Devano dan Sakha telah kembali ke rumah dengan membawa tiga buah kelapa muda siap minum.Salsa begitu senang saat melihat apa yang diinginkannya telah tersedia.Dia segera meminumnya kelapa mudanya hingga habis tak tersisa.


"Yaaaah....habis.Padahal masih mau lagi....!!"ucap Salsa sedih.Saat ini tingkahnya sungguh seperti anak kecil yang telah kehabisan permen.


Devano dan Sakha mengulurkan kelapa muda milik mereka secara bersamaan...kebetulan mereka belum sempat meminumnya.


"Udah...punya lo,lo minum aja...!!Salsa biar minum punya gue...."ucap Sakha.


"Gak papa kalo Salsa masih pengen...Gue minum yang lainnya aja...!!"Devano tetap memberikan kelapa mudanya untuk Salsa.Siapa sangka ternyata Salsa benar-benar menghabiskan tiga buah kelapa muda dihadapannya itu.Devano dan Sakha sampai terheran-heran melihatnya.


"Ka...kayaknya anak lo cowok deh...!!Masak tiga kelapa bisa habis juga...??"ucap Devano yang disambut oleh tawa lepas dari Sakha dan Salsa.


"Haha....iya kayaknya...!!Kamu pengennya punya anak cowok apa cewek sayang...??"tanya Sakha sambil mengelus perut Salsa yang masih terlihat datar.


"Cowok atau cewek sama aja menurut aku...Yang penting dia sehat...."jawab Salsa.


"Sama...aku juga...!!Asalkan kamu dan anak kita sehat,aku gak masalah mau cewek ataupun cowok...!!"balas Sakha.


Devano ikut tersenyum melihat kebahagiaan Salsa dan Sakha.Salsa adalah gadis yang telah mencuri hatinya sejak pertama kali bertemu dan Sakha adalah satu-satunya saudara yang dimilikinya.Tak masalah jika dia tidak bisa bersama Salsa.Dengan melihat mereka bahagia,diapun juga turut berbahagia.


Mereka bertiga berbincang-bincang cukup lama.Tanpa sadar,matahari telah meredup menandakan bahwa hari sudah sore.Devano memutuskan untuk berpamitan kepada si tuan rumah.


"Lo gak makan malem di sini sekalian...??"tanya Salsa dan Sakha.


"Gak usah..!!Gue mau makan masakan tante Elina,,mumpung ada disini...!"pamit Devano.Selama tinggal di Bandung,Devano memang menginap di kediaman papa Erlangga dan Mama Elina.


"Yaudah...ati-ati ya...!!"pesan Sakha.


Devano menganggukkan kepalanya.Dia segera meninggalkan rumah Sakha dan menuju ke rumah papa Erlangga dan Mama Elina.


.


.


.


Pagi-pagi, Devano telah sampai di kantor Sakha.Sesuai janjinya dengan Sakha kemarin,selama liburan Devano akan berada di kantor Sakha untuk belajar bisnis.Menurut penuturan papa Erlangga,kemampuan berbisnis Sakha cukup baik.Terbukti selama beberapa bulan Sakha menggantikan papa Erlangga,penghasilan perusahaan terus meningkat secara signifikan.Itulah sebabnya Devano ingin belajar dari Sakha karena tahun depan diapun juga harus mulai melanjutkan bisnis ayahnya.


"Hei...Sakha udah dateng??"Devano bertanya kepada Almira dengan kurang sopan.Mendengar pertanyaan Devano yang kurang sopan itu,Almira merasa sangat tidak suka.Dia sengaja berpura-pura tidak mendengar Devano dan malah sibuk melanjutkan pekerjaannya.


"Woooyyy....!!Lo bud*g apa gimana sih...??Ditanya diem aja...!!"Devano mengeraskan suaranya karena merasa kesal diacuhkan oleh Almira.


"Oooh...anda berbicara dengan saya...??"Almira yang juga merasa kesal dengan Devano masih tidak mau menjawab pertanyaan Devano.


"Ya sama lo lah....!!Emang disini ada orang selain lo...??"Devano semakin kesal dengan jawaban Almira.Ingin rasanya dia menampar mulut Almira yang menurutnya sangat menyebalkan itu.Tiba-tiba Sakha sudah berdiri di belakangnya.


"Heh...ini kantor ya,,bukan di club...!!Lo gak perlu teriak-teriak...!!"Sakha menegur Devano karena dia sempat melihat sepupunya itu berteriak kepada sekretasinya.Meskipun Sakha sebenarnya juga sangat tidak menyukai Almira,tapi Devano juga harus menjaga sikap saat sedang berada di kantor.


"Hehe...habis dia ditanya pura-pura gak denger...!!Sewot lah gue...!!"Devano berusaha membela diri.Sementara Almira hanya menunduk saat Sakha datang.Dia masih merasa tidak enak kepada bosnya itu karena permasalahannya dengan Salsa tempo hari.Selain itu,Sakha juga selalu bersikap dingin padanya.Jadi dia tidak berani membela dirinya seperti yang dilakukan oleh Devano.


"Yaudah...lo ikut ke ruangan gue...!!"Sakha mengajak Devano masuk ke ruangannya."Almira,,nanti kalau Damar dateng suruh ke ruangan saya ya...!!"pesan Sakha pada Almira.


"Baik pak...!!"


.


.


.


Saat ini sudah tiba waktunya makan siang.Sakha berencana untuk makan diluar bersama teman-teman lamanya karena dia sudah berjanji akan mentraktir mereka.


"Jadi lo mau makan diluar sama temen-temen lo...??Terus gue gimana...??"tanya Devano.Dia masih belum tahu dimana letak kantin.


"Lo ikut gue juga boleh kok...!!"jawab Sakha.Lagipula Damar juga ikut bersamanya.


"Hah...males gue...!!Tar kalo terlanjur keluar gue gak mau balik lagi...!!"


"Yaudah...lo ke kantin sama Almira gih...!!"perintah Sakha.


"Ogah....males gue...!!Devano segera beranjak dari ruangan Sakha.Dia lebih baik bertanya kepada karyawan lain saja daripada pergi ke kantin bersama Almira.Dia sangat tidak menyukai Almira karena dia pernah membuat masalah dengan Salsa.Dan lebih parahnya,hampir saja dia merusak rumah tangga Salsa dan Sakha.Devano paling benci dengan perempuan seperti itu.


Setelah bertanya kepada Salah satu karyawan,akhirnya Devano bisa sampai di kantin.Setibanya disana,dia segera memesan makanan yang diinginkannya.Sementara itu, Sakha dan Damar segera berjalan ke arah basement dan menuju ke cafe tempat janjian bersama teman-temannya.


Saat ini sebagian karyawan telah berada di kantin untuk makan siang.Tapi Almira merasa sedang tidak bernafsu makan.Itulah sebabnya dia tetap berada di mejanya sekedar memainkan ponselnya.


"Almira,,Sakha ada di dalem gak...??Soalnya aku chatt dia gak bales,terus aku telfon juga gak diangkat...!!"Salsa sudah berada di depan meja Almira.Tiba-tiba saja dia ingin makan siang bersama Sakha.Dia sudah berusaha menghubungi Sakha,tapi tidak mendapatkan jawaban.Maka dari itu dia memutuskan untuk langsung datang ke kantor untuk menemui Sakha.


Rupanya Sakha lupa mengabari Salsa bahwa dia akan makan siang bersama teman-teman sekolahnya.Dan karena seharian ini dia juga sibuk mengajari Devano berbisnis,dia sampai lupa membawa ponselnya.Itulah sebabnya Sakha tidak membalas pesan ataupun panggilan dari Salsa.


"Ooh...pak Sakha sedang keluar untuk makan siang bersama teman-temannya bu...!!"jawab Almira sopan.


"Oooh...yaudah...!!Kalo gitu aku pulang aja deh...!!Makasih ya Almira..."ucap Salsa.Dia bermaksud untuk meninggalkan perusahaan milik suaminya itu karena rupanya Sakha sedang tidak berada disana.


Baru beberapa langkah Salsa berjalan,tiba-tiba kakinya tergelincir sesuatu dan membuatnya terjatuh.


"Ahhh...!!"Salsa meringis kesakitan saat p*nt*tnya menimpa lantai.Dia merasakan sakit di perutnya sehingga tidak sanggup untuk berdiri.


Rupanya Almira sengaja menjatuhkan pulpennya agar terinjak oleh Salsa.Dan rencananya itu telah berhasil.Salsa tergelincir oleh pulpennya dan terjatuh.


"Almira....pliis,,tolongin gue...!!Perut gue sakit banget...!!Gue gak mau terjadi apa-apa sama anak ini...!!"Salsa memohon pada Almira untuk menolongnnya.Tapi Almira tetap duduk santai di tempatnya tanpa berniat menolong Salsa.Bahkan dia malah tertawa senang melihat Salsa yang sedang kesakitan.


"Bagus dong kalo anak lo kenapa-kenapa...!!Gue berharapnya malah lo keguguran aja...!!Biar Sakha udah gak cinta lagi sama lo karena lo gak bisa kasih keturunan buat dia....!!hahaa...."Almira tertawa terbahak-bahak.Rupanya penyesalannya kemarin hanyalah berpura-pura saja.Dia masih membenci Salsa karena menurutnya dialah yang seharusnya menikah dan berbahagia bersama Sakha.


"Al...s-salah gue apa sih sama lo...??Kenapa lo mau celakain gue...??"tanya Salsa terbata-bata karena menahan rasa sakit di perutnya.


"Lo pake tanya lagi...!!Lo itu salah karena udah ngerebut Sakha dari gue...!!Gue yakin kalo aja gak ada lo,pasti Sakha udah sama gue...!!"ucap Almira tidak masuk akal.


"Al...lo kan tau Sakha suami gue...!!Pliis Al...tolongin gue...!!Gue udah gak kuat....!!"Salsa terus memohon pada Almira agar menolongnnya.Tapi wanita itu tetap tidak beranjak dari tempat duduknya.Dia malah asik memainkan ponselnya.


Lama kelamaan,Salsa tidak kuat menahan rasa sakit di perutnya.Keringat dingin bercucuran si sekujur tubuhnya.Pandangannya pun mulai mengabur hingga akhirnya hanya gelap yang dilihatnya.Salsa kini telah pingsan dan tak sadarkan diri akibat ulah Almira.


***