
Vina telah kembali masuk kuliah seperti biasa.Namun jika dilihat-lihat penampilan Vina tampak berbeda.Biasanya dia mengenakan pakaian yang serba ketat dan terbuka.Tapi sekarang pakaiannya lebih sopan.
"Vin,,lo gak salah kostum....??"tanya Rendi yang merasa aneh dengan penampilan Vina yang saat ini hanya mengenakan celana pensil dan blus serta sepatu flat di kakinya.
"Salah kostum gimana...??Emang ada yang aneh...??"Sahut Vina sambil kembali memandangi tubuhnya sendiri.
"Lo kayak anak cupu tau...??Gak ada seksi-seksinya...!!Biasanya juga rok mini....hahahaaa....."ucap Rendi meledek Vina.
"Anjay...!!"umpat Vina karena mendengar ledekan dari Rendi.
"Serius Vin...lo kayak anak cupu...!!Kalo penampilan lo kayak gitu mana laku lo...??"ucap Rendi lagi masih sedikit tertawa melihat penampilan Vina yang berubah drastis.
"Gue mau berhenti dari kerjaan gue Ren...!!"ucap Vina membuat Rendi seketika menghentikan tawanya.
"Lo serius Vin...??"
"Iya...!!"Vina menjawab dengan mantap.
Rendi memicingkan matanya.Dia tampak memperhatikan Vina dengan seksama.
"Yakin...??Atau ini cuman akal-akalan lo aja biar dapet simpatik dari Sakha...??"ucapnya kemudian.Rendi masih belum bisa mempercayai ucapan Vina barusan karena dia tahu betul seperti apa liciknya Vina selama ini.
"Astaga...gue udah gak ngarepin Sakha lagi Ren...!!Karena gimanapun gue kejar Sakha,dia tetep gak akan mau sama gue...!!"Vina berusaha meyakinkan Rendi bahwa kali ini dia tidak berbohong.
"Trus,,kenapa lo tiba-tiba berhenti dari kerjaan lo...??"tanya Rendi penuh selidik.
"Gue capek aja Ren kerja gitu....Apalagi pas gara-gara ulah lo sama temen-temen lo kemarin,,nyawa gue hampir melayang Ren...!!Kapok gue..."Vina kembali bergidik mengingat saat dirinya digempur habis-habisan oleh Rendi,Devano dan teman-temannya.
"Alaaah....orang lo nya waktu itu juga malah keenakan...!!Gue salut sama lo Vin,,ternyata lo cukup kuat juga ya...!!"ucap Rendi tanpa dosa.
"Enak pala lo...!!\*\*\*\* gue sampe bengkak tau...??"Vina memanyunkan bibirnya.
"Masak sih...??Sekarang masih bengkak...??Coba gue lihat...!!"
"PLAKK...!!"
Satu tamparan tepat mengenai pipi kiri Rendi membuat pria itu mengaduh kesakitan.
"Gue serius Ren....!!"ucap Vina ketus sambil berlalu meninggalkan Rendi.Sementara Rendi hanya bengong saja sambil memegangi pipinya yang tampak kemerahan karena bekas tamparan dari Vina.
.
.
.
Saat di kantin,Vina tampak duduk bersama Retha.Dia kini benar-benar sudah tidak mengganggu Sakha dan Salsa.Dia tadi hanya menemui mereka berdua untuk meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan ke Salsa serta berterimakasih karena mereka berdua telah membantu membayarkan biaya rumah sakit Vina.
"Ka,,si Vina beneran udah gak gangguin lo lagi..??"tanya Rendi yang kini tengah duduk bersama Sakha,Salsa,Seva dan Genta.
"Enggak...bagus lah...!!Gue juga gak suka dinganggu sama dia...!!"jawab Sakha acuh.Dia memang tidak peduli dengan Vina sama sekali.
"Lo gak curiga gitu sama tu cewek...??Bisa aja kan dia lagi ngrencanain sesuatu gitu...??"
Rendi langsung bungkam mendengar kalimat Sakha barusan.Itu artinya laki-laki itu benar-benar tidak peduli dan tidak ingin membahas tentang Vina.Lebih baik Rendi mengalah saja karena Sakha itu tipe orang yang terlihat tenang,tapi jika sudah marah akan sangat menakutkan.
Rendi merasa menjadi obat nyamuk karena teman-temannya sedang bersama pasangannya masing-masing. Dia merasa bosan dan akhirnya beranjak pergi menuju meja Vina dan Retha.Entahlah mengapa dia saat ini sangat senang mengganggu Vina.Mungkin karena beberapa waktu yang lalu dia baru saja menikmati tubuh indah gadis itu hingga kini membuatnya merasa ingin menikmatinya kembali.
"Vin...tar pulang kuliah free gak...??sama gue yuk...!!lagi pengen ni gue...!!"ucap Rendi saat sudah duduk di samping Vina.
"Ren,,gue kan bilang kalo gue udah berhenti...!!"jawab Vina dengan malas.
"Sama gue doang Vin,,masak gak mau sih...??Lo beneran udah gak pengen...??,Nanti gue gantian service lo deh....!!Gimana...??"Rendi menatap nakal ke arah Vina sambil tangannya mengelus paha gadis itu di bawah meja membuat Vina merasakan sensasi aneh.
"Ren...udah deh,,jangan coba-coba buat ngerayu gue...!!"Vina sebisa mungkin mengontrol nafasnya karena kini tangan Rendi sudah menelusup ke sela-sela pahanya. "Eeehmmmp....Reen....!!"ucapnya lagi setengah dengan berbisik.Laki-laki itu kini berhasil membangkitkan hasratnya.
"Vin,,kerumah lo yuk...!!Jadi pengen sekarang nih...!!"ajak Rendi masih belum menyerah.Akhirnya Vina menganggukkan kepalanya dan mengikuti Rendi menuju ke parkiran meninggalkan Retha yang saat ini sibuk mengabsen nama-nama hewan di kebun binatang.
"Lah...anj\*ng,,m\*nyet,,b\*bi....!!Katanya mau insaf tapi malah bolos sama Rendi...!!Mana gue ditinggal sendiri lagi....!!"Retha misuh-misuh sambil lanjut menghabiskan makanannya.Nafsu makanannya langsung naik karena emosi dengan kelakuan sahabatnya itu.
Sementara itu,Vina dan Rendi seperti orang yang sedang kasmaran.Mereka berdua dengan mesra nya berboncengan menuju ke rumah Vina.Setibanya disana,kedua insan yang sedari tadi sudah berhasrat itu segera menjalankan aksinya.Vina dan Rendi langsung menuju kamar dan melepaskan pakaiannya masing-masing.
"Eeemmmph...Rendi...!!"Vina melengkuh saat Rendi naik ke atas tubuh Vina dan memulai penyatuan mereka.Rendi mulai menggerakkan badannya perlahan membuat Vina terus-terusan menlengkuh nikmat.
"Aaahhhh...Viiin,,enak Viin....aaaaakhhhh. !!"
Rendi mempercepat gerakannya diatas tubuh Vina hingga keduanya mengalami pelepasan bersama-sama.
Rendi kini terbaring lemah di samping Vina.Nafas keduanya masih terengah-engah karena barusaja melakukan kegiatan yang menguras tenaga.
"Vin,,thanks ya...!!"Rendi tersenyum manis ke arah Vina sambil mengusap lembut kening Vina yang basah dengan peluh akibat melakukan aktivitas panas dengan Rendi di siang bolong.
"Hmmm...."balas Vina.Entah kenapa dia merasa aneh melihat perlakuan Rendi padanya.Saat berhubungan tadipun,Vina juga merasakan hal yang berbeda.Kali ini dia melakukan hubungan dengan Rendi tanpa membayangkan wajah Sakha.
"Vin,,lo mau berhenti dari kerjaan lo...??"tanya Rendi sambil memeluk tubuh polos Vina yang beberapa waktu lalu dinikmatinya bersama teman-temannya.
"Tadinya sih iya,,tapi lo mancing-mancing gue...!!Lo lihat kan,,gue gak tahan sama godaan lo...!!Ternyata gue udah terlanjur ketagihan...!!"ucap Vina lemas.Dia merasa kesal pada dirinya sendiri yang mudah terpancing oleh Rendi tadi.
"Lo ngelakuinnya cuman sama gue aja,,jangan sama yang lain...!!"ucap Rendi kemudian membuat
Vina memandangi Rendi dengan bingung.
"Maksud lo..??"
"Ya...lo ngelakuin itu cuman sama gue aja,,jangan sama yang lainnya lagi...!!"Rendi mengulangi kalimatnya .
"Ceritanya gue jadi gundik lo gitu...??"
"Gak gitu...lo jadi milik gue sekarang...!!"
"Milik lo...??"
"Iya...lo milik gue...!!Gak ada yang boleh nyetuh lo lagi selain gue...!!Lo cuman milik gue dan gue milik lo...!!"ucap Rendi lagi membuat Vina semakin merasa aneh dengan tingkah Rendi.Namun,gadis itu hanya diam tak menanggapi ucapan Rendi barusan.Dia malah memejamkan matanya yang kini terasa mengantuk karena kelelahan.
Melihat mata Vina terpejam,Rendi memeluk tubuh Vina lalu ikut memejamkan matanya dan menyusul Vina ke alam mimpi.Entah mengapa,kali ini dia merasakan kenyamanan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
***