I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 75



"Selamat siang pak,,satu jam lagi ada pertemuan dengan klien ..!!Berkas-berkasnya sudah saya siapkan...kalau bapak sudah siap,kita bisa berangkat sekarang... "Almira memasuki ruangan Sakha untuk memberitahukan jadwal pertemuan dengan klien.Kebetulan mereka akan bertemu di sebuah restoran yang cukup jauh dari kantor.



"Oke...kamu tunggu diluar,saya siap-siap sebentar...!!"



Mendengar perintah dari bosnya,Almira segera keluar dari ruangan dan menunggu Sakha diluar.Sementara Sakha segera mengenakan jas yang tadi dilepasnya saat jam istirahat.



Setelah siap,Sakha segera melangkah keluar dari ruangannya dan pergi untuk menemui kliennya bersama Almira.



Tepat jam 3 sore,pertemuan dengan klien telah selesai.Sakha melirik ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.Rupanya jam kerja masih satu jam lagi.Itu artinya dia dan Almira harus kembali ke kantor.Padahal Sakha sebenarnya ingin menyusul Salsa di Cafe.



"Drrttt....drrrt..."Ponsel milik Almira berbunyi.Wanita itu segera mengangkat teleponnya.



"Iya...Mira segera pulang ma..."ucapnya saat menutup panggilan di teleponnya.Wajah wanita itu terlihat panik.



"Ada apa Almira...??"Tanya Sakha yang melihat gelagat wajah Almira.



"Eehm....anak saya tiba-tiba demam pak...Bisa saya ijin pulang sekarang...??"ucapnya ragu-ragu.



"Oh...baiklah,,saya antar kamu saja sekalian..Biar gak kelamaan...!!"Sakha menawarkan bantuan kepada Almira untuk mengantarnya karena jika Almira harus naik kendaraan umum akan memakan lebih banyak waktu untuk tiba dirumahnya.Almira pun menerima tawaran Sakha.Jadilah kini mereka berdua menuju ke rumah Almira.



Setibanya dirumah Almira,wanita itu langsung berlari menghampiri anaknya yang sedang digendong oleh ibunya di teras rumah.



"Gimana ma keadaannya Alika...??"Tangan Almira.Tangannya terulur menyentuh kening gadis kecil yang sedang ada dalam gendongan ibunya itu.Dia begitu terkejut karena badan anaknya sangat panas.



"Kita bawa ke rumah sakit aja...Bahaya kalo gak segera ditanganin....!!"Sakha yang ikut turun dari mobil mengusulkan untuk membawa Alika ke rumah Sakit.Karena khawatir,Almira pun mengikuti saran Sakha untuk membawa Alika ke rumah sakit menggunakan mobil Sakha.


.


.


.


Satu jam kemudian,Alika sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena suhu panasnya sudah menurun.Sakha kembali mengantarkan Almira dan Alika pulang ke rumah mereka.



"Mama,,om ini siapa...??Apa om ini papanya Alika ..??"tanya gadis kecil itu masih dengan suara yang lemah saat dalam perjalanan pulang.



Sakha langsung terkejut mendengar pertanyaan Alika.Mungkinkah anak itu belum pernah melihat ayahnya sehingga mengira Sakha adalah ayahnya.



"Ehm...bukan sayang ...Itu om Sakha....Om Sakha itu bosnya mama..."Almira menjelaskan dengan agak canggung.Dia merasa tidak enak kepada Sakha karena Alika mengira dirinya adalah ayahnya.Sementara Sakha memilih untuk menyibukkan diri dengan fokus menyetir.Dia tidak ingin berkomentar apapun karena dirinya sama sekali tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya.



"Jadi...Om itu bukan papa aku ma...??"tanya Alika dengan nada kecewa.




"Terus,kapan Alika punya papa...??Apa om itu bisa jadi papanya Alika...??"Alika terus bertanya kepada Almira membuat wanita itu semakin merasa tidak enak kepada Sakha.



"Udah....Alika bobo dulu ya...!!Tadi kata dokter,Alika barus istirahat kan...??Biar cepet sembuh...!!"Almira mengalihkan pembicaraan.Alikapun menuruti ucapan ibunya dan mulai memejamkan matanya dipangkuan wanita yang telah melahirkannya itu.



Sakha menghentikan mobilnya di depan rumah Almira.Pria itu membantu Almira menggendong Alika dan membawa gadis kecil itu masuk kedalam rumah.



"Disini saja pak...!!"Almira meminta Sakha membaringkan Alika di sofa ruang tamu.Sakha pun segera membaringkan tubuh Alika dengan hati-hati agar anak itu tidak terbangun.Sakha melepaskan jas nya untuk menyelimuti anak itu.



"Oke...saya pulang dulu ya...semoga Alika lekas sembuh..."ucap Sakha sambil mengusap kepala Alika.



"Iya pak....terimakasih.Biar saya antar ke depan ya pak...!!"Almira mengantarkan Sakha sampai ke teras rumah.



"Pak...saya minta maaf soal ucapan Alika tadi...Sejak lahir,dia belum pernah bertemu dengan ayah kandungnya. Jadi dia berharap banget bisa mempunyai ayah....!!"ucap Almira saat mereka berjalan menuju ke depan.



"Its oke...namanya juga anak kecil....Ehm...maaf ya,,kalau boleh tau,,ayahnya Alika dimana...??Kok bisa sama sekali belum melihat ayahnya...??"Sakha bertanya dengan hati-hati. Dia tidak ingin menyinggung perasaan Almira.



Almira lalu menceritakan bagaimana Alika lahir ke dunia ini.Saat SMA,Almira terlibat pergaulan bebas dengan pacarnya sehingga dia mengandung.Pacarnya yang mengetahui Almira hamilpun meminta Almira untuk menggugurkan kandungannya dan sejak saat itu,pria itu menghilang tanpa kabar.



Beruntung orang tua Almira masih mau menerima keadaan Almira dan mendukungnya untuk tetap membesarkan anaknya.



"Kamu yang sabar....gimanapun juga Alika itu titipan Tuhan...Dia gak bersalah sama sekali.Jadi kamu harus jaga dan rawat dia dengan sungguh-sungguh...."pesan Sakha kepada Almira sebelum memasuki mobilnya dan meninggalkan halaman rumah wanita itu.



Almira memandangi mobil Sakha yang perlahan-lahan menjauh dari rumahnya.Senyumnya kemudian mengembang mengingat Sakha yang begitu lembut terhadap Alika.



"Mungkinkah kamu bisa menjadi ayah bagi Alika...??"gumannya dalam hati.Dia lalu kembali masuk kedalam rumahnya.



Dilihatnya Alika terlelap dengan jas milik Sakha menyelimuti tubuhnya.Almira mengambil jas itu dan menggantinya dengan selimut.Dihirupnya dalam-dalam aroma wangi parfum Sakha yang menempel di jas itu.Tanpa sadar,Almira tersenyum-senyum sendiri saat mengingat bagaimana perhatiannya Sakha terhadap Alika tadi.



"Yang tadi itu siapa Mir...??pacar kamu...??"Andara,ibu Almira tiba-tiba sudah duduk di sebelah Almira dan membuyarkan lamunan wanita itu.



"Eh...bukan ma...Tadi itu bos aku...!!Tapi dulu kita sempat dekat waktu SMP..!!"jawab Almira.



"Baik ya bos kamu....mana perhatian lagi sama Alika...Mama setuju kalau kamu sama dia.Kelihatannya dia mau menerima Alika...!!Dia juga baik sama kamu....Mungkin dia suka sama kamu nak...Kalau memang iya,kamu terima saja...!!Alika pasti senang punya papa baru..."ucap Andara.Almira pun semakin berharap bisa kembali dekat dengan Sakha karena ibunya pun mendukung jika dia berhubungan dengan pria itu.



Almira memutuskan mulai saat ini akan berusaha untuk mendapatkan Sakha.Dia yang akan memulai untuk mendekati Sakha karena jika tidak,Sakha tidak akan pernah menyatakan perasaannya seperti saat SMP dulu.


***!