
Sakha keluar dari kamar mandi.Rambutnya terlihat masih sedikit basah.Dia lalu menghampiri Salsa yang masih duduk di sofa yang ada di sebelah tempat tidurnya.
"Sa,,maafin aku....Aku bener-bener gak sengaja ngelakuin itu tadi..!!"Sakha tampak menyesal.Dia hampir saja merusak gadis yang sangat dicintainya itu.
"Iya...Tapi jangan diulangin lagi ya...!!aku takut banget tadi....Aku masih pengen sekolah Ka..."jawab Salsa.Dia masih merasa gemetar akibat aksi Sakha tadi yang diluar dugaannya itu.
"Yaudah...kita keluar yuk...Aku takut nanti gak kuat nahan lagi...!!"Sakha mengajak Salsa untuk bergabung dengan orang tua mereka di ruang keluarga.Bukan hal yang mustahil jika keinginan itu lagi-lagi muncul jika dia hanya berduaan dengan Salsa.Bagaimanapun juga Sakha adalah laki-laki normal yang sudah mengalami masa puberitas.Naluri itu akan datang sendiri tanpa diundangnya.
Sakha dan Salsa berjalan beriringan menuju ruang keluarga dimana orang tua mereka sedang berbincang-bincang disana. Begitu melihat mereka berdua,om Erlangga meminta mereka untuk duduk.Om Erlangga memberitahukan rencana pernikahan mereka yang akan dilakukan setelah kelulusan sekolah nanti dan mereka berdua masih bisa melanjutkan kuliah setelah menikah nanti.
Sakha dan Salsa menyetujui keputusan orang tua mereka.Mereka juga tidak ingin terlalu lama berpacaran.Lagipula masa depan mereka berdua sudah terjamin.Sakha memiliki perusahaan dari orang tuanya dan Salsa juga sudah memiliki Cafe dan juga restoran yang ada di Bali.Tidak ada alasan untuk menunda-nunda pernikahan mereka.
.
.
.
Hari ini Salsa sengaja bangun siang karena dia sedang liburan.Sakha berencana mengajaknya jalan-jalan nanti sore.Itu sebabnya dia menggunakan waktunya untuk bermalas-malasan dulu karena disini sudah ada mbak Rina yang meng cover segala pekerjaan di Cafe.
Salsa mencari keberadaan bundanya.Di jelajahinya setiap ruangan di rumahnya,tapi tetap saja dia tidak menemukan bundanya.Salsa lalu menuju ke Cafe.Barangkali bundanya ada di sana.
"Bunda gak sini mbak...??"tanya Salsa kepada mbak Rina yang tengah duduk di meja kasir.
"Tadi ibu lagi belanja mbak,naik ojek online...!!"jawab mbak Rina.
Salsa hanya ber "ooh" ria,lalu kembali masuk ke dalam rumahnya.Dia menuju ke dapur untuk mencari makanan karena perutnya saat ini mulai terasa keroncongan. Baru saja memasuki dapur,terdengar suara ponsel dari dalam kamarnya.Salsa segera berlari ke kamarnya untuk mengangkat panggilan teleponnya.
Salsa melihat nama bundanya tertera di layar ponselnya. Karena penasaran, dia segera mengangkat telepon dari bundanya.Barangkali bundanya sedang butuh bantuan.
"Hallo...kenapa bun...??"jawab Salsa.
\[Hallo selamat siang....apakah anda kerabat dari pemilik handphone ini...??\]terdengar suara dari seberang yang bukanlah suara bunda karena yang Salsa dengar adalah suara seorang pria.
"Iya...saya anaknya...!!Ada masalah apa ya...??"tanya Salsa dengan khawatir.
\[Pemilik handphone ini mengalami kecelakaan dan saat ini sudah dibawa kerumah sakit...!!\]Bagai petir di siang bolong...Salsa sangat terkejut dengan berita yang baru saja didengarnya. Setelah si penelpon memberitahukan rumah sakit dimana bundanya di rawat,dia segera menelpon Sakha untuk mengabari tentang bundanya.
Sakha langsung menuju ke rumah Salsa untuk mengantarkannya kerumah sakit.Tak lupa sebelumnya Sakha mengabari kedua orang tuanya.
Setibanya di rumah sakit,Sakha dan Salsa langsung menuju ruangan dimana bunda dirawat setelah sebelumnya bertanya kepada resepsionis.
Dokter mengatakan bahwa bunda mengalami cedera saraf tulang belakang yang mengakibatkan kerusakan saraf motorik.Kemungkinan bunda akan mengalami kelumpuhan dari bagian pinggang hingga kakinya dan akan menyebabkan bunda tidak bisa berjalan.
Salsa sangat shock mendengar kondisi bundanya.Air matanya tak berhenti mengalir.Sakha tampak mencoba menenangkan Salsa .
Tak lama kemudian,tante Elina dan om Erlangga telah datang karena Sakha tadi sempat mengabari mereka sebelum menuju ke rumah sakit.Tante Elinda langsung menghampiri dan memeluk Sakha.
"Bunda belum sadar tante, tapi tadi kata dokter bunda mengalami cedera tulang belakang. Kemungkinan gak bisa jalan...!!"jawab Salsa masih dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.
Tante Elinda merangkul dan mengelus punggung Salsa dengan lembut mencoba untuk menguatkan calon menantunya itu.Sementara om Erlangga segera menuju ke ruangan dokter untuk menanyakan secara detail tentang kondisi bunda.
Menjelang malam hari,bunda telah siuman.Bunda tampak masih shock dengan kecelakaan yang menimpanya.Apalagi kini dia merasakan kedua kakinya tidak bisa digerakkan sama sekali.Bunda merasa sedih karena dirinya tidak bisa berjalan lagi.Tapi bunda tetap berusaha kuat mengingat dia masih memiliki Salsa.
.
.
.
Seminggu berada di rumah sakit,bunda sudah diizinkan untuk pulang dengan catatan bunda harus rutin melakukan rawat jalan dan juga terapi sebagai ikhtiar agar bunda bisa kembali berjalan.
Om Erlangga dan tante Elina mengusulkan agar bunda dan Salsa tinggal di rumah mereka saja karena Salsa sebentar lagi harus kembali ke Bali dan masuk sekolah.Tentu saja bunda menolak karena merasa tidak enak merepotkan keluarga mereka.
"Sudahlah Bell,kamu sama Salsa tinggal dirumahku dulu aja...!!Kasihan Salsa kalo sendirian ngerawat kamu...Apalagi kamu harus kontrol secara rutin...Disini ada asisten rumah tangga yang bisa nyiapin segala keperluan kamu dan juga ada aku dan Sakha yang bisa nganter kamu ke rumah sakit saat Salsa di Bali nanti.Lagipula Salsa juga sebentar lagi ujian,,dia tidak boleh sering membolos...Dia harus segera kembali ke Bali...!!"Tante Elina membujuk agar bunda mau tinggal dirumahnya.
Bunda tampak mempertimbangkan tawaran tante Elina."Kalau aku sama Salsa tinggal di rumah kalian,apa kata orang nanti...??Salsa dan Sakha kan belum menikah,apa pantas kalau mereka tinggal serumah...??Aku juga gak enak kalo harus ngerepotin kalian...!!"ucap bunda masih bingung.
"Aku punya solusi...bagaimana kalau Salsa dan Sakha menikah sekarang saja...!!Setidaknya hanya menikah siri karena mereka masih sekolah...Jadi kamu dan Salsa gak perlu sungkan tinggal dirumahku...!!"usul om Erlangga.
Semuanya langsung terdiam memikirkan ucapan om Erlangga barusan.Begitupun dengan Sakha dan Salsa yang tampak terkejut dengan usulan om Erlangga yang tiba-tiba menyuruh mereka untuk menikah.
"Gimana Sakha,Salsa...??Kalian siap menikah...??Pernikahan kalian hanya formalitas saja untuk menghindari gunjingan orang-orang tentang Salsa dan Bella yang tinggal dirumah...!!Lagipula kalian juga LDR kan nantinya...??Anggap saja hubungan kalian masih tahap berpacaran.Tidak usah terburu-buru untuk mempunyai anak dan kalian tetap melanjutkan sekolah kalian...!!"Kali ini tante Elina yang bicara.
Dengan berbagai pertimbangan,akhirnya semuanya setuju.Sakha dan Salsa akan segera menikah.Om Erlangga segera mengurus semua keperluan untuk pernikahan mereka .Sementara tante Elina segera mengurus administrasi karena hari ini bunda akan keluar dari rumah sakit.
.
.
.
Di rumah Salsa,Saat ini Sakha dan Salsa sudah bersiap duduk di depan penghulu untuk melaksanakan akad nikah.Dengan disaksikan beberapa orang yang merupakan kerabat dan tetangga mereka dan juga para karyawan Cafe,Sakha mengucapkan ikrar pernikahan dan di akhiri dengan kata "SAH.." dari para tamu yang hadir.Akhirnya mulai saat ini Sakha dan Salsa telah resmi menjadi suami istri meski belum banyak orang yang tahu.
Om Erlangga tidak sempat mengundang banyak orang mengingat acara pernikahan ini dilakukan secara mendadak.Pakaian yang mereka kenakan pun juga sangat sederhana dan rumah mereka pun tampak tidak dihiasi dengan dekorasi yang biasa digunakan dalam acara pernikahan. Yang terpenting saat ini adalah mengesahkan hubungan Salsa dan Sakha agar tidak terjadi fitnah saat bunda dan Salsa tinggal di rumah Om Erlangga dan tante Elina nantinya.
Tepat jam 10 malam,acara pernikahan Sakha dan Salsa yang sederhana itu telah selesai.Para tamu undangan dan juga karyawan Cafe telah pulang.Om Erlangga dan tante Elina juga memutuskan untuk pulang.Mereka ingin mempersiapkan kamar untuk bunda agar besok pagi bunda dan Salsa bisa segera pindah kerumah mereka.
"Kami pulang dulu ya....Nanti aku akan minta ART untuk menyiapkan kamar untuk Bella....Salsa,kamu tidak keberatan kan kalau tidur di kamar Sakha saja...??Kalian kan sudah menikah.Lagipula beberapa hari lagi kamu juga harus kembali ke Bali...."tanya tante Elina pada Salsa.
"Ehmmm...i-iya tante,,gak papa...!!"jawab Salsa agak gugup.Dia tidak bisa membayangkan harus tidur satu kamar dengan Sakha.Dia sepertinya masih belum siap untuk melakukan hubungan suami istri dengan Sakha yang kini telah resmi menjadi suaminya itu.
"Kok masih panggil tante sih...??panggil aja mama sama papa...biar sama kayak Sakha...!!Kamu kan sekarang anak mama dan papa juga...!!"perintah tante Elina.
"Ehmm...b-baik ma...pa...!!"ucap Salsa.Dia masih merasa canggung memanggil tante Elina dan om Erlangga dengan sebutan mama dan papa.Tapi Salsa berusaha membiasakan dirinya karena sekarang mereka telah menjadi mertuanya.
***