I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 31



Sakha melajukan mobilnya memutari kota kelahirannya itu.Dia tidak memiliki tujuan karena dia pergi hanya untuk meredam emosinya.Hari sudah semakin gelap dan pikiran Sakha masih saka kacau.Sakha melihat sebuah minimarket,dia lalu menepikan mobilnya berniat untuk membeli minuman karena tenggorokannya kini mulai terasa kering.



Sakha mengambil sebotol minuman berkarbonasi dan segera membayar ke kasir.Dia lalu duduk di kursi yang terdapat di teras minimarket tersebut dan mulai meneguk habis minumannya hingga tak bersisa.Setelah membasahi tenggorokannya,Sakha kembali melajukan mobilnya.Kali ini dia ingin menuju ke rumah Leo yang jaraknya tak jauh dari minimarket tempatnya membeli minuman tadi.



"Tumben banget lo main kesini...kenapa...??"Leo yang baru selesai mandi heran melihat Sakha tiba-tiba sudah ada di kamarnya.



Sakha langsung merebahkan tubuhnya di kasur milik Leo."Gue lagi galau...!!"ucapnya sambil memandang langit-langit kamar Leo.



Leo mengerutkan keningnya."Galau kenapa...??Salsa...??Baru juga sehari gak ketemu udah mulai galau aja lo...!!Harusnya lo udah kebal karena sebelumnya lo juga udah ngerasain kehilangan dia kan...??"ucap Leo menanggapi perkataan Sakha.



"Ya...iya sih..!!Tapi sekarang gue malah jadi lebih takut kehilangan dia...Ternyata ngejalanin LDR Itu berat...Mana disana ada satu cowok yang naksir dia...!!"



Sakha mulai menceritakan permasalahannya dengan Salsa.Mulai dari Salsa yang lupa mengabarinya sampai dia mendengar suara Genta saat menelepon Salsa.



"Mungkin aja emang bener Salsa lagi ngumpul sama temen-temennya...Lo gak boleh egois Ka,,bagaimanapun juga Salsa juga punya kehidupannya sendiri disana.Masak iya selama 24 jam harus laporan sama lo terus dia ngapain dan kemana aja...!!Dia juga pasti pengen nikmati masa mudanya. Elo aja juga masih suka nongkrong sama anak-anak kan...??"Leo berusaha memberi pengertian kepada Sakha.



"Tapi masalahnya temennya itu suka sama Salsa...Gimana gue bisa tenang...??"



"Ka...kalo lo terus curiga sama Salsa kayak gini,yang ada malah nanti dia beneran selingkuh...!!Lo sebel gak kalo dituduh selingkuh atau dicurigai terus...??Pasti bete kan...??Lo kurangin deh sifat lo yang kelewat posesif itu...Bukannya makin cinta,bisa-bisa Salsa malah jadi ilfeel sama lo...!!"Ucapan Leo kali ini membuat Sakha merasa tertohok.



Sakha hanya diam mendengarkan nasehat dari Leo. Dia tampak sedang berpikir apakah mungkin Salsa marah karena dia terlalu curiga kepadanya...??



"Terus gue harus gimana...??"tanya nya kemudian.Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa saat ini.Belum sehari dia meninggalkan pulau tempat kekasihnya itu tinggal.Tapi dia sudah menghadapi situasi seperti ini.Apa dia harus ikut pindah ke Bali saja agar bisa bisa merasa tenang...??



"Menurut gue lo harus minta maaf sama Salsa.Lo tadi udah ketus sama dia...pasti dia ngerasa sakit hati sama lo...!!Apalagi lo malah nuduh dia yang enggak-enggak...Padahal kalo dipikir-pikir lo juga pernah ngelakuin kesalahan yang besar,tapi Salsa dengan mudahnya langsung maafin lo...!!Harusnya lo bisa nurunin sedikit ego lo itu...!!"Leo kembali berucap panjang lebar.



Setelah agak lama berpikir, Sakha langsung bangkit.Dia memutuskan untuk mengikuti saran dari Leo.



"Oke,thanks sarannya.Gue balik dulu ya ...!!"



Tanpa menunggu jawaban dari Leo,dia segera meninggalkan kamar Leo.Sementara Leo hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya itu.


.


.


.


Sakha memarkirkan mobilnya di garasi.Dilihatnya mobil mama dan papanya sudah ada disana.Tentu saja karena sekarang sudah jam 8 malam.Sakha memasuki rumahnya yang mewah itu.Saat hendak menuju ke kamarnya,dia melewati ruang tengah.Mama dan papanya duduk di sofa dengan televisi yang menyala, tapi mereka berdua tampaknya tidak sedang melihat televisi melainkan tengah berciuman dengan panasnya.



Mereka berdua terlihat asik menikmati ciumannya sampai-sampai tidak menyadari kedatangan Sakha.Biasanya Sakha akan senang hati menganggu dan meledek mereka,tapi kali ini dia sedang bad mood.Pikirannya masih kacau karena masalahnya dengan Salsa.Dia hanya berdehem pelan agar mama dan papanya menghentikan aksi mereka.



"Ehem..."




"Eh...Sakha udah pulang...??Kamu dari mana...??Bukannya baru aja sampe dari Bali,kok udah langsung pergi aja...??"Mama langsung memberi Sakha dengan banyak pertanyaan untuk menutupi rasa malunya.



"Dari rumah Leo ma...Sakha ada perlu tadi sama Leo...!!"jawabnya ."Yaudah,Sakha ke kamar dulu ya ma,pa..!!"pamit nya.



"Kamu gak makan dulu...??Makan malamnya udah siap lho,,ini mama sama papa nungguin kamu dateng...!!"tanya mama.



"Bentar,Sakha mau ke kamar dulu...Mama sama papa duluan aja,nanti Sakha nyusul..!!"Sakha segera melangkah menuju kamarnya.



Mama menghela napas lega."Hhhhh...untung aja dia gak komentar soal live streaming kita ya pa...!!"ucap mama setengah berbisik kepada papa.Belum sampai papa menjawab ucapan mama,tiba-tiba Sakha berbalik ke arah mama dan papa.



"Oh iya ma,pa...besok-besok kalo mau live streaming di kamar aja,,jangan di depan tv...!!"ucapnya datar lalu kembali berjalan menuju kamarnya.



Mama dan papa langsung terdiam. Muka mereka kelihatan merah menahan malu karena tertangkap basah oleh anak semata wayang mereka.



"Papa sih....main nyosor aja...!!"omel mama sambil merengut. Dia sungguh merasa malu kepada anaknya itu.



"Mama kan juga mau....!!"jawab papa tidak mau disalahkan.



Mama semakin merasa jengkel kepada papa.Tanpa banyak bicara mama segera mematikan televisi dan berjalan menuju ruang makan meninggalkan papa yang masih duduk di sofa sendirian.



"Loh ma....gak dilanjutin live streamingnya...??Papa udah terlanjur on nih...!!"papa ikut-ikutan menggoda mama membuat muka mama semakin merah seperti kepiting rebus.



"Gak...!!"Mama malah ngambek. Sungguh membuat papa semakin gemas.Ingin rasanya papa menarik mama ke dalam kamar dan segera menerkam istri tercintanya itu hingga membuatnya tak berdaya di bawah kungkungannya.Tapi untung saja papa masih bisa menahan diri mengingat mereka harus makan malam bersama putra kesayangannya itu karena sudah satu minggu ini mereka tidak bertemu.



Sakha memasuki kamarnya.Dia langsung meraih ponsel yang tergeletak di tempat tidurnya.Dilihatnya ternyata banyak sekali notifikasi panggilan tak terjawab dari Salsa.Dia segera menghubungi Salsa kembali.Beberapa kali mencoba,tapi Salsa tak kunjung menjawab telepon nya.Mungkinkah saat ini Salsa sedang sibuk membantu bundanya mengurus restoran...??Pikir Sakha.Dia memutuskan untuk makan malam dahulu karena orang tuanya sudah menunggunya di ruang makan.



Sementara itu,Salsa baru saja selesai membantu bundanya menutup restoran.Badannya terasa lelah karena hari ini pengunjung yang datang lumayan banyak.Ditambah lagi masalahnya dengan Sakha yang membuat pikirannya juga terasa lelah.



Salsa mulai berpikir, sebelum kembali bertemu Sakha hidupnya tidak serumit ini.Mungkin memang dia kemarin sempat patah hati,tapi dia sudah hampir move on dari Sakha.Salsa sedikit menyesali keputusannya karena kembali menerima Sakha di hidupnya. Seharusnya kemarin dia langsung pergi saja saat melihat Sakha di gedung olahraga itu...pikirnya.



Menjalani hubungan jarak jauh ternyata lebih rumit dari pada patah hati...Dengan langkah lemas,Salsa memasuki kamarnya.Diraihnya ponsel yang sejak tadi ditinggalkannya di atas nakas.Ada banyak panggilan tak terjawab dari Sakha.



"Drrtttt....drrrttt...."ponsel Salsa kembali berdering.Salsa melihat ke layar ponsel.Tertera nama Sakha di layar ponselnya. Salsa merasa sedang tidak ingin berdebat dengan Sakha.Dia juga sudah malas untuk meminta maaf pada pacarnya yang sangat posesif itu,lagipula dia memang tidak melakukan kesalahan.



Salsa meraih ponselnya lalu menekan tombol untuk mematikan ponselnya.Dia sedang ingin menenangkan dirinya untuk berpikir apakah dia harus melanjutkan hubungannya dengan Sakha atau mengakhirinya sampai disini saja.


***