
Di sebuah kamar hotel milik keluarga Devano,pria itu tampak terlelap hanya dengan kain selimut yang menutupi tubuhnya bersama dengan Vina disampingnya dengan kondisi tubuh yang sama polosnya dengan Devano.Mereka berdua baru saja selesai melakukan adegan panas yang seharusnya dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah.
Vina bangkit dari tempat tidur sambil meringis merasakan ngilu di bagian intinya serta badannya yang kini terasa remuk karena Devano selalu bermain dengan kasar saat bercinta dengannya.Tak jarang jika tubuh Vina mengalami lebam-lebam seusai bercinta dengan Devano.Meskipun begitu,,banyak gadis yang dengan senang hati melayani Devano karena pria itu selalu membayar gadis-gadis kencanannya dengan harga yang lumayan tinggi.Vina lalu menuju kamar mandi dan merendam tubuhnya dengan air hangat untuk merilekskan pikirannya.
Cukup lama Vina berendam,dia kini merasa lapar dan ingin keluar untuk mengisi perutnya.Tapi saat pintu kamar mandi terbuka,Devano telah berdiri di depan kamar mandi.Pria itu segera menarik Vina dan menghempaskan tubuh gadis itu diatas ranjang dengan kasar.Dengan cepat,Devano melepaskan handuk yang melilit tubuh Vina dan segera naik ke atas tubuh gadis itu.
"Van,,gue laper....gue pengen makan dulu...!!"ucap Vina saat pria itu sudah berada di atas tubuhnya mencoba meminta dispensasi agar Devano membiarkannya mengisi perutnya terlebih dahulu.Tapi pria itu malah menampar Vina hingga menyisakan bekas merah di pipinya.
"Mau nolak gue lo hah...??Inget ya,,gue bayar lo mahal....Jadi lo harus ikutin semua kemauan gue...!!"
Tanpa peduli kepada Vina yang mulai lemas,Devano tampak menikmati permainannya diatas gadis itu dan semakin mempercepat gerakan tubuhnya sambil terus meracau.
"Aaakhh...."
Devano menghentikan gerakannya saat sudah merasakan puncak kenikmatanp.Setelah merasa puas,,dia lalu mengenakan pakaiannya dan pergi meninggalkan Vina yang masih dalam keadaan polos begitu saja.
"drrrt...drtttt ..."
Terdengar suara ponsel milik Vina.Gadis itu bangkit dan mengambil ponsel yang sedari tadi diletakkannya di dalam tas.Terdapat notifikasi bahwa sejumlah uang bernilai sepuluh juta telah masuk ke rekeningnya.Tentu saja uang itu adalah transferan dari Devano.Itulah sebabnya gadis itu tak pernah menolak ajakan Devano meskipun tahu nanti badannya akan terasa remuk karena uang sepuluh juta adalah nominal yang cukup besar bagi Vina.
Vina kembali memasuki kamar mandi dengan langkah tertatih.Dia lalu membersihkan tubuhnya dan segera mengenakan pakaiannya.Merasa sudah rapi,dia berjalan dengan gontai meninggalkan kamar hotel tempat dirinya dan Devano melakukan perbuatan terlarang.
Diluar hotel suasana sudah gelap.Ternyata Vina dan Devano cukup lama menghabiskan waktu di dalam tadi.Vina berjalan keluar dari area hotel dan bermaksud memesan taksi online,tapi tiba-tiba kepalanya terasa begitu berat dan pandangannya berkunang-kunang.Akhirnya gadis itu tergeletak tak sadarkan diri.
.
.
.
Vina membuka matanya perlahan-lahan. Yang pertama kali dilihatnya adalah ruangan serba putih.Dia mencoba untuk bangun,namun merasa kesulitan karena terdapat jarum infus yang tertancap di punggung tangan kirinya.
"Syukurlah,,akhirnya lo sadar juga....!!"
Vina tertegun melihat seorang gadis tengah duduk disebelah brankarnya yang tak lain adalah Salsa.Melihat Vina telah siuman,Salsa segera membantunya untuk duduk dan memberikan minum kepada Vina.
"Gue dimana...??"tanya Vina dengan suara lemah.
"Di rumah sakit Vin,,lo tadi pingsan di depan hotel Bima...Kebetulan gue sama Sakha ada disana,,jadi kita bawa lo kesini.Soalnya kondisi lo cukup parah...!!"
Tadi Salsa dan Sakha berencana untuk makan malam romantis di hotel Bima.Tapi saat hendak memasuki hotel,mereka melihat ada seorang gadis yang pingsan.Mereka berdua melihat ternyata gadis itu adalah Vina yang tak lain adalah teman sekelas mereka.Salsa melihat ada beberapa tanda merah di leher yang sepertinya adalah kissmark serta beberapa memar di tangan gadis itu.Mereka berdua memutuskan untuk membawa Vina ke rumah sakit karena takut jika terjadi sesuatu yang cukup serius terhadap gadis itu.
"Ss-Sakha...??"tanya Vina yang tiba-tiba merasa panik karena Sakha menemukannya dalam kondisi seperti ini.Pastilah dokter mengetahui apa yang terjadi padanya dan memberitahukannya kepada Sakha dan Salsa.
"Iya...tadi gue sama Sakha yang bawa lo kesini...Soalnya gue lihat di badan lo banyak luka lebamnya...Gue takut lo kenapa-kenapa...!!"
"Terus,dokter bilang apa...??"
"Ehmm...maaf ya Vin...!!Dokter bilang lo barusan ngalamin kekerasa s\*ksual...."ucap Salsa pelan.Dia takut ucapannya akan menyinggung perasaan Vina.
Mendengsar perkataan Slasa,Vina langsung menangis tersedu-sedu dan mengingat kejadian yang baru saja menimpanya. Salsapun memeluk Vina dengan tulus dan berusaha menenangkan gadis itu.
"Hiks....hiks...gue udah kotor Sa,,gue gak pantes hidup lagi...."Vina meratap sambil berusaha melepaskan selang infus di tangannya membuat Salsa kewalahan menghadapi Vina yang sedang kalap.
Sakha yang baru saja kembali dari membeli makanan untuk Salsa terkejut melihat Vina yang tampak histeris dan berusaha menyakiti dirinya sendiri.Sakha segera menghampiri mereka berdua dan berusaha memegangi Vina.
"Sa,,kamu coba panggil dokter atau perawat...!!Biar si Vina aku yang pegangin,,takutnya kamu nanti kewalahan...!!"
Salsa mengangguk dan segera berlari keluar dari bangsal Vina menuju ke ruangan perawat untuk memberitahukan kondisi Vina.
"Hiks....hiks....lepasin gue Sakha...!!Gue mau mati aja...!!huuu...huuu...."Vina masih menangis tersedu-sedu, tapi dia sudah tidak memberontak lagi dan kini malah memeluk erat Sakha.
Sakha ingin melepaskan pelukan Vina,tapi dia tidak ingin gadis itu kembali berusaha menyakiti dirinya sendiri.
"Gue kotor Sakha....masa depan gue udah hancur....!!Gue dip\*rkosa.....huu...huu...Gue takut hamil Ka....!!huuu...huu...."Tangisan Vina terdengar semakin menyayat hati.
"Sshhh....lo tenang dulu Vin..."
Sakha terpaksa menepuk punggung Vina yang sedang memeluk erat dirinya agar gadis itu segera tenang.Tanpa disadari Sakha,gadis itu sebenarnya sedang tersenyum dalam tangisannya.Ya,,tentu saja Vina hanya berakting tadi karena terlanjur ketahuan oleh Sakha dan Salsa bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi.Untung saja otaknya itu cukup cerdas dan dengan cepat dia mendapatkan ide gila yaitu berpura-pura jadi korban p\*m\*rkosaan agar mendapatkan simpatik dari Sakha dan juga Salsa.
Salsa telah kembali bersama perawat.Gadis itu cukup terkejut melihat pemandangan yang ada dihadapannya.Begitupun dengan Sakha,dia merasa canggung saat Salsa melihatnya dan Vina berpelukan seperti ini.
Vina masih menangis tersedu-sedu sambil memeluk Sakha.Perawat segera menghampiri Vina dan menyuntikkan obat bius agar gadis itu merasa tenang. Tak lama,Vinapun tertidur.Sakha langsung membaringkan tubuh Vina diatas brankar.Dia buru-buru mengejar Salsa yang tadi langsung kembali keluar saat melihat dirinya dan Vina berpelukan.Sakha takut Salsa salah paham kepadanya dan bisa dipastikan rumah tangganya akan terancam jika hal itu benar-benar terjadi.
Salsa tengah duduk di kursi tunggu yang ada diluar bangsal Vina.Tanpa sadar air matanya menetes mengingat pemandangan yang dilihatnya barusan.Salsa tahu jika Sakha hanyalah berusaha menenangkan Vina.Tapi entah mengapa hatinya terasa sakit melihat suaminya memeluk gadis lain selain dirinya.
***