
Sakha merasakan ada yang aneh pada tubuhnya.Saat merasakan Almira menyentuhnya,tiba-tiba hasratnya muncul begitu saja.Sakha tampak gelisah menahan keinginan biologisnya yang muncul tiba-tiba.
Melihat bosnya sudah dipengaruhi oleh obat per\*ngs\*ng yang diberikannya,Almira segera beraksi.Dia semakin menggoda Sakha dengan sentuhan-sentuhannya.
Sakha semakin tidak tahan.Keringatnya mulai mengalir membasahi tubuhnya.Sakha langsung berdiri untuk menghindari sentuhan Almira.Dia berusaha keras menahan keinginannya.
"Bapak kenapa...??"Almira berpura-pura tidak tahu.Dia sengaja bertanya kepada Sakha dengan suara yang dibuat-buat agar Sakha semakin tergoda.
Sakha tersentak kaget saat mendengar suara Almira yang begitu menggoda baginya.
"Almira....lebih baik kamu segera keluar dari ruangan saya...!!"Sakha meminta Almira keluar dari ruangannya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkannya.
"Kenapa pak...??Tapi kelihatannya bapak sedang tidak baik-baik saja....!!Jika bapak membutuhkan sesuatu,,bapak bisa minta tolong ke saya....!!"Almira tidak beranjak dari ruangan Sakha.Dia justru semakin mendekati Sakha.
Sakha semakin gelisah karena kini hasratnya semakin menggebu-gebu.Almira langsung mencari kesempatan.Dia semakin mendekatkan tubuhnya kepada Sakha.Tangannya terulur menyentuh dada Sakha.
"Pak....saya tahu bapak sedang menginginkan sesuatu...Dan saya tidak keberatan jika bapak melakukannya kepada saya...!!"Almira berusaha keras untuk menggoda Sakha.Dia sengaja membuka kancing baju bagian atasnya agar Sakha semakin goyah.
Nafas Sakha semakin tersengal.Dia semakin ingin melakukannya kepada Almira.Hasratnya kini kian menggebu saat Almira mulai mendekatkan wajahnya.
Wajah Sakha dan Almira hampir tak memiliki jarak.Almira mendekatkan bibirnya ke bibir Sakha.Dia sedikit tersenyum karena membayangkan hari ini Sakha akan menjadi miliknya.
Saat bibir Almira hampir menyentuh bibir Sakha,Sakha langsung tersadar.Dia segera mendorong Almira kuat-kuat sehingga wanita itu terjatuh terjembab di lantai.
"Aduhh....!!"Almira meringis kesakitan karena tubuhnya terbentur lantai yang keras.
"Almira....Cepat kamu keluar dari ruangan saya...!!"perintah Sakha.Dia hampir tidak bisa mengontrol dirinya saat ini.
"Tidak pak...saya tahu bapak sedang membutuhkannya...Saya bersedia memberikannya kepada bapak karena saya tahu bu Salsa saat ini tidak bisa memenuhi kebutuhan bapak...!!"jawab Almira membuat Sakha terkejut.Almira segera bangkit dan kembali mendekat ke arah Sakha.
"Almira....jaga sikap kamu...!!Saya atasan kamu disini...!!Jika kamu tidak mau keluar,,biar saya yang keluar....!!"Sakha berusaha menghalangi Amira yang justru semakin mendekatinya.
Sakha akhirnya memilih keluar dari ruangannya meninggalkan Almira.Dia melangkah menuju basement perusahaannya dan melajukan mobilnya menuju ke rumah.Sakha mengemudikan mobilnya dengan kencang karena kini kondisinya sedang sangat kacau.Dia ingin segera tiba dirumah untuk meredam keinginan biologisnya yang muncul tiba-tiba tanpa tahu penyebabnya.
Sakha begitu gelisah saat mengemudikan mobilnya.Dia kehilangan konsentrasinya dan tanpa di duga ada sebuah motor yang tengah menyeberang.Sakha begitu terkejut sehingga dia membanting setir ke kiri.
"BRAKK....!!"Mobil Sakha menabrak pohon.Kepala Sakha terbentur kemudi dengan cukup keras sehingga mengeluarkan darah.
Sakha merasakan kepalanya berkunang-kunang dan pandangannya mulai mengabur.Dia pun tak sadarkan diri.
.
.
.
Devano memang sangat marah kepada Sakha karena telah menampar Salsa,gadis yang telah dicintainya sejak lama.Tapi bagaimanapun juga Sakha adalah saudaranya.Dia tidak bisa mengabaikan keadaan Sakha yang kini sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja.
Devano merasa lega saat melihat Sakha telah sadar.Dia hanya mengalami luka ringan di kepalanya.Dia pingsan karena tidak kuat menahan hasratnya yang bergejolak akibat efek obat per\*ngs\*ng yang telah dicampurkan Almira ke dalam minumannya.
"Gimana keadaan lo...??Ada yang sakit...??"tanya Devano saat telah bertemu dengan Sakha.
"Gak papa...cuman luka kecil aja...!!Hari ini juga udah boleh pulang..."jawab Sakha dengan suara yang masih lemah.Dia masih merasakan sakit di kepalanya.
"Lo kenapa bisa kecelakaan sih...??"
Devano penasaran bagaimana Sakha mengalami kecelakaan.Apalagi saat ini hari masih belum terlalu siang.Seharusnya di jam seperti ini Sakha sedang berada di kantor.Seandainya saja jika Sakha akan bertemu dengan kliennya,pasti dia tidak sendiri.Damar dan Almira pasti akan ikut bersamanya.
Sakha lalu menceritakan keanehan yang dirasakannya.Dia bercerita tentang hasratnya yang tiba-tiba muncul saat Almira menyentuhnya.Hampir saja dia kehilangan akal sehatnya dan melakukan perbuatan terlarang itu kepada Almira.Tapi karena rasa cintanya yang begitu besar kepada istrinya,dia akhirnya bisa menahan hasratnya yang kian menggebu.
Devano merasa salut kepada Sakha.Jika dia yang mengalami hal itu,tentu saja dia tidak akan kuat untuk menahannya.Itulah yang membuat Devano merelakan Salsa untuk bersama Sakha.Karena Devano sangat tahu bahwa dirinya bukanlah pria yang baik.Dia mungkin tidak akan bisa setia kepada pasangannya saat telah menikah nanti.
"Ka...gue minta maaf karena kemarin gue udah mukul lo....!!"ucap Devano tiba-tiba.Dia sadar bahwa perbuatannya memukul Sakha kemarin tidaklah benar.
"Gue juga minta maaf karena mukul lo juga kemarin....Wajar kalo lo ngelakuin itu ke gue...!!Gue juga pasti gak akan rela ngelihat orang yang gue suka disakiti sama orang lain...Meskipun itu adalah suaminya...."jawab Sakha membuat Devano mengerutkan keningnya.
"Maksud lo...??"Devano tidak mengerti dengan maksud ucapan Sakha barusan.
"Udahlah....gue udah tahu sejak lama...Lo sebenarnya suka sama Salsa kan...??Gue lihat pandangan lo ke Salsa beda pas pertama kali lo ketemu sama Salsa di hari pernikahan gue...Gue pikir mungkin lo cuman sedikit tertarik sama Salsa.Tapi saat gue lihat semua perlakuan lo ke dia,,gue sadar kalo ternyata lo suka sama Salsa....!!"
Devano menundukkan wajahnya.Dia merasa tidak enak kepada Sakha."Ka...sory...!!Gue gak bermaksud buat nikung lo...!!"
"Its oke....perasaan emang gak bisa dicegah...Gue juga berterimakasih sama lo karena lo gak pernah berusaha ngambil Salsa dari gue.Bahkan saat lo punya kesempatan buat dapetin Salsa,,lo gak mau ngelakuin itu...Gue bangga punya sodara kayak lo...!!"
Sakha masih ingat dengan jelas saat Vina mencoba menjual Saksa kepada Devano.Saat itu Devano memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan Salsa.Tapi Devano justru menyelamatkan Salsa.
"Hhhmm...apa yang bjsa dibanggain dari gue coba...??Gue br\*ngs\*k...suka nidurin banyak gadis..."ucap Devano sinis.
"Tapi seenggaknnya lo bukan b\*jing\*n...."sahut Sakha.Dia tahu betul apa yang menyebabkan sepupunya itu suka bermain perempuan.
"Thanks...lo masih percaya sama gue...!!Bahkan saat lo udah tau kalo gue suka sama istri lo...!!Gue janji,,gue gak akan pernah coba ngambil Salsa.dari lo...!!Gue bahagia karena dia dapetin cowok setia kayak lo...!!"ucap Devano tulus.
***