
Tahun ajaran baru telah dimulai.Salsa baru saja memasuki kelas barunya yaitu kelas XII IPS 2.Salsa tampak melihat seisi kelas.Ternyata belum banyak siswa yang datang.Salsa segera memilih tempat duduk di bangku paling belakang.Persis seperti tempat duduknya saat di kelas 11.
Tak lama kemudian,Kiran datang bersamaan dengan Yoga dan langsung memilih tempat duduk di depan Salsa sementara Yoga duduk di meja sebelah Kiran.
"Hai Sa...lo gak papa kan duduk sendiri...??Soalnya gue gak enak sama Kadek kalo tiba-tiba pindah duduk sama lo...."
"Iya gak papa,,santai aja...!!"Salsa tidak mempermasalahkan Kiran yang duduk satu bangku dengan Kadek.Toh di SMA NUSA BANGSA dia juga sudah terbiasa duduk sendiri sebelum berpacaran dengan Sakha.
Terlihat Kadek masuk ke dalam kelas berbarengan dengan Arya.Arya langsung duduk di sebelah Yoga dan Kadek duduk di sebelah Kiran.Lalu Bayu datang bersamaan dengan Genta.Mereka berdua langsung duduk di belakang meja Yoga dan Arya yang letaknya tepat di sebelah meja Salsa.
"Gen...lo gak duduk sama Salsa...??Dia sendirian tuh....!!"Bayu mengarahkan dagunya ke arah Salsa yang duduk sendiri di sebelah mejanya.
"Gak...!!"Genta menjawab dengan acuh.Saat ini dia sedang berusaha menghilangkan perasaan untuk Salsa.Tapi meskipun dia sekarang membenci gadis itu,dia tetap tidak mengatakan kepada teman-temannya alasan mengapa dia menjauhi Salsa.
"Tumben...udah move on lo...??"Bayu tampak heran melihat Genta yang sepertinya sudah tidak berusaha mendekati Salsa lagi.Bahkan sekarang dia terkesan membenci Salsa.
"Iya...gue pengen move on...!!Capek ngejar sesuatu yang udah dimilikin orang lain...!!"
Bayu hanya mengedikkan bahunya dan enggan untuk bertanya lebih jauh mengenai Salsa. Salsa yang sempat mendengar percakapan Bayu dan Genta tampak tak peduli.Dia justru merasa senang karena Genta tak lagi mendekatinya.Memang lebih baik begitu karena saat ini dirinya sudah terikat hubungan yang sakral dengan Sakha.
Satu persatu teman-temannya mereka mulai berdatangan.Mereka segera menempati tempat duduk yang masih kosong.Tak lama kemudian bel tanda masuk berbunyi. Miss.Erika,guru mata pelajaran bahasa Inggris yang sekarang menjadi wali kelas mereka telah memasuki kelas.Seketika kelas yang tadinya riuh berubah menjadi hening.
.
.
.
Sakha memasuki kelas barunya.Tampak Alvin,Leo dan Damar telah mendapatkan tempat duduk.Leo duduk bersebelahan dengan Alvin,sementara Damar duduk di bangku belakang Alvin dan Leo.Melihat Sakha datang,mereka segera memanggil Sakha untuk duduk di sebelah Damar di bangku paling pojok.Tempat yang sangat disukai Sakha.
Bel tanda masuk sekolah telah berbunyi.Para siswa yang tadinya masih asik mengobrol kesana kemari segera kembali menuju tempat duduk mereka masing-masing.
Bu Santi memasuki kelas mereka dengan seorang gadis.Beliau lalu meminta gadis itu memperkenalkan dirinya.
"Selamat pagi anak-anak,,hari ini kita kedatangan murid baru...Silahkan perkenalkan diri kamu...!!"
"Selamat pagi teman-teman,perkenalkan nama saya Tania Salsabila...Saya pindahan dari Surabaya. Alasan saya pindah ke sini adalah karena mengikuti ayah saya yang dipindahtugaskan kesini.Salam kenal semuanya...."
Selesai gadis itu memperkenalkan diri,Bu Santi segera menyuruh gadis itu duduk di bangku yang masih kosong. Kebetulan meja sebelah Sakha dan Damar masih terdapat tempat duduk kosong. Gadis itu segera menuju ke tempat duduk kosong yang berada tepat di sebelah Damar.
"Hai...kenalin,gue Damar...!!"Dengan narsisnya Damar langsung memperkenalkan dirinya.Tapi tampaknya gadis itu sama sekali tidak tertarik kepada Damar.Matanya malah tertuju kepada Sakha yang tadi hanya melihatnya sekilas dan kini dia tampak sibuk memainkan benda pipih miliknya di bawah meja.Karena hari ini adalah hari pertama mereka masuk sekolah,Bu Santi meminta mereka melakukan pembentukan pengurus kelas.Suasana kelas mendadak jadi riuh karena para siswa mulai berdebat memilih calon ketua kelas mereka.
.
.
.
Jam istirahat berbunyi.Leo,Alvin,Sakha dan Damar tampak mengobrol seru sambil menikmati makanan di kantin.Karena sering bersama saat latihan basket,kini Damar menjadi akrab dengan Sakha,Alvin dan Leo karena hanya mereka ber empat lah anggota tim basket sekolah yang berasal dari kelas mereka.
"Jadi lah...malah gue udah nikah...!!Tapi kalian jangan bilang-bilang ya....!!"jawab Sakha membuat ketiga temannya terkejut.Sakha lalu menceritakan kepada teman-temannya tentang perjodohannya dengan anak dari teman orang tuanya yang ternyata adalah Salsa dan juga dengan kondisi bunda yang saat ini sedang tidak bisa berjalan akibat mengalami kecelakaan hingga dia akhirnya langsung dinikahkan dengan Salsa agar bunda dan Salsa bisa tinggal dirumahnya.
"Jadi lo udah nikah sama Salsa....??Udah belah duren belom...??"Goda Alvin dengan suara pelan,tapi cukup mampu didengar oleh Damar dan Leo.Mereka bertiga memandang Sakha dengan penasaran.
Sakha langsung tersenyum lebar mendengar pertanyaan temannya itu."Udah lah...kan udah halal...rugi lah kalo gak belah duren...."
Ketiga temannya langsung memandang dengan tatapan iri kepada Sakha.Meskipun belum pernah merasakannya,tapi mereka tahu kalau rasanya pasti sangatlah nikmat.Sakha saja mengatakan kalau dia sudah mulai ketagihan melakukan kegiatan itu.
"Enak banget hidup lo....Udah lo tajir,punya bini cakep kayak Salsa....awas,,jangan sampe lo selingkuh...!!Kalo gak gue rebut tu Salsa dari lo...!!"ucap Damar yang merasa iri dengan nasib baik Sakha.
"Enak aja....gak bakal lah gue selingkuh...!!Awas aja lo kalo macem-macem...Salsa tu cuman punya gue...!!"
Alvin,Leo dan Damar langsung terkekeh melihat reaksi Sakha.Sebenarnya perkataan Damar tadi hanya bercanda tapi Sakha menanggapinya dengan serius.
"Gak bakal lah mar dia selingkuh....dia tu bucin banget sama si Salsa...!!"ledek Leo. Mereka kembali mentertawakan Sakha yang saat ini sedang memanyunkan bibirnya.
Sementara itu,siswi baru yang baru saja memasuki kantin dan mencari tempat duduk mendengar keempat cowok populer di kelasnya itu menyebutkan nama Salsa.Dia pun seketika mengembangkan senyumnya dan tampak menghampiri mereka.
"Hai...kalian ngomongin gue...??"tanyanya penuh percaya diri.Sekilas dia mendengar Leo mengatakan bahwa Sakha bucin dengan Salsa.Dia langsung merasa kepedean dan mengira bahwa Sakha menyukainya.
Mereka berempat langsung mengerutkan kening karena sama sekali tidak mengerti dengan maksud si murid baru itu.
"Siapa yang ngomongin lo...??ge er banget sih...??"Alvin agak kesal melihat murid baru yang tingkahnya sungguh terlihat pede itu.Bahkan saat ini gadis itu sudah duduk di sebelah Sakha.Sementara Sakha tampak tidak menghiraukan gadis itu dan sibuk menikmati makanannya.Tapi gadis itu malah mengira Sakha sedang salah tingkah karena malu padanya.
"Nama lo Sakha kan...??Gue tahu dari temen-temen kalo lo cowok paling populer di sekolah ini...Gue tersanjung banget lo suka sama gue....??"ucap Gadis itu tiba-tiba kepada Sakha membuat Sakha langsung tersedak makanannya.
"Uhuk...uhuk....!!"Sakha langsung meminum es teh yang ada di depannya. "Gue gak suka sama lo ya....!!pede banget lo ngira gue suka sama lo...!!"lanjutnya .
"Udahlah,,gue denger sendiri kalo lo tu bucin sama gue....!!Gue yakin banget kalo gue gak salah denger...."Gadis itu masih ngotot.
"Kapan lo denger gue bucin sama lo...??"Sakha masih penasaran bagaimana bisa gadis itu menganggap dia bucin dengan gadis itu.
"Itu tadi temen lo bilang kalo lo bucin banget sama Salsa...Lah nama gue Tania Salsabila,Kalo dirumah gue dipanggil Salsa....berarti gue kan...??Hari ini banyak kok cowok yang bilang suka sama gue....Tapi tenang aja ,gue gak suka sama mereka....Gue milih lo kok....!!"kepedean gadis itu sungguh membuat Sakha merasa muak dan kehilangan nafsu makannya.Tanpa mengatakan apapun, dia segera pergi dan meninggalkan makanan yang belum dihabiskannya itu.
Leo dan Alvin hanya terbengong-bengong melihat tingkah laku murid baru yang sangat menyebalkan itu.Mereka segera mengikuti Sakha meninggalkan kantin.
"Wah....bakalan ada Zoya jilid dua nih kayaknya...!!"ucap Alvin sambil terkekeh.Sementara Leo hanya mengiyakan ucapan Alvin barusan.Mereka mempercepat langkahnya agar bisa segera menyusul Sakha.
Sementara Damar malah masih tetap bertahan di kantin menemani murid baru yang over pede itu.
***