
Salsa memasuki Miracle Cafe yang tampak ramai dengan pengunjung.Dia segera berjalan menuju rumahnya yang ada di belakang Cafe tersebut dan memasuki kamar yang sudah lama tidak ditempatinya itu.Setibanya di kamar,Salsa langsung merebahkan tubuhnya yang lelah akibat perjalanan jauhnya.Karena kelelahan,Salsa akhirnya tertidur dengan lelapnya dan tak sempat mengabari Sakha kalau dia sudah sampai di Bandung.
"Salsa,,bangun nak...!!Udah sore,mandi dulu gih....!!"Bunda membangunkan Salsa yang tampak masih nyenyak dengan tidurnya.
Perlahan-lahan Salsa membuka matanya.Matahari sudah tidak terlalu menyengat menandakan bahwa hari sudah mulai sore.Salsa menggeliat kan badannya sebentar lalu segera duduk sambil masih mengusap matanya.
"Kamu mandi dulu ya nak....Hari ini kita mau kedatangan tamu...."Ucap bunda lagi.
Salsa mengerjakan matanya agar rasa kantuknya segera hilang."Tamu....??Siapa bun...??"tanya Salsa bingung.Pasalnya mereka sudah tidak mempunyai kerabat lagi di Bandung.
"Om Erlangga sama tante Elina.Mereka teman ayah kamu waktu kuliah dulu...Dulu ayah juga sempat bekerjadi perusahaannya om Erlangga sebelum meninggal...."Bunda menjelaskan. "Oh iya,,restoran kita yang di Bali itu juga sekarang sudah dibeli sama om Erlangga dari teman bunda.Mungkin mereka akan membahas masalah restoran juga...Kamu mandi dulu gih...!!Nanti jam 5 mereka mau datang. ."ucap Bunda lagi
Salsa segera berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena sekarang ini jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.Itu artinya satu jam lagi om Erlangga dan tante Elina akan segera tiba.
Salsa menghabiskan waktu setengah jam untuk mandi dan berdandan.Dia tidak ingin terlihat memalukan saat bertemu dengan dua orang yang mungkin merupakan tamu penting untuk bundanya.
Setelah memantaskan diri didepan cermin Salsa segera berjalan ke Cafe.Dia ingin mengganjal perutnya dengan makanan karena saat ini perutnya terasa lapar.Dia segera meminta mbak Rara untuk menyiapkan kentang goreng untuknya karena dia tidak bisa makan makanan berat.Itu karena nanti Bunda berencana mengajak om Erlangga dan tante Elina untuk makan malam bersama.Salsa tidak mau terlalu kekenyangan nantinya.
Jam 5 tepat,orang yang dimaksud oleh Bunda telah datang.Bunda mempersilahkan om Erlangga dan tante Elina duduk di ruang tamu rumahnya yang dimejanya sudah penuh dengan minuman dan berbagai makanan ringan.Setelah sempat bersalaman dan bunda juga ber cipika-cipiki dengan tante Elina mengingat mereka dulu adalah teman di masa muda,mereka segera duduk di sofa.
"Ini anak kamu Bell,cantik banget...!!Udah besar lagi....Terakhir ketemu dulu masih kecil...."ucap tante Elina memuji Salsa.Salsa jadi merasa salah tingkah dibuatnya.
"Iya....kamu sendiri juga punya anak kan...??Kayaknya seumuran ya sama anak ku...??"Bunda balik bertanya.Tadinya Salsa mengira akan ada acara formal mengingat tamu mereka adalah pemilik baru restoran mereka yang ada di Bali.Tapi ternyata mereka malah mengobrol santai seperti acara reuni.Padahal Salsa sudah berdandan secantik mungkin agar tidak terlihat memalukan.
"Oh iya,,terus rencananya restoran yang di Bali gimana...??Kalo mau kalian handle silahkan saja karena sekarang restoran itu sudah jadi milik kalian...!!Nanti aku sama Salsa bisa cari kontrakan di sekitar sana sampai Salsa lulus sekolah....Setelah itu kita bisa balik lagi kesini...!!"Bunda mengawali percakapan serius.
"Ooh...Ini aku udah urus sertifikat restoran itu atas nama kamu...Kamu tinggal tanda tangan aja...!!"Om Erlangga memberikan berkas kepada bunda.Bunda tampak kaget melihat nya.
"Maksudnya...??"Bunda tidak mengerti dengan ucapan om Erlangga.
"Gak usah....aku udah punya Cafe ini aja udah cukup....!!"Bunda berusaha menolak pemberian om Erlangga.
"Bella,,aku mohon jangan ditolak ya...!!Kami merasa sangat berhutang budi pada Satria dulu...Jadi kamu terima ya..!!"Kali ini tante Elena yang berbicara.Mau tidak mau Bundapun menerima restoran pemberian om Erlangga dan tante Elena itu.
Salsa tampak terkejut mendengarnya.Dia tidak menyangka om Erlangga dan tante Elena memberikan restoran kepada bundanya.Ckckck....sekaya apa sih mereka sampai-sampai restoran yang harganya fantastis itu diberikan secara cuma-cuma.
"Oh iya Bell,aku kesini juga mau membahas soal anak-anak kita..."ucap om Erlangga lagi membuat Bunda mengerutkan keningnya.Tapi Bunda hanya diam saja menunggu kelanjutan ucapan om Erlangga.
"Dulu,aku pernah berjanji pada Satria akan menjodohkan anak-anak kita.Jadi,kita atur waktu pertemuan anak kita ya...!!"om Erlangga melanjutkan kalimatnya membuat Salsa tersedak minumannya.
"Uhuk..uhuk...!!"Salsa terbatuk-batuk membuat om Erlangga,tante Elena dan bunda melihat ke arahnya.
"Sayang....kamu coba ketemu sama anak tante dulu aja...!!Masalah cocok atau enggaknya,kalian putuskan sendiri.Kami cuma mau menepati janji kami pada mendiang ayah kamu....!!Mau ya sayang..!!"Dengan lembut,tante Elina berusaha membujuk Salsa agar mau bertemu dengan anaknya.Mendengar ucapan tante Elina yang begitu lembut padanya,tanpa sadar Salsa menganggukkan kepala tanda dia menyetujui untuk bertemu dengan anak tante Elina dan om Erlangga.
Om Erlangga dan tante Elina tampak lega karena Salsa menyetujui permintaan mereka.Mereka akan memikirkan caranya agar anaknya mau diajak bertemu dengan Salsa karena tadi saat mereka mengatakan rencananya,anaknya itu malah marah dan pergi dari rumah tanpa pamit. Sementara Bunda malah tampak gelisah dengan keputusan Salsa itu.Dia tahu bahwa anak gadisnya itu sudah mempunyai kekasih.Bagaimana nanti kalau Salsa tidak mau melanjutkan perjodohan ini setelah dipertemukan dengan calon jodohnya. Bunda jadi merasa tidak enak sendiri.Tapi Bunda tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menyetujui rencana om Erlangga dan tante Elina.
Om Erlangga dan Tante Elina memutuskan untuk mengundang Salsa dan bunda Bella untuk makan malam di rumahnya saja besok agar bisa mempertemukan Salsa dengan anak mereka.Dengan begitu ,anak mereka tidak akan bisa kabur lagi.
.
.
.
Pukul 8 malam,Salsa kembali memasuki kamarnya dengan wajah kusut.Dia baru saja menyelesaikan makan malam dengan om Erlangga dan tante Elina.Salsa merutuki kebodohannya tadi yang tidak bisa menolak untuk dipertemukan dengan anak mereka .
"Mereka ngasih restoran ke Bunda,terus minta gue dijadiin sama anaknya...??Kog gue jadi ngerasa dibeli sih...??,"umpat Salsa."Emang anak mereka gak laku ya sampe-sampe mau dijodohin segala....??Hhhh...bisa gawat nanti kalo sampe Sakha tau gue kau dijodohin...!!"Salsa tiba-tiba merasa panik.Dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Sakha nantinya saat tahu kalau dia telah dijodohkan dengan anak dari teman ayah dan bundanya.
"ASTAGA....gue lupa ngabarin Sakha kalo udah sampe....!!"Salsa menepuk jidathya sendiri saat menyadari bahwa hari ini dia belum menghubungi Sakha sama sekali.Dia langsung mengambil ponsel yang sedari tadi tergeletak di atas nakas dan mencari nama Sakha di daftar nama yang tertera di layar ponselnya.Belum juga Salsa melakukan panggilan,ponselnya sudah lebih dulu berbunyi tanda ada panggilan yang masuk.Salsa mengangkat teleponnya dengan sedikit takut mengetahui Sakha lah yang sedang menelponnya.Pasalnya tadi dia sempat melihat di layar ponselnya terdapat banyak notifikasi panggilan tak terjawab dari Sakha.
***