I'M Sorry

I'M Sorry
Bab. 82



Sakha dan Salsa saat ini tengah duduk di ruang tunggu sebuah klinik dokter kandungan.Tibalah saatnya nama Salsa dipanggil untuk melakukan pemeriksaan.Keduanya memasuki ruang pemeriksaan dengan gugup.



Dokter melakukan USG.Mata Sakha tampak berkaca-kaca saat melihat calon buah hatinya.Dia merasa terharu karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang ayah.



Dokter mengatakan usia kandungan Salsa berusia lima minggu.Dokter juga menjelaskan apa-apa saja yang akan dialami Salsa saat memasuki trimester pertama kehamilan seperti mual ataupun mengidam.Mungkin perasaan Salsa juga bisa berubah menjadi sensitif karena pengaruh dari perubahan hormon di dalam tubuhnya.Dokter menjelaskan hal itu bermaksud agar Sakha bisa memahami kondisi Salsa dan bisa menjadi suami yang siaga.



Sakha dan Salsa keluar dari ruang pemeriksaan dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.Mereka masih tidak menyangka sebentar lagi akan menjadi orang tua.Tapi,tentu saja mereka merasa sangat senang.



Sakha melajukan mobilnya menuju ke rumahnya.Dia berniat mengantarkan Salsa pulang terlebih dahulu,barulah kemudian kembali ke kantor.Tapi setibanya dirumah,Salsa sama sekali tidak mau ditinggal oleh Sakha.Jadilah Sakha memutuskan untuk tinggal dirumah dan membatalkan rencananya untuk kembali ke kantor.Untung saja Damar dan Almira bisa menghandle pekerjaannya.



Saat ini Salsa dan Sakha sedang duduk di tepi kolam renang sambil bersantai.Entah kenapa tiba-tiba Salsa jadi ingin sekali minum es kelapa muda.Akhirhya Sakha berinisiatif untuk membelikan Salsa es kelapa muda.



Saat baru keluar rumah dan akan memasuki mobilnya,tiba-tiba Devano muncul.Tadinya Devano datang ke kantor Sakha,tapi menurut asisten Sakha pria itu telah pulang ke rumahnya setelah memeriksakan Salsa ke dokter.Jadilah Devano segera menuju ke rumah Sakha.Devano merasa khawatir karena mengira Salsa sedang sakit.Damar tadi tidak mengatakan bahwa Salsa memeriksakan kandungannya,jadi Devano sama sekali belum mengetahui kabar tentang kehamilan Salsa.



"Loh ka,,mau kemana lo...??"tanya Devano karena melihat Sakha yang akan memasuki mobilnya.



"Gue mau beli kelapa muda....Tiba-tiba Salsa pengen minum itu soalnya...!!"jawab Sakha."Oh iya,lo sendiri kapan dateng ke sini...???"tanya nya lagi.




Devano tadinya adalah anak yang baik seperti Sakha.Dia sangat dekat dengan ibunya.Tapi semuanya berubah saat ayah Devano sering membawa pulang wanita malam sehingga membuat ibu Devano sakit-sakitan dan akhirnya meninggal saat Devano masih duduk bangku SMP.Setelah ibunya meninggal,ayah Devano justru semakin leluasa.Setiap hari selalu saja ada wanita yang dibawanya pulang ke rumah.Karena Devano sering melihat kelakuan bejat ayahnya,saat kuliah Devano mengikuti semua perilaku ayahnya.Dia suka bermain wanita.Tak jarang dia berperilaku kasar terhadap para wanita itu saat berhubungan badan karena merasa para wanita seperti itulah yang telah membuat ibunya pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.



"Oh iya...lo mau kemana tadi...??pertanyaan Devano membuyarkan lamunan Sakha tentang masa lalu Devano.



"Eh...gue mau beli es kelapa muda buat Salsa..."jawab Sakha tergagap.



"Katanya Salsa lagi sakit...kok malam minum es...??"tanya Devano yang setahunya Salsa sedang sakit.



"Hah...Salsa gak sakit kok...Dia cuman lagi ngidam aja...!!"



"Salsa hamil...??"tanya Devano saat mendengar pernyataan dari Sakha barusan.Sakha menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Devano.Tampak mata Sakha berbinar-binar saat membicarakan kehamilan Salsa.Pastilah pria itu merasa sangat bahagia.



"Selamat ya...gue turut berbahagia...!!"ucap Devano.Diapun turut berbahagia atas kebahagiaan dari sepupunya itu.Meskipun dia menyukai Salsa,tapi dia tidak pernah berniat untuk merebut Salsa dari Sakha.Dia justru ingin melihat Salsa berbahagia dengan orang yang dicintainya."Yaudah,,gue ikut lo beli kelapa mudanya..."Devano memutuskan untuk ikut bersama Sakha membeli kelapa muda untuk Salsa.Sebenarnya dia hanya ingin memastikan apakah Salsa sudah meluruskan kesalah pahaman antara dirinya dengan Sakha.Melihat sikap Sakha saat ini,sepertinya hubungan mereka memang baik-baik saja.Devano sudah bisa bernapas lega sekarang.Dia hanya menginginkan yang terbaik untuk Salsa tanpa ingin gadis itu tahu tentang perasaannya.


***


Maap yak,,authornya agak bolong-bolong up date nya..Tapi apalah daya...Tiap kali pegang hp,selalu dirampas sama si bocil...hehe...