
Sakha duduk di kursinya dengan wajah cemberut.Dia sungguh kesal dengan anak baru itu.Bisa-bisa nya mengira Sakha menyukainya hanya karena dia sedang membicarakan Salsa,,istrinya yang ternyata mempunyai nama panggilan yang sama dengannya. Tak lama kemudian Alvin dan Leo menyusul duduk di depan Sakha.Mereka pun tak kalah kesalnya dengan anak baru itu.
"Kayaknya tu anak baru bakalan jadi Zoya jilid 2 deh Ka....!!"ucap Alvin yang juga diangguki oleh Leo.
"Tauk lah....Gue males bahas tu cewek...!!"Sakha merasa malas membicarakan gadis itu.Karena memang dari awal dia sama sekali tidak tertarik dengan anak baru itu.
Sakha mengambil ponsel yang dari tadi dia simpan di saku celananya. Ingin rasanya dia menghubungi Salsa,istri tercintanya itu.Tapi apa daya,perbedaan waktu membuatnya menunda keinginannya untuk menghubungi Salsa karena saat ini pasti dia sedang mengikuti pelajaran di sekolahnya.
Sakha berusaha menghilangkan perasaan kesalnya dengan melihat-lihat foto Salsa yang ada di galeri ponselnya. Lumayan lah....sekedar untuk mengobati rindu yang bersarang di hatinya.
"Ka....lo gak nyesek tuh LDRan ma bini lo...??"tanya Leo yang tiba-tiba kepikiran soal Salsa.
"Nyesek tau...!!Tapi untung aja cuman di Bali...kalo kepepet kangen banget bisa langsung nyusul...!!"jawab Sakha.Dia memang berencana untuk pergi ke Bali setiap akhir pekan agar bisa bertemu dengan Salsa.
"Terus keadaan bunda nya Salsa gimana sekarang...??udah baikan...??"
"Udah mendingan sih...udah mulai bisa berdiri..."
"Syukurlah...gue do'ain semoga bunda cepet pulih...!!"
"Iya...thanks bro...!!Kapan-kapan main lah kerumah....Bunda pasti seneng lihat kalian...."
"Iya deh...kapan-kapan kita main ke tempat lo...!!"
Mereka bertiga masih asik melanjutkan obrolan Tiba-tiba Tania,si murid baru itu muncul dan langsung duduk di samping Sakha.Sakha yang sangat tidak suka dengan gadis itu dan langsung melotot padanya.
"Ngapain lo duduk sini...??"tanya Sakha dengan nada ketus.
"Gue mau duduk deket lo...biar kita bisa lebih akrab gitu...!!"jawab gadis itu tak tahu malu sambil dengan percaya diri menampilkan senyum manisnya kepada Sakha.Dipikirnya Sakha akan klepek-klepek saat melihat senyumannya itu.
"Gue gak minat akrab sama lo...!!"
"Udahlah...ngaku aja...!!Gue gak masalah kok...Lo sebenarnya suka kan sama gue...??orang gue denger sendiri lo sebut-sebut nama gue...!!"
"Gue gak nyebut nama lo ya...!!Emang cuman lo doang yang punya nama itu....??Lo salah paham...Gue tu tadi lagi ngomongin pacar gue yang kebetulan punya nama sama kayak lo...!!Udah,buruan minggir...!!"usir Sakha.Tapi gadis itu sama sekali tak beranjak membuat Sakha mulai emosi.
"Sakha....gue udah tanya ke temen-temen dan mereka bilang lo itu gak punya pacar....Udah lah,ngaku aja...Apa susahnya sih ngakuin perasaan lo...??Lagian gue juga suka kok sama lo...Kalo lo nyatain perasaan lo,gue bakal terima lo kok...."
Tania masih terus mengira Sakha menyukainya.Sebenarnya saat ini Sakha sudah sangat ingin menampar wajah gadis itu.Tapi karena dia sudah berjanji pada Salsa untuk tidak berbuat kasar dengan perempuan,diaoun mengurungkan niatnya dan mencoba untuk menahan emosinya.
"Tania...!!Sini....!!"Panggil Eva,gadis yang duduk di sebelah Tania.Akhirnya Tania beranjak pergi menuju ke tempat duduknya sendiri karena mendengar panggilan dari teman sebangkunya.
"Apaan...??"Tania duduk di sebelah Eva.Jujur saja,dia merasa kesal kepada Eva karena dia merasa gadis itu mengganggunya melakukan pendekatannya kepada Sakha.
"Iya...kayaknya dia suka sama gue,tapi malu buat ngakuin...Jadi gue yang inisiatif deketin dia ..!!"jawab Tania dengan pede,namun dengan suara yang tak kalah lirihnya dengan suara Eva.
Eva tampak tak percaya dengan ucapan Tania.Dia lalu memandang ke arah Sakha.Cowok itu tampak acuh dan tak sedikitpun melirik ke arah Tania.Eva jadi ragu dengan pernyataan Tania yang mengatakan kalau Sakha menyukainya.Mungkin saja Tania hanya ke Ge eran saja.
"Masak sih...??Dia kayaknya cuek tu sama lo..."
"Itu dia...mungkin dia masih malu...Makanya pura-pura cuek.Orang tadi di kantin gue denger dia diledekin temen-temennya...Mereka bilang si Sakha bucin sama gue....!!"terang Tania tanpa mengatakan bahwa yang sebenarnya di sebut Sakha dan teman-temannya adalah nama Salsa yang merupakan nama panggilannya saat dirumah. Eva yang tidak tahu kejadian sebenarnya seperti apa hanya mengangguk tanpa memberikan komentar apapun. Dia masih ragu dengan pernyataan Tania barusan.
"Tapi ya Tan,,gue kasih tau...Lo sebaiknya jangan terlalu cari gara-gara sama tu cowok...!!"ucap Eva memperingatkan Tania.Dia masih ingat bagaimana perilaku Sakha terhadap Zoya saat gadis itu tak berhenti mengganggunya.Bisa saja itu terjadi pada Tania.Tapi tampaknya Tania sama sekali tak menghiraukan ucapan Eva.Dia malah sibuk berpikir bagaimana cara agar Sakha mau mengakui perasaannya.
.
.
.
Di jam istirahat,Salsa tampak menikmati makanannya di kantin bersama Kadek dan Kiran.Mereka bertiga tampak asik menceritakan liburan mereka.Lebih tepatnya Kadek dan Kiran yang bercerita sementara Salsa hanya jadi pendengar saja.Kadek dan Kiran menceritakan apa saja kegiatan mereka selama berlibur dan menginap di Villa milik ayah Yoga di Kintamani.
Sementara Yoga dan teman-temannya duduk ditempat yang terpisah dari mereka.Mereka juga tampak sedang mengobrol dengan asik.
"Lo udah move on Gen...??tumben udah gak PDKT ma Salsa lagi...??"tanya Bayu.Sejak tadi lagi dia lihat Genta sama sekali tidak menghiraukan Salsa.
"Hhhh...ya gitu lah...!!Gue mau nyari cewek lain aja...Salsa kan udah ada yang punya...!!"
"Betul bro...cewek gak cuman Salsa doang...!!Bagus deh kalo lo udah move on...!!"Kali ini Yoga yang menimpali.
"Move on sih move on,,tapi sikap lo biasa aja kali Gen...!!Soalnya yang gue lihat dari tadi lo kayaknya ngindarin dia mulu....Tadi juga lo kan yang minta kita buat duduk disini...??Biasanya juga gabung ma mereka ...."timpal Arya.Dia agak kecewa karena dia jadi tidak bisa makan bersama Kadek.
"Gak lah,,gue gak ngindarin dia kok...Gue ngajak duduk sini karena gue pengen ngobrol masalah cowok aja sama kalian....Ya kali ngomongin masalah cowok bareng cewek-cewek...??Kan gak enak..."Genta berusaha menyangkal pandangan Arya tentang dirinya yang menghindari Salsa.Walapun hal itu memang benar adanya,tapi dia masih belum ingin menceritakan kepada teman-temannya tentang Salsa.
"Emang mo ngomong apa sih...??"
Bayu,Yoga dan Arya sama-sama melihat ke arah Genta yang tampak ingin membicarakan sesuatu.
"Menurut kalian,Virgin itu penting gak sih...??Ehm...maksud gue gini....Gue kan sekarang lagi ada gebetan baru...Dan gue denger -denger tu cewek udah pernah ML ama pacarnya dulu....menurut kalian,tetep gue gebet ato tinggalin aja...??"Genta meminta pendapat kepada teman-temannya karena dia masih bimbang. Di satu sisi dia merasa sulit untuk menghilangkan perasaannya terhadap Salsa,tapi di sisi lain dia merasa kecewa karena ternyata Salsa telah melakukan perbuatan yang tidak pantas dengan Sakha.
"Ya tergantung lo nya sih...Kalo cuman buat happy-happy an doang,gak papa lah...lumayan, sekalian nyoba...hehe.Tapi kalo buat seriusan,ogah deh gue kayaknya...!!"jawab Yoga dan disetujui oleh Arya dan juga Bayu.
"Betul tu kata Yoga....Tapi emang siapa sih gebetan lo sekarang ..??"
Genta langsung panik saat Bayu tiba-tiba menanyakan siapa cewek yang dimaksudnya.Tentu saja dia tidak bisa mengatakan kalau sebenarnya gadis itu adalah Salsa.Bagaimanapun juga,dia tidak berhak menceritakan aib Sakha kepada orang lain meskipun dia merasa sakit hati pada gadis itu.
"Ada laaah...bukan anak sekolah sini kok...Kalian gak kenal...!!Yaudah lah....gak usah dipikirin...Gu juga gak suka-suka banget kok sama tu cewek...Jadi gue ikutin saran kalian aja...Mending cari cewek yang lain...Iya kan...??"Genta sengaja mengalihkan pembicaraan agar ketiga sahabatnya itu tidak lagi bertanya tentang siapa gadis yang dimaksud nya.Beruntung teman-temannya tak lagi membahas tentang masalah itu.
***