
Genta,Yoga dan Kiran tampak cemas menunggu Salsa yang kini tengah ditangani oleh dokter.Kiran merasa bingung harus menghubungi siapa karena bunda Salsa kini tengah berada di Bandung dan sedang dalam kondisi yang tidak sehat.Akhirnya Kiran menghubungi Kadek yang saat ini sedang dalam perjalanan menyusul mereka bersama dengan Arya dan Bayu.Dia meminta Kadek untuk menuju ke restoran milik Salsa dan mengabari pak Wildan bahwa kini Salsa telah berada di rumah sakit karena setahu Kiran sekarang ini Pak Wildanlah yang mengurus segala keperluan Salsa di sini.
Begitu melihat dokter yang menangani Salsa tadi,teman-teman Salsa langsung berdiri untuk menanyakan tentang keadaan sahabatnya itu.
"Maaf....apakah kalian keluarga pasien...??"tanya dokter ber name-tag Ridwan yang kira-kira berusia sekitar tiga puluh tahunan itu.
Ketiganya langsung menggelengkan kepala.
"Kami temannya dok...Keluarganya sedang ada diluar kota..jadi belum bisa datang...!!Kiran menjawab pertanyaan dokter.
Dokter itu tampak bingung.Sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan mengenai Salsa.
"Apa ada masalah yang serius dengan teman kami dok...??Dokter bisa bicara dulu pada kami,,nanti biar kami sampaikan ke keluarganya...!!"Genta meyakinkan dokter agar memberitahu tentang keadaan Salsa padanya.
"Ehm...begini...Pasien mengalami keguguran....Beruntung anda cepat membawanya kemari.Jika tidak, pasien akan kehilangan banyak darah dan itu bisa membahayakan nyawa pasien.Untuk saat ini pasien sedang beristirahat, kalian bisa menemui pasien.Tapi mohon jangan menghakimi pasien karena itu bisa membuat pasien mengalami depresi...!!"Dokter tadi akhirnya memberitahukan kondisi Salsa pada teman-temannya. Mendengar penjelasan dokter tadi,Kiran,Yoga dan Genta sangat terkejut.Mereka tidak menyangka bahwa Salsa telah hamil.
Kiran masuk ke dalam ruangan Salsa.Dilihatnya gadis itu tengah terbaring lemah diatas brankar dengan tatapan kosong. Kiran merasa sedih melihat sahabatnya yang tampak begitu terpukul.
Kiran duduk di kursi yang ada di samping Salsa sementara Yoga dan Genta hanya berdiri menatap Salsa dari dekat pintu.
"Sa...makan dulu gih...!!Gue suapin ya...??"Kiran mencoba membujuk Salsa agar mau makan,tapi Salsa hanya menggelengkan kepalanya.Kiran menghela nafas.Dia merasa putus ada karena sampai saat ini Salsa hanya diam tanpa mau berbicara.Ketiga teman Salsa itu akhirnya memutuskan untuk menunggu Salsa diluar saja setelah gadis itu tertidur.
.
.
.
Hampir semalaman Kiran,Yoga dan Genta menunggu Salsa di rumah sakit sementara Kadek,Arya dan Bayu langsung kembali kerumah mereka masing-masing setelah mengabarkan kepada Pak Wildan tentang kondisi Salsa. Sebenarnya pak wildan telah datang ke rumah sakit dan meminta mereka untuk pulang saja.Tapi mereka bertiga bersikeras ingin menemani Salsa dan akan pulang keesokan harinya.
Tepat pukul 2 dini hari,Sakha dan papa Erlangga tiba di rumah sakit tempat Salsa dirawat.Setelah mendapatkan kabar dari pak Wildan,Sakha langsung panik dan segera terbang menuju Bali ditemani oleh papa Erlangga yang juga merasa khawatir dengan kondisi menantunya yang kabarnya mengalami keguguran .Sementara Bunda dan mama Elina tidak bisa ikut karena bunda masih harus menjalani terapi agar bisa segera pulih.
"Om Wildan,,dimana Salsa...??"tanya Sakha tanpa menghiraukan keberadaan teman-teman Salsa karena dirinya saat ini tengah menghawatirkan keadaan istrinya.
"Br*ngs*k lo...!!"
"BUKK...BUKK...."
Sakha yang hendak masuk ke dalam ruangan Salsa terkejut karena tiba-tiba merasakan pukulan yang cukup keras pada bagian wajahnya.Siapa lagi pelakunya kalau bukan Genta
"Si*l*n lo...berani-beraninya pukul gue...!!"Sakha hendak membalas pukulan dari Genta,tapi papa Erlangga dengan cepat menahan Sakha karena tidak ingin terjadi keributan di rumah sakit ini dan nantinya akan mengganggu pasien yang lainnya.
"Sakha...tujuan kamu kesini mau lihat Salsa kan...??"papa Erlangga mengingatkan Sakha hingga dirinya yang telah bersiap untuk memukul Genta pun mengurungkan niatnya dan segera memasuki ruangan tempat Salsa dirawat.
Genta merasa tidak terima melihat Sakha akan memasuki ruangan Salsa.Dia berusaha keras menghalangi Sakha karena menurutnya pria itu tidaklah pantas untuk berada di samping Salsa.Dia begitu marah karena mengetahui Salsa yang telah hamil akibat perbuatannya.
"Heh...b*ngs*t...!!Gue masih mau bikin perhitungan sama lo...!!"ucapnya setengah berteriak karena Sakha sama sekali tak merespon ucapannya dan malah memasuki ruangan Salsa.
Yoga dan Kiran memegangi Genta.Mereka berusaha menenangkan Genta agar tidak kembali membuat keributan.
"Genta...udah...!!Tindakan lo itu ganggu semua orang tau gak sih...??"bentak Kiran.
"Maaf,,kalian ada masalah apa dengan anak saya...??"papa Erlangga yang tidak mau ada keributan disana pun menghampiri Genta,Yoga dan Kiran.Dia tidak mengerti masalah apa yang terjadi pada Genta dan anaknya sehingga tiba-tiba pria itu memukul Sakha.
"Oooh...anda ayah dari si Br*ngs*k itu...??Apa anda tahu apa yang telah diperbuat anak anda itu terhadap teman saya...??"Genta malah balik bertanya kepada papa Erlangga sambil menatap sinis ke arahnya.
"Anak anda telah membuat teman saya hamil dan sekarang teman saya mengalami keguguran yang dapat membahayakan nyawanya...!!"ucap Genta lagi.Papa Erlangga kini mengerti apa yang terjadi.Rupanya Genta telah salah paham terhadap Sakha.Dia mengira Sakha dan Salsa telah melakukan perbuatan terlarang tanpa adanya ikatan pernikahan.
"Ya...saya tahu anak saya telah membuat teman kalian hamil...Tapi anak saya tidak br*ngs*k seperti yang kamu katakan tadi karena anak saya adalah suami dari teman kamu itu...!!"jawab papa Erlangga seketika membuat Genta dan teman-temannya langsung terdiam.
Mereka kini tampak shock mendengar penuturan dari papa Erlangga barusan yang menyatakan bahwa Sakha dan Salsa telah menikah.Terlebih lagi Genta...hatinya harus kembali hancur mengetahui bahwa gadis yang dicintainya sekarang telah seutuhnya menjadi milik orang lain dan tidak ada lagi kesempatan lagi baginya untuk memperjuangkan cintanya.
***