
Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚
Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.
Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐
Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.
Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....
Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.
Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...
Kesucian Syahadat
Dahsyatnya SHOLAWAT
Angkringan Cinta
Kopi Paste
Ketabahan Aisyah
Amanah Terindah
Kalam Hikmah
Selamat Membaca ....
💚💚💚💚💚💚
SEPULUH TAHUN KEMUDIAN ...
"Aku gak mau masuk pesantren Umi. Bilang sama Abi, Bulan mau masuk SMP NEGERI." ucap Bulan yang selalu merengek kepada Sang Umi setiap hari.
Umi Sofi hanya diam saja, dan tetap melanjutkan menyiapkan sarapan untuk suami dan kedua anak kembarnya itu.
"Umi ...!! Umi dengar Bulan gak sih?!" ucap Bulan yang sedikit meninggi.
Umi Sofi tetap diam, karena tidak mau menjawab pertanyaan Bulan. Keputusan Abi sudah mutlak, untuk memasukkan kedua anaknya di pesantren di berbeda kota. Pesantren itu milik sahabat Rendy sejak mengikuti Majelis di kotanya. Semenjak itu Rendy dan Sofi menginginkan kedua anaknya agar mendapat pendidikan agama yang baik sehingga makin kokoh dan kuat iman mereka.
Bulan lalu terdiam di kursi makan. Kakinya sesekali dihentakkan ke lantai karena kesal dan kecewa kepada kedua orangtuanya.
Sofi keluar dari dapur dan membawa semangkuk besar nasi goreng dan diletakkan di meja makan. Menuangkan air putih ke setiap gelas dan merapikan lauk pauk yang sudah ada diatas meja.
"Umi jahat!! ... Umi gak sayang Bulan." ucap Bulan kesal.
Sofi meletakkan teko air dan menghampiri Bulan. Lalu mengusap rambut panjang Bulan yang tergerai hingga punggungnya.
"Bulan sayang, Abi menyuruh kalian berdua masuk pesantren itu untuk kebaikan kalian. Terutama kamu anak perempuan Bulan. Umi dan Abi hanya ingin masuk surga, maka Abi dan Umi ingin kalian itu menjadi anak Sholeh dan Sholehah." ucap Umi Sofi pelan lalu mengecup pucuk kepala anaknya itu.
Bulan pun hanya mencebikkan bibirnya pertanda tidak suka. Bulan adalah seorang gadis yang tomboy dan keras kepala. Kehidupannya yang terlalu di manja oleh kedua kakek dan neneknya membuat Bulan tumbuh menjadi gadis yang manja dan keinginannya harus dituruti. Pergaulan sehari-hari dengan teman-temannya pun menjadi alasannya untuk selalu ijin keluar rumah untuk sekedar nongkrong atau berbelanja di mall.
Abi Rendy dan Bintang pun datang lalu duduk di kursi makan. Tatapan Bulan yang tajam ke arah Abi Rendy pun tidak diindahkan oleh Abinya.
"Umi sayang, nasi gorengnya yang banyak. Sebentar lagi, Abi akan menguras tenaga banyak." ucap Rendy pelan.
"Iya Abi. Menguras tenaga untuk apa?!" tanya Umi Sofi pelan kepada Rendy.
"Lihat anak perempuanmu yang barbar itu sudah mengajak perang sama Abi." ucap Rendy terkekeh.
Bintang pun sekilas menatap Bulan lalu tersenyum hangat kepada Kakak perempuannya itu. Bulan hanya mendengus dan memonyongkan bibirnya.
"Abi jahat!! Abi nggak bisa ngerti perasaan bulan. Abi hanya mau mengurusi diri Abi sendiri tanpa mengerti maunya bulan seperti apa?!" ucap Bulan keras. Sorot matanya pun tajam.
"Bulan ... Ini untuk kebaikan kita. Sekolah di Pesantren itu enak, mungkin kamu saja yang sudah berburuk sangka tentang Pesantren." ucap Bintang pelan dan melanjutkan sarapannya.
"Ini semua gara-gara loe Bintang!! Kalau loe gak kasih brosur tentang pesantren itu kita gak akan dibuang kesana!!! Paham loe!!" ucap Bulan ketus dengan tatapan seperti akan membunuh Bintang.
Bintang pun hanya terdiam dan menunduk. Memang awalnya Bintang yang memberikan brosur Pesantren kepada Abinya. Niatnya untuk menjadi Hafiz sejak lama pun akhirnya bisa terwujud. Namun berbeda dengan Bulan yang hanya ingin bersenang-senang tanpa memikirkan kehidupan selanjutnya setelah kematian.
"Bulan ... Bintang itu saudaramu. Kamu tidak boleh seperti itu kepadanya." ucap Umi Sofi pelan menegur Bulan.
"Bulan ... keputusan Abi sudah mutlak. Hari ini juga kalian harus masuk pesantren. Abi hanya ingin kalian itu menjadi anak baik dan Sholeh Sholehah, terutama kamu Bulan. Abi kecewa dengan kamu yang selalu main saja kerjaannya, nilai jelek. Abi sudah bilang, anak perempuan itu pakai kerudung, kamu malah seperti ini. Habiskan malam kalian cepat!!" ucap Rendy keras dan lantang. Hingga tidak ada yang berani menyela ucapan Abinya, termasuk Bulan yang hanya terdiam dan mengacak-acak nasi goreng yang ada didepannya.
Bibirnya terus saja meracau dan menggerutu tidak jelas. Bulan pun sudah tidak mood untuk menghabiskan sarapan paginya itu. Lebih memilih diam dan meninggalkan ruang makan dengan mendorong kursi makan dengan kasar.
Umi Sofi dan Abi Rendy pun hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuan anak perempuannya itu.
"Biar Bintang yang bicara kepada Bulan. Biasanya Bulan akan menuruti Bintang, mungkin kali ini berhasil juga seperti kemarin-kemarin." ucap Bintang antusias lalu ikut meninggalkan ruang makan.
Langkah kaki Bintang pun berhenti di depan kamar Bulan. Suara tangisannya pelan namun terdengar menyesakkan bagi saudara kembarnya ini.
Bintang pun masuk ke dalam kamar Bulan dan duduk di sisi ranjang tepat di sebelah Bulan. Satu tangannya merangkul saudara kembarnya itu dengan penuh kasih sayang. Seperti biasa Bulan hanya bisa memeluk boneka bebeknya dengan erat bila emosinya tidak bisa ditumpahkan semua dan semua keinginannya tidak bisa diwujudkan.
"Ada aku, Bulan. Aku akan selalu bersama kamu. Jangan pernah risau dengan ketakutan kamu. Aku paham." ucap Bintang lembut menenangkan Bulan yang masih terisak.
Satu jempol Bintang pun mengusap sisa air mata Bulan. Bulan pun menoleh ke arah Bintang dan menatap sendu. Wajahnya sudah basah karena air mata.
"Kamu yakin akan membantuku Bintang. Aku takut sekali Bintang." ucap Bulan pelan lalu menyenderkan kepalanya ke bahu Bintang.
Adik laki-lakinya itu memang sangat sabar menghadapi Bulan yang labil.
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.
Biar aku makin semangat menulisnya ...
Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.
Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.
Ditunggu ya ...
Terima Kasih ....