Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 82 RESEPSI PERNIKAHAN



Malam ini adalah acara resepsi pernikahan antara Rendy dan Sofi yang di gelar di Saung Kang Rendy. Banyak rekan dan sahabat hingga handai taulan yang datang untuk memberikan ucapan selamat.


Berita bahagia tentang kehamilan Rendy dan Sofi pun ada yang tahu kecuali pasangan ini sendiri. Niatnya akan di surprise kan setelah acara resepsi pernikahan malam ini.


Acara Resepsi Pernikahan kali ini cukup sederhana tapi tampak mewah dan elegan. Maksudnya sekalian memperkenalkan Saung Kang Rendy kepada khalayak umum.


Rendy dan Sofi sudah berdiri di kursi pelaminan, sudah sangat jelas pancaran kebahagiaan diantara keduanya. Bukan hanya senang tentang resepsi pernikahan yang berjalan mukus dan lancar, tapi juga bahagia karena ada baby twins yang sudah tertanam di rahim Sofi.


"Mas Rendy, Sofi duduk ya." ucap Sofi pelan. Sudah tiga jam berdiri di panggung pelaminan membuat Sofi pun mulai lelah dan capek. Kakinya terasa berdenyut dan pegal.


"Fi... mau minum apa, biar aku ambilkan." ucap Rendy yang tampak cemas dengan keadaan Sofi. Maklum hamil muda dan anak pertama, pasti cemas dan khawatir itu wajar.


Umi pun ikut sibuk menerima tamu undangan khusus dari Abah. Sedangkan Keluarga Sofi sibuk dengan menikmati pemandangan sekitar Saung.


Rombongan sahabat Rendy pun turut hadir, bersama pasangannya. Rangga pun membawa pasangan yaitu Bella. Entah kenapa harus Bella yang dibawa ke acara Resepsi Pernikahan Rendy.


"Selamat Bro... Udah bunting belum??!!!" tanya Nanda pelan di dekat telinga Rendy.


Rendy hanya tersenyum tipis, Nanda sahabatnya buang paling gesrek. Tapi hanya dia yang paling perduli di bandingkan dengan yang lainnya.


"Lancar bro....baby twins..." ucap Rendy penuh semangat dan bahagia.


"Serius bro... Wah tajem juga tuh tongkat ajaib." ucap Nanda sambil terkekeh.


"Sialan Loe... Loe pikir punya gw tumpul." ucap Rendy dengan geram. Suaranya hanya berbisik pelan, tapi Sofi pun bisa mendengarkan dengan jelas.


Kedua mata Sofi pun melotot tajam ke arah Rendy. Ucapannya tentu mengganggu telinganya. Obrolan apa itu, tumpul dan tajam.... Astaghfirullah.... Istighfar Sofi.... gumam Sofi dalam hatinya.


"Wulan... Masya Allah... makasih sudah datang ya." ucap Sofi juga ramah dan lembut.


Semua sahabat Rendy sudah memberikan selamat tapi tidak dengan Bella dan Rangga. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius. Sesekali kedua mata Bella pun bergerak ke arah kanan dan kiri.


"Hai .....Sofi...." ucap Asmah yang sudah berdiri di depan Sofi.


"Asmah.... " ucap Sofi pelan.


Mereka berdua pun saling berpelukan erat. Ada satu pasang mata yang takjub dan tertegun melihat kedua wanita itu sepertinya saking kenal dan dekat.


Semua tamu undangan pun sedang bersantap malam dengan prasmanan yang telah disediakan oleh pemilik hajat.


"Fi ... istirahat aja ya. Aku gak mau baby twinsnya kelelahan." ucap Rendy sambil menggenggam tangan Sofi.


"Mas... masih banyak tamu undangan. Gak enak sama Abah dan Umi. Satu jam lagi ya, tapi aku pengen batagor itu Mas." ucap Sofi menunjuk pada salah satu stand makanan batagor Kang Oleh.


"Oke sebentar ya." ucap Rendy pelan dan memanggil salah satu pelayan untuk mengambil batagor dan minuman untuk Sofi.


Batagor dan beberapa jenis makanan lainnya sudah dihidangkan di meja sebelah kursi pelaminan. Wangi sambal kacang dan rebusan kentang sungguh menggugah selera Sofi.


Dengan lahap Sofi pun menghabiskan dua porsi batagor yang ada. Rasa manis, gurih dan asin dari bumbu kacang itu menyatu dengan sangat enak.


"Fi .... itu sambelnya habis. Kamu lagi hamil lho???" ucap Rendy yang bergidik ngeri melihat sambal di piring kecil pun ikut ludes tak bersisa.


JAZAKALLAH KHAIRAN