Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 89 MENGECOH PELAKU



Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Kesucian Syahadat


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Ketabahan Aisyah


Amanah Terindah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


"Ada berita apa lagi?" tanya Abah pelan. Tangannya sudah terkepal kesal.


"Ada jenasah terbakar di kursi belakang. Namun belum diketahui siapa orang itu. Apakah penyelundup atau sewaan atau bagaimana. Aku harus mencari tahu lewat cctv." ucapnya pelan kepada Abah.


Hari itu juga Abah dan Kang Tatang pun sudah berembug dan berdiskusi tentang pemindahan Rendy ke Villa milik keluarga Asmah yang tidak terpakai di pinggiran kota Bandung. Asmah yang akan merawat Rendy di Villa dengan menyewa satu perawat untuk membantunya. Kondisi Rendy sudah semakin stabil. Walaupun masih belum sadar dari tidurnya. Dokter memberikan ijin untuk dipindahkan dengan alasan nyawanya sedang terancam.


Sofi untuk sementara dibiarkan dirawat di rumah sakit ini dan tidak diberitahu mengenai kondisi Rendy yang sebenarnya. Ini akan membuat pelaku akan merasa santai melihat Sofi yang masih berada di ruang perawatan secara otomatisasi mereka akan berpikir Rendy pun masih ada di dalam Rumah Sakit ini.


"Kita harus bisa mengecoh lawan kita dengan cara yang cerdik." ucap Kang Tatang kepada Abah dan Asmah.


"Kita bawa Rendy pakai mobil biasa bukan dengan ambulance, Abah langsung ke mobil yang sudah aku sewa tunggu di depan. Dan kamu Asmah bawa Rendy bersama perawat menggunakan brankar, wajah Rendy harus tertutup dan kamu juga harus tertutup. Gunakan pakaian hijau seolah-olah akan dilakukan operasi lalu masukan ke dalam mobil lewat pintu samping. Aku akan memutar jalan membawa brankar kosong dengan beberapa temanku disini. Kalian berangkat lebih dulu nanti aku menyusul, share alamatnya Asmah." ucap Kang Tatang dengan mantap seolah-olah detektif terkenal yang sudah handal.


Mereka semua mengganggukkan kepala tanda setuju. Dan mengambil posisi tugasnya masing-masing. Asmah dan perawat sewaannya bernama Yasinta pun menggunakan pakaian hijau lengkap dengan topi dan masker yang menutupi wajahnya.


Sesuai dengan arahan Kang Tatang. Abah pun berjalan menuju pintu depan dan masuk ke dalam parkiran dan mencari mobil yang di sewa Tatang dengan melihat ciri ciri mobil dan plat nomor mobil tersebut. Abah pun masuk ke dalam mobil itu dengan cepat. Wajahnya tertutupi masker wajah hingga beberapa orang suruhan pelaku pun tidak menyadari Abah Rendy yang lewat begitu saja dengan santainya.


Sekarang giliran Asmah dan Yasinta yang sudah lengkap menggunakan pakaian lengkap untuk melakukannya operasi dan membawa brankar Rendy dengan tubuh yang tertutupi selimut hingga leher, kepalanya pun ditutupi oleh topi hijau dan masker wajah yang menutupi sebagian mulut dan hidungnya.


Dua brankar sudah siap, sampai di pintu utama dua brankar itu akan berpisah yang satu belok ke kanan dan yang satu lagi akan belok ke kiri sesuai dengan rencana mereka.


Benar saja sudah hampir di pintu utama, beberapa orang suruhan pelaku pun sudah bersiap dan melihat orang-orang yang ada disamping brankar itu. Brankar mana yang harus mereka ikuti.


Brankar yang bersama Asmah dan Yasinta pun belok ke kiri menuju Ruang Operasi sedangkan brankar yang bersama Kang Tatang pun berbelok ke kanan menuju kamar jenasah. Kang Tatang pun berpura-pura menangis dan menampilkan wajah yang sedang berduka dan bersedih.


Tampak salah satu dari lima orang itu sedang memberikan informasi kepada Bos mereka. Mereka berlima pun berbalik dan meninggalkan tempat itu dengan segera. Tepat dengan waktu yang sama Tubuh Rendy sudah dipindahkan ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan rumah sakit dengan cepat.


Asmah dan perawat itu langsung memandang selang oksigen dan mengganti cairan infusan yang sudah habis. Rendy tampak tenang dalam tidurnya.


Satu jam kemudian mobil sudah berada di Villa keluarga Asmah. Semua keluarga Asmah pun berkumpul disana untuk melancarkan acara lamaran antara Asmah dan Kang Tatang walaupun dibalik kebahagiaan ini ada tragedi duka yang terjadi di keluarga besar Rendy dan Tatang.


Rendy sudah dipindahkan ke kamar utama yang luas, dengan alasan agar sirkulasi udaranya bisa lebih baik. Satu monitor dengan beberapa kabel dipasang di tubuh Rendy untuk melihat detak jantung dan tanda kehidupan pada tubuh Rendy.


Yasinta adalah perawat yang harus stand by di dekat Rendy. Yasinta adalah perawat senior rumah sakit dan salah satu asisten atau tangan kanan dari dokter yang memeriksa Rendy selama ini.


Semua persiapan untuk acara lamaran nanti malam pun sudah siap. Hari bahagia itu tetaplah menjadi hari bahagia keduanya walaupun semuanya masih diliputi rasa sedih.


Kang Tatang pun menyusul dengan mobil temannya. Mobilnya tetap di parkir di rumah sakit untuk mengecoh pelaku.


Saat ini hanya tinggal Umi dan Mama Sofi serta Sofi yang masih berada di rumah sakit itu. Kondisi Sofi masih belum stabil dan masih lemah.


"Umi ... Gimana kabar Mas Rendy?" tanya Sofi dengan lembut dan lirih.


Perutnya masih terasa keram, sesekali raut wajahnya meringis menahan rasa sakit di bawah perut itu.


"Baik sayang. Nanti kalau kamu sudah sehat kita ke kamar Rendy." ucap Umi memberikan solusi agar menenangkan Sofi yang sedang stres.


Ibu hamil itu memiliki kondisi yang berbeda-beda. Begitu pun mengandung dengan dua anak sekaligus, itu juga tergantung kondisi Ibunya. Jika Ibunya stres atau memikirkan hal yang berat dan menjadi beban hidupnya, maka dipastikan kondisi kehamilannya akan mengalami sesuatu hal pula. Tapi harapan tentu yang baik-baik saja. Kondisi psikis itu sangat berperan penting disini.


Namun bila selama mengandung, Ibu hamil itu menjalani dengan santai dan tanpa beban, maka kehamilannya pun akan tetap baik-baik saja. Itu semua tergantung bawaan jabang bayi dan kondisi Ibu hamil itu sendiri.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


💚💚💚💚💚