Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 88 ALIBI



Hai Para readersku tersayang ... 💚💚💚


Jangan lupa ya untuk Like, Komentar dan Vote seikhlasnya.


Tidak lupa untuk memberikan Rate 5 ⭐⭐⭐⭐⭐


Jangan lupa Kritik dan Sarannya, karena saran dari kalian itu sangat penting bagiku.


Aku tunggu jejak kalian di kolom Like dan Komentar ....


Berikan Saran dan Kritikan kepada author untuk membangun cerita ini lebih baik lagi.


Baca Juga Kisah Nyata lainnya ...



Kesucian Syahadat


Dahsyatnya SHOLAWAT


Angkringan Cinta


Kopi Paste


Ketabahan Aisyah



Selamat Membaca ....


💚💚💚💚💚💚


Abah pun hanya menggelengkan kepalanya tanda paham dan mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh dokter. Sedangkan Kang Tatang tampak sesekali melontarkan pertanyaan seputar kesehatan Rendy yang belum bisa dia pahami.


Situasi ini sulit, terlebih Sofi sedang mengandung. Kasus ini pun sedang di selidiki, menurut Tatang ada kejanggalan disini.


Abah dan Kang Tatang pun terlihat sedang duduk berdua di taman rumah sakit. Mereka membicarakan tentang kejadian yang aneh dan tidak masuk akal.


Laporan polisi belum mereka dapatkan, yang jelas mereka semua sedang berusaha menyelidiki dan melakukan pencarian pelaku atas dasar saksi mata yang ada pada saat kejadian berlangsung.


"Seperti ada yang janggal disini." ucap Abah dengan tiba-tiba memecah keheningan.


Kang Tatang yang sedari tadi memikirkan kasus ini pun ikut menoleh ke arah Abah yang sedang mengepalkan kedua tangannya. Beliau tampak kesal dan sedikit kecewa dengan pelaku yang membuatnya seperti ini.


"Abah ... mungkin ada kesinambungan kasus ini dengan seseorang di masa lalu, baik dari Sofi ataupun Rendy." ucap Kang Tatang memberikan penjelasan.


Abah mengernyitkan dahinya seperti tampak berpikir lalu menganggukan kepalanya dengan pelan.


"Setahu Abah, Sofi sebelum menikah dengan Rendy memiliki tunangan namanya ... Siapa ya ... Abah lupa. Kita bisa tanya ke besan Abah." ucapnya pelan.


"Baiklah aku akan mencari tahu tentang ini. Aku curiga dengan sahabat Rendy, tempat dimana Rendy sekarang bekerja." ucapnya pelan.


Abah pun menoleh dan menatap tajam ke arah Kang Tatang.


"Rangga maksudmu??? Betul begitu Tatang???" tanya Abah sedikit menyelidik.


Kang Tatang pun tersenyum kecut dan menoleh ke arah Abah yang tampak bingung dan kecewa mendengar penuturan Kang Tatang.


"Tidak ada yang tidak mungkin Abah. Sekalipun orang terdekat kita bisa bertindak bodoh dan kejam. Aku pernah berpikir untuk merebut Sofi dari Rendy karena obsesi ku ingin memiliki istri adikku sendiri. Tapi aku sadar itulah nafsu setan. Setan yang membisikkan untuk hal-hal haram pun bisa dihalalkan." ucap Kang Tatang dengan tenang menjelaskan.


"Maksudmu hal ini ada kaitannya dengan Sofi? Begitu maksudmu? Abah tidak mengerti, jujur Abah tidak pernah berpikir jauh. Masalahmu saja Abah tahu dari Umi." ucap Abah pelan, dirinya malah semakin bingung dengan permasalahan anaknya.


"Sofi itu cantik, anggun, smart dan ramah ke setiap orang. Senyumnya selalu mempesona hingga membuat para kaum adam pun kagum kepada Sofi. Mungkin aku salah satu kaum Adam yang terbodohi oleh nafsu setan. Siapa gerangan kaum Adam yang tidak menginginkan Sofi?" ucap Kang Tatang pelan.


"Abah paham dan mengerti yang kamu maksud. Permasalahannya saat ini kita tidak memiliki bukti yang kuat tentang fakta itu atau keterlibatannya Rangga dalam kasus ini." ucap Abah yang mulai paham dengan alur kasus ini.


Kang Tatang hanya tersenyum dan mengacungkan jempolnya kepada Abah.


"Abah memang cerdas dan pintar." puji Kang Tatang pelan.


"Abah .... " ucapnya dengan bangga sambil menepuk dadanya dengan tangan kanannya. Keduanya tersenyum dan tertawa kecil.


"Aku punya bukti foto dan rekaman cctv di Saung. Kemarin Rangga datang dengan Bella sekretaris Rendy. Mereka masing masing terobsesi dengan Sofi dan Rendy. Bella sangat terobsesi dengan Rendy dan Rangga terobsesi dengan Sofi. Berita kehamilan Sofi yang menyebar di lingkungan kantor pun membuat keduanya semakin iri dan panas." ucap Kang Tatang mantap. Kedua matanya menyiratkan kekesalannya pada sahabat Rendy itu.


"Lalu ... rencana apa yang mereka inginkan??" ucap Abah pelan menatap Kang Tatang dengan rasa penasarannya.


"Kepergian Rendy untuk meeting dengan klien itu adalah tipuan. Mereka memang sengaja merusak mobil Rendy saat Rendy mampir ke kantor untuk mengambil beberapa berkas yang akan dipakai untuk presentasi." ucap Kang Tatang menjelaskan dengan detail.


Kang Tatang terdiam lagi. Ini memang alibinya, tapi ini semua berkaitan dan tampak ada unsur kesengajaan. Tapi ada letak kesalahan disini, yang membuat Rendy masih bisa terselamatkan.


"Katakan semuanya, jangan sedikit-sedikit berhenti, Abah penasaran." ucap Abah dengan keras dan tegas.


Kang Tatang pun terlonjak kaget mendengar suara keras Abah yang memekakkan telinganya. Kang Tatang pun hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Abah yang memang sudah penasaran tingkat akut.


"Sabar Abah. Iya aku lanjutkan. Rangga menyewa orang untuk merusak rem Rendy, sedangkan Bella bertugas untuk menolong Rendy. Sebab sesaat aku dan Asmah menolong ada satu mobil dibelakang aku yang menepi dan tidak bergerak, seolah-olah mereka kalah cepat dengan kita. Di perjalanan aku membawa Rendy pun sempat diikuti oleh mobil tadi hingga masuk ke dalam rumah sakit mobil itu menghilang. Aku ada niat untuk memindahkan Rendy dengan alasan keselamatan nyawanya sedang terancam." ucap Kang Tatang pelan.


Abah hanya berdehem kecil dan menganggukan kepalanya pelan.


"Rencanamu apa?" tanya Abah pelan. Abah sangat tahu persis Kang Tatang ini adalah laki-laki cerdas dan teliti. Jadi kasus seperti ini di pasti bisa mengungkap dengan caranya sendiri.


"Aku ingin memisahkan Rendy dan Sofi untuk sementara. Akan ku buat Rendy seolah-olah tidak selamat tapi mendapatkan perawatan terbaik di rumah dengan fasilitas lengkap. Hanya itu pancingan yang tepat membuat pelaku merasa bersalah satu sama lain. Karena mereka tim." ucap Kang Tatang pelan.


Alibinya memang tepat dan mendekati sempurna, tapi ada beberapa orang yang diuntungkan dalam masalah ini.


Musuh dalam selimut Rendy bukan yang terdekat saja. Tapi masih ada teman temannya yang dulu berpura pura baik ternyata mereka memiliki obsesi yang melebihi dari seorang psikopat gila.


Ponsel Kang Tatang pun kembali berdering kali ini dari temannya yang polisi bertugas menyelidiki kasus kecelakaan Rendy.


"Assalamualaikum ... Ada perkembangan Edi? Apa?!!! Kalian tidak salah?? Coba cek kembali, aku tidak yakin ada orang lain selain Rendy di mobil itu. Baiklah secepatnya di otopsi agar lebih jelas." ucap Kang Tatang dengan tegas.


Sambungan telepon pun diputus. Kang Tatang pun terlihat cemas dan gusar. Terlihat jelas tingkat kepanikannya yang tercetak pada wajahnya.


Abah pun ikut mendelik kan kedua matanya mendengar ada yang lain di dalam mobil itu.


"Ada berita apa lagi?" tanya Abah pelan. Tangannya sudah terkepal kesal.


"Ada jenasah terbakar di kursi belakang. Namun belum diketahui siapa orang itu. Apakah penyelundup atau sewaan atau bagaimana. Aku harus mencari tahu lewat cctv." ucapnya pelan kepada Abah.


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚


Jangan Lupa tinggalkan jejak kalian sebelum melanjutkan ke Bab berikutnya.


Biar aku makin semangat menulisnya ...


Yang mau kenalan sama author bisa gabung ke GC HUMAIRAH BIDADARI SURGA atau PC atau pun FOLLOW IG @Humairah_bidadarisurga.


Yang mau tanya tanya atau sharing seputar Novel Karya Author atau hal lain juga boleh.


Ditunggu ya ...


Terima Kasih ....


💚💚💚💚💚