Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 27 PERTUNANGAN TAK DIHARAPKAN



SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


Hari semakin senja, semakin cepat menuju waktu Acara Pertunanganku dengan Ronal. Hari ini adalah hari terburuk pernah yang aku alami dalam hidupku. Tapi paling tidak hal besar ini sudah aku katakan kepada mas Rendy, dan mas Rendy menerima kenyataan ini.


Sofi tidak menyangka kenapa perjalanan cintanya menjadi rumit seperti ini. Bahkan disaat sudah memiliki seseorang yang dia cinta pun, kejadian pahit ini harus terjadi secara nyata. PARAH...


"Mbak Sofi maaf, ini nuansanya mau warna apa? karena di depan tempat acara berlangsung nuansanya rose gold. Apa mbak Sofi mau request? atau mengikuti yang ada nanti disesuaikan" ucap perias itu, sambil memadu padankan antara baju yang akan dipakai dengan aksesoris yang cocok untuk dipakai Sofi.


"Rose gold? berarti temanya glamour dong? aku mau yang biasa aja mbak, terserah mau gimana dan warna apa, yang penting gak norak dan gak perlu glamour!" ucap Sofi sedikit ketus dan terlihat sedikit cuek.


Tak sedikit pun Sofi terlihat bahagia, wajahnya terlihat sangat datar dan santai. Seolah olah tidak ada peristiwa penting yang akan terjadi malam ini. Peristiwa penting yang seharusnya menjadi moment abadi yang tidak terlupakan. Tapi bagi Sofi ini hanya sebuah permainan. Pertunangan Palsu yang semuanya harus dilakukan atas kepura puraan.


"Mbak Sofi maaf ya, saya lihat kok mbak Sofi gak terlihat senang, padahal mas Ronal itu kan ganteng dan keren." ucap perias itu sambil mulai merias wajah Sofi.


"Gak perlu kepo mbak, merias aja, gak usah tanya ini itu." ucap Sofi ketus. Wajahnya terlihat marah.


Perias itu langsung terdiam, dan segera menyelesaikan tugasnya dengan baik tanpa ada kesalahan sedikit pun.


Saat ini Sofi benar benar dalam keadaan mood yang sangat tidak baik. Mudah emosi dan sensitif. Sofi lebih suka diam daripada memancing kemarahannya.


"Mbak, gaun ini dipakai dulu, gaun ini pesanan mas Ronal dan warnanya sudah disesuaikan dengan warna jas mas Ronal yang akan di pakai ke acara pertunangan nanti." ucap perias itu pelan dan takut, sambil membantu Sofi memakaikan gaun tersebut.


Sofi pun mulai memakai gaun itu. Gaun itu memang sangat cantik. Kalau ini pesta Pertunangan yang diidamkan tentu Sofi akan senang dan bahagia menggunakan gaun itu. Gaun yang dipakai sangat bagus, bahannya seperti sutera, sangat lembut, dan berwarna pink pastel. Dengan aksen emas dipinggiran bawah gaun itu, membuat gaun itu tetliha sangat mewah dan elegan. Tapi sayang, pesta pertunangan adalah pesta pertunangan yang tidak diharapkan.


*tok...tok....tok....


Ceklek*.....


Pintu pun dibuka oleh mama, mama pun masuk ke dalam kamar dan memperhatikan hasil riasan dan gaun yang kukenakan. SEMPURNA....


"Sofi, sudah beres srmua sayang? acara akan segera di mulai, semua orang sudah tidak sabar menunggumu disana. Dan Ronal sangat tampan sekali. Sekarang kita kesana, yuk keluar sama mama." ucap mana lembut.


Sofi tidak menjawab, dia hanya bangkit dari duduknya kemudian berjalan keluar kamar dan Mama langsung menggandeng tangan putrinya kesayangannya yang cantik menuju tempat duduk yang sudah disediakan.


MC acara pun mulai mengawali pembukaan acara Pertunangan tersebut.


"Dan kemudian acara yang telah dinanti nanti Pertunangan antara Sofia dan Ronal... Kita beri tepuk tangan yang meriah... Waktu dan tempat dipersilahkan untuk keduanya. Silahkan naik ke atas panggung, kemudian bertukar cincin yang sudah disediakan dimeja.


Acara ini disaksikan oleh kedua orang tua kedua belah pihak. Terakhir kita potong kuenya, silahkan Sofi dan Ronal mohon untuk memegang pisaunya kemudian diangkat tepat bagian atas kue tart ya, iya pas ya, potong...... iya bagus....... SELAMAT BERTUNANGAN, SEMOGA CEPAT KE JENJANG PERNIKAHAN." ucap MC acara tersebut dengan penuh semangat.


Sofi terlihat seperti boneka hanya menurut saja. Hatinya benar benar pasrah, malas berkomentar apalagi basa basi. Wajahnya pun standar tidak ada senyuman yang menghiasi bibirnya.


Setelah acara bertukar cincin dilanjutkan acara makan malam bersama dengan kedua orang tua Ronal. Mereka duduk satu meja bundar, ada Sofi, Ronal, orang tua Sofi dan orang tua Ronal.


Pesta ini betul-betul sudah dipersiapkan dengan matang. Tidak ada cacat sedikitpun, berarti acara ini memang sudah dipersiapkan jauh jauh hari bukan pesta mendadak.


Semua terdiam menikmati makanan yang telah disediakan.


Sofi pun hanya tersenyum sinis, tidak mengeluarkan kata kata sedikitpun, lalu kembali lagi fokus dengan makanannya.


"Mami, mama, Ronal pinjam sebentar Sofi nya, mau Selfi dulu." ucap Ronal ramah.


"Iya Nak Ronal, kalian sudah bertunangan jadi kalian bisa mengobrol bersama. Ayo Sofi temani Ronal." ucap mama terlihat sopan.


Sofi menghela nafasnya dengan kasar, hal itu spontan Sofi lakukan karena memang Sofi malas meladeni Ronal. Sofi pun bangkit berdiri kemudian berjala menuju taman.


Tangan Sofi pun digenggam ronal, sangat lembut.


"Sofi kamu sepertinya tidak menikmati hari ini, dari awal acara aku tidak mendengar suaramu. Kamu kenapa?" ucap Ronal dengan santai.


"Ck... gak perlu basa basi!" ucap Sofi ketus dengan membuang nafas dengan kasarnya.


"Aku serius dengan pertunangan ini, aku tidak main main, kamu bisa buktikan. Setelah ini aku pun sekantor dengan kamu, kamu bisa pantau aku." ucap Ronal mantap.


Sofi pun menatap tajam apa yang dikatakan Ronal, bahwa Sofi akan satu kantor dengan Ronal itu berarti tandanya Rendy tetap akan di Bali sebagai pimpinan.


"Kalau kamu dikantor berarti Rendy pindah?" ucap Sofi lirih.


"Iya betul, kan dia naik jabatan jadi pimpinan. Aku akui dua memang pintar makanya Rendy dapat promosi itu." ucap Ronal enteng, tidak ada rasa cemburu sedikitpun kepada Rendy. Ronal pikir karena perbedaan, pasti mereka tidak akan melakukan hubungan yang lebih jauh lagi.


"Oh gitu, Sofi ke kamar dulu ya, Sofi lagi males nih, PMS." ucap Sofi datar.


"Kamu kaget? kamu sama Rendy ada hubungan apa?" ucap Ronal penasaran.


"Dia suami gue, kenapa? Rendy juga udah pernah tidur sama aku jadi aku udah gak perawan lagi. Apa kamu masih mau sama aku." ucap Sofi asal.


"Aku kenal kamu Sofi, jadi aku tahu kamu itu seperti apa. Kamu gak bisa membuatku untuk membenci kamu Sofi." ucap Ronal.


Sofi hanya mendengarkan tidak menanggapi, dan kemudian membalikkan badannya untuk pergi menuju kamarnya. Baru akan melangkahkan kakinya, tangan Sofi pun ditarik oleh Ronal dan badannya pun tertarik menubruk dada bidang Ronal. Degub jantung Ronal yang terdengar sangat cepat bisa ia dengarkan melalui telinga yang menempel pada dada Ronal.


Ronal dengan sigap memegang pinggang Sofi dan memeluknya dengan tulus. Sofi hanya terdiam, perasaanya beku, tidak ada cinta sama sekali. wajah Ronal pun mulai mendekat pada wajah Sofi yang sedang melamun.


Cup......


Hanya satu kecupan tidak lebih, Sofi tersadar dan mendorong dada Ronal. Pelukan Ronal pun terlepas, dan Sofi dengan cepat berlari memasuki kamarnya.


DILEMA...........


---++----+++--------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚