Hidayah Hijrahku

Hidayah Hijrahku
Bab 34 KALUT



SELAMAT MEMBACA


💚💚💚💚💚


Bude sudah berada di depan teras rumahnya, menunggu kedatangan Sofi dan temannya. Rendy terus menerus menghubungi budenya itu. Karena Rendy takut sesuatu terjadi pada Sofi.


"Assalamualaikum bude maaf terlambat, tadi belanja sampai lupa waktu." ucap Sofi penuh hormat dan mencium punggung tangan bude Rendy.


"Waalaikumsalam sayang, akhirnya datang juga, bude ikut cemas, dari tadi Rendy telepon aja. Ayok masuk sayang." ucap bude lembut.


Ika dan Sofi masuk ke rumah bude, kamar mereka tepat dekat ruang tamu.


"Ika loe mau tidur sendiri apa sama gue di kamar Rendy?" ucap Sofi pelan.


"Bareng aja ya, gue mau nonton Drakor Sofi. Tadi kn udah beli cemilan banyak." ucap Ika santai.


Mereka masuk ke dalam kamar, langsung membersihkan diri dan rebahan dikasur yang empuk. Mereka pun mulai dengan aktivitasnya masing masing.


"Sofi, ini gue kirim video tadi ya, ronal." ucap Ika datar sambil memainkan ponselnya.


"Oke gue tunggu. Ika kita besok ikutin Ronal gimana? gue jadi penasaran nih jadinya. Apa gue ikutin permainannya Ronal? gimana menurut loe?" ucap Sofi kepada Ika.


"Gue setuju Sofi, pasti gue bantuin demi mengungkap jati diri seorang Ronal. Tapi loe harus ngasih tau Rendy, biar dia gak salah paham." ucap Ika menasehati.


"Betul ka, nanti gue pasti cerita tentang masalah ini. Gue mau tidur dulu gue cape ka." ucap Sofi pelan.


Alarm ponsel pun berbunyi tepat pukul 03.00 dini hari. Ika masih setia dengan laptop dan beberapa cemilannya yang sudah mulai kosong.


"Ya Allah, Ika betah amat loe nonton Drakor. Sholat biar dapet jodoh, jomblo aja loe." ucap Sofi.


"Iya nanti ini lagi seru gue nangis nih, tuh mereka hak berjodoh...." ucap Ika terisak.


"Loe nonton aja bisa nangis, giliran berdoa cengengesan gak jelas." ucap Sofi pelan.


"Gue denger!!!" ucap Ika sambil melepas bantal ke arah Sofi tap meleset.


Sofi pun berdiri dan melangkah menuju kamar mandi untuk berwudhu. Rendy selalu mengingatkan Sofi untuk sholat tepat waktu. Kalau ada panggilan adzan, apapun yang kamu kerjakan tinggalkan dan sholatlah sesuai perintah Allah SWT. Dengan sholat, semua menjadi tenang dan damai.


Setelah selesai sholat tahajud dua rakaat, Sofi pun berdoa dengan khusyuk meminta agar hajatnya dikabulkan, kemungkinan Sofi melanjutkan membaca Al-Qur'an, dan berdzikir hingga waktu shubuh tiba. Adzan shubuh pun sudah berkumandang untuk memanggil hambanya menghadap Allah SWT. Memanjatkan rasa syukur atas nikmat tidur dan bangun dengan keadaan sehat.


dreetttt dreeettt


📱my husband....


"Assalamualaikum, sayang sudah sholat?" ucap Rendy mengingatkan.


"Waalaikumsalam, udah sayang, baru selesai. Kamu lagi apa?aku kangen." ucap Sofi dengan nada manja.


"Mas... kemarin aku lihat Ronal, masuk hotel dengan dua wanita paruh baya. Mereka ngapain ya?" ucap Sofi pelan.


"Ika dimana? jadi nginep kan?" ucap Rendy mengalihkan pembicaraan.


"Mas, aku lagi cerita, ini malah nanyain Ika. Ika ada lagi tidur habis nonton drakor." ucap Sofi ketus.


"Buat apa aku harus bangga pun masalah orang yang gak penting?!" ucap Rendy pelan.


"Tapi ini kan demi kita, kita harus cari bukti untuk membuktikan kepada bapak kalau Ronal itu gak baik." ucap Sofi sedikit kesal.


"Sofi, itu tugas aku, bukan tugas kamu. Tugas kamu itu kerja, pulang kerja jangan keluyuran, gak perlu buntutin orang juga. Aku cemas, panik kayak tadi malem, kamu seneng liat aku kebingungan. Masalah Ronal aku udah cari orang buat mengungkap ini semua. Tunggu tanggal mainnya." ucap Rendy mantap.


"Alhamdulillah kalau begitu sayang, aku dari kemarin pusing mikirin ini. Kamu paling suka bikin aku stres mas. Jadi kamu udah tahu soal Ronal?" ucap Sofi pelan.


"Makanya kamu hati hati, dia itu bisa nekat. Kamu resign ya. Cari kerja disini." ucap Rendy memohon.


"Kita bongkar dulu tentang Ronal, biar restu bapak itu sepenuhnya. Untuk acara pertemuan itu, bapak setuju. Kemarin aku udah hubungi bapak, beliau setuju." ucap Sofi terlihat bahagia.


"Aku siap siap dulu ya, nanti kalau kamu udah sampai kantor, kabari aku." ucap Rendy mengingatkan.


Ika dan Sofi sudah bersiap siap berangkat menuju kantor. Ika yang begadang nonton Drakor pun jadi sulit dibangunkan.


"Sofi, gue masih ngantuk nih." ucap Ika dengan senyum tipis.


"Loe juga nonton Drakor sampe gak tau waktu. Ika gue mau resign ya. Minggu depan keluarga Rendy ngundang keluarga gue ke rumahnya. Setelah itu mau membongkar masalah Ronal. Rendy udah tau masalah ini. Gue resign, gue mau ikut ke Bali." ucap Sofi tersenyum bahagia.


"Hidup loe enak banget sih Sofi, dicintai oleh cowok yang baik kayak Rendy. Walaupun loe berdua beda nyatanya atas ijin Allah SWT loe berdua disatukan. Nikmat kan hidup loe kayak gak kelihatan susah. Lha gue?" ucap Ika sedikit menyesali hidupnya.


"Ika coba deh loe berhijrah, loe tata lagi hidup loe, gue yakin loe pasti bisa berubah lebih baik. Mulai dengan sholat fardhu tepat waktu, ntar loe lama lama juga biasa. Gue juga gitu, pelan pelan, semua butuh proses sampai gue berhijab kayak gini. Jujur Rendy gak pernah maksa gue untuk berhijab, cuma memang dia selalu bilang baju yang kurang bahan itu pasti mengundang nafsu setan. Gue berasa dulu Rendy berlebihan nasehatin gue ini dan itu, gue sempet kesel juga. Tapi setelah gue kaji diri, ternyata memang itu yang terbaik buat gue. Makanya sejak Rendy pindah, gue berasa kehilangan dia, perhatian dia, sikap posesif dia. Gue sadar, gue butuh dia Ika. Dia itu mendekati sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Gue belajar lebih baik, belajar untuk sabar, belajar untuk ikhlas. Berhijrah itu memang mudah Ka, tapi Istiqomah itu yang berat." ucap Sofi panjang lebar menjelaskan.


"Gue salut sama loe Sofi, loe berani ambil keputusan yang beresiko tinggi." ucap Ika antusias.


"Gue lakukan semuanya dengan NIAT baik, insya Allah semuanya dimudahkan sama Allah SWT, walaupun jalannya gue harus nikah siri dulu sama Rendy. Tapi ternyata itu yang jadi takdir gue Ika. Gue belajar untuk gak mengeluh, gue belajar menerima kenyataan sekali pun itu pahit. Rendy selalu bilang, ujian itu menguji keimanan kita, dan pasti ada solusinya dengan apa? minta sama Allah SWT. Caranya gimana? Ya sholat tepat waktu, ya baca Qur'an, ya dzikir, ya istighfar, ya bersyukur. Itu solusi terbaik." ucap Sofi pelan.


"Sofi temen gue udah jadi ustadzah aja nih, hehehe... Makasih ya sofi, loe itu selalu membuat gue kuat dengan segala masalah yang gue hadapi." ucap Ika dengan senyum mengembang.


"Sama sama Ika." ucap Sofi lembut.


---------------------


TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA


JAZAKALLAH KHAIRAN


💚💚💚💚💚