
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
"APA?!!!! Sofi gak salah denger kan sama ucapan mama?!! Selama ini Sofi menghargai mama dan bapak, tapi ini balasannya tanpa persetujuan Sofi, kalian mau sofi dan Ronal bertunangan?? perasaan mama terhadap anak dimana?!!!!! Asal mama tahu, Minggu depan Rendy dan keluarganya akan datang untuk melamar Sofi. Harusnya hari ini, tapi Rendy sedang promosi jabatan di Bali untuk memegang Cabang Bali sebagai pimpinan. Aku tidak mau dengan Ronal, dia playboy mama. Mama mau anak mama juga dirusak, dan tidak bahagia." ucap Sofi panjang lebar tanpa spasi, terus saja tidak berhenti.
"Benar kamu mau dilamar Rendy? tapi kan dia beda agama denganmu Sofi?" ucap mama pelan, takut Sofi histeris lagi dan tidak bisa mengontrol emosinya.
"Kalau agama yang jadi penghalang, maka aku yang akan pindah masuk Islam. Rendy sempurna dan punya keluarga yang hangat, yang baik tidak melulu urusan dunia, uang uang dan uang, seperti mama dan bapak pikirkan. Sofi juga ingin bahagia, bersama orang yang Sofi cintai ma, mungkin dulu dengan Fathan, Sofi menuruti mama dan bapak untuk memutuskan hubungan kami. Tapi kali ini Sofi akan egois mempertahankan Rendy. Kalau mama dan bapak tidak setuju dan tidak memberi restu, maka aku siap tidak lagi menjadi bagian keluarga ini. Maafkan Sofi mama." ucap Sofi lantang, tegas dan penuh amarah.
Mama pun menangis melihat kemarahan anak tersayangnya. Sofi yang biasanya menurut dengan semua keinginan orang tuanya tapi kali ini Sofi dengan berani menolak pertunangan dengan Ronal bahkan membangkang. Apa jangan-jangan Rendy sudah mencuci otak Sofi ya, batin mama.
"Kita rundingan dulu dengan bapak ya Sofi, mama tidak bisa ambil keputusan sendiri. Dan untuk acara nanti malam sudah 90 persen beres. Tadi orang tua Ronal pun sudah datang mengecek persiapan nanti malam. Kalau membatalkannya tidak mungkin Sofi, kamu harus menerimanya. Bisa malu keluarga kita dicaci maki mereka. Kamu tahu sendiri keluarga Ronal seperti apa?" ucap mama semakin pelan. Perasaan campur aduk cemas, panik dan gugup. Takut bila Sofi kabur atau menolak, bisa runyam ini acara.
"Sudah tahu keluarga Ronal seperti itu mau aja diajak besanan. Keluarga Ronal itu arogan, sombong, angkuh. Sudah tidak bisa Sofi mengungkap semuanya. BATALKAN SEMUANYA MA, BATALKAN !!!! SOFI KAN GANTI RUGI SEMUANYA. Tolong mengerti perasaan Sofi ma...." ucap Sofi menangis kencang.
Hatinya kecewa teramat dalam, hanya lewat tangisan semua luka dihatinya bisa keluar sedikit demi sedikit.
"Maafkan mama Sofi, pertunangan ini tidak bisa dibatalkan apapun alasannya. Tolong mengerti situasi mama dan bapak saat ini." ucap mama dengan tangisan yang lebih deras.
"Situasi apa!!! bahkan bercerita denganku saja tidak. Sekarang mama bilang aku harus pengertian!!! situasi yang seperti apa!!! Jelaskan pada Sofi sekarang juga!! Apa yang sebenarnya terjadi!!! sampai Sofi yang jadi korban disini. APA!!! JAWAB MA!!!!" ucap Sofi yang sudah dikuasai amarah.
"Panen bapak semua gagal, semua hasil panen rusak, tidak ada satu sawah pun yang berhasil di panen. Padahal waktu itu bapak pinjam ke bank untuk modal dan membayar petani yang menggarap, berharap mendapatkan hasil panen yang baik dan sempurna sesuai keinginan bapak. Karena hasil panen gagal, sisa pembayaran yang dijanjikan untuk membayar petani setelah panen pun bapak tidak sanggup, apalagi untuk membayar pinjaman bank. Bapak memutuskan menggadai semua sawah kepada keluarga Ronal. Tapi.... Keluarga Ronal tidak mau. Tadinya mama berencana menghubungi kamu, tapi bapak bilang, kamu bekerja baru satu tahun, setiap bulan pun sudah membantu mengirimkan uang jadi bapak kira kamu tidak akan memiliki uang sebanyak itu. Bapak pun datang lagi ke keluarga Ronal, dan mereka menyetujui dengan satu syarat menikahkan kamu dengan Ronal. Bapak pun setuju, dan bapake dapatkan uang itu dengan cuma cuma tanpa menggadaikan sawahnya." ucap mama lembut menjelaskan.
"Cuma cuma????, tapi mengorbankan anak gadisnya, untuk dinikahkan? apa bukan sama saja Sofi menjual diri kepada Ronal. Pantas aja Ronal sering ke kontrakan Sofi dan berani menyentuh Sofi, jadi ini alasannya. Dasar brenggsekkk!!!!!! umpat Sofi dengan keras.
Mama yang melihat Sofi geram dan menahan amarah pun terlihat takut dan panik.
Gigi Sofi bergemelatuk kencang, amarahnya sudah dipuncak, darah ditubuhnya terasa mendidih. Ingin segera diluapkan amarah itu tapi kepada siapa?.
"Kita pikirkan solusinya ya Sofi, mama sedih lihat kamu seperti ini. Mana ke bawah dulu, tolong jangan buat nama dan bapakmu kecewa." ucap mama pelan.
Mama keluar dari kamar Sofi menuju ruang teras tempat dimana acara nanti malam akan dilangsungkan.
Sofi pun mengunci kamarnya, kemudian kembali ke tempat tidurnya. Sofi kembali menangis dengan kencang. Air matanya luruh bagaikan anak sungai mengalir. Pundaknya bergetar hebat, dadanya pun terasa sesak.
Apa yang harus ku katakan pada Rendy. Apa lebih baik aku katakan aku sudah berpindah keyakinan? Apa aku telepon Rendy untuk cari solusi, tapi kalau dia tahu pasti akan marah.
Aku harus bagaimana?
Dreeettty dreeettt......
Digesernya tombol hijau pada layar hpnya, setelah melihat siapa yang menelepon.
"Waalaikumsalam, sayang maaf aku baru bangun, tadi ketiduran lagi habis subuh, kamu sudah sarapan?" ucap Sofi lembut.
"Aku rindu.... jadi gak enak makan. Kamu kenapa? habis nangis ya? coba cerita sama aku? ada apa? ada masalah tentang kita?" ucap Rendy tegas.
Sofi hanya terdiam, mulutnya terkunci, takut kelepasan bahwa hari ini adalah hari pertunangan antara dirinya dan Ronal. Suatu hubungan harus ada kejujuran, tapi kalau aku jujur tentang hal ini, lalu bagaimana?.
"Mas, kamu punya tabungan berapa? boleh aku pinjam, nanti aku bayar tapi nyicil tiap gajian. Boleh mas? ada berapa?" ucap Sofi lirih.
Bayangan sofi, hanya ingin membatalkan acara ini dan membayar semua hutangnya pada keluarga Ronal, dari pada harus mengorbankan harga diri dan kehormatannya.
"Kenapa? kamu butuh berapa Sofi aku transfer sekarang?" ucap Rendy dengan penasarannya.
"Aku butuh 200 juta mas? kamu ada?" ucap Sofi lantang.
"Buat apa uang sebanyak itu Sofi, kamu ingin beli apa? Aku ada uang segitu, rencana buat beli rumah dan buka usaha kamu sayang. Coba ceritakan masalahmu?" ucap Rendy tidak sabar.
Rendy merasa ada sesuatu yang disembunyikan, ada apa sebenarnya ini, batin Rendy.
"Untuk bayar hutang bapakku kepada keluarga Ronal. Harus hari ini mas. Tolong transfer ke rekeningku sekarang. Tolong Sofi mas." ucap Sofi memohon.
"Untuk membayar hutang kepada keluarga Ronal? sebenarnya ada apa Sofi!! jangan buat aku cemas, dan jangan pernah bohongi aku!!!" ucap Rendy tegas.
"Bisa tolong aku gak? atau kamu ingin kita tidak usah bertemu lagi selamanya. Pilih mana mas?" ucap Sofi yang kacau dengan pikirannya.
"Ngomong apa kamu Sofi, oke aku kirim sekarang juga, anggap ini mahar untukmu. Jangan pernah ucapkan kata kata berpisah, aku tidak suka." ucap Rendy lantang.
Sambungan telepon pun di akhiri. Tidak lama notifikasi m-banking Sofi pun berbunyi, ada sejumlah uang masuk rekeningnya sesuai dengan jumlah uang Sofi minta.
Sofi pun segera turun menemui mama dan bapaknya untuk memberikan uang tersebut guna membayar hutang kepada keluarga Ronal.
"Mama dan bapak, ini di rekening Sofi sudah ada uang 250 juta silahkan pakai untuk membayar hutang pada keluarga Ronal. Sofi ingin membatalkan pertunangan ini. Maafkan sofi." ucap Sofi dengan Isak tangis meratapi nasibnya yang begitu miris ini.
---------------------------------------------
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚