
"Waalaikumsalam... eh Sofi?" ucap seseorang dibalik pintu.
Sofi terkejut melihat siapa yang menjawab salamnya dan membukakan pintu rumah untuknya. Sungguh dunia ini memang sempit, menjauhi tapi malah dekat. Semoga tidak ada niatan buruk, dan semua berjalan baik baik saja. Untung taksi online masih menunggu sehingga ada alasan untuk cepat cepat pulang.
"Mas Rangga, Sofi hanya ingin mengantarkan Kue Tart Ulang Tahun dengan tema Tayo, boleh dilihat dulu. Silahkan?" ucap Sofi pelan.
"Masuk dulu Sofi, ayok." ucap Rangga pelan.
"Maaf Mas Rangga, taksi online masih menunggu untuk mengantarkan pesanan yang lainnya lagi. Mungkin lain waktu aja kesini bareng Mas Rendy." ucap Sofi pelan.
"Putraku akan mengadakan acar silang tahun nanti malam. Hadir ya Sofi bareng Rendy juga. Aku tunggu ya." ucap Rangga pelan, sedikit memaksa agar Sofi mau ikut dalam acara Faiz.
"Insya Allah Mas Rangga. Sofi gak bisa janji, semua keputusan ada di tangan Mas Rendy, karena beliau Suami Sofi dan kepala keluarga." ucap Sofi menjelaskan dan mengingatkan kepada Rangga bahwa Sofi telah menikah bahkan yang menjadi suaminya adalah sahabatnya sendiri.
Sofi pun berpamitan pulang dan segera keluar menuju taksi online yang masih menunggunya. Arah tujuannya saat ini adalah kembali ke rumah.
Ponsel Sofi berbunyi tanda panggilan masuk.
📱Candra WO
"Assalamualaikum Candra ... " ucap Sofi ramah.
"Waalaikumsalam.. Sofi kita otewe Saung, kamu stay ya sayang. Soalnya Rendy di hubungin susah banget. Gak aktif, kenapa ya?" tanya Candra pelan.
"Masa sih gak aktif Candra. Aku lagi diluar, okelah aku ke Saung. Kita ketemu disana oke." ucap Sofi pelan.
"Iya Sofi sayang, Candra tunggu ya." ucap Candra pelan.
Sesuai arahan Sofi taksi online pun berbalik arah menuju Saung yang baru saja dibuka. Dari kejauhan memang sangat ramai, pembukaan dengan harga promosi buy one get one untuk dibawa ke rumah atau makan ditempat dengan harga diskon lima puluh persen, plus hadiah voucher untuk sepuluh pembeli pertama sebesar lima ratus ribu rupiah berbentuk kupon makan gratis.
Cukup antusias, mini tempat wisata keluarga. Dengan fasilitas cukup lengkap untuk bermain dan kumpul bersama keluarga.
Di Kantor Rangga
Hari ini hari pertama Rendy bekerja ditempat sahabatnya yaitu Rangga. Rendy menjabat sebagai Manajer Pemasaran, banyak hal yang perlu diperbaiki dan semua harus dimulai dari nol, agar hasilnya pun bisa dinikmati bersama. Bisnis percetakan memang banyak saingannya, tapi bagaimana caranya agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Target harus ditambah dan fokus pada pencapaian target. Target pasar dari pihak mana? Perusahaan? Sekolah, Ponpes? atau menggandeng dan bekerja sama dengan penerbit.
Kedatangan Rendy pun membuat para karyawan lain pun menjadi sungkan dan lebih menghargai. Rendy itu cuek dan penuh wibawa. Rendy duduk di ruangan dan mencoba membuat perencanaan agar target tercapai.
"Assalamualaikum Pak Rendy. Maaf saya Bella sekretariat Bapak." ucap Bella dengan senyum yang dimanis-maniskan.
Rendy pun mendongakkan kepalanya melihat ke arah pintu dan menjawab.
"Waalaikumsalam... Iya." ucap Rendy dengan singkat. Wajahnya kembali menatap kertas perencanaanya.
Bella adalah karyawan senior, mungkin sudah lima tahun berkerja dengan Rangga. Mulai dari penerima tamu, admin, kasir hingga menjadi sekretaris. Usianya sekitar dua puluh delapan tahun, usia yang cukup matang untuk menikah. Hanya satu kekurangannya adalah suka merayu, dan selalu menggunakan pakaian seksi.
"Apakah tidak ada tugas untukku Pak Rendy." ucap Bella dengan hati hati. Pandangannya tertuju pada Rendy yang tidak terusik sedikitpun dari kertas yang di corat coret.
"Kalau aku butuh pasti akan memanggil. Lain kali pakailah pakaian yang pantas, bukan pakaian kurang bahan dan terlalu sempit untukmu." ucap Rendy pelan menasehatinya.
Muka Bella pun menjadi merah karena malu, baru kali ini ada seorang Bos yang dingin terhadapnya. Kebanyakan yang menjadi bosnya akan terpana pada kecantikan dan keseksiannya. Tapi tidak dengan Rendy, dia bukan laki-laki pemuja wanita, tapi laki-laki yang banyak dipuja oleh wanita.
"Rendy meeting dulu sebentar. Aku mau ijin pulang, anakku mau pesta ulangtahun." ucap Rangga pelan.
Rangga tiba tiba masuk dan menuju meja kerja Rendy.
"Oke, Rangga, aku siap siap dulu ya." ucapnya.
Semua orang sudah melingkari meja oval itu untuk melakukan rapat mendadak, karena yang pertama mengenalkan Rendy sebagai Manajer Pemasaran yang baru dan mengatur strategi perencanaan untuk bulan ini uang belum mencapai target sesuai rencana awal bulan.
Satu per satu mengungkapkan alasan dari masing-masing divisi mengenai target yang belum tercapai dan laporannya hingga kemarin. Perdebatan pun semakin sengit ada beberapa orang yang merasa keberatan dengan target bulanan yang terlalu tinggi.
Rendy pun merasa perlu menengahi perdebatan dalam rapat kali ini. Rendy pun memberikan motivasi dan dukungan penuh dengan memberikan kritik, saran dan solusi untuk masing-masing divisi yang membutuhkan.
Setiap divisi pun antusias dan semangat dengan rencana rencana brilliant dari Rendy. Rapat pun ditutup setelah mendapatkan kesimpulan atas kesepakatan bersama.
"Rendy... gw balik dulu ya. Faiz mau ada acara nanti malam. Gw mau Anter cari kado." ucap Rangga pelan.
"Ya sudah Ngga. Gw nanti sharing sama anak-anak tiap divisi biar mereka punya gambaran tentang tugasnya." ucap Rendy dengan tenang.
"Gw percayakan semuanya sama Loe." ucap Rangga mantap sambil meninju lengan sahabatnya itu.
"Oke kalau loe percaya sama gw. Bella mantan loe Ngga?" tanya Rendy pelan.
"Kalau ada cogan gitu. Loe harus hati hati agak nekat tuh anak, tapi kerjanya bagus." ucap Rangga menjelaskan.
"Boleh ganti gak sekretaris nya?" tanya Rendy pelan. Hatinya kurang Srek dengan Bella.
Setelah berpamitan Rangga pun kembali ke rumahnya dan menunggu pesanan Kue Ulang Tahun untuk Faiz yang telah di order sejak dua hari yang lalu. Tanpa disengaja, kue pesanan itu Sofi yang membuat dan mengantarkan langsung ke rumahnya. Rangga yang awalnya tidak bersemangat pun menjadi antusias setelah kedatangan Sofi, walaupun tujuannya hanya mengantarkan pesanan.
DI SAUNG KANG RENDY
Sofi sudah sampai di Saung Kang Rendy. Ada beberapa mobil WO yang sudah datang untuk memulai menghias Saung Kang Rendy. Acara akan dilakukan besok malam, dan Lusa pagi dengan tamu undangan yang berbeda. Candra belum datang, masih dalam perjalanan karena terjebak macet.
"Assalamualaikum Sofi? ada apa?" tanya Kang Tatang dengan penuh kelembutan.
"Waalaikumsalam, Kang Tatang... Sofi kaget. Ini Kang Tatang mau menghias ruangan yang akan dipakai besok malam untuk acara resepsi pernikahan Sofi dan Rendy." ucap sofi dengan mantap.
"Kalian tadinya teman atau kenal dimana?" tanya Kang Tatang dengan sopan namun penuh selidik.
"Dulu teman satu kantor di Ibukota Kang Tatang." ucap Sofi pelan dan datar. Sofi pun tidak menaruh rasa curiga sedikitpun pada Kang Tatang, karena memang kakak angkat Rendy sejak kecil.
"Kamu cantik Neng Sofi. Sholehah dan sopan. Siapapun pasti terpesona dengan Neng Sofi." ucap Kang Tatang dengan tegas.
Sofi hanya tersenyum tipis, hatinya senang di puji, tapi kali ini yang memujinya orang lain bukan Suaminya sendiri.
"Sofi..!!!!!" teriak seseorang dari pintu masuk Saung membuat ricuh sedikit karena suara teriakan lantang dari suara seorang laki-laki.
Sofi pun tampak terkejut kemudian tersenyum lebar, melihat sosok pria itu dihadapannya.
JAZAKALLAH KHAIRAN
Maaf ya belum bisa up 2x dalam satu hari.
Yang pertama author sedang merevisi ketiga novel.
Yang kedua, author juga mempunyai RL sendiri.
Yang Ketiga, part ini sudah saya panjangkan.
Selamat Membaca.